Chapter 16 "Pertarungan Kematian"

Berjalan di wilayah hutan Pinusi, Brain, Jerome dan Sheila menuju ke goa misterius.

"Apa kau baik-baik saja" tanya Brain kepada Sheila yang berjalan didepannya.

"Yah aku baik-baik saja, hanya kurang tidur" jawab Sheila yang memelankan langkahnya kemudian iya berjalan berdampingan dengan Brain.

"Sejak kapan kalian menemukan Goa misterius itu" tanya Brain.

"Aku menemukannya 4 hari yang lalu, seandainya Goa itu tidak ditemukan, aku berencana ingin meminta izin ke Jerome untuk pergi ke wilayah Himaya" kata Sheila.

"Begitu yah" kata Brain mulai merasakan hawa keberadaan monster.

"Menurutmu apakah Jerome mau mengizinkan aku pergi" kata Sheila.

"Tenanglah, aku akan membantumu bicara dengan Jerome, aku akan menemanimu pergi kesana" kata Brain.

Mendengar itu Sheila sangat senang, iya kemudian menatap Brain dengan maksud meyakinkan perkataannya. Mengetahui Sheila melihat wajahnya, Brain yang juga melihat wajah Sheila dan dimana wajah mereka berdua terlihat memerah menandakan keduanya malu.

"Aku senang kau berada disini" kata Sheila kemudian mempercepat sedikit langkahnya lalu kembali berjalan didepan Brain.

Tidak lama setelah itu, Brain yang sebelumnya telah merasakan hawa keberadaan monster, memberikan isyarat kepada mereka berdua untuk berhati-hati dan benar saja tiba-tiba seekor monster keluar menyerang dari atas pohon dan karena hal itu membuat mereka bertiga sedikit terkejut.

[Tree goblin / level : 20]

Melihat status monster yang serangannya ditahan oleh Jerome, Brain kemudian mengeluarkan Toya Naga Api lalu menusuk monster tersebut untuk menjauhkannya dari Jerome.

"Apakah monster ini yang kau lihat" tanya Jerome.

"Iya benar" kata Sheila.

Setelah Sheila mengatakan hal tersebut, monster itu kemudian kembali menyerang dan sekarang iya mengincar Sheila.

Melihat monster yang berlari ke arah Sheila, Brain langsung bergerak untuk menghadang monster tersebut dan dengan sekali serangan menggunakan Toya Naga Api, monster itu kemudian mati dengan cara terbakar.

"Kau bukannya Sistem Jiwa mu kelas penyihir, kenapa kau bisa menggunakan tongkat" tanya Jerome.

Mendengar pertanyaan tersebut Brain menjadi bingung kemudian Simi sang Sistem membantunya untuk memberikan jawaban.

"Sebenarnya ini merupakan tongkat sihir, aku menggunakan ini untuk mempermudah dalam menggunakan sihir ku" kata Brain yang meneruskan arahan dari Simi.

"Jadi begitu yah" kata Jerome.

Selesai dari semua itu, mereka bertiga kemudian kembali melanjutkan perjalanannya dan tidak lama kemudian, sampailah mereka di depan goa misterius.

***

Brain merasakan hawa keberadaan yang sangat kuat dari dalam goa misterius, hal itu membuatnya sedikit merinding namun iya tidak sampai ketakutan.

"Goa ini berbeda dari kemarin, sebelumnya goa ini terlihat biasa saja tapi sekarang, aku merasakan tekanan aura yang sangat besar dari dalam sana" kata Jerome.

"Bagaimana menurutmu Brain" tanya Sheila.

Mendengar pertanyaan itu, Brain tidak langsung menjawabnya. iya kemudian melihat wajah Sheila dan bersamaan dengan itu Simi sang Sistem kemudian memberikan arahannya.

(Informasi. Didalam Goa terdapat Portal Dimensi)

Benarkah, bagaimana menurutmu, apakah kita harus memasukinya.

(Menjawab. Tekanan yang dikeluarkan oleh Portal Dimensi mengindikasikan adanya kekuatan yang setara dengan Title Jiwa)

Apa maksudmu, apa sebaiknya kita pergi saja.

(Menjawab. Ada kemungkinan bisa menyelesaikan syarat untuk evolusi Title Jiwa)

Mengetahui itu, Brain akhirnya memutuskan untuk masuk kedalam.

Diketahui, percakapan antara Brain dan Simi sang Sistem berlangsung sangat cepat didalam pikiran Brain.

***

"Kalau kalian ingin kembali, kembalilah. Aku akan memasuki Goa ini" kata Brain yang terus melihat ke arah Goa.

"Aku ikut" kata Jerome.

"Aku juga ikut" kata Sheila.

Dengan keputusan bersama, mereka bertiga akhirnya memasuki Goa misterius tersebut dan disini Jerome dan Sheila belum mengetahui jika didalam Goa terdapat Portal Dimensi.

Tidak berselang lama setelah mereka bertiga memasuki Goa, seperti yang telah dikatakan Simi sang Sistem, Portal Dimensi terlihat disana dan Portal tersebut berwarna biru.

"Aku tidak menyangka Portal akan muncul ditempat seperti ini, dilihat dari warnanya, tidak salah lagi ini merupakan Portal Dimensi Dungeon" kata Jerome.

"Aku akan masuk" kata Brain memandangi Portal.

Mendengar perkataan Brain membuat Jerome dan Sheila hanya bisa terdiam, mereka tidak bisa mencegahnya untuk memasuki Portal tersebut dan itu dikarenakan mereka berdua merasakan jika Brain jauh lebih kuat dari sebelumnya.

Dengan Brain yang pertama memasuki Portal, Jerome dan Sheila kemudian mengikutinya dari belakang dan apa yang mereka lihat didalam sana adalah sebuah tempat yang terlihat seperti pemukiman penduduk yang terbuat dari tulang dan terdapat hutan yang tidak terlalu lebat mengelilingi pemukiman tersebut.

***

Suara Gong terdengar cukup keras, bersamaan dengan itu beberapa monster dengan ciri yang sama muncul dihadapan mereka bertiga.

"Haa Goblin, bentuk mereka terlihat cukup aneh dan apa-apaan dengan Goblin yang besar itu" kata Jerome.

"Tenanglah, mereka tidak terlalu berbahaya, kalian jangan jauh-jauh dariku" kata Brain.

[Tree Goblin / level 20]

[Swamp Goblin / Level 25]

[Hoofdkobold / Level 30]

Setelah mengetahui status monster, Brain kemudian bersiap dengan menggunakan kemampuan dari job Cursed Stick Fighting untuk menghadapi monster-monster tersebut.

"Bunuh dan tangkap wanita itu" kata Hoofdkobold yang menjadi pemimpin dari kawanan monster.

Dengan perintah itu, semua monster yang ada disana bersamaan melakukan penyerangan. Menyadari pergerakan monster, Brain langsung menggunakan kemampuannya.

Diketahui, berbeda dengan kelas Mage atau penyihir yang setiap naik level, mendapatkan sihir baru berdasarkan job mereka. Kelas fighter akan mendapatkan jurus baru setiap kali mereka naik level dan kelas Fighter juga dapat menggunakan kemampuan sihir berdasarkan job yang mereka miliki

***

"Jurus level 40. Black Fire Wave Swing" kata Brain.

Mengayunkan Toya Naga Api ke bawah, api hitam keluar dari bekas ayunannya dan terlihat api tersebut layaknya ombak yang menyapu semua monster dan tentu saja serangan tersebut mampu membunuh semua monster disana kecuali Hoofdkobold.

Hoofdkobold yang menyadari kekuatan Brain mencoba untuk melarikan diri, namun baru saja iya membalikkan badannya, monster dengan tinggi 5 meter muncul dibelakangnya kemudian menangkapnya lalu memakannya.

[Verkrachter Goblin / Level : 80 / Title : Monster Birahi]

Apa maksudnya dengan Title itu. kata Brain didalam hatinya.

(Menjawab. Itu sama seperti Title Jiwa dari Sistem Jiwa)

Aku tidak mengerti, jelaskan nanti saja, sekarang yang terpenting apakah kita bisa mengalahkan monster itu.

(Menjawab. kemungkinan menang 50:50)

Tepat setelah Simi sang Sistem memberikan informasinya, monster Verkrachter Goblin langsung berlari ke arah mereka.

Verkrachter Goblin memiliki bentuk tubuh layaknya seperti manusia, dengan badan yang cukup besar dan tinggi 5 meter, Verkrachter Goblin juga membawa pedang besar di tangan kanannya dan tangan kirinya itu terlihat tidak normal, dimana tangan kirinya memiliki ukuran yang dua kali lipat lebih besar daripada tangan kanannya.

***

"Laki-laki, mati terlebih dahulu" kata Verkrachter Goblin yang berlari ke arah Brain dan Jerome sambil melakukan posisi bersiap mengayunkan pedang besarnya.

Melihat pergerakan monster, Brain dengan cepat menarik badan Jerome lalu melemparnya kebelakang dan tepat setelah itu, pedang besar yang diayunkan Verkrachter Goblin telah berada didepan mata Brain.

Menggunakan Toya Naga Api, Brain menahan serangannya dan karena hal itu membuat tubuh Brain terhempas cukup jauh.

"Apa-apaan kekuatan monster itu" kata Brain bicara sendiri.

(Mengkonfirmasi. Kemampuan bawaan Title Jiwa, Manusia Terkutuk, Rawarontek dan Watonlegikliwon telah tertembus)

"Aku tidak habis pikir, bagaimana seandainya kalau aku tidak menangkis serangannya dengan Toya Naga Api" kata Brain sendiri.

(Mengkonfirmasi. Toya Naga Api telah Rusak)

Tepat setelah Simi mengkonfirmasi hal tersebut, Toya Naga Api yang ada di tangan Brain, seketika hancur bagaikan debu.

***

Setelah menghempaskan Brain, Verkrachter Goblin dengan cepat telah berada di dekat Jerome dan dengan menggunakan tangan kirinya yang tidak normal, Verkrachter Goblin memukul Jerome yang tidak siap. Dengan satu kali pukulan, Jerome dibuat terlempar hingga iya tidak sadarkan diri.

Melihat Jerome yang hampir mati, Brain terlihat sangat marah dan dengan sayap kelelawar yang telah muncul di punggungnya, iya telah berada di atas kepala Verkrachter Goblin.

"Curse Magic. Land of Sucking Curse" kata Brain mengaktifkan Sihirnya.

Dengan Sihir level 85 yang iya gunakan, dari tanah tempat Verkrachter Goblin berdiri terlihat berubah layaknya pasir hisap dan tidak hanya itu saja, terlihat pula tangan-tangan yang cukup banyak keluar dari dalam tanah menarik tubuh Verkrachter Goblin.

"Manusia, kau boleh juga" kata Verkrachter Goblin

Bersamaan dengan perkataan itu, Verkrachter Goblin Memandang Brain yang berada di atasnya, kemudian iya menancapkan pedang besarnya ke tanah yang telah berubah akibat sihir yang Brain gunakan dan apa yang terjadi adalah sihir yang Brain gunakan menghilang seperti diserap oleh pedang sang monster.

Melihat hal tersebut, tanpa Brain sadari tangan kiri dari Verkrachter Goblin yang memanjang telah berada di belakangnya, kemudian menangkapnya.

"Sial kenapa aku tidak bisa bergerak, apa-apa genggaman tangan monster ini" kata Brain mencoba melepaskan diri dari genggaman Verkrachter Goblin.

"Kau diam saja disitu, aku ingin memuaskan Birahi ku dulu" kata Verkrachter Goblin yang dimana pergelangan tangan kirinya yang menggenggam Brain telah terputus dan berubah menjadi batu.

Setelah membuat Brain tidak bisa bergerak, Verkrachter Goblin kemudian berjalan ke arah Sheila dan bersamaan dengan itu pergelangan tangan kirinya yang terputus telah tumbuh kembali.

Melihat Verkrachter Goblin berjalan ke arahnya, Sheila hanya bisa terdiam, hal itu disebabkan karena kekuatan pengendali tubuh yang digunakan Verkrachter Goblin ke padannya.

Dengan singkat Verkrachter Goblin telah berdiri tepat di hadapan Sheila, Brian yang menyaksikan hal itu hanya bisa berteriak mencoba mengalihkan perhatian dari Verkrachter Goblin.

"Berisik kau manusia, terimakasih telah membawakan gadis perawan kepadaku" kata Verkrachter Goblin.

Setelah mengatakan hal tersebut, Verkrachter Goblin kemudian membungkukkan badannya dan mendekatkan wajahnya ke Sheila dan apa yang terjadi selanjutnya adalah tanpa diduga, Sheila yang memegang pedang berukuran kecil telah membuat wajah dari Verkrachter Goblin menerima luka sayatan kecil.

"Kau perempuan sialan, berani-beraninya kau merusak keindahan wajahku"

Mengatakan hal itu, Verkrachter Goblin kemudian menggunakan tangan kanannya untuk menangkap Sheila dan Sheila yang sedari tadi tidak bisa berkata apa-apa, iya kemudian meludahi wajah Verkrachter Goblin.

"Dasar perempuan tidak bermoral, terimalah kematian mu" kata Verkrachter Goblin

"Hei hentikan, hentikan, jangan lakukan itu, hei hentikan, dasar kau monster sialan" teriak Brain yang melihat Verkrachter Goblin hendak memakan Sheila.

(krak krak krak krak krak krak)

"Padahal kalau kau bersikap baik, aku akan menjadikanmu istriku" kata Verkrachter Goblin yang telah melahap Sheila.

Menyaksikan hal tersebut, Brain yang masih berada di jeratan kekuatan Verkrachter Goblin menjadi kehilangan kontrol.

Ledakan amarah dan aura yang sangat kuat keluar dari tubuh Brain dan hal itu telah membuat potongan pergelangan tangan Verkrachter Goblin yang menjeratnya hancur seketika.

(Informasi. Anda mengeluarkan sihir terlalu banyak)

"Berisik" kata Brain

(Informasi. Informasi. Informasi. Informasi. Informasi)

Semua informasi yang diberikan Simi tidak lagi dihiraukan oleh Brain dan dengan usaha terakhirnya untuk membuat Brain sadar, Simi kemudian memberikan pilihan ke Brain untuk menggunakan Mode Trance.

...----------------...

Episodes
1 Chapter 1 "Sejarah dan Cerita"
2 Chapter 2 "Informasi Ilmuwan"
3 Chapter 3 "Title Jiwa Manusia Terkutuk"
4 chapter 4 " Kenyataan Pahit"
5 Chapter 5 "Dokumen dan Hutan Pinusi"
6 Chapter 6 "Portal Dimensi"
7 Chapter 7 "Pertarungan Di Hutan Pinusi"
8 Chapter 8 "Bos Portal Dimensi Dungeon dan Kemampuan Baru"
9 Chapter 9 "Sejarah Yang Terlupakan"
10 Chapter 10 "Menghentikan Penyusup"
11 Chapter 11 "Menuju Wilayah Himaya"
12 Chapter 12 "Kenyataan Distrik-9"
13 Chapter 13 "Resiko dan Reward"
14 Chapter 14 "Informasi Dari Pasukan Pembebasan"
15 Chapter 15 "Kembali Ke Goa"
16 Chapter 16 "Pertarungan Kematian"
17 Chapter 17 "Mode Trance dan Kematian Pembawa Pergerakan"
18 Chapter 18 "Kutukan Kematian"
19 Chapter 19 "Kemampuan Baru dan Pengungsi Yang Menjadi Target"
20 Chapter 20 "Pertarungan Emosional"
21 Chapter 21 "Cerita Sebelum Kemedan Konflik"
22 Chapter 22 "Ketua Asosiasi Shield"
23 Chapter 23 "Pengorbanan dan Zona Zero"
24 Chapter 24 "Keraguan Yang Salah"
25 Chapter 25 "Kontroversi dan Propaganda"
26 Chapter 26 "Kehancuran Di Distrik Empat"
27 Chapter 27 "Namanya Mooi Haar"
28 Chapter 28 "Keputusan"
29 Chapter 29 "Kehangatan Sebelum Pertempuran"
30 Chapter 30 "Akhir Propaganda"
31 Chapter 31 "Pertarungan Di Distrik Satu"
32 Chapter 32 "Sihir vs Sihir"
33 Chapter 33 "Sang Penghianat"
34 Chapter 34 "Dua Kelas"
35 Chapter 35 "Pedang dan Pukulan"
36 Chapter 36 "Cerita Vedova Bagian I"
37 Chapter 37 "Cerita Vedova Bagian II"
38 Chapter 38 "Pertarungan Brain Vs Vedova (Kebenaran Title Jiwa)"
39 Chapter 39 "Pertarungan Brain Vs Vedova (Pertaruhan Kemenangan)"
40 Chapter 40 "Sebuah Kutukan"
41 Chapter 41 "Hubungan dan Tujuan Baru"
42 Chapter 42 "Hasrat Untuk Melepaskan Kepergian"
43 Chapter 43 "Kelompok Dark Elf Didalam Forest Long Ears"
44 Chapter 44 "Informasi Dari Dark Elf"
45 Chapter 45 "Dark Elf Yang Tersakiti"
46 Chapter 46 "Pertarungan Di Valley of Misfortune I"
47 Chapter 47 "Pertarungan Di Valley of Misfortune II"
48 Chapter 48 "Pertarungan Di Valley of Misfortune III"
49 Chapter 49 "Pertarungan Di Valley of Misfortune IV"
50 Chapter 50 "Evolusi Sistem Pengendali Kutukan"
Episodes

Updated 50 Episodes

1
Chapter 1 "Sejarah dan Cerita"
2
Chapter 2 "Informasi Ilmuwan"
3
Chapter 3 "Title Jiwa Manusia Terkutuk"
4
chapter 4 " Kenyataan Pahit"
5
Chapter 5 "Dokumen dan Hutan Pinusi"
6
Chapter 6 "Portal Dimensi"
7
Chapter 7 "Pertarungan Di Hutan Pinusi"
8
Chapter 8 "Bos Portal Dimensi Dungeon dan Kemampuan Baru"
9
Chapter 9 "Sejarah Yang Terlupakan"
10
Chapter 10 "Menghentikan Penyusup"
11
Chapter 11 "Menuju Wilayah Himaya"
12
Chapter 12 "Kenyataan Distrik-9"
13
Chapter 13 "Resiko dan Reward"
14
Chapter 14 "Informasi Dari Pasukan Pembebasan"
15
Chapter 15 "Kembali Ke Goa"
16
Chapter 16 "Pertarungan Kematian"
17
Chapter 17 "Mode Trance dan Kematian Pembawa Pergerakan"
18
Chapter 18 "Kutukan Kematian"
19
Chapter 19 "Kemampuan Baru dan Pengungsi Yang Menjadi Target"
20
Chapter 20 "Pertarungan Emosional"
21
Chapter 21 "Cerita Sebelum Kemedan Konflik"
22
Chapter 22 "Ketua Asosiasi Shield"
23
Chapter 23 "Pengorbanan dan Zona Zero"
24
Chapter 24 "Keraguan Yang Salah"
25
Chapter 25 "Kontroversi dan Propaganda"
26
Chapter 26 "Kehancuran Di Distrik Empat"
27
Chapter 27 "Namanya Mooi Haar"
28
Chapter 28 "Keputusan"
29
Chapter 29 "Kehangatan Sebelum Pertempuran"
30
Chapter 30 "Akhir Propaganda"
31
Chapter 31 "Pertarungan Di Distrik Satu"
32
Chapter 32 "Sihir vs Sihir"
33
Chapter 33 "Sang Penghianat"
34
Chapter 34 "Dua Kelas"
35
Chapter 35 "Pedang dan Pukulan"
36
Chapter 36 "Cerita Vedova Bagian I"
37
Chapter 37 "Cerita Vedova Bagian II"
38
Chapter 38 "Pertarungan Brain Vs Vedova (Kebenaran Title Jiwa)"
39
Chapter 39 "Pertarungan Brain Vs Vedova (Pertaruhan Kemenangan)"
40
Chapter 40 "Sebuah Kutukan"
41
Chapter 41 "Hubungan dan Tujuan Baru"
42
Chapter 42 "Hasrat Untuk Melepaskan Kepergian"
43
Chapter 43 "Kelompok Dark Elf Didalam Forest Long Ears"
44
Chapter 44 "Informasi Dari Dark Elf"
45
Chapter 45 "Dark Elf Yang Tersakiti"
46
Chapter 46 "Pertarungan Di Valley of Misfortune I"
47
Chapter 47 "Pertarungan Di Valley of Misfortune II"
48
Chapter 48 "Pertarungan Di Valley of Misfortune III"
49
Chapter 49 "Pertarungan Di Valley of Misfortune IV"
50
Chapter 50 "Evolusi Sistem Pengendali Kutukan"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!