Didalam perjalanannya menuju ke Utara, Brain sama sekali tidak menemukan hambatan yang berarti, merasa perjalanannya sedikit membosankan, iya kemudian mencoba melihat Dokumen yang berada didalam tas ransel yang sebelumnya iya dapat dari Rudolff.
Didalam dokumen tersebut Brain menemukan informasi mengenai tiga asosiasi yang berada didalam wilayah Himaya.
Asosiasi Liberation yang Bertugas dalam memperluas wilayah manusia, menjaga keamanan tembok dari serangan monster.
Asosiasi Shield yang bertugas dalam menjaga keamanan dalam tembok dan bertanggung jawab dalam mengelola perekonomian perdagangan.
Asosiasi Researcher yang bergerak dalam bidang kesehatan dan bertugas dalam meneliti semua hal yang berasal dari portal dimensi
Dengan semua fungsi dan tugas dari ketiga asosiasi tersebut, seharusnya itu dapat membuat kehidupan manusia bisa lebih baik lagi dari apa yang terjadi sekarang,
Namun apa yang didapatkan Brain didalam dokumen itu, ketiga asosiasi tersebut hanya bekerja untuk kepentingan mereka sendiri.
Selain informasi itu, Brain juga menemukan beberapa informasi lagi yang tertulis didalam dokumen tersebut, seperti mengenai Portal Dimensi yang terbagi menjadi 3 dan informasi lain yang Brain tidak terlalu memahaminya.
Warna Senja yang terlihat disebelah barat, telah membuat Brain kembali fokus akan perjalanannya, didepannya kini telah terlihat pepohonan yang begitu banyak dan hal itu menandakan jika iya telah sampai di kawasan Hutan Pinusi.
Matahari yang mulai terbenam, membuat keadaan didalam hutan Pinusi terasa sangat menyeramkan, walaupun begitu Brain tetap terus melanjutkan perjalanannya.
Diketahui, selama perjalanannya didalam hutan, Brain telah selesai mengatur Skill Point dan Ability Point nya berdasarkan arahan dari Suara Title Jiwa.
Saat ini iya tengah duduk bersandar di bawah pohon besar, terlihat iya sangat kebingungan karena selama berada didalam hutan, Brian sama sekali tidak menemukan apapun.
"Hey kau yang berbicara dikepalaku, apakah kau mengetahui posisi kita sekarang berada dimana"
(Menjawab. Anda sekarang berada di dalam hutan)
Mendengar jawaban tersebut, Brain hanya bisa menggaruk kepalanya.
"Hey kau, apakah kau memiliki nama"
(Menjawab. Seperti yang sudah anda ketahui, Aku adalah Title Jiwa Manusia Terkutuk, Anda boleh memanggil ku seperti itu)
"Ah itu terlalu panjang, bagaiman kalau aku memberikan mu nama lain, apakah itu tidak masalah"
(Menjawab. Tidak masalah)
Mendengar hal tersebut, Brain lalu memutar otaknya untuk mencari nama yang terbaik.
"Sistem Jiwa. Title Jiwa. Manusia Terkutuk. Suaranya terdengar seperti perempuan. Hmm.. bagaimana kalau Simi"
(Menjawab. Nama diterima)
"Oke Simi, sekali lagi salam kenal"
Setelah percakapan tersebut, Brain berniat untuk melanjutkan perjalanannya, namun sesat setelah iya berdiri dari tempat itu, Brian merasakan ada sesuatu yang sedang mengawasinya.
Mengetahui itu, Brain kemudian menggunakan kemampuan pendeteksi nya untuk mengetahui posisi dari sosok yang telah mengawasinya, namun belum sempat iya menyelesaikan pendeteksian nya, tiba-tiba 6 monster melompat dari atas pohon.
[Vierhanden Gorilla Hitam / Level : 20]
Monster dengan tinggi 3 meter itu terlihat memiliki 4 tangan dan terdapat 1 tanduk di keningnya, monster itu juga memiliki ekor dan terdapat sayap kelelawar berukuran kecil di pundaknya.
"Manusia. makanan"
Mengetahui monster yang mengelilinginya bisa berbicara, membuat Brain sedikit terkejut.
Aku tidak menyangka jika ada monster yang bisa berbicara, ini sangat luar biasa.
Setelah Brain memikirkan hal tersebut, keenam monster itu serentak bergerak menyerangnya, menyadari itu Brain dengan cepat menghindar, melompat ke atas pohon.
Melihat Brian yang berada di atas pohon, salah satu monster kemudian memukul pohon tersebut dan hanya dengan satu pukulan, pohon itu seketika tumbang.
Dengan tumbang nya pohon tersebut, membuat Brain harus terjatuh dan dalam keadaan itu, keenam monster dengan cepat melompat ke arah Brain lalu menyerangnya.
"Curse Magic. Dooddragend Rooklichaam" kata Brain mengaktifkan sihirnya.
Sesat sebelum serangan keenam monster mengenainya, seketika tubuh Brain berubah menjadi asap, kemudian menyebar mengenai keenam monster yang ada dan apa yang terjadi adalah keenam monster itu seketika mati.
* Curse Magic. Dooddragend Rooklichaam merupakan sihir level 41 dimana sihir ini jika digunakan terhadap musuh yang memiliki level 25 kebawah maka musuh tersebut akan langsung mati, namun jika musuh memiliki level di atas 25 maka efek yang ditimbulkan hanyalah kelumpuhan *
Melihat keenam monster telah mati, tubuh Brain yang sebelumnya berubah menjadi asap kemudian kembali seperti semula.
(Konfirmasi. Anda terlalu banyak menggunakan energi sihir untuk mengalahkan monster tersebut)
Mendengar perkataan tersebut, Brain menyadari jika apa yang dikatakan Simi memanglah benar.
"Kalau begitu untuk penggunaan sihir selanjutnya ku serahkan padamu saja"
(Menjawab. Permintaan anda terima)
(*)
"Orang itu, kuat, aku harus melaporkan ini ke ketua" Kata seseorang yang mengawasi Brain dari kejauhan.
Setelah mengatakan hal tersebut, orang itu lalu berniat untuk segera pergi dari tempatnya, namun tanpa iya sadari Brain telah berada di belakangnya, sontak orang itu kaget lalu menyerang Brain dengan refleks dan dilanjutkan dengan iya yang mengambil jarak dari Brain.
"Hey tenanglah" kata Brain sambil mengangkat kedua tangannya.
"Siapa kau, jangan macam-macam denganku"
Mendengar suara itu, membuat Brain sadar jika orang yang ada didepannya adalah seorang wanita, Brain juga menggunakan kemampuan penglihatannya untuk melihat status dari wanita tersebut.
[Ras : Manusia / Level : 21 / Kelas : Prajurit / Job : Pengintai / Title : - ]
"Maaf sudah mengagetkan mu, perkenalkan namaku Brain Righet, aku berasal dari distrik buangan yang berada di luar tembok distrik 4"
Orang ini, aku tidak bisa mempercayai nya.
"Apa tujuan mu datang kemari"
Setelah memikirkan dan mengatakan hal tersebut, tiba-tiba dari atas pohon muncul seekor monster yang lebih besar daripada monster sebelumnya, yang kemudian monster itu menyerang wanita tersebut.
Brain yang menyadari itu seketika dengan cepat berlari dan menyelamatkan si wanita dengan cara menggendong nya.
"Hey apa yang kau lakukan, turunkan aku" kata si wanita.
[Vierhanden Gorilla Merah / Level : 30]
Melihat status dari monster, Brain yang telah menurunkan wanita tersebut dari gendongan nya, kemudian menyuruhnya untuk berlindung.
Vierhanden Gorilla Merah memiliki ciri yang sama seperti Vierhanden Gorilla Hitam, yang membedakan hanyalah ukurannya dan terlihat seperti sebuah armor yang melekat di beberapa bagian tubuh monster itu.
"Kau. manusia. membunuh anak buahku, akan ku jadikan kau makanan ku"
Mendengar perkataan monster itu, Brain hanya tersenyum, iya kemudian mengangkat tangannya dan menggerakkan jarinya seolah menyuruh monster tersebut untuk maju menghadapi nya.
Melihat Brain melakukan hal tersebut, tanpa diduga monster itu kemudian dengan sangat cepat telah berada dihadapan Brain.
Sial Monster ini sangat cepat, aku tidak boleh bermain-main.
Sambil menghindari serangan monster, Brain memikirkan hal tersebut, iya kemudian melihat tabel informasi yang disitu tertuliskan 2 mantra sihir level 35.
"Curse Magic. Witchcraft Brojo"
Seketika setelah Brain mengaktifkan sihirnya, dari tanah tempat monster itu berpijak, terlihat sesuatu seperti bayangan hitam yang kemudian dari bayangan hitam itu keluarlah sebuah tangan yang terlihat sangat menyeramkan.
Vierhanden Gorilla Merah yang menerima serangan sihir tersebut tidak dapat berbuat apa-apa dan apa yang terjadi selanjutnya adalah, tubuh sang monster perlahan ditarik masuk kedalam bayangan tersebut lalu menghilang tanpa menyisakan apapun.
* Curse Magic. Witchcraft Brojo merupakan sihir kutukan level 35, setelah tangan yang keluar dari sihir ini menangkap targetnya, maka target tersebut sudah bisa dipastikan akan kehilangan nyawanya, kecuali jika yang ditangkap tangan tersebut hanyalah sebagian tubuh dari targetnya, maka target harus merelakan bagian tubuhnya untuk dipotong jika tidak ingin tersedot masuk kedalam sihir tersebut *
Melihat kekuatan dari Brain, wanita tersebut hanya bisa terdiam.
Orang ini, aku tidak bisa melihat status informasinya.
Setelah memikirkan hal tersebut, wanita itu kemudian terlihat ingin segera pergi dari tempat itu, namun setelah Brian berbalik dan melihatnya, iya kemudian mengurungkan niatnya.
"Maaf soal yang tadi, apakah kau terluka" Tanya Brain
"Siapa kau sebenarnya, apa tujuan mu datang ke hutan ini"
"Sudah kukatakan, namaku Brain Righet dan tujuan ku datang kemari untuk mencari tahu tentang distrik buangan lain yang berada di luar tembok"
"Tidak ada distrik buangan dihutan ini, sebaiknya kau pergi saja dari hutan ini"
Setelah wanita itu mengatakan hal tersebut, tiba-tiba dua orang muncul dan menyapanya mereka.
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments