Fisiknya yang terlihat lemah, tidak membuatnya menjadi orang yang lambat, walaupun harus terjatuh beberapa kali, Brain tetap melanjutkan langkahnya menuju sumber api itu.
"Aku harus cepat, aku harus cepat, aku harap kalian semua baik-baik saja"
Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk Brain sampai ketempat itu dan setelah iya sampai disana, api yang membakar tempat itu telah padam.
Ini adalah sebuah camp perlindungan yang berada di distrik buangan.
"Apa yang terjadi disini"
Melihat sekelilingnya, Brain kemudian berjalan menyusuri tempat tersebut yang telah habis di lahap oleh api.
Ditengah langkahnya, iya melihat seorang anak kecil yang dimana setengah tubuh bagian bawah dari anak itu, tertimbun oleh reruntuhan kayu.
"Hey, bertahanlah, bertahanlah, aku akan menyelamatkan mu"
Setelah mengeluarkan anak kecil itu dari reruntuhan, Brain lalu mencoba untuk menyadarkannya, namun semua itu hanya sia-sia, sebab anak kecil tersebut telah kehilangan nyawanya.
"Hey, bangun, bangunlah, apa yang terjadi disini"
Ditengah keputusasaannya, sambil menggendong anak kecil itu, Brain kemudian berdiri, iya kemudian mulai berjalan sambil meneriakkan satu-persatu nama dari orang-orang yang ada di camp tersebut.
Langkah kakinya kemudian terhenti di tempat yang terlihat cukup lapang, itu adalah tempat dimana Brain sebelumnya meninggalkan Robbert dan anak-anak yang sedang bercerita.
Brain yang terus berteriak memanggil nama-nama mereka yang ada di tempat itu sebelumnya, tiba-tiba iya mendengar seseorang memanggil namanya.
Mengikuti suara yang samar itu, Brain akhirnya berhasil menemukannya.
"Brain, Brain, apakah itu kau"
Itu Robbert yang terlihat sangat mengenaskan, dimana hampir sekujur tubuhnya telah dipenuhi luka.
"Siapa yang melakukan ini, katakan Robbert, katakan padaku, siapa yang melakukan ini"
Sambil membantu Robbert membenarkan posisinya, tiba-tiba seseorang muncul dibelakang Brain.
"Haaaaaa, kau memang sampah yang sulit di atur yah Robbert"
Seseorang yang mengenakan stelan baju olahraga mengatakan hal tersebut. Brain yang menyadari kedatangannya, kemudian mengambil posisi siaga.
"Brain, lari, larilah, selamat nyawamu" kata Robbert yang sekarat.
"Kau, siapa kau, apa kau yang melakukan semua ini" teriak Brain.
(Ras manusia)
Melihat status informasi dari Brain dan mengetahui Brain tidak memiliki Sistem Jiwa, orang itupun tertawa menghina.
"Manusia terkutuk seperti mu, tidak pantas berbicara padaku"
Mendengar perkataan tersebut, Brain kemudian berlari dan hendak menyerang orang itu, namun setelah Brain mendekatinya, orang itu dengan mudah menendang Brain hingga membuatnya terlempar ke puing-puing bangunan yang terbakar.
"Hentikan Kourek, tolong hentikan, aku akan mengatakan semua nya, tapi tolong lepaskan anak itu" Kata Robbert memohon.
"Haaaaa, apa katamu, apa kau ingin mencoba menipuku lagi, dasar sampah" Kata Kourek.
Diketahui pria ini bernama Kourek Fuoco, iya adalah seorang pria yang memiliki Sistem Jiwa.
"Terkutuk kau, Jangan kau pikir bisa mengalahkan ku dengan mudah" Kata Brain, sambil berusaha berdiri.
"Haaaaaa. apa kau bilang, Manusia terkutuk seperti mu, seharusnya menjadi makanan monster" Kata Kourek.
Brain yang sudah berdiri, merasakan sakit di tangan kirinya, tangan yang terlihat sangat kurus itu, terlihat jelas telah patah.
Aku tidak peduli lagi, Apakah ini nyata atau tidak, terserah saja-
Memikirkan hal tersebut sambil menahan rasa sakit, Brain kemudian mengambil botol yang berisikan cairan hitam di kantong bajunya dan setelah mengetahui botol tersebut baik-baik saja, Brain lalu membuka penutup botolnya, kemudian meminum cairan yang ada didalamnya.
Hanya berselang beberapa detik setelah Brain meminum cairan tersebut, seketika iya merasakan sakit di sekujur tubuhnya, iya merasa seakan-akan tubuhnya akan meledak, tidak mampu menahan rasa sakit itu, Brain kemudian terjatuh dan pingsan.
"Haaaaa, jadi dia memilih bunuh diri ya, aku tidak paham dengan jalan pikiran manusia terkutuk bodoh itu" kata Kourek menghina.
Didalam pingsannya, Brain mendengar suara yang berbicara kepadanya dan bersamaan dengan suara itu, Brain juga melihat sesuatu, dimana itu terlihat seperti sebuah tabel pemberitahuan.
(Selamat. Anda telah berhasil berevolusi)
(Selamat. Atas pencapaian pertama anda, anda telah berhasil mendapatkan Titel Jiwa)
(Anda mendapatkan Title Jiwa, Manusia Terkutuk)
"Apa ini, siapa yang berbicara"
Mendengar semua itu, Brain dibuat bingung.
(Menjawab. Saya adalah Jiwa dari Title Manusia Terkutuk)
(Mengkonfirmasi. Sistem Jiwa ingin melakukan penyalinan semua masa hidup yang telah anda lalui)
Sebuah pilihan Yes dan No kemudian terlihat.
"Apakah ini Sistem Jiwa, apa yang harus aku lakukan, aku tidak mengerti dengan semua ini"
Dalam kebingungannya, Brain kemudian memilih "Yes".
(Pilihan Diterima. Memulai penyalinan)
(Penyelalinan selesai. Memperbaharui semua status)
(Ras : Manusia / Level : 99 / Kelas : Mage / Job : Cursemancer / Title : Manusia Terkutuk)
(Informasi. Anda memiliki Ability Point sebanyak 297 yang belum digunakan)
(Informasi. Anda memiliki Skill Point sebanyak 297 yang belum digunakan)
(Informasi. Sistem jiwa ingin melakukan pembaharuan tubuh fisik)
"Hey, kau yang berbicara, sekarang bukan saatnya untuk menjelaskan semua itu, yang aku inginkan sekarang adalah mengalahkan orang itu"
(Perintah Dimengerti. Proses pembaharuan lanjutan akan ditunda)
Bersamaan dengan itu, Brain yang sebelumnya pingsan kemudian telah sadarkan diri.
"Tanganku sudah baik-baik saja, aku tidak terlalu mengerti tentang semua ini, kepala ku masih sedikit sakit"
Diketahui, selama melakukan interaksi dengan Sistem Jiwa, itu terjadi di alam bawa sadar Brain dan walau terlihat seperti memakan waktu, namun kenyataannya waktu yang dihabiskan hanyalah beberapa detik saja, semua itu terjadi karena perbedaan waktu antara alam bawa sadar dan realitas memiliki putaran waktu yang berbeda.
Kourek saat ini berada di posisi membelakangi Brain, iya yang sedang berjalan menuju ketempat Robbert, kemudian merasakan sebuah kehadiran.
Dengan kemampuan pendeteksi nya yang cukup tinggi, Kourek sadar jika hawa kehadiran itu berasal dari tempat Brain.
"Hei kau, kenapa kau tidak mati saja, dasar manusia sampah terkutuk" kata Kourek.
Mendengar ucapan tersebut, Brain lalu menatap Kourek dengan niat membunuh.
Menyadari itu, Kourek hanya tersenyum, iya kemudian bergerak dengan cepat kearah Brain, kemudian melancarkan sebuah tendangan.
Brain yang menahan tendangan itu dengan tangan nya, kembali dibuat terlempar, namun berbeda dari sebelumnya, tendangan tersebut tidak sampai membuat Brain menerima cedera serius.
Apa, ini tidak seperti sebelumnya, apakah iya meminum Poison penambah kekuatan
Memikirkan itu, Kourek mulai sedikit serius untuk menghadapi Brain.
"Sial, aku terlempar lagi, tapi ini tidak sakit, apa ini karena Sistem Jiwa" kata Brain bicara sendiri.
Setelah Brain selesai dengan perkataannya, tiba-tiba Kourek telah berada di sampingnya kemudian melakukan beberapa serangan, namun serangan-serangan itu dengan mudah dapat dihindari dan ditangkis oleh Brain.
"Haaaaa, aku tidak menyangka manusia tanpa Sistem Jiwa seperti mu mampu menahan seranganku" kata Kourek dengan terus melakukan serangan.
Sial, kalau hanya seperti ini, aku tidak bisa mengalahkan nya, hey kau yang berbicara sebelumnya, apa kau bisa melakukan sesuatu
Sambil menahan semua serangan yang dilesatkan Kourek, Brain memikirkan semua itu, iya yang mulai terdesak kemudian kembali mendengar sesuatu.
(Informasi. Title Jiwa Manusia Terkutuk memiliki Mode Trance, apakah anda ingin menggunakannya)
Kembali Brain melihat sebuah pilihan (Yes dan No), iya yang tidak terlalu mengerti dengan semua itu, memutuskan untuk memilih (Yes) dan seketika, iya merasa tubuhnya bergerak sendiri dan dengan itu, Brain mulai membalikkan keadaan pertarungannya melawan Kourek Fuoco.
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments