Setelah sampai di rumah tujuannya, Alvin segera ke garasi dan mengambil mobil yang sebelumnya telah disiapkan.
Sambil mengisi bahan bakar mobil tersebut dari cincin penyimpanannya, Alvin juga mengecek keadaan mobil.
Lalu Alvin mengendarai mobil sampai ke tempat tinggal Nancy.
Saat tiba dirumah Nancy, Anna dan yang lainnya langsung keluar dan menatapnya dengan mata yang berbinar.
Hari telah sore saat Alvin sampai dirumah tersebut. Alvin, Nancy dan Julian memasukkan senjata dan perbekalan yang dia dapatkan ke dalam rumah.
Saat melihat Alvin dan yang lainnya, Anna menghampiri dan hendak mengatakan sesuatu.
"Masuklah, ada yang ingin aku bicarakan pada kalian." Sela Alvin.
Anna mengangguk dan masuk ke dalam, memberitahukan ke yang lain agar menunggu Alvin.
Setelah beberapa saat, Alvin memulai percakapan.
"Aku sudah mendapatkan mobil untuk kalian, kalian bisa menuju ke kota Skycloud besok pagi. Mobil itu sudah terisi penuh dengan bahan bakar, kalian hanya harus berhati-hati saat diperjalanan."
Mereka mengangguk tanda menyetujui ucapan Alvin. Namun Anna sedikit kecewa dengan Alvin, dia ingin pergi ke kota Skycloud namun enggan berpisah dengan Alvin. Tidak tahu mengapa, baginya Alvin dapat memberikan rasa aman dan nyaman.
"Kalian bisa membawa semua perbekalan yang didapatkan dari restoran dan senjata yang aku berikan pada kalian." Lanjut Alvin.
"Lalu bagaimana dengan kalian?" Tanya Anna.
"Kami bisa mencari persediaan di sekitar sini, kalian tidak perlu khawatir." Jawan Alvin.
Nancy agak sedikit kesal dengan keputusan Alvin saat mendengar makanan yang didapatkan dari restoran akan diberikan kepada Anna dan yang lainnya. Namun dia tetap tidak berbicara dan hanya mengikuti instruksi dari Alvin.
Perasaannya pada Alvin tidak menentu, dia seakan setuju dan tidak bisa membantah semua ucapan dari Alvin.
"Hmmm... Apa kalian tidak ingin mengikuti kami ke kota?" Tanya Anna ragu-ragu.
"Tidak." Jawab Alvin tegas.
"Terlalu berbahaya di kota, jumlah zombie berkali-kali lipat dibandingkan dengan di desa, belum lagi persediaan makanan sulit didapatkan."
"Bahaya disana bukanlah zombie, tetapi manusia."
Alvin tidak lagi menjelaskan lebih lanjut. Alvin yakin mereka akan mengetahui keputusannya yang tetap memilih tinggal di desa akan menyadarkan mereka suatu hari nanti.
Setelah memberikan penjelasan, Alvin kembali ke pojokan ruangannya sambil melihat statusnya. Statusnya meningkat secara konsisten mulai dari 2-4 attribute perhari.
Saat matahari terbenam, James dan Richard datang menghampiri mereka.
Alvin memperkenalkan James dan Richard pada Anna dan yang lainnya.
Yang paling bersemangat adalah Felix karena dia ingin merekrut mereka untuk mengawalnya sampai ke kota Skycloud. Dia mengiming-imingi uang yang banyak kepada James dan Richard.
"Ayolah, kalian bisa mendapatkan uang yang banyak oleh ayahku, lalu aku berjanji pada kalian akan memberikan pekerjaan dengan gaji yang besar kalau kalian mau mengikutiku." Ucap Felix.
James dan Richard saling memandang. Kalau hal ini terjadi pada saat sebelum terjadinya kiamat zombie ini, mereka tak akan segan menerimanya.
Namun di dunia sekarang ini, disamping harus bertahan hidup, mereka harus melindungi bos yang manja, tentu saja mereka akan menolaknya.
Lagipula uang yang Felix tawarkan hanya akan menjadi kertas yang tidak lebih berharga daripada tisu toilet.
Sepanjang malam mereka bercerita tentang kehidupan mereka sebelum terjadinya kiamat zombie. Kebanyakan yang bercerita adalah Felix yang menyombongkan dirinya, hal itu juga dimaksud untuk membuat James dan Richard tertarik untuk menjadi bawahan Felix.
Namun hal tersebut tidaklah menarik perhatian James dan Richard, mereka hanya ingin hidup dengan mudah tanpa harus melindungi orang-orang yang tidak pantas dilindungi.
*****
Keesokan harinya, Alvin mendapati James dan Richard sedang duduk diluar sambil merokok. Setelah menyapa mereka, Alvin pergi untuk melihat mobil yang akan digunakan oleh Anna dan yang lainnya.
Beberapa saat kemudian, semua orang yang berada di rumah keluar dan menghampiri mobil tersebut.
Alvin menoleh ke belakang dan tersenyum.
"Apa kalian sudah mengemas semuanya?" Tanya Alvin sambil menatap orang-oranh yang hendak pergi ke kota.
"Sudah."
"Tentu."
"Maaf vin, kami harus meminjam mobil ini agar kami bisa ke kota Skycloud." Ucap Kyle.
Alvin mengibaskan tangannya tanda tidak ada masalah tentang hal itu.
"Baiklah aku akan menyampaikan informasi penting yang aku ketahui untuk kalian."
Anna dan yang lainnya menyimak, bahkan James, Richard, Nancy dan Julian tertarik untuk mendengarkan.
Alvin berencana menjelaskan dasar-dasar yang dia ketahui untuk bertahan hidup di dunia sekarang.
"Kalian harus mengumpulkan batu ini untuk memperkuat tubuh kalian, batu ini disebut batu evolusi. Percaya padaku, semakin banyak batu evolusi yang kalian kumpulkan, semakin kuat kalian nantinya." Ucap Alvin sambil menunjukkan batu evolusi.
"Aku tidak bisa mengajarkan bagaimana batu evolusi ini berguna, tapi yakinlah suatu saat kalian akan mengerti bagaimana batu evolusi ini menjadi sangat berharga."
"Batu evolusi bukan hanya ada pada zombie tetapi hewan bermutasi, kalian bisa mencarinya pada kepala mereka juga."
Sambil mendengarkan Alvin, mereka percaya dan bertekad untuk mengumpulkan batu tersebut.
"Setiap hari ke-15, zombie-zombie akan menjadi sangat agresif, aku biasa menyebutnya sebagai fenomena zombie horde."
"Kalian harus memperkuat tempat tinggal kalian pada saat itu. Kalau kalian cukup kuat, kalian bisa menyelinap untuk mencari kotak harta yang tersebar di berbagai sudut kota."
"Ingat, ada resiko maka akan ada pencapaian. Kotak harta itu hanya akan muncul pada hari tersebut, itu merupakan kesempatan untuk dapat meningkatkan kekuatan yang kalian miliki."
Sesaat mereka tercengang dengan ucapan Alvin, berbagai pikiran ada di benak mereka. Kebanyakan mereka berfikir bagaimana Alvin mengetahui informasi ini, padahal kiamat zombie baru terjadi kurang dari 15 hari.
Tetapi dengan ucapan dan kemampuan Alvin, mereka sedikit percaya dan yakin Alvin tidak akan membohongi mereka. Namun ...
"Bagaimana kamu tau? Bahkan ini belum 15 hari tapi kamu berbicara seolah tau apa yang akan terjadi dimasa depan." Ucap Felix.
Merekapun saling memandang, mereka memiliki pemikiran yang sama namun hanya Felix yang angkuh yang mampu berkata demikian. Mereka tentu saja sangat penasaran dengan jawaban Alvin.
Namun Alvin hanya tersenyum, dia acuh dan tidak ingin menjawab pertanyaan itu. Dia tidak bisa menjawab bahwa dia mendapatkan dari mimpi atau ingatan yang tidak jelas. Mereka akan mengira Alvin mengada-ngada bahkan menjadi orang gila.
"Oh ya, satu lagi."
"Kalau kalian bertemu zombie berwarna di suatu tempat, lebih baik kalian melarikan diri. Butuh usaha dan kerja keras untuk membunuh zombie seperti itu."
"Kalian semua telah melihat aku sebelumnya yang membunuh zombie dengan kulit biru saat kita sampai dirumah ini, bahkan Nancy dan Julian pernah bertatapan langsung dengan zombie berkulit merah. Mereka tidak mudah dihadapi kecuali kalian memiliki cukup senjata api untuk mengepungnya." Ucap Alvin.
Semua orang tercengang dengan ucapan Alvin, mereka tidak menyangka bahwa zombie itu sangat berbahaya.
Bahkan James dan Richard terkejut.
Mereka yakin pernah menemui salah satu zombie yang berkulit hijau, namun mereka melarikan diri karena tidak mampu bertahan menghadapinya.
Mereka kagum Alvin mampu menghadapi zombie itu sendirian.
"Kami sudah bertemu dengan zombie itu, tetapi kulitnya bukan merah maupun biru, melainkan hijau." Sela Richard.
"Oh, mungkin itu zombie mutan tingkat 1 tipe vitalitas. Zombie itu punya pertahanan kuat, jika terluka, zombie itu bisa meregenasi tubuhnya dengan cepat." Jawab Alvin.
James dan Richard mengangguk. Mereka yang menghadapi zombie itupun merasakan hal yang sama dengan apa yang dikatakan oleh Alvin.
Saat itu mereka berdua menghadapi zombie itu sendirian, namun masih belum berhasil melumpuhkan zombie itu.
Kemudian Alvin menceritakan perbedaan diantara zombie-zombie mutan itu.
"Baiklah kalian bisa pergi kapanpun kalian mau." Ucap Alvin.
Alvin kembali ke dalam rumah untuk mengambil beberapa peralatan.
Saat masuk ke dalam rumah, Anna mengikuti Alvin.
"Alvin ..."
Alvin menoleh kebelakang untuk melihat sosok perempuan cantik yang menghampirinya.
Kemudia Anna membungkukkan dirinya dihadapan Alvin.
"Terimakasih telah merawat kami beberapa hari ini."
Alvin tersenyum melihat ketulusan Anna.
"Fiuuuh... Sebenarnya aku bisa saja menahanmu dan teman-temanmu disini. Tetapi aku tidak ingin menahan kalian ke kota Skycloud untuk mencari keluarga kalian."
"Tetapi Anna ..."
"Aku menyarankanmu untuk berpisah dari Felix saat kamu dan Kyle menemukan anggota keluarga kalian. Dia bukan tipe orang bisa kalian percaya."
Anna tertegun sejenak.
"Felix memang sombong dan sedikit menyebalkan, tetapi dia anak yang baik, kami juga sudah berteman cukup lama." Ucap Anna.
Alvin menggeleng pelan.
"Oke aku hanya mengingatkanmu."
"Suatu hari nanti aku akan ke kota Skycloud dan mencari kalian, kita bisa berjumpa dan berbagi informasi bersama." Ucap Alvin sambil tersenyum.
Mendengar hal itu, Anna tiba-tiba berlari untuk memeluk Alvin. Entah apa yang merasukinya saat ini, dia hanya ingin menyandarkan kepalanya pada dada Alvin.
Seketika Alvin terkejut.
"Tunggu sebentar ... " Ucap Anna pelan.
Alvin yang hendak melepaskan pelukan Anna membeku sesaat. Dia bahkan mendengar isak tangis Anna di dalam keheningan itu.
Setelah beberapa menit, Anna melepaskan pelukannya dan berlari keluar dengan pipi yang merona merah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments
#Tutuy Bae_22
mc nya terlalu baik atau terlalu naif yaa?
2023-05-24
1
GRAVITY 000
itu dulu bukan sekarang, kau tahu manusia lebih berbahaya dari zombie
2023-04-12
1
GRAVITY 000
kau terlalu baik bro ama cewe
2023-04-12
1