Setengah hari perjalan, Brain dan Jorge sekarang telah berada di bekas distrik buangan yang berada diluar tembok distrik 9. Ditempat itu mereka tidak menjumpai apapun selain sisa-sisa bangunan yang hangus terbakar.
Melihat semua itu, mereka berdua kemudian melanjutkan perjalanannya menuju pintu gerbang distrik 9 yang diketahui tempat tersebut sudah tidak jauh lagi.
Tidak berselang lama, dari kejauhan pintu gerbang yang cukup besar sudah dapat terlihat, mengetahui posisi mereka sudah sangat dekat, Jorge lalu memutuskan untuk bersembunyi dan memantau penjaga yang berada di tempat tersebut.
"Hey Brain apa kau melihat penjaga, ini sangat aneh, aku sama sekali tidak melihat adanya penjaga gerbang disana" kata Jorge.
"Aku tidak melihat satupun orang disana, apakah memang seperti ini" tanya Brain.
"Selama aku tinggal di distrik 9, hal ini tidak pernah terjadi"
"Lalu bagaimana"
"Ini sangat mencurigakan, ayo ikut aku"
Setelah mengatakan hal tersebut, Brian dan Jorge berjalan menghindari pintu gerbang tersebut dan setelah merasa cukup jauh, mereka mulai kembali mendekati tembok kemudian menyusuri sisi luar tembok distrik 9.
"Aku pikir kita akan masuk lewat pintu itu" kata Brain.
"Hanya orang-orang dari asosiasi yang melakukan aktivitas resmi di luar tembok, jika kita lewat disana, maka sudah dipastikan kita akan langsung ditahan"
Setelah mengatakan hal tersebut, Jorge menghentikan langkahnya, iya lalu menunduk untuk membuka sesuatu yang ada di bawah kakinya, kemudian masuk kedalam.
Itu adalah jalan rahasia dibawah tanah, terlihat tempat tersebut seperti jalur kereta bawah tanah yang sudah tidak berfungsi lagi.
"Tempat apa ini Jorge"
"Ini adalah peninggalan masa lalu, kita tidak boleh berlama-lama disini, ikuti aku"
Setelah mengatakan hal tersebut, mereka berdua kemudian berlari kecil, terdengar suara yang menyeramkan menggema didalam sana namun hal itu tidak membuat mereka menghentikan langkah kaki untuk segera menuju ke pintu keluar.
Tidak berselang lama sampailah mereka ketempat yang dituju, disana terlihat sebuah pintu besi, tanpa banyak basa-basi Jorge langsung membuka pintu tersebut lalu menaiki tangga yang ada didalam.
Posisi Brain dan Jorge sekarang telah berada didalam suatu bangunan yang terlihat itu seperti toilet umum, perlahan mereka berdua kemudian keluar dari tempat tersebut.
"Apa yang terjadi disini" kata Jorge.
Distrik 9 diketahui merupakan kawasan perumahan untuk mereka yang memiliki kelas pekerja, saat ini tempat tersebut terlihat sangat kacau, dimana rumah-rumah dan gedung-gedung yang tidak terlalu tinggi terlihat telah hancur.
"Ada apa Jorge" kata Brain yang baru keluar.
Setelah Brain keluar dan melihat pemandangan kota yang hancur, iya kemudian langsung menggunakan kemampuan pendeteksi nya, namun Brain tidak menemukan adanya tanda-tanda kehidupan disana.
"Bagiamana menurut mu, apa yang harus kita lakukan sekarang" tanya Jorge.
"Aku tidak mendeteksi adanya kehidupan didekat sini, bagaimana kalau kita memeriksa daerah ini terlebih dahulu, mungkin saja masih ada yang selamat" kata Brain.
Jorge yang sangat percaya dengan kekuatan Brian, iya lalu menyetujui saran tersebut dan mereka berdua kemudian mulai menyusuri daerah itu dengan kewaspadaan tinggi.
Diketahui, di distrik 9 sekarang, lampu-lampu yang terpasang disepanjang jalan telah banyak yang mati dan hal itu membuat suasan terasa mencekam, terlihat juga genangan darah di beberapa tempat namun tidak ada satupun mayat yang terlihat di tempat tersebut.
"Menurut mu siapa yang melakukan ini" tanya Jorge sambil berjalan.
"Dilihat dari kerusakan bangunan yang ada, kemungkinan ini dilakukan monster" kata Brain.
Tidak lama setelah itu, terdengar suara pertarungan dari kejauhan. Menyadari itu, Brain dan Jorge kemudian mengikuti suara tersebut.
Terlihat seorang perempuan yang memakai armor setengah badan sedang berhadapan dengan monster yang terlihat seperti Kecoak yang berukuran 1 meter.
[Eaterbkack Cockroach / level 8]
Melihat status Monster dan melihat perempuan tersebut sedang terdesak, Brain kemudian menggunakan sihir level 20 untuk membantu perempuan tersebut.
"Curse Magic. Pekir Zwaard" kata Brain.
Diujung jari telunjuk Brain, terlihat sebuah lingkaran sihir kecil, mengarahkan telunjuknya ke monster dan terlihat monster tersebut seketika terjatuh degan beberapa bagian tubuh yang telah berlubang.
Melihat monster yang dihadapannya telah mati, perempuan tersebut terlihat bingung, namun setelah iya menyadari keberadaan Brain dan Jorge, iya lalu mengarahkan fokusnya ke arah mereka berdua.
"Siapa kalian, apakah kalian yang mengalahkan monster ini" kata perempuan tersebut.
"Hanna Nevile, apakah kau itu" kata Jorge.
Mendengar namanya disebut, perempuan itu kemudian melihat ke arah Jorge.
"Paman Jorge, iya ini aku Hanna"
Menyadari orang yang iya kenal, Hanna kemudian menyarungkan pedangnya lalu membuka helm pelindungnya.
"Apa yang terjadi disini, kemana semua orang-orang" tanya Jorge.
"Aku akan memberitahukan semuanya, tapi sebelum itu sebaiknya kita pergi dari sini terlebih dahulu"
Setelah mengatakan hal tersebut, Hanna kemudian mengajak Brian dan Jorge pergi ke suatu tempat yang tidak jauh dari tempat mereka berada sekarang.
Tidak membutuhkan waktu lama, sampailah mereka ditempat tujuan, dimana tempat tersebut adalah sebuah bunker bawah tanah yang memiliki ukuran tidak terlalu besar.
Disana terdapat beberapa orang yang selamat yang kebanyakan adalah perempuan dan anak-anak. Semua orang yang berada di bunker tersebut memiliki Sistem Jiwa namun Kelas mereka hanyalah pekerja dengan rata-rata level 25.
"Hey Jorge apakah itu kau" kata seorang Pria didalam Bunker.
Jorge yang mendengar namanya dipanggil, iya kemudian melihat ke arah sumber suara tersebut.
"Reymond, syukurlah kau selamat" kata Jorge
Reymond adalah seorang pria berusia 45 tahun, iya memiliki Sistem Jiwa dengan Kelas, Pekerja dan Job sebagai Buruh.
"Sebenarnya apa yang terjadi disini" tanya Jorge.
"Ini semua tidak akan terjadi jika orang-orang dari asosiasi itu bekerja dengan sungguh-sungguh" kata Reymond.
"Apa maksudmu" kata Jorge.
"Portal Dimensi Dungeon muncul didalam distrik 9 dan itu tidak terdeteksi sampai 1 Minggu yang lalu ketika Bos Portal keluar dan menyerang semua orang" kata Reymond.
"Lalu apa yang dilakukan orang-orang dari Asosiasi Shield itu, kenapa mereka tidak melakukan sesuatu" tanya Jorge.
"Sebenarnya, setelah kau pergi 1 tahun yang lalu, kegiatan patroli dan penjagaan di sini telah diturunkan, mereka biasanya hanya datang seminggu sekali untuk mengambil pajak lalu pergi lagi"
Mendengar perkataan itu, Jorge hanya bisa terdiam.
"Lalu apa yang kau lakukan disini Jorge, siapa orang yang bersamamu ini" tanya Reymond.
"Aku kemari hanya untuk berkunjung saja dan dia, namanya Brain, dia telah banyak membantu kami menjaga anak-anak"
"Begitu yah, kau datang di saat yang tidak tepat" kata Reymond.
"Maaf tuan, kalau aku boleh bertanya, apakah tuan tahu dimana Bos Portal itu sekarang berada, soalnya saat tiba disini, aku tidak merasakan keberadaan satupun monster" kata Brain.
"Ternyata kau memiliki kemampuan pendeteksi yang tinggi yah, sebenarnya monster-monster yang berada disini hanya tinggal sisa-sisa nya saja" kata Reymond.
"Lalu apakah monster-monster itu telah dikalahkan" tanya Brain.
"Tidak, monster-monster itu sekarang berada di distrik 4" kata Reymond.
Mengetahui itu, Brain kemudian memikirkan banyak hal.
"Rey, kenapa kalian tidak pergi saja dari sini" kata Jorge.
"Tidak ada tempat untuk pergi, setelah monster-monster itu masuk ke distrik 4, mereka dari Asosiasi Shield menutup semua akses dan menjadikan distrik 9 dan 4 sebagai distrik buangan"
Kembali Jorge dibuat terdiam, iya yang hanyalah seorang dengan kelas Pekerja tidak bisa melakukan apa-apa.
Setelah percakapan itu, Hanna yang masih berada bersama mereka kemudian meminta izin kepada Reymond untuk kembali keluar dari bunker. Brain yang mengetahui itu kemudian mencoba melihat status dari Hanna.
[Ras : Manusia / Level : 35 / Kelas : Warrior / Job : Swordsman / Title : Pejuang Kebebasan]
Mengetahui Hanna memiliki Title Pejuang Kebebasan, Brain kemudian mencoba mengajukan dirinya untuk menemani Hanna keluar.
"Maaf, apa aku boleh ikut denganmu" kata Brain.
Hanna yang mendengar permintaan tersebut tidak langsung menjawabnya, iya kemudian melihat Brain dengan seksama.
"Tapi ini sedikit berbahaya" kata Hanna.
"Tidak masalah" kata Brain.
"Baiklah, lakukan sesukamu"
Setelah mengatakan hal tersebut, Hanna kemudian berjalan Menuju pintu keluar bunker dan tentu saja, Brain juga mengikutinya.
Entah apa yang dicari Hannar diluar bunker, yang jelas disini setiap kali Hanna masuk kedalam rumah atau bangunan di distrik 9, iya selalu terlebih dahulu mencari kotak obat dan memeriksanya.
"Maaf, bolehkah aku bertanya" kata Brain.
"Kalau memang penting, silahkan" kata Hanna sambil sambil berjalan Menuju ke salah satu bangunan.
"Apa kau mengenal Jerome"
"Yah aku kenal, ada apa"
"Sebenarnya, Jerome menyuruh ku datang ketempat ini untuk bertemu dengan pejuang kebebasan"
"Untuk apa"
"Untuk mendiskusikan tentang obat yang disebut Pemicu Sistem"
Mendengar perkataan dari Brain, Hanna langsung menghentikan langkahnya, iya kemudian berbalik kebelakang dan melihat Brain.
"Pejuang Kebebasan yang tersisa, mereka semua sekarang berada di distrik 5"
"Begitu yah, bagaimana caranya bisa ketempat itu"
"Caranya sangat mudah, asalkan kau bisa mengalahkan Bos Portal Dimensi Dungeon yang berada di distrik 4"
"Baiklah, itu tidak masalah, aku akan berusaha"
Mendengar perkataan Brain yang sangat percaya diri, Hanna hanya bisa terdiam sambil mengamati ekspresi santai dari Brain, kemudian iya yang belum menanggapi perkataan Brain, memutuskan untuk kembali terlebih dahulu ke Bunker.
Setelah Brain dan Hanna kembali ke bunker, mereka kemudian menemui seseorang yang terlihat orang tersebut tengah terbaring sakit yang di akibatkan serangan dari monster.
Orang itu merupakan anggota dari Pasukan Pembebasan yang bernama Richard Porta, tujuan Hanna menemuinya untuk membicarakan permintaan Brain.
"Bagaimana, apa kau mendapatkannya" kata Richard yang melihat kedatangan Hanna.
"Maaf aku belum mendapatkannya" jawab Hanna.
"Begitu yah, lalu siapa yang bersamamu ini"
"Namanya Brain iya berasal dari kelompok Jerome, Richard sebenarnya aku ingin meminta izin untuk pergi ke distrik 5"
"Apa kau gila, untuk apa kau kesana"
"Dia memiliki informasi mengenai Pemicu Sistem" kata Hanna sambil mengarahkan pandangannya ke arah Brain.
Mendengar itu Richard yang terbaring kemudian melihat ke arah Brain, iya kemudian meminta Brain untuk menunjukkan Jendela Statusnya dan tentu saja Brain dengan senang hati memperlihatkannya, namun jendela status itu sudah terlebih dahulu di edit oleh Simi (Sistem).
"Hey anak muda, Apakah kau yakin, perjalanan ke distrik 5 itu sangat berbahaya" kata Richard.
"Aku akan berusaha" kata Brain.
Disini Richard yang telah melihat status dari Brain sangat dibuat terkejut, sebab dari semua orang yang iya kenal di Pasukan Pembebasan, hanya ada 1 orang yang memiliki level 60 yang sama seperti Brain dan karena hal itu, Richard kemudian memberikan izin kepada mereka berdua untuk pergi ke distrik 5.
Dengan izin yang telah didapatkan, Hanna dan Brain lalu berpamitan ke beberapa orang disana termaksud Brain yang juga memberitahukan rencananya kepada Jorge, setelah itu, mereka berdua dihari itu juga langsung bergerak menuju ke distrik 5.
Diketahui, Wilayah Himaya berbentuk bulat utuh, dimana tata letaknya ditengah-tengah nya dinamai Distrik Central, kemudian distrik 1, 2 dan 3 mengelilingi Distrik Central, lalu Distrik 4 - 9 Mengelilingi distrik 1, 2 dan 3.
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments