Chapter 19 "Kemampuan Baru dan Pengungsi Yang Menjadi Target"

Masih berada di goa tempat pertarungan Brain melawan monster Verkrachter Goblin sebelumnya. Setelah Brain menemukan dan mengumpulkan batu kristal energi, Brain juga mempelajari kemampuan baru yang iya dapatkan dari pertarungannya melawan monster tersebut dan kemampuan baru itu membuat Brain sangat senang.

"Treasure Storage Portal. Open"

Setelah mengatakan hal tersebut, di depan Brain kemudian muncul sebuah pusaran berwarna dasar hitam dengan sedikit warna emas disana dan pusaran itu lalu berubah menjadi Portal dengan bentuk layaknya pintu.

Melihat Portal itu, Brain kemudian memasukinya dan didalam iya melihat sebuah ruangan yang cukup besar dan dari apa yang diinformasikan oleh Simi sang Sistem, ruangan tersebut memiliki ukuran awal 20 meter persegi.

"Kemampuan ini luar biasa, Hey Simi apakah kemampuan ini bisa aku gunakan dimana saja"

(Menjawab. Anda bisa menggunakan kemampuan ini dimana pun dan kapan pun yang ada mau. Semua hal yang anda simpan akan tetap tersimpan dan anda bisa mengambilnya kapan pun dan dimana pun anda inginkan)

Setelah mengetahui Informasi itu, Brain kembali bekerja untuk memindahkan semua batu-batu kristal energi kedalam Treasure Storage Portal milikinya.

Menghabiskan waktu yang cukup lama, Akhirnya Brain selesai memindahkan batu-batu kristal energi ke dalam Treasure Storage Portal miliknya.

"Akhirnya selesai juga, Treasure Storage Portal. Close" Setelah Brain mengatakan hal tersebut, Portal perlahan menutup seperti caranya muncul.

(Pemberitahuan. Anda butuh seseorang untuk mengelola Portal Penyimpanan Harta. Anda juga dapat mengambil satu benda yang anda inginkan tanpa harus membuka utuh Portal Penyimpanan Harta)

"Tunggu apa maksudmu, apakah makhluk hidup bisa aku simpan didalam sana"

(Menjawab. Tentu saja bisa. Itu layaknya sebuah Portal Dimensi)

"Itu luar biasa, lalu bagaiman caranya mengambil sebuah benda seperti yang kau katakan"

(Menjawab. Pikirkan benda yang tersimpan. Gerakan tangan anda seperti ingin mengambil sesuatu)

Mendengar informasi itu, Brain langsung mempraktekkannya. Memikirkan batu kristal energi dan menggerakkan tangan kanannya kesamping, tiba-tiba tangannya seperti masuk kedalam portal dan benar, saja setelah iya menarik kembali tangannya, batu kristal energi telah berada di genggamnya.

"Hey Simi, bagaimana dengan item Cursed Prison Book, apa gunanya item ini"

(Menjawab. Item itu belum bisa digunakan. Item itu merupakan..)

"Kalau memang belum bisa digunakan, baiklah" kata Brain memotong informasi yang diberikan oleh Simi sang Sistem

Setelah mengatakan hal tersebut, Brain kembali membuka pintu Treasure Storage Portal dan melempar Cursed Prison Book kedalam sana.

(Mengkonfirmasi. Apa yang kau lakukan)

"Aku hanya melakukan sesuatu untuk hal yang tidak berguna"

(Menjawab. Anda sangat tidak sopan)

Setelah percakapan itu, Brain memutuskan untuk kembali ke goa perlindungan tempat Jerome. Tidak membutuhkan waktu yang lama, Brain telah sampai disana. Dari kejauhan didepan pintu masuk goa, Brain melihat Bruno bersama dengan seseorang yang tidak asing baginya.

"Hey Alex, sedang apa kau disini" tanya Brain ke seseorang yang bersama Bruno.

Alex Marlo merupakan anggota dari pasukan pembebasan, iya merupakan bawahan dari Zhipheng dan memiliki kelas seorang Fighter level 40, dengan job sebagai Thief.

"Aku datang kesini membawa para pengungsi dari distrik 4" kata Alex

Mendengar informasi itu dan setelah melakukan sedikit percakapan, Brain kemudian menunju kedalam goa. Didalam sana Brain melihat sebagian orang-orang yang sebelumnya berada di distrik 4 telah berada didalam goa. 80 persen orang-orang yang datang dari distrik 4 merupakan anak-anak yang tentunya memiliki Sistem Jiwa.

"Hey Brain darimana saja kau" tanya seseorang yang dikenal Brian bernama Fissel Fallis

Fissel Fallis juga merupakan anggota dari pasukan pembebasan, iya berada didalam kelompok Mage bersama Randalf, dengan kelas Mage level 42 dan job'nya sebagai seorang Magician.

"Aku habis melakukan pemantauan disekitar goa" jawab Brain

"Brian, Jerome mencari mu, segeralah ke tendanya" kata Jorge yang sedang membantu menyiapkan tempat tidur untuk para pengungsi.

Mendengar itu, Brain bergegas menuju ketempat Jerome dan sesampainya di sana, iya melihat Daria dan Nicholas berada didalam tenda tersebut.

"Bagaimana, apa ada yang mencurigakan" tanya Jerome menyambut kedatangan Brain.

"Tidak ada, semuanya aman" jawab Brain.

Nicholas yang melihat keberadaan Brain, iya sangat tidak senang. Semua itu karena Nicholas mencurigai Brain sebagai mata-mata dari orang-orang asosiasi.

"Hey bocah, kau sudah membuat kami menunggu terlalu lama, darimana saja kau" kata Nicholas.

Diketahui, Tidak lama setelah Brain meninggalkan goa perlindungan dipagi hari, para pengungsi dari distrik 4 yang dikawal oleh beberapa orang dari pasukan pembebasan datang. Tujuan mereka selain membawa pengungsi, mereka juga ingin mengajak Brain kembali ke distrik 4.

"Tenanglah Nic" kata Daria menenangkan.

"Dalam keadaan seperti ini, bagaimana bisa aku tenang" kata Nicholas lagi.

Melihat ketegangan itu, Brain hanya bersikap santai. Iya kemudian berjalan kesamping Jerome lalu duduk di salah satu kursi disana.

"Hey bocah, kenapa kau diam saja" kata Nicholas dengan nada mengancam.

"Hey orang tua, aku tidak meminta kau untuk menungguku, kalau kau punya masalah denganku, katakan saja" kata Brain sambil mengeluarkan aura intimidasi nya.

Disini Brain emosinya masih belum stabil akibat pertarungan melawan monster Verkrachter Goblin.

"Sudah kukatakan untuk tenang" kata Daria sambil mengeluarkan aura suci seorang Paladin.

Nicholas dan Brain yang bersitegang, kemudian kembali tenang dan setelah mereka berdua duduk di kursinya masing-masing, Jerome mulai membuka pembicaraan.

"Seperti yang kukatakan sebelumnya, kalau kami telah kehilangan 1 orang anggota beberapa hari yang lalu, aku harap kalian bisa memahaminya" kata Jerome.

"Mengenai permintaan kalian untuk menggunakan tempat ini sebagai tempat pengungsian sementara, aku tidak bisa menolaknya, namun kami kekurangan anggota dan juga, bahan makanan yang kami punya juga tidak mencukupi" lanjut kata Jerome.

"Untuk masalah anggota, kami akan menempatkan Alex dan Fissel untuk membantu disini dan untuk bahan makanan, kami akan membantu semaksimal mungkin, sebenarnya kami juga kekurangan bahan makanan, itulah sebabnya pergerakan itu harus secepatnya dilakukan" kata Daria.

Mendengar perkataan tersebut, Jerome yang sebelumnya terlihat tegang, mulai bisa kembali tenang. Walaupun iya masih khawatir dengan apa yang akan terjadi selanjutnya, iya tetap berusaha untuk berpikir positif.

"Lalu, kalau boleh tahu apa maksud kalian ingin menemui Brain"

Setelah Jerome menanyakan hal tersebut, Nicholas kemudian berdiri dari kursinya.

"Untuk selanjutnya ku serahkan padamu, aku akan memberitahukan Alex dan Fissel mengenai pekerjaan mereka selanjutnya dan setelah itu tidak usah menunggu lagi, kita akan kembali ke distrik 4 malam ini juga" kata Nicholas lalu pergi dari tenda tersebut.

Mendengar perkataan tersebut, Daria hanya memberikan isyarat setuju dan setelah Nicholas keluar dari tenda, iya kemudian menjawab pertanyaan dari Jerome sebelumnya.

"Seperti yang dikatakan oleh Nicholas, aku langsung pada intinya. Hendry berencana melakukan pergerakan ke distrik central dalam waktu dekat ini dan kau Brain, Hendry berharap kau bisa ikut dengan kami" kata Daria serius.

Mengetahui informasi itu, Brain tidak langsung menjawabnya. Sebenarnya iya juga memiliki keinginan yang sama seperti apa yang dikatakan oleh Daria, namun setelah apa yang iya alami dari pertarungannya melawan Verkrachter Goblin, Brain berfikir jika kekuatannya belum cukup untuk melindungi orang-orang.

"Kapan rencananya hal itu dilakukan" tanya Brain

"Sebenarnya, Hendry memiliki kecurigaan akan adanya penghianat di kubu pasukan pembebasan, karena hal itu, iya hanya meminta kami untuk bersiap hingga pada saat pergerakan itu akan dilakukan" jawab Daria.

"Kalau begitu, baiklah. Aku akan ikut, tapi aku tidak akan pergi malam ini" kata Brain

Mendengar Jawaban dari Brain, tanpa mempertanyakan alasannya, Daria lalu menerima perkataan tersebut dan setelah beberapa percakapan lainnya, Daria kemudian berpamitan.

Dengan semua persiapan untuk kembali ke distrik 4 yang telah diurus oleh Nicholas, mereka semua para pasukan pembebasan yang mengawal para pengungsi kecuali Alex dan Fissel, malam itu juga memutuskan untuk pergi.

Beberapa jam berselang setelah kelompok Daria dan Nicholas meninggalkan goa perlindungan tempat Jerome, terlihat di langit tepat di atas goa perlindungan seseorang mengawasi tempat tersebut.

"Waktu untuk melakukan pembantaian akhirnya dimulai"

Dengan senyum jahatnya, sosok misterius yang sedang melayang di langit di atas goa perlindungan mengatakan hal tersebut dan terlihat dipundaknya pedang yang cukup besar dengan panjang hampir menyamai tinggi badannya.

...----------------...

Episodes
1 Chapter 1 "Sejarah dan Cerita"
2 Chapter 2 "Informasi Ilmuwan"
3 Chapter 3 "Title Jiwa Manusia Terkutuk"
4 chapter 4 " Kenyataan Pahit"
5 Chapter 5 "Dokumen dan Hutan Pinusi"
6 Chapter 6 "Portal Dimensi"
7 Chapter 7 "Pertarungan Di Hutan Pinusi"
8 Chapter 8 "Bos Portal Dimensi Dungeon dan Kemampuan Baru"
9 Chapter 9 "Sejarah Yang Terlupakan"
10 Chapter 10 "Menghentikan Penyusup"
11 Chapter 11 "Menuju Wilayah Himaya"
12 Chapter 12 "Kenyataan Distrik-9"
13 Chapter 13 "Resiko dan Reward"
14 Chapter 14 "Informasi Dari Pasukan Pembebasan"
15 Chapter 15 "Kembali Ke Goa"
16 Chapter 16 "Pertarungan Kematian"
17 Chapter 17 "Mode Trance dan Kematian Pembawa Pergerakan"
18 Chapter 18 "Kutukan Kematian"
19 Chapter 19 "Kemampuan Baru dan Pengungsi Yang Menjadi Target"
20 Chapter 20 "Pertarungan Emosional"
21 Chapter 21 "Cerita Sebelum Kemedan Konflik"
22 Chapter 22 "Ketua Asosiasi Shield"
23 Chapter 23 "Pengorbanan dan Zona Zero"
24 Chapter 24 "Keraguan Yang Salah"
25 Chapter 25 "Kontroversi dan Propaganda"
26 Chapter 26 "Kehancuran Di Distrik Empat"
27 Chapter 27 "Namanya Mooi Haar"
28 Chapter 28 "Keputusan"
29 Chapter 29 "Kehangatan Sebelum Pertempuran"
30 Chapter 30 "Akhir Propaganda"
31 Chapter 31 "Pertarungan Di Distrik Satu"
32 Chapter 32 "Sihir vs Sihir"
33 Chapter 33 "Sang Penghianat"
34 Chapter 34 "Dua Kelas"
35 Chapter 35 "Pedang dan Pukulan"
36 Chapter 36 "Cerita Vedova Bagian I"
37 Chapter 37 "Cerita Vedova Bagian II"
38 Chapter 38 "Pertarungan Brain Vs Vedova (Kebenaran Title Jiwa)"
39 Chapter 39 "Pertarungan Brain Vs Vedova (Pertaruhan Kemenangan)"
40 Chapter 40 "Sebuah Kutukan"
41 Chapter 41 "Hubungan dan Tujuan Baru"
42 Chapter 42 "Hasrat Untuk Melepaskan Kepergian"
43 Chapter 43 "Kelompok Dark Elf Didalam Forest Long Ears"
44 Chapter 44 "Informasi Dari Dark Elf"
45 Chapter 45 "Dark Elf Yang Tersakiti"
46 Chapter 46 "Pertarungan Di Valley of Misfortune I"
47 Chapter 47 "Pertarungan Di Valley of Misfortune II"
48 Chapter 48 "Pertarungan Di Valley of Misfortune III"
49 Chapter 49 "Pertarungan Di Valley of Misfortune IV"
50 Chapter 50 "Evolusi Sistem Pengendali Kutukan"
Episodes

Updated 50 Episodes

1
Chapter 1 "Sejarah dan Cerita"
2
Chapter 2 "Informasi Ilmuwan"
3
Chapter 3 "Title Jiwa Manusia Terkutuk"
4
chapter 4 " Kenyataan Pahit"
5
Chapter 5 "Dokumen dan Hutan Pinusi"
6
Chapter 6 "Portal Dimensi"
7
Chapter 7 "Pertarungan Di Hutan Pinusi"
8
Chapter 8 "Bos Portal Dimensi Dungeon dan Kemampuan Baru"
9
Chapter 9 "Sejarah Yang Terlupakan"
10
Chapter 10 "Menghentikan Penyusup"
11
Chapter 11 "Menuju Wilayah Himaya"
12
Chapter 12 "Kenyataan Distrik-9"
13
Chapter 13 "Resiko dan Reward"
14
Chapter 14 "Informasi Dari Pasukan Pembebasan"
15
Chapter 15 "Kembali Ke Goa"
16
Chapter 16 "Pertarungan Kematian"
17
Chapter 17 "Mode Trance dan Kematian Pembawa Pergerakan"
18
Chapter 18 "Kutukan Kematian"
19
Chapter 19 "Kemampuan Baru dan Pengungsi Yang Menjadi Target"
20
Chapter 20 "Pertarungan Emosional"
21
Chapter 21 "Cerita Sebelum Kemedan Konflik"
22
Chapter 22 "Ketua Asosiasi Shield"
23
Chapter 23 "Pengorbanan dan Zona Zero"
24
Chapter 24 "Keraguan Yang Salah"
25
Chapter 25 "Kontroversi dan Propaganda"
26
Chapter 26 "Kehancuran Di Distrik Empat"
27
Chapter 27 "Namanya Mooi Haar"
28
Chapter 28 "Keputusan"
29
Chapter 29 "Kehangatan Sebelum Pertempuran"
30
Chapter 30 "Akhir Propaganda"
31
Chapter 31 "Pertarungan Di Distrik Satu"
32
Chapter 32 "Sihir vs Sihir"
33
Chapter 33 "Sang Penghianat"
34
Chapter 34 "Dua Kelas"
35
Chapter 35 "Pedang dan Pukulan"
36
Chapter 36 "Cerita Vedova Bagian I"
37
Chapter 37 "Cerita Vedova Bagian II"
38
Chapter 38 "Pertarungan Brain Vs Vedova (Kebenaran Title Jiwa)"
39
Chapter 39 "Pertarungan Brain Vs Vedova (Pertaruhan Kemenangan)"
40
Chapter 40 "Sebuah Kutukan"
41
Chapter 41 "Hubungan dan Tujuan Baru"
42
Chapter 42 "Hasrat Untuk Melepaskan Kepergian"
43
Chapter 43 "Kelompok Dark Elf Didalam Forest Long Ears"
44
Chapter 44 "Informasi Dari Dark Elf"
45
Chapter 45 "Dark Elf Yang Tersakiti"
46
Chapter 46 "Pertarungan Di Valley of Misfortune I"
47
Chapter 47 "Pertarungan Di Valley of Misfortune II"
48
Chapter 48 "Pertarungan Di Valley of Misfortune III"
49
Chapter 49 "Pertarungan Di Valley of Misfortune IV"
50
Chapter 50 "Evolusi Sistem Pengendali Kutukan"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!