Membuat Persiapan

'Orang-orang pasti berpikir normal karena kabut saat hujan dan mengira bahwa warna merah itu akibat pembiasan oleh cahaya.' gumam pemuda tersebut di dalam hati.

Pada malam harinya, pemuda tersebut memutuskan untuk tidak keluar dari apartemennya, berbekal makanan yang dibeli tadi siang dan dilanjutkan dengan membuka beberapa media sosial. Setelah melihat-lihat dan memikirkan dengan seksama, jari-jari di tangannya mulai mengetik dan memposting sesuatu.

(Apakah ada yang percaya bahwa fenomena aneh yang terjadi beberapa hari ini akan menjadi kiamat zombie minggu depan?)

Pemuda tersebut men-tweet untuk mencoba melihat reaksi rekan-rekannya dengan tambahan #Zombie dan #Apocalypse.

Karena dikira membual dan tidak masuk akal, balasan yang diperoleh hanya cemoohan dan tertawaan, bahkan beberapa rekannya menyebut dirinya idiot dan semacamnya.

Pemuda tersebut tampak santai melihat reaksi rekan-rekannya, lagipula di era modern sekarang, siapa yang percaya akan hal-hal seperti zombie dan kiamat.

Namun, karena beberapa fenomena yang terjadi setelah dirinya terbangun dari tidurnya, pemuda tersebut malah memantapkan hatinya dan yakin bahwa fenomena-fenomena itu berkaitan dengan zombie yang akan menjadi nyata.

Setelah melihat reaksi postingannya di media sosial, pemuda tersebut mematikan ponselnya dan memutuskan akan melakukan persiapan untuk penanganan "wabah" zombie tersebut keesokan harinya.

*****

Keesokan harinya, setelah pemuda tersebut selesai melakukan aktivitas pagi seperti biasa, dia langsung menuju ke kantornya dan resign dari pekerjaannya. Setelah berpikir semalaman, dia memutuskan untuk mulai mempersiapkan dirinya menyambut era kiamat zombie.

Setelah keluar dari pekerjaannya, dia pulang ke rumah dan segera mengambil pinjaman untuk memperoleh uang dengan menggadaikan aset yang ditinggalkan orang tuanya.

Dia meminjam ke bank, koperasi, pinjaman online bahkan rentenir yang menawarkan pengembalian dengan bunga sangat tinggi. Apapun aset yang bisa digadaikan akan segera dijaminkan tidak peduli berapa bunganya. Pemuda tersebut berpikir bahwa setelah hari kiamat nanti, uang-uang kertas itu tidak akan lagi berguna, digantikan dengan sumber daya bertahan hidup manusia.

Semuanya dia selesaikan dalam satu hari.

*****

Keesokan harinya, h-5 sebelum tragedi, pemuda tersebut mulai menulis rencana yang akan dia perbuat selama beberapa hari ke depan. Mulai dari rencana pembelian properti, senjata dan bahan makanan.

Pemuda tersebut saat ini berencana membeli properti yang berada di daerah pegunungan di pinggiran kota. Dia akan membangun tempat perlindungan sementara yang akan digunakan untuk menyimpan perbekalan pasca hari kiamat.

Saat tiba di tempat penjualan properti, pemuda tersebut menghampiri seorang wanita menawan berusia sekitar 30an, dan berpenampilan sopan yang duduk di depan komputernya.

"Selamat siang nona, saya ingin membeli rumah di daerah pinggirian kota yang sesuai iklan disini?" Ucap pemuda tersebut sambil mengeluarkan secarik koran.

"Baik pak, sebentar saya lihat dulu rumahnya, apakah masih tersedia atau tidak" jawab wanita tersebut.

Sambil menunggu beberapa saat, pemuda tersebut melirik papan nama yang berada di dada kiri wanita itu. Wanita itu bernama Nancy.

"Sudah pak, rumah ini kebetulan belum disewa atau dijual, namun karena rumah ini di daerah terpencil, kondisinya tidak terlalu baik. Pemilik sebelumnya jarang mengirimkan petugas kebersihan karena mereka tidak berencana menempati rumah ini." Ucap Nancy

Nancy kemudian bertanya lagi "Apakah bapak mau melihat rumah itu sekarang?" Tanya Nancy.

"Tidak perlu, saya sudah melihat rumah itu diinternet dan kelihatannya cocok untuk saya. Saya ingin membeli rumah itu dan menempatinya secepatnya ." Ucap pemuda itu tegas.

Pemuda itu kemudian mengeluarkan kartu atm dan kartu identitasnya.

Tertegun sejenak, Nancy bertanya kembali "Apakah bapak tidak bertanya harganya dulu atau bernegoisasi dengan kami?"

Pemuda tersebut tersentak karena melupakan hal itu, namun tidak merubah ekspresinya. Dia pun bertanya

"Berapa harga rumah ini?"

Sambil menghela nafas, Nancy menjawab

"Mohon maaf pak, harganya 2,5 milyar rupiah, sudah termasuk pajak dan pemeliharaan selama sebulan, masih ada sebagian perabotan lama yang tertinggal didalamnya."

Sambil menjawab pertanyaan itu, Nancy melirik pemuda tersebut yang diam tampak memikirkan sesuatu. Di dalam pikiran Nancy, harga rumah itu pasti melebihi budget yang ditetapkan pemuda tersebut.

Sebelum Nancy melanjutkan pembicaraannya, pemuda tersebut berbicara terlebih dahulu.

"Baik, di kartu ini ada uang 100jt. Persiapkan semua dokumen yang diperlukan. Siang ini saya akan mentransfer sisanya melalui bank. Saya minta dari pihak properti menyewa banyak petugas kebersihan untuk membersihkan rumah itu. Tentu saja akan ada uang tambahan yang akan saya berikan. Untuk perabot lama dibuang saja, sore ini akan ada perabot baru yang menggantikannya." Ucap pemuda itu

"Saya ingin menempati rumah itu besok malam." lanjut pemuda itu.

Setelah keluar dari tempat penjualan properti, pemuda itu melanjutkan perjalanannya dan pergi ke beberapa perusahaan/supplier makanan. Dia telah membuat janji kepada manajer perusahaan/supplier makanan. Awalnya para penjual tersebut meragukan pembelian yang dilakukan pemuda tersebut, pasalnya bahan makanan yang dibeli berupa ratusan hingga ribuan kilogram daging, buah, bahkan sayuran dalam bentuk kalengan yang cukup untuk dikonsumsi selama 4 tahun oleh keluarga kecil.

Namun dengan pembayaran penuh, perusahaan menyanggupi pesanan dengan tenggat waktu 3 hari.

Didalam ingatannya, yang paling berbahaya pada saat itu bukan hanya zombie, hewan dan tumbuhan yang bermutasi, melainkan manusia. Karena kelangkaan sumber daya, manusia rela saling membunuh hanya karena memperebutkan sepotong roti dan air bersih.

3 hari berlalu, rumah tampak berubah menjadi benteng kecil. Rumah ini pada awalnya memang telah dikelilingi tembok dan pagar besar yang dapat menutupi area rumah. Hal ini dimaksudkan pemilik sebelumnya agar terhindar dari binatang-binatang liar yang ingin masuk ke dalam rumah. Tidak ada rumah lain dalam radius 3Km disekelilingnya.

Rumah itu terdiri dari 3 tingkat dengan 6 kamar yang disertai kamar mandi disetiap ruangannya. Tersedia tempat gym, bioskop mini dan ruangan permainan. Dilantai teratas diubah menjadi wilayah perkebunan yang akan ditanami tanaman yang bisa menghasilkan makanan, seperti singkong, jagung, wortel dan lain lain. Disana juga ada 1 ruang bawah tanah yang menjadi daya tarik karena bisa berguna untuk menyimpan makanan, senjata dan berbagai peralatan bertahan hidup.

Untuk penggunaan daya listrik di rumah, ada 2 generator set yang digunakan beserta 3 generator set cadangan dan bahan bakar yang dapat digunakan tanpa henti selama satu tahun. Karena berada di daerah pegunungan, sumber air bersih merupakan hal yang patut diacungi jempol. Dengan berbekal alat filter air bersih yang berteknologi canggih, mendapatkan air bersih bukanlah hal yang sulit.

Berbekal dengan keuangan dari menggadaikan properti miliknya dan pinjaman yang bisa didapatkan, semuanya telah diselesaikan hanya dalam waktu 3 hari.

Hari ini, rencananya pemuda tersebut akan menerima peralatan berupa senjata. Karena ketatnya peredaran untuk senjata api, maka pemuda tersebut tidak membelinya. Dia membeli peralatan seperti pedang, belati, golok, kapak, gada dan lain sebagainya. Untuk senjata jarak jauh, dia membeli panah dan ketapel modern. Walaupun belum pernah menggunakan panah, namun dia handal dalam membidik menggunakan ketapel. Ketapel ini tentu saja dilengkapi dengan bola besi seukuran kelereng.

Terpopuler

Comments

Chemouth II

Chemouth II

namanya siapa

2024-12-03

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!