Chapter 15 "Kembali Ke Goa"

Di sebuah ruangan yang minim pencahayaan, terlihat 4 orang sedang duduk mengelilingi meja bundar yang cukup besar. Pakaian mereka yang sama dengan jubah besar berwarna hitam dan penutup kepala yang menutupi wajah, membuat identitas mereka tidak diketahui.

"The Controller telah memberikan keputusannya, wilayah ini sudah tidak ada harapan lagi, kalian bertiga telah membuat The Controller kecewa" kata seseorang dengan jubah besar dan terlihat iya memakai kalung besar dengan buah kalung berbentuk segitiga.

"Maafkan kami tuan, kami mengaku salah, berikan kami kesempatan sekali lagi, kami akan bertanggungjawab untuk itu" kata seorang pria yang juga identitasnya tidak diketahui karena memakai jubah dan penutup kepala, namun terlihat di punggungnya pedang yang cukup besar.

"Dengan apa kalian akan bertanggungjawab, jangan sombong kalian, kalian hanyalah orang-orang rendah yang tidak berguna" kata pria dengan kalung besar, yang terlihat iya sangat marah. "Asal kalian tahu, dari semu wilayah yang dikuasai The Controller, hanya wilayah kalianlah yang mengalami hal ini" lanjut kata pria berkalung besar.

"Maaf tuan, kami siap menerima semua hukumannya, tapi tolong beri kami kesempatan, setidaknya itu bisa mengurangi hukuman kami" kata wanita yang identitas juga tidak diketahui namun terlihat di samping kursinya berdiri sebuah tongkat yang memilki bentuk yang unik.

"Tolong tuan, bantulah kami" kata seorang Pria berbadan besar yang juga tidak diketahui identitasnya.

"Baiklah aku akan mencoba berbicara kepada The Controller. Namun sebelum itu, aku ingin semua masalah disini diselesaikan secepatnya, habisi seluruh para pemberontak itu dan jika diwilayah lain pergerakan seperti ini muncul, maka kalianlah yang akan bertanggungjawab" kata pria dengan kalung besar.

Mendengar perkataan itu, ketiga orang tersebut terlihat senang dan mereka secara bersamaan mengiyakan perkataan dari pria berkalung besar dan setelah itu pria berkalung besar tersebut pergi meninggalkan ketiga orang disana.

***

"Jelaskan semuanya Zhipheng, apa yang terjadi, apa maksudmu, siapa yang kau maksud" kata Hendry tegas.

"Hanna, kami tidak bisa menyelamatkan nya. dia telah tertangkap oleh asosiasi Shield dan kami telah memastikan jika iya telah terbunuh"

Mendengar itu Hendry sangat dibuat marah, sebab Hanna tidak lain adalah adiknya. Bukan hanya Hendry, Brain juga menunjukkan ekspresi terkejut, sebab iya telah banyak di bantu oleh Hanna selama berada di distrik 4, bahkan Brain telah menganggap Hanna sebagai kakak perempuannya.

Ditengah suasana yang terlihat campur aduk itu, Brain memutuskan untuk keluar dari ruangan tersebut. iya kemudian berjalan ke arah pintu gerbang keluar distrik 4.

Apa yang salah, kenapa sesama manusia harus saling menyakiti, sudah jelas kan musuh sebenarnya siapa, apakah Sistem Jiwa telah merusak moral mereka.

Ditengah kegalauannya, Brain memikirkan semua itu.

(Menjawab. bukan Sistem Jiwa yang merusak moral manusia. Tapi sifat serakah lah yang membuat manusia terjebak dengan Sistem Jiwa yang mereka miliki)

Mendengar itu dari Simi sang Sistem. Brain kembali mengingat alasannya berada di wilayah Himaya yang tidak lain adalah membalas semua perbuatan para penguasa yang membuat iya kehilangan orang-orang yang iya sayangi.

Aku sudah mulai terbiasa dengan kekuatan Sistem Jiwa ini, sekarang tinggal melakukan sesuatu untuk anak-anak yang tidak memiliki Sistem Jiwa dengan menghancurkan para manusia serakah itu.

Sambil mengingat semua hal yang telah iya lalui, dengan kepercayaan dirinya akan kekuatan yang iya miliki, Brain kemudian memutuskan untuk segera mungkin menyelesaikan semua apa yang sebelumnya menjadi tujuannya.

"Hei Brain, apa yang kau lakukan disitu" kata Jorge yang menyadarkan Brain dari lamunannya. Jorge kemudian berjalan mendekati Brain.

"Paman Jorge" kata Brain tidak menjawab pertanyaan Jorge.

"Kau sudah mendengar berita tentang Hanna"

"Yah paman, sangat disayangkan itu harus terjadi" kata Brain yang lalu memperhatikan Jorge yang sedang memakai tas yang cukup besar. "Paman Jorge, anda mau kemana membawa tas besar itu" lanjut Brain bertanya.

"Aku ingin kembali ketempat Jerome, sudah hampir sebulan aku berada disini, kebetulan kemarin Hendry juga memintaku untuk mengajak mereka ketempat ini"

Mengetahui itu, Brain jadi ingin ikut bersama Jorge, iya kemudian mengajukan dirinya untuk ikut dan tentu saja, Jorge dengan senang hati menerimanya.

Sebelum mereka berdua pergi, terlebih dahulu Brain berpamitan ke Hendry dan karena Brain pada dasarnya bukan termaksud dalam anggota pasukan pembebasan, Hendry hanya mengatakan "terserah kau mau melakukan apa" dan tidak memerlukan banyak persiapan, Brain dan Jorge akhirnya berangkat menuju ketempat Jerome.

Brain dan Jorge membutuhkan 1 hari penuh untuk sampai ke goa tempat Jerome berada. Selama perjalanan mereka berdua tidak menemukan hambatan sama sekali dan setelah sampai disana, mereka langsung beristirahat hingga keesokan harinya.

"Selamat pagi" kata Saria menyambut Brain yang keluar dari tendanya.

"Selamat pagi, Bibi apa Jerome sudah datang" kata Brain sambil berjalan ke meja makan yang berada diluar tenda.

Diketahui, saat Brain dan Jorge sampai di goa, mereka disambut oleh Bruno yang menjaga pintu masuk gua sedangkan Jerome dan Sheila sedang melakukan kegiatan pengintaian.

"Mereka belum datang, tidak biasanya mereka begini" kata Saria sambil memberikan minuman ke Brain.

Mengetahui itu Brain merasa khawatir, iya lalu menghabiskan minumannya kemudian pergi ke pintu gua untuk bertemu dengan Bruno yang sedang berjaga.

"Bagaimana istirahatnya" kata Bruno yang melihat Brain berjalan mendekatinya.

"Lumayan, sepertinya sudah lama aku tidak tidur seperti ini" jawab Brain.

Selama Brain berada di distrik 4 bersama kelompok Hendry, iya jarang beristirahat, Hal itu disebabkan karena Brain terlalu fokus untuk mempelajari kemampuan barunya dan membantu para pasukan pembebasan menyiapkan pertahanan untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu orang-orang dari asosiasi datang.

Tidak lama berselang setelah Brain berada di pintu gua bersama Bruno, Jerome pun datang.

"Kapan kau datang" tanya Jerome yang telah berada di depan pintu masuk gua.

"Tadi malam. Sheila mana" kata Brain.

"Sheila masih berada didalam hutan, syukurlah kau ada disini, kebetulan ada suatu hal yang ingin aku minta tolong" kata Jerome kemudian mengajak Brain kembali kedalam goa.

Dalam perjalanan Menuju kedalam goa, Brain memberitahukan Jerome tentang keadaan di wilayah Himaya dan menyampaikan permintaan Hendry untuk mengajak mereka yang berlindung di goa agar pindah ke dalam wilayah Himaya tepatnya di distrik 4. Mendengar semua itu Jerome merasa senang dan juga kaget.

"Aku tidak menyangka keadaan di dalam sana akan jadi seperti itu, sebenarnya aku juga berniat untuk pergi dari tempat ini, namun teman-teman yang lain tidak setuju, mereka sudah merasa nyaman ditempat ini, begitu juga anak-anak" kata Jerome yang sekarang telah berada di tenda didalam goa bersama Brain.

"Jadi begitu yah, menurutku untuk membandingkan tempat ini dengan distrik 4, aku berpikir jika disini sedikit lebih aman" kata Brain.

"Kalau menurut mu seperti itu, aku rasa tidak ada salahnya tetap berada di tempat ini, kebetulan tanah didalam goa ini bisa ditanami beberapa tanaman dan sumber air juga ada" kata Jerome.

"Hanya kurang anggota saja untuk mengamankan tempat ini" kata Brain.

"Benar sekali, setidaknya 3 atau 5 orang, mungkin sudah cukup. Ngomong-ngomong, bagaimana tentang Pemicu Sistem" tanya Jerome.

"Di pasukan pembebasan, belum ada kemajuan. untuk itu aku berencana, setelah ini aku akan memasuki distrik bagian dalam" kata Brain.

Mendengar perkataan tersebut, Jerome lalu menyarankan Brain agar tidak perlu terburu-buru dan terlebih dahulu memantau situasi didalam distrik bagian dalam. Brain hanya terdiam mendengarkan apa yang dikatakan Jerome, namun didalam hatinya iya tetap akan melakukan apa yang telah iya rencanakan.

Ditengah obrolan mereka Sheila kemudian datang dengan terlihat sedikit panik, namun setelah melihat sosok Brain, iya kemudian mulai tenang.

"Jerome, goa yang kita awasi itu, ada monster keluar dari sana" kata Sheila.

Mendengar informasi itu tanpa basa-basi, Jerome langsung bersiap menuju ketempat yang dimaksudkan oleh Sheila dan tentu saja Brain ikut bersama mereka.

...----------------...

Episodes
1 Chapter 1 "Sejarah dan Cerita"
2 Chapter 2 "Informasi Ilmuwan"
3 Chapter 3 "Title Jiwa Manusia Terkutuk"
4 chapter 4 " Kenyataan Pahit"
5 Chapter 5 "Dokumen dan Hutan Pinusi"
6 Chapter 6 "Portal Dimensi"
7 Chapter 7 "Pertarungan Di Hutan Pinusi"
8 Chapter 8 "Bos Portal Dimensi Dungeon dan Kemampuan Baru"
9 Chapter 9 "Sejarah Yang Terlupakan"
10 Chapter 10 "Menghentikan Penyusup"
11 Chapter 11 "Menuju Wilayah Himaya"
12 Chapter 12 "Kenyataan Distrik-9"
13 Chapter 13 "Resiko dan Reward"
14 Chapter 14 "Informasi Dari Pasukan Pembebasan"
15 Chapter 15 "Kembali Ke Goa"
16 Chapter 16 "Pertarungan Kematian"
17 Chapter 17 "Mode Trance dan Kematian Pembawa Pergerakan"
18 Chapter 18 "Kutukan Kematian"
19 Chapter 19 "Kemampuan Baru dan Pengungsi Yang Menjadi Target"
20 Chapter 20 "Pertarungan Emosional"
21 Chapter 21 "Cerita Sebelum Kemedan Konflik"
22 Chapter 22 "Ketua Asosiasi Shield"
23 Chapter 23 "Pengorbanan dan Zona Zero"
24 Chapter 24 "Keraguan Yang Salah"
25 Chapter 25 "Kontroversi dan Propaganda"
26 Chapter 26 "Kehancuran Di Distrik Empat"
27 Chapter 27 "Namanya Mooi Haar"
28 Chapter 28 "Keputusan"
29 Chapter 29 "Kehangatan Sebelum Pertempuran"
30 Chapter 30 "Akhir Propaganda"
31 Chapter 31 "Pertarungan Di Distrik Satu"
32 Chapter 32 "Sihir vs Sihir"
33 Chapter 33 "Sang Penghianat"
34 Chapter 34 "Dua Kelas"
35 Chapter 35 "Pedang dan Pukulan"
36 Chapter 36 "Cerita Vedova Bagian I"
37 Chapter 37 "Cerita Vedova Bagian II"
38 Chapter 38 "Pertarungan Brain Vs Vedova (Kebenaran Title Jiwa)"
39 Chapter 39 "Pertarungan Brain Vs Vedova (Pertaruhan Kemenangan)"
40 Chapter 40 "Sebuah Kutukan"
41 Chapter 41 "Hubungan dan Tujuan Baru"
42 Chapter 42 "Hasrat Untuk Melepaskan Kepergian"
43 Chapter 43 "Kelompok Dark Elf Didalam Forest Long Ears"
44 Chapter 44 "Informasi Dari Dark Elf"
45 Chapter 45 "Dark Elf Yang Tersakiti"
46 Chapter 46 "Pertarungan Di Valley of Misfortune I"
47 Chapter 47 "Pertarungan Di Valley of Misfortune II"
48 Chapter 48 "Pertarungan Di Valley of Misfortune III"
49 Chapter 49 "Pertarungan Di Valley of Misfortune IV"
50 Chapter 50 "Evolusi Sistem Pengendali Kutukan"
Episodes

Updated 50 Episodes

1
Chapter 1 "Sejarah dan Cerita"
2
Chapter 2 "Informasi Ilmuwan"
3
Chapter 3 "Title Jiwa Manusia Terkutuk"
4
chapter 4 " Kenyataan Pahit"
5
Chapter 5 "Dokumen dan Hutan Pinusi"
6
Chapter 6 "Portal Dimensi"
7
Chapter 7 "Pertarungan Di Hutan Pinusi"
8
Chapter 8 "Bos Portal Dimensi Dungeon dan Kemampuan Baru"
9
Chapter 9 "Sejarah Yang Terlupakan"
10
Chapter 10 "Menghentikan Penyusup"
11
Chapter 11 "Menuju Wilayah Himaya"
12
Chapter 12 "Kenyataan Distrik-9"
13
Chapter 13 "Resiko dan Reward"
14
Chapter 14 "Informasi Dari Pasukan Pembebasan"
15
Chapter 15 "Kembali Ke Goa"
16
Chapter 16 "Pertarungan Kematian"
17
Chapter 17 "Mode Trance dan Kematian Pembawa Pergerakan"
18
Chapter 18 "Kutukan Kematian"
19
Chapter 19 "Kemampuan Baru dan Pengungsi Yang Menjadi Target"
20
Chapter 20 "Pertarungan Emosional"
21
Chapter 21 "Cerita Sebelum Kemedan Konflik"
22
Chapter 22 "Ketua Asosiasi Shield"
23
Chapter 23 "Pengorbanan dan Zona Zero"
24
Chapter 24 "Keraguan Yang Salah"
25
Chapter 25 "Kontroversi dan Propaganda"
26
Chapter 26 "Kehancuran Di Distrik Empat"
27
Chapter 27 "Namanya Mooi Haar"
28
Chapter 28 "Keputusan"
29
Chapter 29 "Kehangatan Sebelum Pertempuran"
30
Chapter 30 "Akhir Propaganda"
31
Chapter 31 "Pertarungan Di Distrik Satu"
32
Chapter 32 "Sihir vs Sihir"
33
Chapter 33 "Sang Penghianat"
34
Chapter 34 "Dua Kelas"
35
Chapter 35 "Pedang dan Pukulan"
36
Chapter 36 "Cerita Vedova Bagian I"
37
Chapter 37 "Cerita Vedova Bagian II"
38
Chapter 38 "Pertarungan Brain Vs Vedova (Kebenaran Title Jiwa)"
39
Chapter 39 "Pertarungan Brain Vs Vedova (Pertaruhan Kemenangan)"
40
Chapter 40 "Sebuah Kutukan"
41
Chapter 41 "Hubungan dan Tujuan Baru"
42
Chapter 42 "Hasrat Untuk Melepaskan Kepergian"
43
Chapter 43 "Kelompok Dark Elf Didalam Forest Long Ears"
44
Chapter 44 "Informasi Dari Dark Elf"
45
Chapter 45 "Dark Elf Yang Tersakiti"
46
Chapter 46 "Pertarungan Di Valley of Misfortune I"
47
Chapter 47 "Pertarungan Di Valley of Misfortune II"
48
Chapter 48 "Pertarungan Di Valley of Misfortune III"
49
Chapter 49 "Pertarungan Di Valley of Misfortune IV"
50
Chapter 50 "Evolusi Sistem Pengendali Kutukan"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!