Masih berada di goa tempat pertarungan Brain melawan monster Verkrachter Goblin sebelumnya. Setelah Brain menemukan dan mengumpulkan batu kristal energi, Brain juga mempelajari kemampuan baru yang iya dapatkan dari pertarungannya melawan monster tersebut dan kemampuan baru itu membuat Brain sangat senang.
"Treasure Storage Portal. Open"
Setelah mengatakan hal tersebut, di depan Brain kemudian muncul sebuah pusaran berwarna dasar hitam dengan sedikit warna emas disana dan pusaran itu lalu berubah menjadi Portal dengan bentuk layaknya pintu.
Melihat Portal itu, Brain kemudian memasukinya dan didalam iya melihat sebuah ruangan yang cukup besar dan dari apa yang diinformasikan oleh Simi sang Sistem, ruangan tersebut memiliki ukuran awal 20 meter persegi.
"Kemampuan ini luar biasa, Hey Simi apakah kemampuan ini bisa aku gunakan dimana saja"
(Menjawab. Anda bisa menggunakan kemampuan ini dimana pun dan kapan pun yang ada mau. Semua hal yang anda simpan akan tetap tersimpan dan anda bisa mengambilnya kapan pun dan dimana pun anda inginkan)
Setelah mengetahui Informasi itu, Brain kembali bekerja untuk memindahkan semua batu-batu kristal energi kedalam Treasure Storage Portal milikinya.
Menghabiskan waktu yang cukup lama, Akhirnya Brain selesai memindahkan batu-batu kristal energi ke dalam Treasure Storage Portal miliknya.
"Akhirnya selesai juga, Treasure Storage Portal. Close" Setelah Brain mengatakan hal tersebut, Portal perlahan menutup seperti caranya muncul.
(Pemberitahuan. Anda butuh seseorang untuk mengelola Portal Penyimpanan Harta. Anda juga dapat mengambil satu benda yang anda inginkan tanpa harus membuka utuh Portal Penyimpanan Harta)
"Tunggu apa maksudmu, apakah makhluk hidup bisa aku simpan didalam sana"
(Menjawab. Tentu saja bisa. Itu layaknya sebuah Portal Dimensi)
"Itu luar biasa, lalu bagaiman caranya mengambil sebuah benda seperti yang kau katakan"
(Menjawab. Pikirkan benda yang tersimpan. Gerakan tangan anda seperti ingin mengambil sesuatu)
Mendengar informasi itu, Brain langsung mempraktekkannya. Memikirkan batu kristal energi dan menggerakkan tangan kanannya kesamping, tiba-tiba tangannya seperti masuk kedalam portal dan benar, saja setelah iya menarik kembali tangannya, batu kristal energi telah berada di genggamnya.
"Hey Simi, bagaimana dengan item Cursed Prison Book, apa gunanya item ini"
(Menjawab. Item itu belum bisa digunakan. Item itu merupakan..)
"Kalau memang belum bisa digunakan, baiklah" kata Brain memotong informasi yang diberikan oleh Simi sang Sistem
Setelah mengatakan hal tersebut, Brain kembali membuka pintu Treasure Storage Portal dan melempar Cursed Prison Book kedalam sana.
(Mengkonfirmasi. Apa yang kau lakukan)
"Aku hanya melakukan sesuatu untuk hal yang tidak berguna"
(Menjawab. Anda sangat tidak sopan)
Setelah percakapan itu, Brain memutuskan untuk kembali ke goa perlindungan tempat Jerome. Tidak membutuhkan waktu yang lama, Brain telah sampai disana. Dari kejauhan didepan pintu masuk goa, Brain melihat Bruno bersama dengan seseorang yang tidak asing baginya.
"Hey Alex, sedang apa kau disini" tanya Brain ke seseorang yang bersama Bruno.
Alex Marlo merupakan anggota dari pasukan pembebasan, iya merupakan bawahan dari Zhipheng dan memiliki kelas seorang Fighter level 40, dengan job sebagai Thief.
"Aku datang kesini membawa para pengungsi dari distrik 4" kata Alex
Mendengar informasi itu dan setelah melakukan sedikit percakapan, Brain kemudian menunju kedalam goa. Didalam sana Brain melihat sebagian orang-orang yang sebelumnya berada di distrik 4 telah berada didalam goa. 80 persen orang-orang yang datang dari distrik 4 merupakan anak-anak yang tentunya memiliki Sistem Jiwa.
"Hey Brain darimana saja kau" tanya seseorang yang dikenal Brian bernama Fissel Fallis
Fissel Fallis juga merupakan anggota dari pasukan pembebasan, iya berada didalam kelompok Mage bersama Randalf, dengan kelas Mage level 42 dan job'nya sebagai seorang Magician.
"Aku habis melakukan pemantauan disekitar goa" jawab Brain
"Brian, Jerome mencari mu, segeralah ke tendanya" kata Jorge yang sedang membantu menyiapkan tempat tidur untuk para pengungsi.
Mendengar itu, Brain bergegas menuju ketempat Jerome dan sesampainya di sana, iya melihat Daria dan Nicholas berada didalam tenda tersebut.
"Bagaimana, apa ada yang mencurigakan" tanya Jerome menyambut kedatangan Brain.
"Tidak ada, semuanya aman" jawab Brain.
Nicholas yang melihat keberadaan Brain, iya sangat tidak senang. Semua itu karena Nicholas mencurigai Brain sebagai mata-mata dari orang-orang asosiasi.
"Hey bocah, kau sudah membuat kami menunggu terlalu lama, darimana saja kau" kata Nicholas.
Diketahui, Tidak lama setelah Brain meninggalkan goa perlindungan dipagi hari, para pengungsi dari distrik 4 yang dikawal oleh beberapa orang dari pasukan pembebasan datang. Tujuan mereka selain membawa pengungsi, mereka juga ingin mengajak Brain kembali ke distrik 4.
"Tenanglah Nic" kata Daria menenangkan.
"Dalam keadaan seperti ini, bagaimana bisa aku tenang" kata Nicholas lagi.
Melihat ketegangan itu, Brain hanya bersikap santai. Iya kemudian berjalan kesamping Jerome lalu duduk di salah satu kursi disana.
"Hey bocah, kenapa kau diam saja" kata Nicholas dengan nada mengancam.
"Hey orang tua, aku tidak meminta kau untuk menungguku, kalau kau punya masalah denganku, katakan saja" kata Brain sambil mengeluarkan aura intimidasi nya.
Disini Brain emosinya masih belum stabil akibat pertarungan melawan monster Verkrachter Goblin.
"Sudah kukatakan untuk tenang" kata Daria sambil mengeluarkan aura suci seorang Paladin.
Nicholas dan Brain yang bersitegang, kemudian kembali tenang dan setelah mereka berdua duduk di kursinya masing-masing, Jerome mulai membuka pembicaraan.
"Seperti yang kukatakan sebelumnya, kalau kami telah kehilangan 1 orang anggota beberapa hari yang lalu, aku harap kalian bisa memahaminya" kata Jerome.
"Mengenai permintaan kalian untuk menggunakan tempat ini sebagai tempat pengungsian sementara, aku tidak bisa menolaknya, namun kami kekurangan anggota dan juga, bahan makanan yang kami punya juga tidak mencukupi" lanjut kata Jerome.
"Untuk masalah anggota, kami akan menempatkan Alex dan Fissel untuk membantu disini dan untuk bahan makanan, kami akan membantu semaksimal mungkin, sebenarnya kami juga kekurangan bahan makanan, itulah sebabnya pergerakan itu harus secepatnya dilakukan" kata Daria.
Mendengar perkataan tersebut, Jerome yang sebelumnya terlihat tegang, mulai bisa kembali tenang. Walaupun iya masih khawatir dengan apa yang akan terjadi selanjutnya, iya tetap berusaha untuk berpikir positif.
"Lalu, kalau boleh tahu apa maksud kalian ingin menemui Brain"
Setelah Jerome menanyakan hal tersebut, Nicholas kemudian berdiri dari kursinya.
"Untuk selanjutnya ku serahkan padamu, aku akan memberitahukan Alex dan Fissel mengenai pekerjaan mereka selanjutnya dan setelah itu tidak usah menunggu lagi, kita akan kembali ke distrik 4 malam ini juga" kata Nicholas lalu pergi dari tenda tersebut.
Mendengar perkataan tersebut, Daria hanya memberikan isyarat setuju dan setelah Nicholas keluar dari tenda, iya kemudian menjawab pertanyaan dari Jerome sebelumnya.
"Seperti yang dikatakan oleh Nicholas, aku langsung pada intinya. Hendry berencana melakukan pergerakan ke distrik central dalam waktu dekat ini dan kau Brain, Hendry berharap kau bisa ikut dengan kami" kata Daria serius.
Mengetahui informasi itu, Brain tidak langsung menjawabnya. Sebenarnya iya juga memiliki keinginan yang sama seperti apa yang dikatakan oleh Daria, namun setelah apa yang iya alami dari pertarungannya melawan Verkrachter Goblin, Brain berfikir jika kekuatannya belum cukup untuk melindungi orang-orang.
"Kapan rencananya hal itu dilakukan" tanya Brain
"Sebenarnya, Hendry memiliki kecurigaan akan adanya penghianat di kubu pasukan pembebasan, karena hal itu, iya hanya meminta kami untuk bersiap hingga pada saat pergerakan itu akan dilakukan" jawab Daria.
"Kalau begitu, baiklah. Aku akan ikut, tapi aku tidak akan pergi malam ini" kata Brain
Mendengar Jawaban dari Brain, tanpa mempertanyakan alasannya, Daria lalu menerima perkataan tersebut dan setelah beberapa percakapan lainnya, Daria kemudian berpamitan.
Dengan semua persiapan untuk kembali ke distrik 4 yang telah diurus oleh Nicholas, mereka semua para pasukan pembebasan yang mengawal para pengungsi kecuali Alex dan Fissel, malam itu juga memutuskan untuk pergi.
Beberapa jam berselang setelah kelompok Daria dan Nicholas meninggalkan goa perlindungan tempat Jerome, terlihat di langit tepat di atas goa perlindungan seseorang mengawasi tempat tersebut.
"Waktu untuk melakukan pembantaian akhirnya dimulai"
Dengan senyum jahatnya, sosok misterius yang sedang melayang di langit di atas goa perlindungan mengatakan hal tersebut dan terlihat dipundaknya pedang yang cukup besar dengan panjang hampir menyamai tinggi badannya.
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments