Chapter 10 "Menghentikan Penyusup"

Terlihat 2 orang tengah berjalan di antara pepohonan.

"Aku harap mereka benar-benar berada disini"

Kata seorang perempuan bernama Marta, iya memakai jubah besar yang menutupi tubuh tingginya.

"Tenang saja, mereka pasti berada disini"

Kata seorang lelaki bernama Fattrol yang juga memakai jubah besar dan menutupi tubuhnya yang terlihat gendut.

Tidak lama setelah percakapan singkat itu, mereka berdua merasakan hawa keberadaan seseorang.

Dari balik pepohonan terlihat seseorang muncul disana yang kemudian menyapa mereka.

Itu adalah Jerome, disini iya terlihat memegang pedang di tangan kanannya dan ditangan kirinya iya memegang tameng yang tidak terlalu besar.

Jubah itu, tidak salah lagi mereka dari pejuang kebebasan

Jerome yang melihat 2 orang didepannya, memikirkan hal tersebut.

"Ada perlu apa kalian berdua datang kemari"

Setelah Jerome mengatakan hal tersebut, tiba-tiba Marta dengan sangat cepat telah berada didepannya dan kemudian menendangnya dengan sangat keras.

"Hey apa yang kau lakukan" kata Jerome sambil menahan tendangan Marta dengan menggunakan tamengnya.

"Ternyata tidak sia-sia kami datang kemari, hahaha" kata Marta kemudian melanjutkan serangannya.

"Dasar perempuan gila, baiklah sepertinya masih ada beberapa orang lagi yang bersembunyi, semoga saja mereka bisa memuaskan rasa laparku"

Setelah mengatakan hal tersebut, Fattrol kemudian mengangkat kedua tangannya ke atas dan seketika bayangan menyebar kesegala arah.

"Sial apa ini, tubuhku tidak bisa ku gerakan" kata Sheila.

"Keluarlah kalian wahai makanan ku" teriak Fattrol

Brain, Bruno dan Sheila yang bersembunyi, telah terkena teknik bayangan dari Fattrol, teknik itu membuat mereka kehilangan kendali atas tubuh dan dengan perintah yang diteriakkan Fattrol, mereka bertiga kemudian bergerak mengikuti perintah tersebut.

"Hey Marta, orang yang kau lawan itu adalah Jerome, jangan bunuh dia, untuk ketiga orang ini biarlah mereka menjadi makanan ku" kata Fattrol.

Mendengar itu, Marta merasa jijik dan tetap menyerang Jerome dengan menggunakan tangan kosong.

"Hey kau gendut sialan, siapa kalian sebenarnya"

Mendengar perkataan Bruno, Fattrol terlihat marah, disini iya terus mengendalikan tubuh mereka bertiga

"Kau makanan busuk, aku akan memakanmu deluan" kata Fattrol.

Brian yang dari tadi hanya diam mengamati situasi, kemudian menggunakan kemampuan penglihatannya untuk melihat informasi status dari Fattrol.

[Ras : Manusia / Level : 59 / Kelas : Fighter / Job : Slayer - / Title : Kanibal serakah]

Setelah mengetahui status dari Fattrol, Brian kemudian melihat kearah Marta untuk melihat statusnya.

[Ras : Manusia / Level : 53 / Kelas : Fighter / Job : Barbarian - / Title : Penakluk Singa]

Apakah aku bisa mengalahkan kedua orang ini

Brain yang masih dalam kontrol dari teknik Fattrol memikirkan hal tersebut, sebenarnya Brain bisa saja langsung membebaskan dirinya dari teknik tersebut, namun karena ingin menilai musuhnya, iya tidak melakukannya.

"Sial aku tidak bisa mengendalikan tubuhku" kata Bruno yang semakin mendekati Fattrol.

"Baiklah, kau yang pertama, jadilah makananku"

Mengatakan hal tersebut, Fattrol kemudian membuka jubahnya dan terlihat perutnya yang berubah menjadi mulut monster.

"Gendut sialan hentikan, apa yang kau inginkan, hey apa yang kau lakukan" kata Bruno yang telah berada didepan Fattrol.

Melihat hal tersebut, Brain langsung mengambil tindakan, dengan arahan dari Simi (Sistem) iya kemudian mengaktifkan salah satu sihirnya.

"Curse Magic. Death Coffin"

Setelah Brain merapalkan mantra sihirnya, dari belakang Fattrol muncul peti mati yang telah terbuka, terlihat tangan keluar dari peti mati tersebut kemudian menarik tubuh Fattrol masuk kedalamnya lalu menutup.

"Hey apa yang terjadi, gendut sialan jangan katakan kau berakhir dengan semudah itu" Kata Marta yang masih bertarung dengan Jerome

Dengan Fattrol yang masuk kedalam peti mati, otomatis teknik bayangan ikut menghilang, namun tidak berselang lama peti mati tersebut yang seharusnya menghilang bersama Fattrol, tiba-tiba hancur.

(Informasi. Curse Magic. Death Coffin, sihir level 55 telah gagal membunuh target)

Mengetahui sihir nya telah gagal, Brain kemudian menyarankan Bruno dan Sheila untuk membantu Jerome.

"Sialan, berani-beraninya kau mengganggu waktu makan ku" Teriak Fattrol yang telah terbebas.

Setelah mengatakan hal tersebut, tanpa diduga Fattrol yang bertubuh gendut bisa bergerak dengan cepat dan iya telah berada tepat dihadapan Brain.

Terlihat ditangannya iya telah memegang garpu dan pisau yang berukuran besar dan dengan itu, iya lalu menyerang Brian.

Orang ini, serangan ku tidak mempan, sial

Setelah memikirkan hal tersebut, Fattrol kemudian menghentikan serangannya dan melompat ke belakang untuk mengambil jarak dengan Brain.

Diketahui, alasan Brain tidak terkena damage, disebabkan skill Rawarontek yang aktif, Skill tersebut merupakan skill bawaan dari Title Jiwa Manusia Terkutuk, dimana semua serangan fisik dan senjata tajam tidak akan mempan, kecuali lawan memiliki level di atas 70.

"Hey Marta, Cepat habisi mereka, setelah itu bantu aku menghadapi orang ini"

Tepat setelah Fattrol meneriakkan hal tersebut, Brain kembali menggunakan sihir nya dan kali ini iya menggunakan sihir level 65.

"Curse Magic. Bambooapus"

Setelah Brain merapalkan mantra sihirnya, lingkaran sihir kemudian muncul di bawah kaki Fattrol dan kemudian mengeluarkan uap hangat yang tentunya mengenai tubuh Fattrol.

"Sihir lemah seperti ini tidak akan mempan denganku"

Setelah mengatakan hal tersebut, Fattrol berniat menyerang Brian, namun ketika iya ingin menggerakkan badannya, iya merasa tubuhnya menjadi sangat berat.

"Sial, apa ini, tubuhku, perutku, sial, sialan kau" teriak Fattrol.

Bersamaan dengan ucapannya, Fattrol merasakan sakit yang dahsyat diperutnya, bersamaan dengan itu perutnya mulai membesar, kemudian meledak seperti balon yang dipecahkan dan tentu saja hal tersebut membuat Fattrol seketika mati dengan seluruh organ tubuhnya yang tercerai berai.

Semua orang yang menyaksikan hal tersebut terlihat sangat jijik, bahkan Sheila terlihat muntah karena melihat hal itu.

Mengetahui rekannya telah mati, Marta yang marah kemudian mengalihkan serangannya ke Brain, iya dengan kecepatan yang sangat tinggi telah berada dibelakang Brain lalu menyerangnya.

Seperti halnya Fattrol, Marta yang menyerang Brain tidak bisa memberikan dampak apapun, iya kemudian berniat untuk mengeluarkan semua kekuatannya.

"Kau, siapa kau sebenarnya" kata Marta.

"Kalau kau ingin mengetahuinya, menyerahlah dan berikan semua informasi yang kau punya"

Mendengar perkataan Brain, Marta yang tidak terima, kemudian terlihat tubuhnya mulai berubah.

"Jangan sombong kau dasar bajingan"

Mengatakan hal tersebut, tubuh Marta yang berubah terlihat di lehernya seperti rambut singa. tidak hanya itu saja, kuku-kukunya yang memanjang layaknya cakar dan seluruh otot nya yang membesar membuatnya kini terlihat seperti manusia singa.

"Skill, peningkatan kekuatan, peningkatan kecepatan, insting singa, mental sejati"

Dengan semua Skill yang Marta gunakan, iya lalu kembali menyerang Brain dengan sangat brutal.

"Hahahah, bagaimana sekarang, mana pertahanan mu dasar sialan" kata Marta.

(Informasi. Serangan yang dilesatkan memiliki level yang tinggi. Skill Rawarontek mulai tertembus)

Memberikan informasi tersebut, Simi juga memberikan pilihan sihir yang dapat digunakan oleh Brain.

Tanpa membuang-buang waktu Brain yang telah memilih, kemudian menggunakan sihir level 60 kepada Marta.

Ditengah semua serangan yang Marta lesatkan, Brain dengan sangat cepat terlihat telah memeluk tubuh Marta.

"Curse Magic. Pukes Daughter Sins"

Brain yang tengah memeluk Marta, merapalkan mantra sihirnya tepat ditelinga Marta dan dengan sangat cepat tubuh Marta berubah menjadi batu.

Melihat Marta yang telah berubah menjadi batu, Brain melapaskan pelukannya, kemudian terlihat sebuah pola sihir ditanah dan sebuah tangan manusia yang cukup besar keluar dari sana lalu, mengambil tubuh Marta dan membawanya masuk kedalam tanah.

Jerome, Bruno dan Sheila yang menyaksikan semua itu hanya bisa terdiam, mereka sudah tidak terkejut lagi dengan apa yang telah Brain lakukan.

"Apa kau baik-baik saja" tanya Jerome yang sudah berada di samping Brain.

"Yah aku baik-baik saja" jawab Brain.

"Kemungkinan besar mereka berasal dari asosiasi Liberation" kata Bruno

"Sebaiknya kita kembali dulu, aku ingin kita semua membahas kejadian ini, apakah kita akan tetap berada di gua atau mencari tempat lain" kata Jerome.

Setelah percakapan singkat itu dan semua yang telah mereka lalui, mereka semua kemudian kembali menuju ke gua.

...----------------...

Episodes
1 Chapter 1 "Sejarah dan Cerita"
2 Chapter 2 "Informasi Ilmuwan"
3 Chapter 3 "Title Jiwa Manusia Terkutuk"
4 chapter 4 " Kenyataan Pahit"
5 Chapter 5 "Dokumen dan Hutan Pinusi"
6 Chapter 6 "Portal Dimensi"
7 Chapter 7 "Pertarungan Di Hutan Pinusi"
8 Chapter 8 "Bos Portal Dimensi Dungeon dan Kemampuan Baru"
9 Chapter 9 "Sejarah Yang Terlupakan"
10 Chapter 10 "Menghentikan Penyusup"
11 Chapter 11 "Menuju Wilayah Himaya"
12 Chapter 12 "Kenyataan Distrik-9"
13 Chapter 13 "Resiko dan Reward"
14 Chapter 14 "Informasi Dari Pasukan Pembebasan"
15 Chapter 15 "Kembali Ke Goa"
16 Chapter 16 "Pertarungan Kematian"
17 Chapter 17 "Mode Trance dan Kematian Pembawa Pergerakan"
18 Chapter 18 "Kutukan Kematian"
19 Chapter 19 "Kemampuan Baru dan Pengungsi Yang Menjadi Target"
20 Chapter 20 "Pertarungan Emosional"
21 Chapter 21 "Cerita Sebelum Kemedan Konflik"
22 Chapter 22 "Ketua Asosiasi Shield"
23 Chapter 23 "Pengorbanan dan Zona Zero"
24 Chapter 24 "Keraguan Yang Salah"
25 Chapter 25 "Kontroversi dan Propaganda"
26 Chapter 26 "Kehancuran Di Distrik Empat"
27 Chapter 27 "Namanya Mooi Haar"
28 Chapter 28 "Keputusan"
29 Chapter 29 "Kehangatan Sebelum Pertempuran"
30 Chapter 30 "Akhir Propaganda"
31 Chapter 31 "Pertarungan Di Distrik Satu"
32 Chapter 32 "Sihir vs Sihir"
33 Chapter 33 "Sang Penghianat"
34 Chapter 34 "Dua Kelas"
35 Chapter 35 "Pedang dan Pukulan"
36 Chapter 36 "Cerita Vedova Bagian I"
37 Chapter 37 "Cerita Vedova Bagian II"
38 Chapter 38 "Pertarungan Brain Vs Vedova (Kebenaran Title Jiwa)"
39 Chapter 39 "Pertarungan Brain Vs Vedova (Pertaruhan Kemenangan)"
40 Chapter 40 "Sebuah Kutukan"
41 Chapter 41 "Hubungan dan Tujuan Baru"
42 Chapter 42 "Hasrat Untuk Melepaskan Kepergian"
43 Chapter 43 "Kelompok Dark Elf Didalam Forest Long Ears"
44 Chapter 44 "Informasi Dari Dark Elf"
45 Chapter 45 "Dark Elf Yang Tersakiti"
46 Chapter 46 "Pertarungan Di Valley of Misfortune I"
47 Chapter 47 "Pertarungan Di Valley of Misfortune II"
48 Chapter 48 "Pertarungan Di Valley of Misfortune III"
49 Chapter 49 "Pertarungan Di Valley of Misfortune IV"
50 Chapter 50 "Evolusi Sistem Pengendali Kutukan"
Episodes

Updated 50 Episodes

1
Chapter 1 "Sejarah dan Cerita"
2
Chapter 2 "Informasi Ilmuwan"
3
Chapter 3 "Title Jiwa Manusia Terkutuk"
4
chapter 4 " Kenyataan Pahit"
5
Chapter 5 "Dokumen dan Hutan Pinusi"
6
Chapter 6 "Portal Dimensi"
7
Chapter 7 "Pertarungan Di Hutan Pinusi"
8
Chapter 8 "Bos Portal Dimensi Dungeon dan Kemampuan Baru"
9
Chapter 9 "Sejarah Yang Terlupakan"
10
Chapter 10 "Menghentikan Penyusup"
11
Chapter 11 "Menuju Wilayah Himaya"
12
Chapter 12 "Kenyataan Distrik-9"
13
Chapter 13 "Resiko dan Reward"
14
Chapter 14 "Informasi Dari Pasukan Pembebasan"
15
Chapter 15 "Kembali Ke Goa"
16
Chapter 16 "Pertarungan Kematian"
17
Chapter 17 "Mode Trance dan Kematian Pembawa Pergerakan"
18
Chapter 18 "Kutukan Kematian"
19
Chapter 19 "Kemampuan Baru dan Pengungsi Yang Menjadi Target"
20
Chapter 20 "Pertarungan Emosional"
21
Chapter 21 "Cerita Sebelum Kemedan Konflik"
22
Chapter 22 "Ketua Asosiasi Shield"
23
Chapter 23 "Pengorbanan dan Zona Zero"
24
Chapter 24 "Keraguan Yang Salah"
25
Chapter 25 "Kontroversi dan Propaganda"
26
Chapter 26 "Kehancuran Di Distrik Empat"
27
Chapter 27 "Namanya Mooi Haar"
28
Chapter 28 "Keputusan"
29
Chapter 29 "Kehangatan Sebelum Pertempuran"
30
Chapter 30 "Akhir Propaganda"
31
Chapter 31 "Pertarungan Di Distrik Satu"
32
Chapter 32 "Sihir vs Sihir"
33
Chapter 33 "Sang Penghianat"
34
Chapter 34 "Dua Kelas"
35
Chapter 35 "Pedang dan Pukulan"
36
Chapter 36 "Cerita Vedova Bagian I"
37
Chapter 37 "Cerita Vedova Bagian II"
38
Chapter 38 "Pertarungan Brain Vs Vedova (Kebenaran Title Jiwa)"
39
Chapter 39 "Pertarungan Brain Vs Vedova (Pertaruhan Kemenangan)"
40
Chapter 40 "Sebuah Kutukan"
41
Chapter 41 "Hubungan dan Tujuan Baru"
42
Chapter 42 "Hasrat Untuk Melepaskan Kepergian"
43
Chapter 43 "Kelompok Dark Elf Didalam Forest Long Ears"
44
Chapter 44 "Informasi Dari Dark Elf"
45
Chapter 45 "Dark Elf Yang Tersakiti"
46
Chapter 46 "Pertarungan Di Valley of Misfortune I"
47
Chapter 47 "Pertarungan Di Valley of Misfortune II"
48
Chapter 48 "Pertarungan Di Valley of Misfortune III"
49
Chapter 49 "Pertarungan Di Valley of Misfortune IV"
50
Chapter 50 "Evolusi Sistem Pengendali Kutukan"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!