Terlihat 4 orang pria dan 2 orang wanita tengah melakukan diskusi, dimana pembahasan mereka dipenuhi dengan kecurigaan satu sama lain.
"Ini hanya perkiraan ku saja, aku berfikir sepertinya terdapat penghianat di pasukan pembebasan" kata Hendry.
"Seberapa besar kemungkinannya" kata Nicholas Thorman, merupakan salah satu orang berpengaruh di dalam pasukan pembebasan. Dia adalah seseorang dengan kelas Cleric level 60 dan job nya adalah Guardian.
"Kemungkinannya 70 persen" jawab Hendry.
"Aku juga berfikir sama seperti mu, Hendry" kata Randalf Potter yang juga merupakan salah satu orang penting di pasukan pembebasan. Dengan kelas Mage level 60 dan job Pyromancer, iya adalah satu-satunya orang di pasukan pembebasan yang memiliki serangan penghancuran berskala besar.
"Lalu bagaimana, apa yang harus kita lakukan" Tanya Nicholas.
"Aku pikir, lebih baik kita keluar dulu dari Wilayah ini" kata Zhipheng yang merupakan seseorang dengan kelas Fighter level 60 dengan job nya sebagai Stick Fighting. Zhipheng menjadi informan terbaik di pasukan pembebasan dan iya adalah sahabat Hendry.
"Tenanglah kalian, sudah kukatakan ini hanyalah perkiraan ku saja, oleh karena itu sebelum penghianat itu membocorkan semua informasi kita, aku ingin kita secepatnya melakukan pergerakan ke distrik central" kata Hendry.
"Apa kau yakin dengan itu Hendry, aku pikir sebaiknya kita mencari aman saja" kata Zhipheng.
"yah aku yakin, pilihannya hanya ada 2, maju dengan mempertaruhkan semuanya atau tetap bersembunyi bersama dengan kemungkinan adanya penghianat" kata Hendry.
"kalau pilihannya seperti itu, aku hanya bisa mendukungmu untuk pilihan yang akan kau ambil." kata Zhipheng.
"Hey Zhipheng, aku harap kau tetap menjadi informan terbaik di pasukan pembebasan" kata Nicholas.
"Apa maksudmu Nicholas" kata Zhipheng.
"Maksudku, semua informasi yang selama ini kau berikan, apakah itu sudah semuanya" kata Nicholas.
"Nicholas, sebelum kau menuduh semua orang disini, apa yang membuatmu terlambat berkumpul di distrik 4 ini" Kata Randalf.
"Hey anak baru, tidak usah basa-basi, katakan saja apa yang ingin kau katakan" kata Nicholas yang mulai mengeluarkan aura intimidasi nya.
"Aku hanya bertanya, orang tua" jawab Randalf yang juga mengeluarkan aura intimidasi nya.
"Hentikan Kalian, tidak ada gunanya saling mencurigai, lebih kalian pikirkan perkataan Hendry, apa kita maju atau tetap bersembunyi" kata Daria Lemona yang juga merupakan seseorang yang berpengaruh di pasukan pembebasan. Dengan kelas Cleric level 58 dan job Paladin, iya sangat disegani walaupun iya seorang perempuan.
"Tenanglah, kita tidak punya banyak waktu lagi, sekarang apa yang kalian pikirkan tentang saranku ini" kata Hendry menenangkan suasana.
Suasan kemudian menjadi sunyi, terlihat masing-masing di antara mereka memikirkan perkataan dari Hendry dan tidak lama Zhipheng menjadi orang pertama yang mendukung Hendry untuk melakukan penyerangan ke distrik central kemudian disusul Layla, Daria, Randalf dan Nicholas yang juga mendukung rencana dari Hendry. Beberapa jam kemudian mereka habiskan untuk membahas mengenai penyerangan ke distrik central
"Baiklah Hendry, ini adalah pertaruhan terakhir kita, aku harap yang terbaik dari rencana ini" kata Randalf.
"Lalu kapan kita akan bergerak" tanya Nicholas.
"Kapa kita bergerak, aku akan memberitahukan nanti, bersama dengan strategi akhirnya, untuk itu pastikan kalian selalu bersiap" kata Hendry.
Dengan semua rencana yang telah disusun, mereka memutuskan untuk melakukan pergerakan untuk mengambil alih wilayah Himaya dengan melakukan penyerangan ke distrik central.
***
Keceriaan yang biasanya terlihat di goa tempat kelompok Jerome berada menghilang seiring kabar meninggalnya Sheila. Sudah 3 hari berlalu dan keadaan duka masih menyelimuti tempat itu.
"Apa Brain belum keluar dari tendanya" tanya Jorge yang duduk di meja makan diluar tenda.
"Sudah 3 hari dia tidak keluar" kata Jerome.
Tidak lama setelah percakapan mereka berdua, Brain kemudian keluar dari tendanya. Melihat itu, Jerome kemudian memanggilnya untuk duduk bergabung bersamanya.
"Apa kau baik-baik saja" Tanya Jerome.
"Yah aku baik-baik saja, aku terlalu banyak menggunakan kekuatan sihir saat bertarung melawan monster sebelumnya" kata Brain menyembunyikan kesedihannya.
"Sykurlah kau baik-baik saja, lalu apa yang akan kau lakukan sekarang" tanya Jerome lagi.
"Aku ingin keluar dulu, mungkin sedikit melakukan pemeriksaan disekitar tempat ini" jawab Brain.
"Kalau begitu, makanlah terlebih dahulu" kata Jorge kemudian menyiapkan makanan untuk Brain.
***
Berjalan menyusuri hutan Pinusi, Brain tidak menemukan keberadaan yang dapat mengancam dirinya. Sekarang iya telah berada di depan goa dimana iya sebelumnya bertarung melawan Verkrachter Goblin. Memasuki goa itu kembali, Brain berniat membuat sebuah makam untuk Sheila didalam goa tersebut.
"Maaf karena tidak bisa menepati janjiku" kata Brain bicara sendiri.
Disini Brain telah selesai membuat tanda makam untuk Sheila dan tidak lama berselang iya merasakan 2 hawa keberadaan monster didalam goa tersebut.
Menyadari hal itu, Brain kemudian memasuki goa lebih dalam lagi dan benar saja, 2 ekor monster terlihat didalam sana.
[Tree goblin / level : 20]
Mengetahui informasi mosnter, Brain tanpa menunggu aba-aba langsung menghabisi kedua monster tersebut.
"Kenapa semua orang yang dekat denganku berakhir dengan kematian" kata Brain bicara sendiri.
(Menjawab. Hal itu merupakan takdir pencipta. semua yang hidup pasti akan mati)
"Hey Simi, apakah kau percaya akan adanya pencipta"
(Menjawab. Pencipta haruslah ada. Pencipta adalah tunggal. Pencipta tidak bisa ditebak)
"Begitu yah. kalau begitu, bisakah kau menganalisa struktur letak goa ini"
Tidak lama setelah Brain menanyakan hal itu, radar bulat berwarna hijau dapat iya lihat didepan matanya dan didalam radar, Brain melihat sesuatu tanda yang berwarna kuning.
"Hey Simi, apa maksudnya titik besar warna kuning ini, apakah itu keberadaan monster"
(Menjawab. Keberadaan monster sudah tidak terdeteksi. Tanda kuning kemungkinan merupakan batu Energi)
Mendengar informasi itu, Brain kemudian menuju ketempat tersebut dan setelah sampai disana iya melihat sebuah batu kristal yang cukup banyak dimana batu-batu tersebut memiliki warna yang berbeda-beda.
"Apakah batu-batu ini memiliki fungsi"
(Menjawab. Energi yang terkandung didalam batu kristal mengandung kekuatan sihir. Fungsi dimungkinkan)
"Kalau begitu aku akan mengambil beberapa"
Setelah mengatakan hal tersebut, Brain langsung bekerja mengambil beberapa batu kristal yang ada disana, batu-batu kristal tersebut ada yang berwarna merah, kuning, hijau, biru, putih dan ada juga yang memiliki warna campuran.
Setelah mengumpulkan batu-batu kristal tersebut, Brain dibuat kebingungan untuk membawanya.
"Hey Simi, apakah kau bisa melakukan sesuatu dengan batu-batu ini"
(Menjawab. Anda sekarang memiliki kemampuan penyimpanan Portal)
"Apa maksudmu dengan itu"
(Menjawab. Itu adalah kemampuan yang anda dapatkan setelah mengalahkan monster sebelumnya. Anda bisa menyimpan semua hal yang anda inginkan didalam kemampuan itu)
Setelah mengetahui informasi itu, Brain lalu diajarkan cara menggunakan kemampuan tersebut dan setelah mengetahui kemampuan itu memiliki manfaat yang sangat luar biasa, Brain langsung mempraktekkan kemampuan barunya itu.
***
Disisi lain di goa perlindungan tempat Jerome berada, terlihat sekelompok orang sedang berjalan ketempat tersebut. Melihat hal itu Bruno yang bertugas mengawasi pintu masuk goa, dibuat sedikit terkejut dan dengan cepat iya memberitahukan hal itu ke Jerome.
"Semoga saja ini bukan masalah, katakan pada anak-anak dan yang lainnya, mereka harus bersiap untuk kemungkinan terburuk" kata Jerome.
Setelah Jerome memberikan perintah tersebut, Jerome dan Bruno kemudian pergi menuju pintu masuk goa.
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments