Setelah membuat persiapan dan mengatur mereka untuk memakan sedikit perbekalan, Alvin mengatakan beberapa hal.
"Untuk membunuh zombie, arahkan senjata ke kepala, bagian seperti pelipis dan telinga adalah bagian yang mudah di tembus."
"Ketapel itu hasil modifikasiku sendiri, dengan sedikit tenaga harusnya bisa menembus tengkorak zombie. Ketapel tactical itu juga memiliki laser jadi bisa membidik lebih baik." Ucap Alvin sambil menatap Anna.
Alvin mengedarkan pandangannya ke arah selanjutnya.
"Julian, Nancy, karena kalian berada dibelakang, kumpulkan batu evolusi dengan cepat, jangan sampai tertinggal."
"Aku akan melindungi kalian semua, sebisa mungkin bergerak tanpa suara."
"Dalam 2 jam, gerombolan zombie akan tiba di sini, kita perlu bergerak cepat untuk tidak menarik perhatian mereka."
Setelah beberapa menit memberikan arahan, Alvin memimpin mereka menuju ke tempat tinggal Nancy.
Mereka berjalan cukup cepat karena hampir semua zombie diselesaikan oleh Alvin.
Di sepanjang jalan terdapat mobil-mobil yang bertabrakan satu sama lain. Bahkan beberapa zombie masih terjebak di mobil tersebut.
Alvin menyadari sesuatu saat membunuh zombie. Zombie-zombie yang menghampirinya hanya zombie yang berada di jarak belasan meter. Pada dasarnya zombie ini bergerak berantai, mereka bergerak bersama mengikuti pendengaran dan gerakan disekitarnya.
Alvin terus maju tanpa hambatan. Dia menghabisi hampir semua zombie dan sengaja meloloskan beberapa zombie agar melatih rekan dibelakangnya.
Mata semua orang berbinar saat melihat kemampuan Alvin. Mereka mengakui kelihaian Alvin dalam menggunakan pedang. Bahkan Felix sedikit ketakutan hingga menuruti perintah Alvin.
Seperti yang telah Anna katakan, kemampuan menembaknya diatas rata-rata, dia mampu membidik tepat dengan rate 100%. Tidak ada bola besi yang terbuang percuma.
Begitu pula dengan Kyle, dia melindungi Natasha dengan baik. Karena dia memiliki fisik yang cukup kuat, mudah baginya menebas kepala zombie.
Untuk Nancy dan Julian, mereka cukup memuaskan Alvin dan mampu mengikuti ritme yang telah ditetapkan. Nancy juga menunjukkan arah dengan sangat baik.
Saat sudah setengah jalan, Alvin memperlambat temponya dan memfokuskan ke suatu tempat. Lalu dia menunjuk ke suatu arah.
"Nancy, apa yang ada disana? Aku merasakan pergerakan zombie yang lumayan banyak."
Nancy merenung sejenak
"Disana ada kantor kepolisian setempat." Jawab Nancy tegas.
Setelah mendapatkan jawaban dari Nancy, mata Alvin berbinar, dia mengingat dengan jelas akan ada sesuatu yang berharga di kantor polisi tersebut.
Namun saat ini, hal itu belum muncul dan kekuatan Alvin masih kurang untuk bisa kesana. Untungnya arah tempat tinggal Nancy berbeda dari kantor polisi tersebut. Karena berdasarkan persepsinya, ada ratusan zombie disana saat ini.
Alvin mempercepat gerakannya agar sampai lebih cepat. Walaupun dia mampu bertarung sambil berjalan, namun berbeda dengan orang biasa yang mengikutinya.
Hampir tiga jam berjalan, membuat fisik semua orang menurun. Namun, usaha tidak mengkhianati hasil, akhirnya rumah Nancy terlihat oleh mereka.
Tempat tinggalnya berada diatas bukit sebuah perumahan. Hal ini menyebabkan sedikit kerepotan karena zombie mulai keluar dari setiap rumah.
Sliiing ...
Jleb ...
Slashhh ...
Dimulai saat masuk ke perumahan, mereka bertarung tanpa henti. Tanpa sadar mereka membunuh hampir semua zombie di perumahan itu.
Setelah masuk ke halaman rumah tujuan mereka, Alvin mengernyitkan dahinya.
"Kalian tunggu disini, aku akan mengecek ke dalam." Ucap Alvin sambil melangkah masuk.
Karena kelelahan, mereka hanya menatap Alvin.
Saat ini Alvin membuat dirinya dalam posisi waspada.
Dia membuka pintu utama dan berjalan perlahan. Karena pencahayaan yang kurang memadai, ruangan tampak gelap.
Dia berjalan ke salah satu kamar dan tiba-tiba.
Graaaawwrr...
Slinggg...
Brukkk...
Alvin di terkam oleh zombie.
Walaupun serangannya mendadak dan membuat sedikit terkejut, dimata Alvin gerakannya hampir sama dengan gerakan yang mampu dia buat.
Berdasarkan ingatannya, zombie ini merupakan zombie mutan tingkat 1 tipe kecepatan. Zombie ini berkulit sedikit kebiruan, memiliki kaki dan cakar lebih panjang, serta tentunya bergerak dua kali lebih cepat dari manusia normal.
Zombie ini tidak hanya cepat, namun memiliki kemampuan berpikir sederhana seperti bersembunyi untuk menyergap mangsanya.
Jika Alvin bertemu zombie ini saat sebelum tiba ke desa Milestone, maka akan menjadi pertarungan yang panjang dan melelahkan.
Namun sekarang dia sudah membunuh ratusan zombie dan mendapatkan batu evolusinya, attribute Alvin telah meningkat pesat.
Setelah melihat Alvin yang tidak terluka karena serangannya, zombie itu menerkam lagi dengan gerakan tercepatnya ke arah Alvin.
Tetapi setelah mengetahui arah serangannya, dengan mudahnya Alvin bergerak ke samping dan menebas langsung ke leher zombie.
Tuk.tuk.tuk
Zombie itu mati seketika dengan kepala yang terpisah dari badannya.
Setelah Alvin membunuh zombie mutan itu, dia mengambil satu batu evolusi kuning dari kepalanya. Tak lupa juga dia mengecek ke sekeliling rumah dan tidak menemukan zombie lainnya.
Alvin keluar dari rumah dengan menyeret zombie mutan itu.
Para 'rekan seperjalanannya' terkejut melihat apa yang dibawa oleh Alvin. Zombie itu terlihat berbeda dengan apa yang telah mereka lawan selama ini.
Natasha yang paling ingin tahu akhirnya bertanya.
"Apa yang terjadi dengan zombie itu alvin?"
"Aku telah membunuhnya." Jawab Alvin.
"Ini adalah zombie yang telah bermutasi tipe kecepatan. Kecepatannya 2x lebih cepat dari manusia dengan fisik rata-rata. Mungkin zombie ini yang telah membunuh zombie disekitar sini."
Lanjut Alvin.
Mereka terkejut mendengar penjelasan Alvin. Zombie-zombie dapat bermutasi menjadi lebih mengerikan. Hal hebatnya lagi, zombie membunuh sesama zombie, itu tidak masuk akal.
Melihat kebingungan mereka, Alvin melanjutkan.
"Kalian lihat batu evolusi yang dikumpulkan Nancy dan Julian? Kalau dimakan, batu itu dapat membuat zombie menjadi lebih kuat, beberapa zombie juga bisa bermutasi." Jelas Alvin.
"Ayo masuk dulu, kita perlu membersihkan rumah agar tempat ini bisa ditinggali."
Tempat tinggal Nancy cukup sederhana, dengan dua kamar tidur, satu kamar mandi, satu ruang tamu, dan satu dapur cukup untuk dirinya dan Julian tinggali.
Yang paling terpenting saat ini adalah pagar tinggi mengelilingi rumahnya sehingga membuat mereka aman dari zombie.
Setelah beberapa menit merapikan rumah serta membersihkan diri, mereka berkumpul di ruang tamu untuk memakan makanan yang telah mereka bawa. Kemampuan Nancy dan Anna dalam memasak cukup baik sehingga mudah mengolah makanan tersebut.
Mereka menghabiskan waktu dengan bercerita dan saling mengenal satu sama lain.
Anna, Kyle, Natasha dan Felix merupakan penduduk asli kota Skycloud.
Anna seorang putri tunggal yang memiliki ayah bernama Scott Lawrence, dia merupakan pengusaha tekstile yang cukup terkenal di kota Skycloud. Ibunya sudah meninggal ketika melahirkan Anna.
Kyle mahasiswa fakultas olahraga Universitas Skycloud. Dia memiliki saudara laki-laki yang bekerja di militer. Sebelum terjadi kiamat zombie, orang tua Kyle bekerja pada perusahaan Scott.
Natasha merupakan anak tunggal, orang tuanya telah meninggal saat dia masih kecil, dia hidup sederhana di kota Skycloud bersama bibinya. Natasha, Anna dan Felix merupakan fakultas manajemen bisnis Universitas Skycloud.
Felix seorang anak tunggal, ayahnya bernama Patrick London, Ketua Dewan Kota Skycloud. Ibunya, Tere Wallace, bekerja sebagai pengusaha Real Estate dan ketua Serikat Perempuan Kota Skycloud. Lahir dengan sendok emas di mulutnya, membuat Felix menjadi congkak akan statusnya.
Saat ini, Anna dan yang lainnya sedang berlibur ke desa Milestone.
Nancy memiliki seorang ayah yang bekerja sebagai dokter di rumah sakit Milestone. Ibunya meninggalkan mereka sesaat setelah melahirkan saudara perempuan Nancy. Nancy memiliki satu saudara perempuan yang bekerja di luar negeri. Julian adalah anak yang diangkat oleh ayah Nancy dari rumah sakit tempatnya bekerja.
Setelah terjadi kiamat zombie, tidak ada makanan yang tersisa di tempat mereka tinggal. Mereka semua keluar untuk mencari makanan dan terjebak di restoran selama beberapa hari.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments
Note_D
semangat thor
2022-10-23
1
hm...
ditunggu kelanjutannya
2022-10-13
1
Zul Khaidir
up
2022-10-13
1