Sudah sekitar 1 jam Brain dan Sheila berjalan menuju ke lokasi Portal Dimensi Dungeon, disepanjang perjalanan, mereka tidak mendapatkan hambatan apapun.
"Aku minta maaf" kata Sheila
"Tidak usah dipikirkan" kata Brain
Aku pikir perjalanan membosankan ini akan berlangsung lama, akhirnya dia mulai berbicara.
Memikirkan hal tersebut, Brain kemudian mencoba menyudahi suasana canggung itu dengan beberapa pertanyaan.
"Sudah berapa lama kau mengikuti Jerome"
Sebelum menjawab pertanyaan dari Brain, Sheila membuka penutup kepalanya.
Diketahui selama Brain mengenal Sheila, Brain belum pernah melihat wajahnya secara utuh, itu dikarenakan Sheila selalu menggunakan penutup kepala dan itu telah menyembunyikan wajahnya.
Ketika Sheila membuka penutup kepalanya, terlihat rambut panjang sebahu berwarna merah tua disana. Menyaksikan itu, Brain menjadi tidak fokus dengan langkahnya dan karena hal itu iya tidak menyadari jika Sheila yang berada didepannya telah berhenti berjalan.
"Dari masih bayi aku sudah dibawah oleh Jerome"
Jika Sheila tidak mengatakan hal tersebut, bisa dipastikan Brain yang tidak fokus dengan langkahnya akan menabrak tubuh Sheila dari belakang.
"Apa.. apa katamu.. maaf.. maksud mu dari masih bayi, apakah Jerome menculik mu" dengan sedikit kaget Brian menanyakan tersebut.
Sebelum menjawab pertanyaan itu, Sheila mulai kembali melangkahkan kakinya.
"Dia tidak menculik ku, sebenarnya aku juga terlahir tanpa Sistem Jiwa dan karena itu aku dibuang orangtuaku"
"Bukannya sekarang kau memiliki Sistem jiwa"
"Saat lahir aku tidak memilikinya, tapi kata Jerome aku mendapatkan Sistem Jiwa setelah berumur 10 hari"
"Kalau begitu seharusnya Jerome mengembalikan mu"
"Itu mustahil, Jerome menemukan ku diluar tembok distrik 5 dan Jerome tidak mengetahui siapa orang tuaku"
Mendengar itu, Brain terdiam sesaat, iya sadar jika pertanyaan telah menyinggung perasaan dari Sheila.
"Maaf atas pertanyaan ku"
"Tidak masalah, itu bukanlah sebuah rahasia"
Setelah perkataan itu, mereka kembali tidak berbicara, namun itu tidak berlangsung lama, sebab mereka telah sampai ditempat tujuan mereka.
"Ini sangat mengerikan" kata Sheila.
Brian yang berada disamping Sheila, kembali kehilangan fokusnya, itu semua disebabkan karena Brain telah melihat wajah Sheila yang cantik.
"Sebaiknya kita kembali saja"
Mengatakan hal tersebut, Sheila kemudian memalingkan wajahnya ke arah Brain dan terlihat mereka saling menatap satu sama lain.
Menyadari itu, Brain langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain dengan malu.
"Mmmaaf, apa yang kau katakan barusan itu" kata Brain malu.
"Sebaiknya kita kembali saja" Mengulangi perkataannya, Sheila juga terlihat malu.
Memahami perkataan tersebut, Brain kemudian mencoba menenangkan dirinya, iya kemudian melihat ke arah portal dan apa yang terlihat disana adalah beberapa jasad manusia yang sebagian ada yang sudah tidak utuh lagi.
"Sheila, apa kau percaya padaku" tanya Brain sambil terus melihat ke arah portal.
"Apa maksudmu"
"Apakah kau mau mengikuti ku masuk kedalam sana"
"Tapi, aku pikir ini sangat berbahaya"
"Tenanglah, ini demi kebaikan kita semua, membiarkan portal ini terus terbuka, aku pikir itu akan semakin membahayakan kita"
Mendengar perkataan Brain, Sheila memikirkan banyak hal, butuh bebera saat sampai iya memberikan keputusan.
"Aku pikir, apa yang kamu katakan memang benar, tapi apa kau yakin, apa kau bisa mengalahkan bos nya"
"Aku yakin, aku rasa dengan kemampuan ku sekarang itu sudah lebih dari cukup"
Setelah percakapan itu, mereka berdua dengan perlahan bergerak mendekati Portal Dimensi Dungeon.
"Hey Brain, apa kau yakin" Kembali Sheila menanyakan keyakinan Brain.
"Tenanglah dan Jangan jauh-jauh dariku"
Setelah mengatakan hal itu, Brain dengan keyakinannya kemudian masuk kedalam portal tersebut dan tentu saja Sheila juga ikut masuk bersamanya.
Sesaat setelah memasuki Portal Dimensi Dungeon, Brain langsung menggunakan kemampuan pendeteksi nya untuk mengetahui ada tidaknya monster didekat mereka.
"Aku tidak merasakan keberadaan monster"
Diketahui, lingkungan didalam portal terlihat seperti gua bawah tanah yang sangat besar, didalam sana juga terdapat pepohonan yang tidak terlalu banyak.
"Baru pertama kali ini aku memasuki sebuah portal" kata Sheila.
"Tenanglah ini akan baik-baik saja"
Apa jadinya jika iya tahu kalau aku juga baru pertam kali memasuki tempat seperti ini
Memikirkan hal tersebut, Brain kemudian mulai menyusuri tempat tersebut.
(Mengkonfirmasi. Dari hasil pengamatan, Portal ini seharusnya sudah terbuka selama 9 hari)
Mendengar informasi dari Simi, Brain mulai sadar kenapa tempat ini terlihat sangat sepi.
Berarti kita hanya perlu mengalahkan bos nya saja
(Menjawab. Setelah mengalahkan bos Portal Dimensi Dungeon, anda memiliki waktu 30 menit untuk keluar sebelum portal tertutup)
Begitu yah, berarti sekarang tinggal fokus mencari keberadaan bos nya kemudian mengalahkan nya
Setelah memikirkan hal tersebut, dalam penglihatan Brain, tiba-tiba iya melihat layar radar berwarna hijau.
Apa yang aku lihat ini
(Menjawab. Ini adalah kemampuan bawaan dari Title Jiwa Manusia Terkutuk. apa yang anda lihat sekarang adalah peta lingkungan yang ada didalam portal)
Ini luar biasa, tapi kenapa kemampuan ini tidak kau tunjukkan waktu kita tersesat di hutan sebelumnya.
(Menjawab. Kemampuan ini hanya bisa digunakan didalam lingkungan yang tertutup)
Jadi begitu yah, maaf sudah meragukan mu, oh iya Simi titik merah besar ini apa
(Menjawab. Itu adalah kumpulan energi sihir terbesar yang ada didalam sini)
Dengan kata lain itu adalah bos dari labirin ini, baiklah Simi, terimakasih atas bantuan mu
Setelah percakapan dengan Sistem, Brain yang telah mengetahui semua informasi yang ada didalam portal, dengan cepat iya telah berhasil sampai di depan pintu ruangan bos.
"Pintu ini besar sekali" kata Sheila.
"Kemungkinan ini adalah ruangan bos, kita akan memasuki nya, setelah berada didalam aku ingin kau tetap berada didekat pintu, biar aku saja yang menghadapi bos nya"
"Baiklah, tapi Brain, berhati-hatilah"
Perlahan pintu besar itu terbuka, terlihat didalam sebuah ruangan yang cukup luas, dimana terdapat 8 pilar yang berdiri melingkar di tengah ruangan tersebut.
"Tinggal sehari lagi aku bisa keluar dari tempat ini, manusia, berani-beraninya kau mengganggu ku"
Suara yang menyeramkan menggema didalam ruangan itu, kemudian sesok monster yang terlihat seperti kelelawar muncul dari atas ditengah-tengah ruangan tersebut.
[Paneki / level : 50 / Title : Raja kelelawar gua]
Keseluruhan tubuh monster itu hampir seperti kelelawar, badannya yang gemuk, kaki yang kecil dan terdapat 2 tangan yang panjangnya menyamai sayapnya. Terlihat 2 pasang sayap di punggungnya dan 2 pasang sayap lagi di bagian pinggangnya.
Mendengar dan melihat monster yang terbang didepannya, Brain hanya tersenyum dan monster itu kemudian dengan sangat cepat terbang menuju kearah Brain, namun sesat monster itu hampir mendekati Brain, tiba-tiba saja iya berhenti dan terbang menjauhi Brain.
"Kau Manusia Terkutuk, jangan pikir kau bisa mengalahkan ku dengan mudah" kata monster itu yang terlihat ketakutan"
"Hey apa yang kau katakan monster jelek, kalau kau ingin menyerang, lakukan saja cepat"
"Sialan kau, apa kau pikir aku tidak bisa melihatnya, baiklah aku tidak akan bermain-main dengan makhluk sepertimu, terimalah ini"
Seketika monster itu mengeluarkan energi sihir yang besar, terlihat aura hitam pekat menyelimutinya, lalu monster itu terlihat berubah layaknya bola hitam raksasa kemudian meluncur ke arah Brain layak sebuah peluru meriam yang ditembakkan.
-Doom-
Serangan monster itu telah membuat tempat Brain berpijak menjadi tidak rata, tidak hanya itu serangan tersebut juga menyisakan api hitam di area tersebut.
Melihat sosok Brain yang telah lenyap, tidak membuat monster itu menurunkan kewaspadaannya.
(Mengkonfirmasi. Monster yang anda hadapi memiliki energi kutukan, jika anda menyerap energi kutukannya, anda bisa mendapatkan kemampuan terbang dari monster tersebut)
(Berikut sihir yang disarankan untuk anda gunakan)
Mendengar informasi itu, Brain yang sekarang berada tepat dibawah monster itu kemudian menggunakan sihirnya.
"Curse Magic. Tippecanoe"
Setelah brain merapalkan mantra sihirnya, seolah-olah waktu telah berhenti dan terlihat 4 jam besar muncul mengelilingi tubuh sang monster.
Setiap detik putaran jam itu membuat waktu perlahan mulai bergerak kembali dengan sangat lambat dan setelah detik ke 20, Monster itupun mati bersamaan dengan waktu yang mulai kembali normal.
(Selamat. Anda telah berhasil mengalahkan monster yang memiliki energi kutukan)
(Apakah anda ingin menyerap energi kutukan monster tersebut)
Sebuah pilihan [Yes dan no] kemudian terlihat dan tanpa banyak berpikir Brain memilih [Yes].
Dari tubuh monster yang tergeletak itu, keluar energi sihir yang berbentuk seperti bola kecil berwarna hitam dan perlahan energi itu kemudian masuk kedalam tubuh Brain.
(Selamat. Anda mendapatkan kemampuan terbang dari monster Paneki)
Setelah mendengar informasi itu, Brain kemudian mencoba untuk terbang namun iya tidak tahu caranya.
"Hey Simi bagaimana caranya aku bisa terbang"
(Menjawab. Anda hanya perlu memikirkan hal tersebut didalam pikiran anda)
Mencoba mengikuti arahan Simi, tiba-tiba Brain merasakan ada sesuatu dipundaknya dan setelah iya melihatnya, ternyata dipundaknya telah muncul sayap kelelawar.
"Ini luar biasa, aku bisa terbang sekarang, hey Simi, untuk menghilangkan sayap bagaimana caranya."
(Menjawab. Semua yang anda inginkan, itu tergantung hati dan pikiran anda)
"Jadi begitu yah"
Brain lalu mencoba menghilangkan sayap yang ada dipundaknya dengan mengikuti arahan dari Simi dan tentu saja sayap itupun menghilang, namun apa yang terjadi selanjutnya adalah Brain jatuh dari ketinggian sekitar 5 meter.
Setelah dengan semua itu, Brain kembali ketempat Sheila berada.
"Bagaimana, apakah kamu berhasil mengalahkan bos nya" tanya Sheila.
"Tentu saja"
Dengan matinya bos Portal Dimensi Dungeon, Brain dan Sheila memutuskan untuk kembali ke gua.
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments