Sheila, hentikan"
Seorang pria yang memakai penutup kepala mengatakan hal tersebut, orang itu kemudian berjalan mendekati Brain dan iya lalu membuka penutup kepalanya.
"Maaf atas ketidak sopanan anggota ku, perkenalkan namaku Jerome Zorgun, aku adalah orang yang sama seperti Robbert"
Mendengar perkataan tersebut, Brain kembali mengingat kenangannya bersama Robbert.
"Kau bilang namamu Brain Righet, benarkah itu" tanya Jerome.
"Iya benar pak, aku datang kemari karena Robbert..)
"Tenanglah, aku sudah mengetahui situasinya, memang sangat disayangkan, Robbert adalah orang baik)
Kembali Brain hanya bisa terdiam mendengar perkataan tersebut.
"Disini tidak terlalu aman, aku harap kau bisa ikut bersama kami dan jika kau tidak keberatan, aku ingin menanyakan beberapa hal" lanjut kata Jerome.
Setelah argumen singkat itu, mereka semua kemudian pergi menuju kesuatu ketempat yang masih berada didalam wilayah hutan Pinusi.
Mengikuti orang-orang yang baru dijumpainya, Brian tidak menurunkan kewaspadaannya.
[Ras : Manusia / Level : 33 / Kelas : Cleric / Job : Paladin / Title : Pejuang Kebebasan]
Melihat Status informasi dari Jerome, Brian kemudian melanjutkan penglihatannya ke arah orang satunya.
[Ras : Manusia / Level : 30 / Kelas : Cleric / Job : Paladin / Title : Pejuang Kebebasan]
Setelah mengetahui kedua status orang didepannya, Brain lalu mencoba untuk mengajak bicara Sheila yang ada dibelakangnya.
"Hey apakah lokasi yang kita tuju masih jauh"
Mendengar ucapan dari Brain, Sheila hanya diam dan sama sekali tidak menghiraukannya.
Aku tidak paham, perasaan aku tidak melakukan kesalahan.
Setelah memikirkan hal tersebut, Brain kemudian mencoba mengajukan beberapa pertanyaan kepada Jerome.
"Tuan Jerome maaf, kalau aku boleh bertanya, apakah kita pernah bertemu" tanya Brain.
"Ini baru pertama kalinya kita bertemu, namun aku selalu mendengar namamu dari Robbert"
"Jadi begitu yah"
"Yah, Sebenarnya apa yang diceritakan Robbert tentang mu dan setelah melihat mu secara langsung, membuatku ingin memastikan sesuatu darimu"
Mendengar perkataan itu, Brain menjadi penasaran dan ketika iya ingin bertanya, perjalanan mereka akhirnya telah sampai di tempat tujuannya.
Dihadapan mereka sekarang telah terlihat sebuah gua yang cukup besar, disana terlihat seseorang yang berjaga di mulut gua dan menyambut kedatangan mereka.
"Seharusnya kami tidak berada disini, Distrik buangan tempat kami tinggal juga telah dihancurkan" kata Jerome.
"Maaf tuan kalau boleh tahu apa yang tuan ingin pastikan denganku" tanya Brain.
"Sebaiknya kita bicara didalam saja"
Kata Jerome dan kemudian setelah itu mereka memasuki gua tersebut.
Tidak jauh mereka memasuki gua, dari tempat mereka sekarang, telah terlihat cahaya yang cukup terang dan setelah sampai didalam gua, Brain kemudian terkejut setelah melihat keadaan didalam gua itu yang sangat menyedihkan.
Disini Brain melihat banyak anak-anak yang terluka, ada juga beberapa jasad anak-anak yang telah ditutup oleh kain.
"Apa yang terjadi disini" tanya Brain.
"Seperti yang sudah kukatakan sebelumnya, distrik buangan tempat kami tinggal juga telah dihancurkan, namun kami masih bisa menyelamatkan diri dan anak-anak yang kau lihat sekarang, mereka berasal dari distrik buangan yang berada diluar tembok distrik 9 yang kami selamatkan"
Mendengar perkataan tersebut, Brain dibuat sangat emosi, iya juga kembali mengingat apa yang telah di alami anak-anak yang berada di distrik buangan tempatnya berasal.
"kami dari distrik buangan yang berada diluar tembok distrik 6 bisa selamat berkat Informasi yang kami dapatkan" kata Jerome.
Mendengar perkataan itu, Brain kemudian mengeluarkan benda yang sebelumnya iya dapatkan dari Robbert, dimana benda tersebut adalah benda yang mengeluarkan layar visual portabel.
Melihat benda tersebut, Jerome kemudian mengajak Brain untuk pergi kesalah satu tenda yang terdapat di gua tersebut untuk berbicara empat mata.
"Tuan Jerome, sebenarnya siapa yang melakukan penyerangan ini" tanya Brian
"Seperti informasi yang di dapatkan dari benda ini"
Mengatakan hal tersebut Jerome menunjukkan benda yang sama seperti benda yang sebelumnya Brain tunjukan.
"Apakah kau sudah mengetahui ketiga asosiasi yang menguasai wilayah Himaya" lanjut Jerome bertanya.
"yah Tuan, aku tahu" jawab Brain.
"Informasi ini masih belum bisa dipastikan, alasan mereka menyerang distrik buangan dikatakan karena sebuah obat yang dapat membuat seseorang yang tidak memiliki Sistem Jiwa bisa mendapatkan Sistem Jiwa nya"
Mendengar perkataan tersebut, Brain kemudian mengingat pertemuannya dengan Rudolff.
"Apakah kau mengetahui hal itu" Tanya Jerome.
"Seperti yang kau katakan tuan, obat tersebut memang benar ada, sebelum penyerangan terjadi di tempat kami, aku bertemu dengan seseorang dan orang itu memberikanku obat tersebut"
Mendengar perkataan Brain, Jerome kemudian mencoba melihat status informasi dari Brian, namun hal itu tidak berhasil Iya lakukan.
"Jadi kau sudah meminum obat itu" tanya Jerome.
"iya Tuan"
Kembali Jerome memastikan apa yang dikatakan oleh Brain, Jerome mengetahui jika seseorang yang terlahir tanpa Sistem Jiwa, mereka memiliki bola mata berwarna hitam.
Dengan pengetahuan itu, Jerome yang melihat bola mata Brain menyadari, jika bola mata Brain benar berwarna hitam, namun terdapat lingkaran putih di bagian hitam tersebut.
"Aku tidak menyangka jika obat seperti itu memang benar ada, kau sangat beruntung, lalu bagaimana perasaan mu sekarang setelah mendapatkan Sistem Jiwa" tanya Jerome.
Belum sempat Brain memberikan jawabannya, tiba-tiba seseorang datang ke tenda mereka dengan membawa sebuah berita.
"Lapor tuan, informasi dari para pengintai, mereka melihat ada sekawanan monster sedang berkeliaran disekitar gua, ada kemungkinan mereka sedang mendeteksi keberadaan kita"
Mendengar laporan tersebut, Jerome yang bertindak sebagai pemimpin tempat itu, kemudian bergegas menuju pintu keluar gua dan tentu saja Brain juga mengikutinya.
"Ada berapa monster yang kalian lihat" tanya Jerome ke seorang pengintai.
Diketahui. selain Sheila, Jerome memiliki 4 orang anggota lain yang memiliki Sistem Jiwa dan mereka mempunyai tugasnya masing-masing, selain itu ada 1 orang lagi yang berasal dari distrik buangan yang berada di luar tembok distrik 9.
"Kami tidak bisa memastikan jumlahnya, kemungkinan lebih dari 30"
Yang berkata adalah seorang pengintai yang berasal dari distrik buangan yang berada diluar tembok distrik 9, namanya Morgan Forteks. iya memiliki status yang sama seperti Sheila.
"Dimana Sheila" tanya seseorang yang berdiri di samping Jerome.
Namanya adalah Bruno Sarven, iya adalah seseorang yang ikut bersama Jerome saat menjemput Brain di dalam hutan Pinusi.
"Dia masih mengintai pergerakan kawanan monster" jawab Morgan.
Mengetahui itu Jerome lalu menyuruh 3 orang untuk berjaga di gua dan iya beserta Brain, Bruno dan Morgan akan menuju ketempat Sheila.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, mereka sekarang telah berada di tempat Sheila melakukan pengintaian, dimana tempat itu berada di atas dan terlihat seperti jembatan kayu kecil yang diikatkan diantara dua pohon, tempat itu juga ditutupi dedaunan yang membuatnya sulit untuk diketahui.
"Monster-monster ini seharusnya tidak berada disini"
"Apa maksudmu Jerome" tanya Bruno.
"Mereka adalah monster yang berasal dari Portal Dimensi Dungeon, dan kabarnya bos dari portal dimensi itu adalah Makhluk yang disebut dengan Paneki"
"Itu tidak mungkin, bukannya Portal itu telah dibereskan asosiasi Liberation" kata Bruno.
"Jujur saja, setelah mendapatkan informasi itu, aku tidak percaya, asosiasi Liberation itu hanya perduli dengan makhluk seperti humanoid, daripada berurusan dengan monster"
Diketahui, manusia membagi Portal Dimensi menjadi 3. Portal Dimensi Dunia, Portal Dimensi Dungeon dan Portal Dimensi Labirin.
Portal Dimensi Dunia terbuka di tahun pertama pasca perang atom, portal-portal ini terbuka sekali dan berlangsung selama 50 tahun kemudian tertutup kembali. Portal ini mengeluarkan makhluk-makhluk berakal seperti, Humanbeast atau Humanoid, Elf, Dwarf, Giant, Vampir, Demon, Angel dan beberapa makhluk lain.
Portal Dimensi Dungeon, kemunculan portal dimensi ini sering terjadi namun kapan dan dimana iya akan muncul itu tidak bisa ditebak dan Portal ini hanya akan terbuka selama 10 hari.
Portal ini kebanyakan berisikan monster-monster yang tidak berakal dan terdapat 1 makhluk yang menjadi bos atau pemimpinnya, jika berhasil memusnahkan bos atau pemimpin dari portal ini sebelum 10 hari, maka portal otomatis akan tertutup.
Semua makhluk yang berada didalam portal ini tidak bisa berkembang atau tidak bisa naik level, namun jika berhasil keluar dari portal maka hal tersebut menjadi hilang, pemimpin atau bos dari portal ini baru bisa keluar di hari ke 10 dan jika itu terjadi maka wilayah disekitar munculnya portal akan sangat berbahaya, Itulah sebabnya portal ini tidak boleh dibiarkan.
Portal Dimensi Labirin, kemunculan portal ini tidak sering terjadi atau bisa dikatakan langkah dan kapan dan dimana portal ini akan muncul tidak ada yang bisa menebaknya. Seseorang yang memasuki portal ini akan mendapatkan banyak keuntungan karena didalam portal ini tersimpan banyak harta bahkan beberapa senjata sihir dan benda ajaib tersimpan didalamnya.
Untuk mendapatkan semua itu tidaklah mudah sebab didalam portal ini terdapat makhluk atau monster yang bermacam-macam namun kebanyakan dari mereka tidak berakal, kondisi lingkungan yang ada didalam portal ini juga bermacam-macam dan itu terbagi menjadi beberapa lantai atau tingkat, dari portal yang memiliki 10 lantai dan maksimal 100 lantai.
Semua makhluk yang berada didalam portal ini tidak akan bisa keluar dan ketika portal ini muncul itu akan berlangsung selama 30 tahun. Jika portal ini dibiarkan selama kurun waktu tersebut maka portal ini akan berubah menjadi makhluk yang sangat besar atau Titan dan tentunya itu akan sangat berbahaya untuk semua makhluk yang berada dibumi.
Itulah sebabnya portal ini harus bisa dimusnahkan sebelum kurun waktu 30 tahun dan caranya hanyalah satu yaitu menguasai semua lantai yang terdapat didalam portal.
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments