Mode Trance merupakan kemampuan bawaan dari Title Jiwa, mode ini akan membuat penggunanya kehilangan kendali akan tubuhnya namun tidak untuk pikirannya. Menggunakan Mode Trance memiliki resiko dimana pemilik tubuh tidak akan bisa lagi mengendalikan tubuhnya selamanya jika pemilik tubuh tidak memiliki ikatan baik dengan Title Jiwa.
Seseorang yang tidak mampu menjalin ikatan baik dengan Title Jiwa lalu menggunakan Mode Trance saat dalam keadaan tidak sadar, maka orang tersebut akan di bawa ke alam bawa sadarnya yang itu di atur oleh Title Jiwa dan jika penggunaan Mode Trance dilakukan dengan tetap menjaga pikiran melihat keadaan dunia nyata, maka Mode tersebut bisa dibatalkan kapan saja dengan cara menekan kehendak untuk mengambil kembali pengendalian tubuh.
***
[Mode Trance. Yes/No]
Melihat saran untuk menggunakan Mode Trance, Brain yang sudah tidak bisa lagi mengendalikan amarahnya, tanpa iya sadari iya telah memilih [Yes] dan hal itu telah membuatnya kehilangan pengendalian tubuhnya dan pikirannya dibawah ke alam bawa sadarnya dimana iya seolah berada bersama Sheila tengah berjalan berdua.
"Tubuh ini harus dijaga, tenanglah dulu disana, aku akan membereskan sialan ini untukmu"
Ucapan tersebut keluar dari mulut Brain dan tentu saja semua ucapan itu bersumber dari Simi sang Sistem yang sekarang tengah mengendalikan tubuh dari Brain.
Aura yang meluap-luap yang keluar dari tubuh Brain sebelumnya telah terkendali dan sekarang tubuh Brain tengah berjalan pelan ke arah sang monster Verkrachter Goblin.
"Kau bukan Manusia, Siapa kau" kata Verkrachter Goblin
"Ternyata, Title prematur yah, baiklah mari kita selesaikan ini dengan cepat" kata Brain yang dikendalikan oleh Simi.
Setelah mengatakan hal tersebut, penampilan Brain terlihat berubah, dimana jubah hitam tiba-tiba muncul dan menyelimuti tubuhnya, rambutnya yang berwarna hitam kini telah berubah menjadi abu-abu dan tongkat sihir yang berbentuk aneh seperti terbuat dari kayu muncul melayang di sebelah kanannya.
Verkrachter Goblin yang melihat semua perubahan dari Brain menjadi pesimis, namun iya tidak sampai berniat untuk lari dari sana dan dengan meningkatkan kekuatannya, Verkrachter Goblin berlari ke arah pedangnya, mengambilnya, kemudian menyerang tubuh Brain.
Ayunan pedang besar yang dilancarkan tanpa henti membuat keadaan ditempat tersebut dibanjiri dengan abu yang berterbangan. Verkrachter Goblin juga mengaktifkan sihir tanah yang membuat tempat tersebut berubah layaknya buku terbuka yang tertutup dengan cepat.
Pemandangan yang berada didalam Portal Dimensi Dungeon itu kini telah berubah, pohon-pohon yang berada didalam portal telah banyak yang tumbang dan lokasi tepat pertarungan mereka saat ini terlihat sangat kacau.
"Sepertinya dia mulai sadar, baiklah waktunya untuk membuatmu tertidur selama-lamanya" kata Brain yang dikendalikan Simi, dimana iya sekarang tengah melayang cukup tinggi di atas Verkrachter Goblin yang sedang mengamuk.
"Curse Magic. Curse of the Soul Snare" "Curse Magic. Cage of Lust's Curse" "Curse Magic. Cursed Black Fireworks"
Setelah mengucapkan ketiga mantra sihir tersebut, pertama dari tanah keluar beberapa rantai magis yang mengikat tubuh Verkrachter Goblin, ini adalah implementasi dari sihir level 50 Curse of the Soul Snare, dimana sihir ini akan menjerat jiwa targetnya dan mengambil setengah dari kekuatannya dan jika target terbunuh maka teknik kebangkitan tidak akan bisa digunakan.
Sihir kedua adalah sihir level 60 Cage of Lust's Curse. Dimana sebuah sangkar seperti sangkar burung muncul dan mengurung Verkrachter Goblin. Selain mengurung target, Sihir ini juga akan membuat targetnya kehilangan nafsunya untuk hidup. Jika seseorang yang terkena sihir ini memiliki level dibawah 50 maka mereka akan melakukan bunuh diri setelah terkena efek dari sihir ini.
Cursed Black Fireworks merupakan sihir level 70. Setelah menggunakan sihir ini, dari ujung telunjuk Brian keluar sebuah bola berwarna hitam pekat sebesar kelereng yang terbang dengan cukup cepat masuk kedalam tubuh Verkrachter Goblin dan setelah bola hitam tersebut masuk, Terlihat api hitam membakar tubuh Verkrachter Goblin hingga habis tanpa tersisa.
"Sungguh, seni kutukan yang sangat indah"
Tidak berselang lama setelah ucapan tersebut keluar dari mulut Brain, Verkrachter Goblin telah berhasil dikalahkan dan Brain yang masih berada di atas udara kemudian turun kebawah.
"Baiklah, sekarang belum saatnya, Jiwa sempurna belum tercapai"
Bersamaan dengan ucapannya tersebut, Brain yang pikirannya tengah berada di alam bawa sadarnya, mulai kembali melihat kenyataan yang ada disana.
(Informasi. Monster telah dikalahkan dengan menggunakan Mode Trance)
Mendengar perkataan tersebut, Brain yang emosinya sudah menurun dan iya yang memahami apa yang dimaksud dengan Simi tentang penggunaan Mode Trance, kemudian mengambil kembali kehendak akan tubuhnya.
"Kenapa, kenapa semua orang meninggalkan ku" kata Brain bicara sendiri di tempat Verkrachter Goblin yang telah menjadi abu.
Dengan penuh penyesalan Brain mengatakan hal tersebut, iya kemudian melihat sekelilingnya dengan penuh perasaan yang campur aduk.
"Brain, apa kau baik-baik saja" kata Jerome yang ternyata masih hidup, dengan penuh luka ditubuhnya iya berjalan mendekati Brain.
Menyadari keberadaan Jerome, Brain tanpa berkata-kata hanya bisa mengobati luka yang diterima oleh Jerome dengan menggunakan sihir level 10 "Cursed Magic Disease Transfer". Dimana setelah mantra sihir diucapkan, sebuah benda yang terlihat seperti telur muncul melayang di atas kepala Jerome dan bersamaan dengan kemunculan benda yang terlihat seperti telur tersebut, luka-luka yang diderita Jerome perlahan menghilang.
"Apa kau berhasil mengalahkan monster itu" kata Jerome yang fisiknya telah kembali pulih.
"Yah, aku berhasil mengalahkannya"
"Syukurlah, kalau begitu, sebelum portalnya tertutup, sebaiknya kita pergi dari sini. oh iya dimana Sheila"
"Maaf, maafkan aku, aku tidak bisa melindunginya"
Mendengar perkataan Brain dan melihat raut wajahnya yang penuh penyesalan, Jerome hanya bisa terdiam sambil berjalan perlahan menuju pintu keluar portal.
Tepat setelah mereka keluar, portal tersebut kemudian tertutup dan menghilang, namun setelah portal tersebut menghilang, terlihat di tempat bekas portal itu, sebuah buku yang cukup tebal dengan sampul berwarna hitam dan terdapat gambar gembok dan rantai di sampulnya. Melihat itu, Brain kemudian mengambil buku tersebut.
(Mengkonfirmasi. Anda mendapatkan Item Cursed Prison Book. salah satu Persyaratan Evolusi terpenuhi)
(Mengkonfirmasi. Anda telah mengalahkan salah satu dari tiga makhluk terkutuk. Anda mendapatkan kemampuan baru. Portal Penyimpanan Harta)
Evolusi, bisakah evolusi itu menghidupkan orang yang telah mati.
Memikirkan hal tersebut, Brain yang telah mengambil Cursed Prison Book, kemudian bersama Jerome kembali menuju goa tempat mereka.
Ditengah perjalanan, Brain yang masih tidak bisa menerima kematian dari Sheila, kembali mengingat semua perkataan Sheila ketika mereka hendak menuju ke Goa misterius. Keinginan Sheila untuk pergi ke wilayah Himaya yang iya dukung, menjadi kenangan manis terakhir yang bisa diingat oleh Brain.
Sial andai aku bisa lebih kuat lagi
Memikirkan hal tersebut, Brain hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri.
***
"Bagaimana, apa yang kalian dapatkan disana" kata Bruno menyambut kedatangan mereka di pintu masuk Goa.
"Poral Dimensi Dungeon, Brain telah menghapusnya" kata Jerome yang terus berjalan memasuki Goa melewati Bruno.
"Hey Brain, kau memang bisa diandalkan, oh iya dimana Sheila" tanya Bruno lagi.
"Aku tidak sekuat yang kau pikirkan, aku tidak mampu menyelamatkan Sheila, maafkan aku" kata Brain yang kemudian berjalan menuju kedalam Goa.
Dengan informasi meninggalnya Sheila, semua orang yang berada di dalam Goa menjadi sangat berduka. Bahkan setelah 3 hari berlalu semenjak kejadian tersebut, suasana didalam Goa masih tetaplah sama.
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments