Awal Perubahan Dunia (2)

Beberapa jam sebelum bencana, seorang pria dan wanita berbicara melalui ponsel masing-masing.

"Sayang, kamu dimana? Apa barang yang kuminta sudah kamu beli semua?" Ucap pria itu. Pria itu merupakan Noah Young.

"Hah, apakah kamu telah kehilangan akalmu Tuan Noah Young? Pagi ini kamu telah memintaku memesan makanan dalam jumlah besar dan harus diselesaikan sore ini. Apa kamu pikir aku robot ha?" Jawab wanita itu Kesal. Wanita itu merupakan pacar dari Noah, Bella.

"Hehe, jangan marah sayang, aku hanya rindu padamu, bergegaslah ke rumah saat semua telah selesai dipesan, ngomong-ngomong, sudah saatnya kita tinggal serumah." Ucap Noah dibalik ponselnya dengan seringai mesum.

"Persetan Noah, kalau bukan karena uang yang kamu transfer padaku pagi ini, aku tidak akan merepotkan diriku sendiri, lagipula bukankah sahabatmu itu aneh? Dia menyuruhmu untuk membeli makanan yang sangat banyak. Apakah dia akan mengundang walikota atau semacamnya?." Tanya Bella kesal.

"Sudahlah sayang, aku tidak tau apa yang Alvin pikirkan, mungkin saja dia hanya kelebihan uang." Jawab Noah santai.

"Huh, dengan otakmu pantas saja kamu mudah dibodohin sama sahabatmu." Sambung Bella ketus.

"Hei, apakah aku sebodoh itu dimatamu?" Tanya Noah.

Bella yang terlalu malas menjawab, melanjutkan kalimatnya.

"Jika ada truk-truk besar datang ke rumahmu, terima saja. Mungkin itu makanan yang aku pesan pagi ini. Apakah aku perlu memesan Hotel bintang 5 untuk saudaramu itu?" Tanya Bella dengan nada sedikit jengkel.

"Jangan bercanda, Alvin berpesan hanya untuk membeli makanan, tidak ada pesanan tentang hotel itu." Jawab Noah.

Mendengar jawaban dari Noah, Bella merasa kekesalannya memuncak. Maksud hati ingin melampiaskan kekesalannya, berbicara dengan Noah hanya semakin menaikkan tensinya.

Bella awalnya tidak peduli dengan permintaan Noah yang membeli makanan dalam jumlah besar, menurutnya itu hanya membuang-buang uang yang lebih baik digunakan untuk hal lainnya.

Namun saat mendengar perintah Noah yang berasal dari Alvin, Bella menyadari bahwa akan terjadi sesuatu dalam waktu dekat. Menurut Noah, Alvin adalah sahabat terbaiknya, mereka sangat dekat hingga tidak mungkin bagi mereka untuk melakukan hal-hal konyol yang akan merusak persahabatan mereka.

Walaupun Bella belum pernah bertemu dengan Alvin, dia curiga bahwa dengan pesanan makanan yang tiba-tiba serta harus dipenuhi dalam waktu singkat ini disebabkan oleh suatu hal yang serius.

Noah tidak menceritakan tentang pembelian senjata karena hal itu akan sangat merepotkan baginya untuk menjelaskan pada Bella. Apabila diceritakan, Bella akan semakin yakin bahwa pembelian senjata dan makanan di maksudkan untuk melindungi diri.

Berbekal pengalamannya sebagai reporter di salah satu tv swasta, Bella pasti bisa mengkaitkan hal-hal yang diminta Alvin dengan fenomena yang terjadi akhir-akhir ini di seluruh dunia.

Tetapi dengan kepolosan dan kurangnya IQ Noah, dia hanya menceritakan sahabatnya yang akan berkunjung dan membutuhkan banyak makanan yang bisa di simpan, sahabatnya akan berkunjung dalam waktu kurang dari satu bulan.

Noah membeli "senjata" yang disuruh oleh Alvin berupa pentungan T, cambuk, stun gun, tongkat base ball dan beberapa alat pemukul lainnya. Namun, tidak ada satupun senjata tajam yang Noah beli, karena menurutnya hal itu sangat berbahaya. Hanya pisau cukur yang dia beli dengan beberapa silet.

Tidak ada yang tau dengan pemikiran Noah tentang "Senjata" yang diminta oleh Alvin.

Saat malam tiba, Noah dan Bella berkumpul bersama dan saling menceritakan harinya masing-masing. Saat tengah malam, keduanya masih menonton tv seakan tidak memikirkan hal yang akan terjadi.

Namun beberapa saat kemudian, hal yang sama terjadi pada mereka dan seluruh dunia ...

Noah dan Bella baru menyadari perubahan dunia saat pagi harinya. Bella merasa cukup beruntung ketika melihat keadaan dirinya dan Noah yang berada dirumah. Dia membayangkan jika masih diluar sendirian, dia pasti tidak akan mampu bertahan.

*****

Di dalam hutan, di sebuah rumah tampak seorang pria yang baru bangun dari tempat tidurnya.

Alvin melihat sekeliling ruangannya sejenak dan beralih ke tubuhnya yang segar dan dalam performa terbaiknya. Alvin bergegas ke kamar mandi dan melakukan rutinitas paginya.

Setelah selesai, Alvin turun ke lantai bawah dan tercengang melihat pemandangan dihadapannya. Alvin melihat Lily dan Grey dengan tubuh yang lebih besar.

Saat pertama kali bertemu, Lily hanya seukuran kuda, namun sekarang dia sudah berukuran sedikit lebih kecil dari gajah dewasa. Sedangkan Grey yang berukuran seperti anjing kecil, sekarang sudah berukuran seperti serigala dewasa.

Perubahan ini mengejutkan Alvin, dia membayangkan bahwa dengan ukuran serigala dewasa saja sudah hampir berukuran dengan gajah, dia tidak dapat membayangkan ukuran gajah sekarang, mungkin saja sudah berukuran gedung 2 lantai.

Melihat Lily yang sedang berbaring santai, Alvin menghampirinya.

"Lily, aku berencana pergi ke hutan untuk melihat situasi disana, kamu jaga rumah dan bunuh setiap hewan mutasi dan zombie yang mendekati rumah." Ucap Alvin.

"Wooooff... Wooooofff..." Sahut Lily sambil menganggukkan kepalanya.

"Oh iya, aku tinggalkan daging babi hutan bermutasi diluar rumah untuk kamu makan bersama Grey nanti." Lanjut Alvin.

Alvin belum ingin membawa Lily untuk berburu, karena takut akan membahayakan Grey yang masih kecil. Sekarang diluar sana terdapat beberapa hewan mutasi yang lebih besar dan zombie yang berkeliaran.

Lagipula Alvin belum sepenuhnya percaya pada dua ekor serigala bermutasi itu. Dia perlu membangun kepercayaan sedikit demi sedikit dengan mereka.

Alvin mengecek senjatanya di dalam cincin penyimpanan sebelum pergi berburu.

Saat Alvin keluar dari rumah, dia langsung disambut oleh beberapa hewan bermutasi. Tidak lupa setelah membunuh mereka, dia mengambil batu evolusi untuk diserap menjadi attribute nya.

Ketika sampai di dalam hutan, Alvin menemukan banyak hewan bermutasi. Hewan-hewan itu seperti kehilangan akal dan menyerang Alvin dengan membabi buta tanpa peduli rasa sakit.

Namun ajaibnya mereka tidak menyerang ke sesamanya, hal ini sama dengan sifat manusia yang berubah menjadi zombie.

Dengan perubahan sifat pada hewan tertentu, Alvin juga mendapatkan lebih banyak batu evolusi kuning. Hewan-hewan yang cukup besar seperti kucing hutan dan beberapa tikus dapat mengeluarkan batu evolusi kuning dan attribute yang lebih besar daripada batu evolusi merah.

Alvin memasukkan batu evolusi ke dalam cincin penyimpanan dan sejumlah daging yang bisa dia gunakan sebagai bahan makanan Lily dan Grey.

Sampai tengah hari, Alvin berkeliling cukup jauh dari rumahnya, dia belum menemukan satu pun zombie yang berkeliaran. Karena tempat tinggalnya yang cukup terpencil, dia memerlukan satu jam berjalan kaki menuju ke rumah tetangga terdekatnya.

Alvin belum berencana untuk pergi ke daerah perkotaan, dia masih khawatir dengan zombie yang akan menyerangnya. Mungkin jika berhadapan dengan 2-3 zombie, Alvin masih mampu, namun jika lebih dari 20 zombie yang mengejarnya, dia masih belum bisa menahannya.

Alvin perlu bertahan selama beberapa hari dengan berburu di sekitar hutan dan menyerap batu evolusi untuk memperoleh peningkatan attribute.

Terpopuler

Comments

~H∆LUsinN∆SI~

~H∆LUsinN∆SI~

ayo thor up lagi...sampe ku baca ulang loh karena kangen

2023-01-05

1

~H∆LUsinN∆SI~

~H∆LUsinN∆SI~

keren thor

2022-12-23

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!