"Dengan hanya kita berlima, aku pikir menghadapi semua monster itu tidak akan mudah" kata Bruno.
"Monster-monster itu berjumlah 38, level terendah 10 dan yang tertinggi level 40" kata Brain.
"Apa katamu, apa kau bisa memastikan itu" kata Morgan kaget.
"Yah aku sudah memastikannya" jawab Brain.
Mendengar kenyataan itu, mereka semua yang berada di sana kecuali Brain mulai terlihat cemas.
"Jerome, bagaimana ini, apa yang harus kita lakukan" tanya Bruno.
Mendapatkan pertanyaan itu, Jerome tidak langsung menjawabnya, iya kemudian melihat Brain yang masih terus mengawasi pergerakan dari monster-monster yang ada dibawahnya.
"Hey Brain, menurut mu apa yang harus kita lakukan sekarang"
Bruno, Morgan dan Sheila yang mendengar Jerome meminta pendapat dari Brain, terlihat mereka semua terkejut.
Kenapa, kenapa Jerome harus meminta pendapat dari orang ini.
Memikirkan hal tersebut, Sheila lalu melihat Brain yang berada di sampingnya dengan sinis dan kemudian iya berniat untuk berpindah posisi, namun ketika iya baru menegakkan badannya, tiba-tiba kayu tempatnya berpijak patah yang membuatnya harus terjatuh dari tempat itu.
Sheila yang terjatuh membuat kawanan monster yang ada didekatnya menjadi agresif, dengan cepat 3 ekor monster langsung bergerak ke arah Sheila dengan maksud menyerang.
Melihat situasi itu, Brain langsung mengambil tindakan, iya degan cepat melompat ketempat Sheila dan kemudian kembali menggendong nya.
"lepaskan aku, aku tidak butuh bantuan mu"
Mendengar perkataan Sheila, Brain hanya bisa bingung, entah apa yang sudah iya lakukan sehingga Sheila memperlakukannya seperti itu.
"Tidak ada salahnya mengucapkan terimakasih"
Setelah menurunkan Sheila, Brain mengatakan hal tersebut. iya kemudian melihat status dari ke tiga monster yang ada di hadapannya.
[Vleermuisvleugels Bull Hitam/ level 10]
Vleermuisvleugels Bull terlihat seperti banteng dengan ukuran panjang tubuhnya 3 meter, dibagian depan tubuhnya terdapat 4 kaki dan dibagian bokong nya terdapat 2 kaki, monster tersebut juga memiliki sayap kelelawar berukuran kecil di punggung nya.
Setelah melihat status monster dihadapannya, terlihat ketiga monster tersebut mulai bergerak ke arah Brain.
(Konfirmasi. Cukup menggunakan Sihir Level 15 untuk mengalahkan monster didepan anda)
Setelah mendengar informasi dari Simi, Brain kemudian melihat tabel informasi yang disana tertuliskan 2 sihir level 30.
"Curse Magic. Cursed Nail" kata Brain.
Setelah mengaktifkan sihirnya, ketiga monster yang bergerak menuju Brian, ditubuh mereka terlihat bermunculan paku berukuran besar yang menembus tubuh para monster itu.
Jerome, Bruno dan Morgan yang melihat monster-monster itu dapat dikalahkan Brain dengan sangat mudah, membuat mereka memikirkan banyak hal tentang Brian.
Tidak berselang lama setelah Brain menghabisi 3 monster, terdengar raungan yang cukup besar dan disusul dengan suara langkah kaki monster yang mengarah tepat ke tempat Brain berada.
"Berarti tinggal 35 monster lagi yang harus di eksekusi" kata Brain bicara sendiri.
Bersamaan Brain mengatakan hal tersebut, dari balik pepohonan munculah monster-monster yang dimana mereka terlihat memiliki ciri yang sama, terdapat sayap kelelawar kecil di punggung nya.
[Vierhanden Gorilla hitam / Level 20]
[Vierhanden Gorilla merah / Level 30]
[Vleermuisvleugels Bull Hitam / level 10]
[Vleermuisvleugels Bull Merah / level 30]
[Neushoorn Bat Hitam / level 25]
Melihat sekawanan monster telah mengepung nya, Brain terlihat sangat tenang, iya kemudian menyuruh Sheila untuk tetap berada didekatnya.
"Jerome, apa yang harus kita lakukan sekarang, aku tidak yakin Brian bisa mengalahkan semua monster itu sendirian"
Disini posisi Jerome, Bruno dan Morgan masih berada di atas jembatan kecil di atas pohon.
Mendengar perkataan Bruno, Jerome hanya bisa terdiam, kemudian tanpa mereka sadari tubuh Morgan telah tertusuk oleh sesuatu yang membuatnya tewas seketika.
[Neushoorn Bet Merah / Level 40]
Neushoorn Bet Merah memiliki ciri layaknya kelelawar, namun kepalanya terlihat seperti kepala badak dengan telinganya tetap mengambil telinga kelelawar, Di tengah badan nya terlihat satu tangan yang memegang tombak trisula.
Bersamaan dengan itu para monster yang mengepung Brain mulai bergerak menyerangnya, Brain yang awalnya tenang mulai gelisah, iya ingin menolong mereka yang berada di atas pohon namun didekatnya ada Sheila yang juga menjadi target dari monster-monster yang ada disana.
Sial, situasi ini membuatku pusing, apa yang harus aku lakukan.
Memikirkan hal tersebut, Simi kemudian memberikan rekomendasinya, dimana Brain kembali melihat tabel informasi yang disana tertera Sihir Level 60 dan cara menggunakannya.
Brian Yang melihat itu, tanpa berfikir panjang iya langsung menggunakan sihir tersebut.
"Curse Magic. Weather Peruntus"
Sambil mengatakan mantra sihirnya, Brian juga menyatukan kedua telapak tangannya seperti orang bertapa, setelah itu terlihat Gelombang bayangan hitam keluar dari tubuhnya yang menyebar sampai radius 100 meter dan hal itu membuat semua monster yang berada disana mati seketika.
Curse Magic. Weather Peruntus merupakan sihir area Instan kill, dimana target yang sudah ditandai yang berada didalam jangkauan sihir ini, organ tubuh mereka akan langsung hancur
(Informasi. Sihir yang baru saja anda gunakan membutuhkan waktu untuk bisa digunakan kembali)
Mengetahui itu, Brain tidak khawatir, iya kemudian menggunakan kemampuan pendeteksi nya untuk mengetahui masih ada atau tidak monster yang masih hidup di sekitarnya.
Disisi Jerome dan Bruno, mereka berdua terlihat sangat syok setelah menyaksikan sihir yang digunakan oleh Brain.
"Hey Jerome, Siapa dia sebenarnya" tanya Bruno
"Dia adalah anak yang diceritakan Robbert, anak yang berhasil melewati kutukan umur 15 tahun tanpa Sistem Jiwa"
"Tapi tubuhnya, sihirnya, bagaimana mungkin seseorang tanpa Sistem jiwa bisa seperti itu"
"Dia tidak hanya melewati batas umur seseorang tanpa Sistem Jiwa, iya juga mendapatkan Sistem Jiwa dari obat yang dirumorkan itu"
Mendengar semua perkataan Jerome, Bruno hanya bisa terdiam, didalam hatinya iya sangat bersyukur, Brain berada di pihak mereka.
Setelah percakapan singkat mereka, Jerome kemudian turun dari tempatnya, Bruno yang melihat itu kemudian mengikutinya.
"Sheila apa kau baik-baik saja" Tanya Jerome.
"Aku baik-baik saja"
"Hey Brain, apakah aku boleh melihat jendela status mu" tanya Bruno.
Mendengar permintaan itu, Brain yang tidak paham maksud dari Bruno kemudian menanyakannya kepada Simi.
(Menjawab. Dia ingin melihat level, kelas, Job dan Title yang anda miliki)
Hey apa itu tidak masalah.
(Menjawab. Disarankan Anda tidak menunjukkan semuanya atau anda bisa merubah status tersebut sesuai keinginan)
Aku tidak terlalu paham, masalah ini ku serahkan padamu. apakah bisa begitu.
Diketahui. Seseorang yang memiliki level rendah hanya bisa melihat status seseorang yang levelnya lebih tinggi dengan perbandingan 10 level, namun seseorang juga bisa melihat status orang lain yang levelnya jauh lebih tinggi jika orang tersebut bersedia menunjukkannya.
"Melihat Status ku, bagaimana caranya"
"Coba tunjukkan telapak tanganmu" kata Bruno.
Setelah Brain menunjukkan telapak tangannya, muncullah layar melayang yang bisa dilihat oleh mereka semua yang ada disana.
[Ras : Manusia / Level : 60 / Kelas : Mage / Job : Elementslist / Title : - ]
Setelah melihat status Brain, Mereka semua yang ada di sana mulai bisa menerima tentang Brain yang bisa mengalahkan monster-monster itu dengan mudah.
"Jerome, apa yang harus kita lakukan sekarang" tanya Sheila.
Mendengar pertanyaan itu, Jerome kemudian memikirkan banyak hal.
"Maaf tuan Jerome, aku pikir ada baiknya kita memeriksa Portal Dimensi yang mengeluarkan monster-monster ini" kata Brain.
"Yah aku juga memikirkan hal yang sama, Sheila apakah kau mengetahui sudah berapa hari portal itu terbuka"
"Sudah 5 hari" jawab Sheila.
Kembali Jerome memikirkan banyak hal, iya sebagai pemimpin tidak bisa mengambil keputusan tanpa pertimbangan.
"Begini saja, bagaiman kalau kita membagi tugas" kata Sheila.
"Maksudmu apa" tanya Bruno
"Biar aku dan Brain yang pergi ke portal dimensi itu, aku pikir jika hanya mengawasi dari jauh itu tidak berbahaya"
"Baiklah, tapi ingat kalian hanya mengawasi dari jauh" kata Jerome.
"Baik" kata Sheila.
"Kalau begitu, kita akan berpisah disini, kami akan kembali ke gua, kami juga akan membawa mayat Morgan. ingat jika ada sesuatu yang mencurigakan kalian harus segera mundur"
"Iya Tuan" kata Brain.
"Brain, tolong berhentilah memanggil ku tuan, panggil saja aku Jerome"
Mendengar itu Brain hanya tersenyum, kemudian setelah percakapan mereka selesai, Brain dan Sheila langsung bergerak menuju Portal Dimensi Dungeon, sedangkan Jerome dan Bruno, mereka terlebih dahulu menyiapkan mayat Jerome kemudian membawanya kembali ke gua.
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments