Disaat semua orang sedang istirahat malam, Brain yang baru saja keluar dari tenda Jerome merasakan hawa keberadaan yang sangat kuat, bahkan hawa keberadaan tersebut membuat Brain merinding.
"Ini sangat berbahaya"
Sesaat setelah Brain mengatakan hal tersebut, Jerome yang juga merasakan hawa keberadaan itu, keluar dari tendanya.
"Hey Brain, apa kau merasakan apa yang aku rasakan" tanya Jerome.
"Ya.. Aku akan keluar untuk memeriksanya"
Setelah Brain mengatakan hal tersebut, mereka kemudian merasakan adanya sedikit guncangan di tanah. Hal itu membuat beberapa orang yang ada didalam goa perlindungan terbangun dari tidurnya.
"Brain berhati-hatilah, aku akan mencoba menenangkan orang-orang yang ada disini" kata Jerome.
Tidak membuang-buang waktu, Brain langsung menuju ke arah mulut goa perlindungan dan ketika iya hampir sampai disana iya melihat Bruno yang terhempas ke arahnya.
"Apa kau baik-baik saja" tanya Brain sambil membantu Bruno untuk berdiri.
"Kita diserang, orang itu berbahaya, dia telah membuat penghalang disekitar goa" kata Bruno dengan susah payah.
Melihat keadaan Bruno yang menerima luka yang cukup parah, dimana terdapat beberapa luka sabetan senjata tajam di bagian tubuhnya. Menggunakan sihir level 10 Cursed Magic, Disease Transfer. Brain kemudian mengobati luka-luka yang telah diterima oleh Bruno.
Setelah Bruno diobati, Brain melihat penampakan seseorang yang berdiri tepat di mulut goa. Orang misterius tersebut hendak menyerang Alex menggunakan pedang besarnya. Melihat hal itu, Brain dengan cepat berlari ke arah orang misterius tersebut sambil mengaktifkan sihirnya.
"Curse Magic. Despair Doti"
Curse Magic. Despair Doti merupakan sihir level 30. Untuk mengaktifkan sihir ini, Brain hanya perlu mengarahkan salah satu telapak tangannya ke arah target dan setelah itu pola sihir akan terbentuk, kemudian dari pola sihir tersebut udara yang dipadatkan akan terlihat dan meluncur ke arah targetnya. Target yang terkena sihir ini akan mengalami kelumpuhan dan itu akan berlangsung selama 5 menit.
***
Sesaat ayunan pedang besarnya hampir mengenai Alex, orang misterius tersebut yang menyadari serangan sihir yang dilesatkan oleh Brain, dengan sigap iya melompat untuk menghindarinya.
"Sihir apa itu tadi" kata orang misterius.
Melihat orang misterius itu yang sedikit menjauh dari Alex, Brain yang berlari, telah sampai di dekat Alex dan menggunakan kemampuan penglihatannya, Brain mencoba untuk melihat status informasi dari orang misterius tersebut.
Tidak bisa terlihat, apa maksudnya ini.
Memikirkan hal tersebut, Brain kemudian mencoba untuk berkomunikasi dengan orang misterius.
"Siapa kau, apa yang kau inginkan" tanya Brain.
"Apakah kau yang bernama Brain" tanya orang misterius tersebut.
Mendengar pertanyaan itu, Brain dibuat terkejut. Iya tidak menyangka musuh telah mengenalinya.
Disaat yang bersamaan, Bruno yang telah pulih dari lukanya menghampiri Brain dan dengan cepat iya membantu Alex yang terluka.
"Brain, maaf, aku serahkan orang itu kepadamu, berhati-hatilah" kata Bruno kemudian sambil membopong Alex, iya meninggalkan tempat tersebut menuju kedalam goa.
Diketahui, orang misterius merupakan seorang pria. Selain menggunakan pedang besar dengan panjang hampir menyamai tinggi badannya, iya juga menggunakan topeng untuk menutupi wajahnya dan untuk penampilannya, orang misterius tersebut terlihat menggunakan jubah berwarna hitam yang cukup besar dan dengan itu telah menutupi sebagian tubuhnya.
***
"Kalau kau tidak menjawab pertanyaan ku, berarti tidak salah lagi, kau adalah Brain" kata orang misterius itu.
"Siapa kau, apa tujuanmu datang kesini" tanya Brain.
"Siapa aku itu tidak penting, aku datang kesini untuk membantai kalian semua yang ada di tempat ini"
Mendengar perkataan tersebut, Brain kemudian mengingat percakapan sebelumnya, Dimana Daria memberitahukan kecurigaan Hendry tentang kemungkinan adanya penghianat didalam pasukan pembebasan.
Tidak salah lagi, kecurigaan Hendry sepertinya memang benar.. penghianat yah.
Tepat setelah Brain memikirkan hal tersebut, Orang misterius itu kemudian dengan cepat bergerak ke arah Brain, hal itu hampir tidak bisa disadari oleh Brain, hingga saat ayunan pedang besarnya mengarah padanya.
Dengan cepat Brain menumbuhkan sayap kelelawar di pundaknya dan dengan itu iya kemudian terbang menghindari serangan yang dilesatkan oleh orang misterius tersebut.
"Sayap itu, kau terlihat seperti monster saja" kata orang misterius.
"Sepertinya kau salah satu petinggi asosiasi" kata Brain yang melayang di atas orang misterius.
"Hoo, apa kau mencoba mencari tahu identitasku, itu percuma saja bocah, sekarang menyerahlah, sebagai balasannya aku akan memberikanmu kematian yang tidak menyakitkan"
Mendengar perkataan provokasi tersebut, Brain hanya terdiam sambil terus menganalisa pergerakan dari orang misterius.
"Hey Simi, bagiamana menurutmu tentang orang ini" kata Brain bicara sendiri dengan suara pelan.
(Menjawab. Status musuh yang tidak diketahui. Disarankan untuk berhati-hati)
Bersamaan informasi dari Simi sang Sistem, kembali, tanpa Brain sadari orang misterius itu telah berada di belakangnya dan hendak menebas Brain menggunakan pedang besarnya.
Sial, dia juga bisa terbang.
Sambil memikirkan hal tersebut, Brain menghindari serangan yang dilesakkan orang misterius tersebut.
"Apa kau hanya akan menghindar saja" kata orang misterius sambil terus menyerang Brain.
Serangan demi serangan terus dilancarkan orang misterius, ayunan pedang yang sebelumnya biasa saja, kini telah ditambahkan dengan elemen sihir petir.
"Ayolah bocah, berikan perlawanan mu" kata orang misterius itu lagi.
"Curse Magic. Malinkundang Curse"
Bergerak dengan cepat berpindah ke belakang orang misterius, Brain kemudian memegang bagian punggungnya sambil mengaktifkan sihirnya.
Menyadari itu, orang misterius kemudian melakukan gerakan sabetan ke belakang dan tentu saja Brain kembali menghindarinya.
Sihir, level 40 tidak mempan yah.
Memikirkan hal tersebut, Brain kembali mengambil jarak aman.
"Sihir apa itu, tubuhku seolah seperti mengeras"
Sesaat setelah orang misterius itu mengatakan hal tersebut, Brain yang berada dibelakangnya kembali mengaktifkan sihirnya dan kali ini iya mencoba menggunakan sihir level 55.
"Curse Magic. Death Coffin"
Setelah Brain menyebutkan mantra sihirnya, Peti mati yang muncul tepat dibelakang orang misterius, tiba-tiba saja hancur dengan sendirinya.
Sihir level 55 juga tidak mempan, sial. Kata Brain didalam hatinya.
"Jujur saja, baru pertama kali aku melihat sihir-sihir seperti ini.. sudah cukup main-mainnya"
Setelah mengatakan hal tersebut, Orang misterius kemudian mengaktifkan beberapa skill bertarungnya dan hal itu membuat Brain dapat merasakan aura yang sangat dahsyat keluar dari tubuh lawannya.
Ini berbahaya.
Bersamaan dengan pemikiran tersebut, Brain kehilangan keberadaan dari orang misterius itu dan tiba-tiba serangan ayunan pedang besar mengenai Brain dengan telak, walaupun itu berhasil di tangkis oleh sayap kelelawar nya, Brain tetap bisa merasakan sakit di tubuhnya.
Kilatan petir yang menari-nari di atas goa perlindungan, menggambarkan pertarungan mereka berdua terlihat begitu intens.
"Aku tidak menyangka seorang penyihir bisa melakukan pergerakan dengan lincah" kata orang misterius yang terus menyerang Brain dan sekarang mereka telah kembali ke darat.
"Baiklah, kita lihat setelah ini apa kau masih bisa menghindar atau tidak" lanjut kata orang misterius. "Techniq Region. Zona Zero"
Tepat setelah orang misterius mengatakan hal tersebut, lokasi pertarungan mereka tiba-tiba berubah. Hal itu seperti mereka berdua berpindah ke dimensi lain dan gambaran wilayah pertarungan mereka saat ini terlihat seperti berada di dalam arena gladiator dimana terlihat tempat tersebut dikurung oleh jaring yang terbuat dari petir.
Mengalami hal tersebut, Brain sangat dibuat terkejut, tidak ada waktu untuk mempertanyakan hal itu kepada Simi sang Sistem sebab, orang misterius itu langsung menyerang Brain dengan brutal.
Sial, ini sangat merepotkan, hey Simi bagiamana ini.
(Menjawab. Disarankan menggunakan sihir level 90 ke atas)
Setelah mendengar informasi itu, Brain yang terdesak, memikirkan untuk menggunakan kembali sihir level 91 yang iya gunakan saat melawan monster Tarantulasteen sebelumnya.
"Kau sama seperti Robbert yang kerjanya hanya bisa menghindar dan lari dari tanggung jawab"
Mendengar perkataan tersebut, Brain yang awalnya tenang, menjadi sangat emosional dan hal itu terlihat jelas dengan aura membunuh yang keluar dari tubuhnya.
"Hoo, akhirnya kau serius" kata orang misterius.
"Hey Simi, aku akan menggunakan sihir ini" kata Brain dengan suara pelan.
(Menjawab. Menggunakan sihir ini memiliki resiko kehilangan salah satu anggota tubuhmu)
"Aku tidak peduli tentang itu"
Tepat setelah obrolan Brain dengan Simi sang Sistem selesai, orang misterius kembali menggunakan kemampuan lainnya dan sekarang iya telah melapisi tubuhnya dengan sihir elemen petir dan sesaat sebelum iya melakukan serangan, Brain kemudian mengaktifkan sihir level 95.
"Curse Magic. King Gambling Curse"
Sesaat Brain mengucapkan mantra sihirnya, waktu terasa seperti melambat dan dari atas orang misterius muncul sesuatu yang terlihat seperti benda untuk mengocok dadu yang berukuran cukup besar. Benda itu kemudian dengan cepat jatuh dan mengurung orang misterius tersebut.
Setelah orang misterius terkurung, sesosok perempuan yang wajahnya terlihat menyeramkan dengan pakaian seperti seorang pelayan casino muncul tepat di atas benda yang mengurung orang misterius.
"Waktumu 10 detik untuk menentukan hukumannya, semua perintah kecuali menghidupkan orang mati tidak di kabulkan" kata sosok perempuan tersebut kepada Brain.
"berikan kematian yang sangat menyakitkan untuknya" kata Brain dengan wajah penuh amarah.
"Hukuman telah dilakukan, taruhan mu akan ditentukan"
Bersamaan dengan perkataan sosok perempuan tersebut, teriakan dari orang misterius sangat jelas terdengar oleh Brain dan bersamaan dengan teriakan tersebut, munculah sebuah permainan lucky spin dihadapan Brain dan terlihat berbagai macam gambar anggota tubuh di permainan tersebut.
"Semoga Beruntung" kata sosok perempuan tersebut dan permainan lucky spin pun berputar.
Melihat putaran tersebut, Brain hanya bisa berharap jika taruhan nya yang akan diambil bukanlah sesuatu yang sangat merugikan.
"Keberuntungan berpihak padamu, taruhan mu telah di ambil"
Tepat setelah itu, sihir kutukan level 95 akhirnya selesai digunakan, begitu juga dengan Techniq Region Zona Zero dan teknik penghalang yang sebelumnya digunakan orang misterius juga ikut menghilang dan Brain sekarang telah kembali di mana itu tepat di depan goa perlindungan.
***
Ditempat lain, terlihat seorang pria besar sedang melakukan kegiatan olahraga ringan di sebuah ruangan yang dipenuhi dengan alat olahraga.
Ditengah kegiatan pria besar tersebut, datanglah seorang wanita yang terlihat cukup cantik dengan topi besar yang sering digunakan oleh penyihir.
"Groot Zwaard telah mati"
Mendengar perkataan dari wanita tersebut, pria besar kemudian menghentikan kegiatannya.
"Strega Cagna, kau jangan main-main" kata Pria besar.
"Ucapan ku bukanlah permainan, Vedova Distruttore"
Percakapan singkat 2 orang tersebut mengawali gejolak besar yang akan terjadi di Wilayah Himaya.
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments