chapter 4 " Kenyataan Pahit"

[Ras : Manusia / Level : 36 / Kelas : Warior / Job : Stick Fighting / Title : Kesatria Toya Api]

"Apa yang aku lihat ini, apa yang terjadi padaku, aku tidak bisa mengontrol tubuhku"

Sebuah table pemberitahuan terlihat oleh Brain, dimana hal tersebut muncul setelah iya berhasil mendaratkan satu serangannya ke Kourek.

(Informasi. Dengan mengaktifkan Mode Trance, kendali tubuh akan diberikan sementara ke Title Jiwa Manusia Terkutuk. Anda hanya perlu memberikan perintah -Kembali- untuk menghentikan mode ini)

(Informasi. Mode Trance memiliki resiko yang besar, memungkinkan anda kehilangan kendali tubuh seutuhnya)

Mengetahui informasi itu, Brain yang berada di alam bawa sadarnya, kemudian memberikan perintah.

"Kalau itu beresiko, kenapa kau menyarankan ini, dasar sistem bodoh, cepat selesaikan pertarungannya dan kembalikan tubuh ku"

(Perintah diterima. Menganalisis musuh, menerapkan tindakan)

Disisi Kourek, iya yang terkejut setelah terkena serangan dari Brain, kemudian mengaktifkan Keahlian Stick Fighting nya.

Terlihat sebuah benda berukuran kecil keluar dari telinga Kourek, kemudian benda tersebut berubah menjadi sebuah tongkat berukuran 2 meter yang memilki ukiran naga.

"Haaaaa, kau manusia terkutuk, berani-beraninya kau yang tidak memiliki sistem jiwa melakukan ini padaku"

Mengatakan hal tersebut, Kourek terlihat sangat marah, iya yang telah memegang Toya Naga Api, kemudian melakukan pergerakan yang sangat cepat ke arah Brain.

Ayunan Toya yang mengeluarkan api, menghantam tubuh Brain dengan membabi buta, namun semua itu tidaklah berarti, sebab tubuh Brain saat ini telah berubah menjadi batu.

(Sihir kutukan level 40. Body Malinkundang telah di aktifkan)

"Apa, sihir, apa sekarang aku bisa menggunakan sihir, ini luar biasa, tubuhku berubah menjadi batu" Kata Brain di alam bawa sadarnya.

Kourek yang menyadari jika serangan ayunan Toya nya tidak mempan, kemudian merubah serangannya dengan memanfaatkan sihir api yang berasal dari Toya Naga Api miliknya.

"Fire Dragon Breath, Matilah kau"

Mengatakan hal tersebut sambil melompat ke udara, dari Toya Naga Api kemudian mengeluarkan semburan api yang cukup besar yang dilanjutkan dengan ledakan di akhir semburan api tersebut.

(Sihir kutukan level 40. Curse Malinkundang telah diaktifkan)

Kourek yang masih berada di udara, tiba-tiba Brain telah berada di belakangnya, bersamaan dengan itu, Kourek telah terkena teknik kutukan yang membuat tubuhnya perlahan berubah menjadi batu.

"Bagaimana bisa kau.."

Belum sempat Kourek menyelesaikan perkataannya, tubuhnya telah berubah menjadi batu sepenuhnya dan karena posisinya berada di atas, tubuh batunya kemudian jatuh lalu hancur layaknya sebuah keramik yang dijatuhkan.

(Musuh telah dikalahkan. Mode Trance di nonaktifkan)

"Jadi begini yah cara kerja Sistem Jiwa" kata Brain yang telah mendapatkan kembali kendali tubuhnya.

(Menjawab. Sistem Jiwa yang anda milik, berbeda dengan Sistem Jiwa pada umumnya)

"Hey kau yang berbicara, aku tidak bertanya padamu, dari tadi kau berkata ini itu, ini itu" kata Brain marah.

(Perintah tidak dapat dimengerti)

Merasa terganggu dengan suara yang terus muncul dikepala nya tanpa terkontrol, Brain lalu mencoba untuk tidak menghiraukannya.

Posisi Brain sekarang berada tepat di atas pecahan tubuh dari Kourek, disana iya melihat Toya Naga Api tergeletak di kakinya, menyadari itu Brain kemudian mengambilnya.

[Weapon Magic : Toya Naga Api / level : 25 / Kelebihan : Dapat menciptakan sihir api tingkat menengah, Memiliki Bentuk Fleksibel yang bisa dirubah sesuai keinginan]

Melihat table informasi yang tiba-tiba muncul di kepalanya, membuat Brain menjadi semakin risih, iya berfikir jika hal tersebut terus terjadi, iya bisa-bisa menjadi gila.

"Tidak bisakah aku mengatur suara dan semua informasi ini, Tolong berhentilah mengganggu pikiranku" Teriak Brain sambil memegangi kepalanya.

(Apakah anda ingin melakukan pengaturan sistem)

Mendengar perkataan itu dikepalanya, Brain dengan senang hati menerima saran tersebut, namun ditengah keadaan itu, Brain tersadar akan keadaan Robbert yang sekarat.

"Hey, kau yang berbicara dikepalaku, untuk sekarang, jangan pernah berbicara sebelum aku perintahkan, selain itu lakukan saja sesukamu"

Sambil berlari menuju ketempat Robbert, Brain mengatakan hal tersebut dan setelah iya sampai di tempat Robbert, apa yang iya temukan, hanyalah tubuh Robbert yang telah tergolek kaku.

Menyaksikan kematian seseorang yang iya kenal, mendapati tempatnya berlindung telah habis dimakan api, dimana semua itu terjadi dalam waktu singkat, membuat Brain tidak dapat mengontrol dirinya.

Energi sihir yang sangat besar keluar dari tubuh Brain, membuat keadaan di lokasi itu menjadi sangat mengerikan.

(Informasi. Energi sihir yang Anda keluarkan telah melampaui batas, resiko kematian terdeteksi)

"Apa yang salah, apa yang salah denganku, kenapa, kenapa semua ini terjadi padaku, seseorang, siapa saja, tolong, tolong singkirkan penderitaan ini, aku.. aku.."

(Perintah diterima. Menjalankan proses untuk menghilangkan penderitaan. Membatasi penggunaan energi sihir dilakukan. Proses pembaharuan tubuh fisik dilakukan)

(Mengaktifkan kemampuan bawaan dari Title Jiwa Manusia Terkutuk. Teknik kutukan Rawarontek - aktif. Teknik kutukan Wetonlegikliwon - aktif)

Bersamaan dengan semua pemberitahuan itu, Brain yang kehilangan kontrol mulai kembali normal, iya kemudian merasakan ngantuk yang tidak dapat tertahankan yang pada akhirnya, Brain tertidur di tempat itu.

3 jam berlalu, terlihat Brain mulai terbangun dari tidurnya, merasakan sakit di sekujur tubuhnya, iya kemudian berdiri sambil melakukan pergerakan kecil untuk meregangkan badannya.

Disaat meregangkan badannya, Brain menyadari jika tubuhnya yang kurus kerempeng telah berubah menjadi berisi dan itu sempat membuatnya terkejut.

"Ini bukanlah mimpi"

Mengatakan hal tersebut, Brian kemudian memandangi sekitarnya dan pandangannya terhenti saat melihat jasad Robbert.

"Maafkan aku Robbert, selama ini aku sudah merepotkan mu, terimakasih kau telah melindungi ku selama ini"

Kata Brain sambil memandangi jasad Robbert, iya lalu melihat sesuatu di dalam genggaman tangan Robbert, penasaran akan hal itu, Brain kemudian mengambilnya.

Sebuah benda berukuran kecil berbentuk persegi panjang telah berada di tangan Brain. mengamati benda tersebut, tidak sengaja benda itu terjatuh dari tangannya.

Terlihat layar hologram keluar dari benda kecil tersebut dan apa yang terlihat di layar hologram itu adalah sebuah video seseorang yang sedang menerangkan sesuatu.

[Aku baru saja kembali dari distrik central, semua informasi yang beredar itu ternyata memang benar dan para ketua dari ketiga asosiasi telah sepakat akan melakukan pembersihan di ketiga distrik buangan untuk menghentikan rencana itu, namun aku tidak mengetahui kapan itu akan dilakukan, jadi kalian berhati-hatilah]

[Para buruh yang berdemo di distrik 7 dan 8, mereka semua telah ditangkap oleh asosiasi Shield dan pengamanan disana sudah diperketat]

[Satu hal lagi, Portal dimensi Dungeon, yang berada di luar tembok distrik 7 memang benar adanya namun informasi yang aku dapatkan, portal itu telah berhasil di musnahkan oleh Asosiasi Liberation]

Mendengar semua informasi itu, Brain terlihat menjadi sangat marah, namun iya tidak tahu harus melampiaskan kemarahannya kepada siapa.

Tidak terasa matahari mulai memunculkan sinarnya, Brain disini telah menguburkan seluruh jenazah yang iya temukan di tempat tersebut dan sekarang iya berada di samping makam dari Robbert.

"Sekarang, bagaimana, aku tidak tahu harus melakukan apa lagi"

Setelah mengatakan hal tersebut, Brain kemudian mengingat sesuatu yang pernah dikatakan oleh Robbert, dimana saat itu Robbert mengatakan tentang seorang temannya yang tinggal di sebelah Utara.

Mengingat hal tersebut, Brain jadi kepikiran tentang informasi yang iya dengar dari video sebelumnya, dimana itu mengatakan tentang adanya 3 distrik buangan.

"Aku tidak bisa terus berada ditempat ini, aku harus tetap melanjutkan kehidupan ini"

Setelah mengatakan hal tersebut, Brian kemudian berdiri dari tempatnya, iya juga membawa tas ransel yang diberikan oleh Rudolff.

"Sudah kuputuskan, pertama aku akan memaksimalkan Sistem Jiwa ini, kedua aku akan melindungi semua anak yang tidak memiliki Sistem Jiwa dan ketiga aku akan membuat pembalasan kepada mereka yang berada didalam sana"

Mengatakan hal tersebut, Brian melihat ke arah Wilayah Himaya dan setelah itu, iya kemudian mulai berjalan meninggalkan Distrik buangan yang telah iya tinggali dari masih bayi.

...----------------...

 

Episodes
1 Chapter 1 "Sejarah dan Cerita"
2 Chapter 2 "Informasi Ilmuwan"
3 Chapter 3 "Title Jiwa Manusia Terkutuk"
4 chapter 4 " Kenyataan Pahit"
5 Chapter 5 "Dokumen dan Hutan Pinusi"
6 Chapter 6 "Portal Dimensi"
7 Chapter 7 "Pertarungan Di Hutan Pinusi"
8 Chapter 8 "Bos Portal Dimensi Dungeon dan Kemampuan Baru"
9 Chapter 9 "Sejarah Yang Terlupakan"
10 Chapter 10 "Menghentikan Penyusup"
11 Chapter 11 "Menuju Wilayah Himaya"
12 Chapter 12 "Kenyataan Distrik-9"
13 Chapter 13 "Resiko dan Reward"
14 Chapter 14 "Informasi Dari Pasukan Pembebasan"
15 Chapter 15 "Kembali Ke Goa"
16 Chapter 16 "Pertarungan Kematian"
17 Chapter 17 "Mode Trance dan Kematian Pembawa Pergerakan"
18 Chapter 18 "Kutukan Kematian"
19 Chapter 19 "Kemampuan Baru dan Pengungsi Yang Menjadi Target"
20 Chapter 20 "Pertarungan Emosional"
21 Chapter 21 "Cerita Sebelum Kemedan Konflik"
22 Chapter 22 "Ketua Asosiasi Shield"
23 Chapter 23 "Pengorbanan dan Zona Zero"
24 Chapter 24 "Keraguan Yang Salah"
25 Chapter 25 "Kontroversi dan Propaganda"
26 Chapter 26 "Kehancuran Di Distrik Empat"
27 Chapter 27 "Namanya Mooi Haar"
28 Chapter 28 "Keputusan"
29 Chapter 29 "Kehangatan Sebelum Pertempuran"
30 Chapter 30 "Akhir Propaganda"
31 Chapter 31 "Pertarungan Di Distrik Satu"
32 Chapter 32 "Sihir vs Sihir"
33 Chapter 33 "Sang Penghianat"
34 Chapter 34 "Dua Kelas"
35 Chapter 35 "Pedang dan Pukulan"
36 Chapter 36 "Cerita Vedova Bagian I"
37 Chapter 37 "Cerita Vedova Bagian II"
38 Chapter 38 "Pertarungan Brain Vs Vedova (Kebenaran Title Jiwa)"
39 Chapter 39 "Pertarungan Brain Vs Vedova (Pertaruhan Kemenangan)"
40 Chapter 40 "Sebuah Kutukan"
41 Chapter 41 "Hubungan dan Tujuan Baru"
42 Chapter 42 "Hasrat Untuk Melepaskan Kepergian"
43 Chapter 43 "Kelompok Dark Elf Didalam Forest Long Ears"
44 Chapter 44 "Informasi Dari Dark Elf"
45 Chapter 45 "Dark Elf Yang Tersakiti"
46 Chapter 46 "Pertarungan Di Valley of Misfortune I"
47 Chapter 47 "Pertarungan Di Valley of Misfortune II"
48 Chapter 48 "Pertarungan Di Valley of Misfortune III"
49 Chapter 49 "Pertarungan Di Valley of Misfortune IV"
50 Chapter 50 "Evolusi Sistem Pengendali Kutukan"
Episodes

Updated 50 Episodes

1
Chapter 1 "Sejarah dan Cerita"
2
Chapter 2 "Informasi Ilmuwan"
3
Chapter 3 "Title Jiwa Manusia Terkutuk"
4
chapter 4 " Kenyataan Pahit"
5
Chapter 5 "Dokumen dan Hutan Pinusi"
6
Chapter 6 "Portal Dimensi"
7
Chapter 7 "Pertarungan Di Hutan Pinusi"
8
Chapter 8 "Bos Portal Dimensi Dungeon dan Kemampuan Baru"
9
Chapter 9 "Sejarah Yang Terlupakan"
10
Chapter 10 "Menghentikan Penyusup"
11
Chapter 11 "Menuju Wilayah Himaya"
12
Chapter 12 "Kenyataan Distrik-9"
13
Chapter 13 "Resiko dan Reward"
14
Chapter 14 "Informasi Dari Pasukan Pembebasan"
15
Chapter 15 "Kembali Ke Goa"
16
Chapter 16 "Pertarungan Kematian"
17
Chapter 17 "Mode Trance dan Kematian Pembawa Pergerakan"
18
Chapter 18 "Kutukan Kematian"
19
Chapter 19 "Kemampuan Baru dan Pengungsi Yang Menjadi Target"
20
Chapter 20 "Pertarungan Emosional"
21
Chapter 21 "Cerita Sebelum Kemedan Konflik"
22
Chapter 22 "Ketua Asosiasi Shield"
23
Chapter 23 "Pengorbanan dan Zona Zero"
24
Chapter 24 "Keraguan Yang Salah"
25
Chapter 25 "Kontroversi dan Propaganda"
26
Chapter 26 "Kehancuran Di Distrik Empat"
27
Chapter 27 "Namanya Mooi Haar"
28
Chapter 28 "Keputusan"
29
Chapter 29 "Kehangatan Sebelum Pertempuran"
30
Chapter 30 "Akhir Propaganda"
31
Chapter 31 "Pertarungan Di Distrik Satu"
32
Chapter 32 "Sihir vs Sihir"
33
Chapter 33 "Sang Penghianat"
34
Chapter 34 "Dua Kelas"
35
Chapter 35 "Pedang dan Pukulan"
36
Chapter 36 "Cerita Vedova Bagian I"
37
Chapter 37 "Cerita Vedova Bagian II"
38
Chapter 38 "Pertarungan Brain Vs Vedova (Kebenaran Title Jiwa)"
39
Chapter 39 "Pertarungan Brain Vs Vedova (Pertaruhan Kemenangan)"
40
Chapter 40 "Sebuah Kutukan"
41
Chapter 41 "Hubungan dan Tujuan Baru"
42
Chapter 42 "Hasrat Untuk Melepaskan Kepergian"
43
Chapter 43 "Kelompok Dark Elf Didalam Forest Long Ears"
44
Chapter 44 "Informasi Dari Dark Elf"
45
Chapter 45 "Dark Elf Yang Tersakiti"
46
Chapter 46 "Pertarungan Di Valley of Misfortune I"
47
Chapter 47 "Pertarungan Di Valley of Misfortune II"
48
Chapter 48 "Pertarungan Di Valley of Misfortune III"
49
Chapter 49 "Pertarungan Di Valley of Misfortune IV"
50
Chapter 50 "Evolusi Sistem Pengendali Kutukan"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!