Chapter 13 "Resiko dan Reward"

Menyusuri kawasan distrik 9, Brain dan Hanna yang terus berjalan dengan kewaspadaan tinggi, kini mereka berdua hampir sampai di perbatasan antara distrik 9 dan distrik 4.

"Kalau boleh tahu sudah berapa lama kau berada di Pasukan Pembebasan" tanya Brain yang berjalan di belakang Hanna.

"Sudah 2 tahun aku bergabung, memangnya ada apa" kata Hanna.

"Aku hanya ingin tahu, sejujurnya aku telah dibesarkan oleh salah satu orang dari pasukan pembebasan, aku ingin bergabung, namun orang yang membesarkan ku tidak mengizinkannya"

"Bukannya kau bergabung dengan kelompok Jerome"

"Aku tidak berasal dari distrik buangan yang dijaga oleh Jerome, aku berasal dari distrik buangan yang berada di luar tembok distrik 4"

"Begitu yah, aku pikir kau salah satu dari kami, jujur saja aku tidak tahu bagaimana kondisi diluar tembok, selama hidupku aku belum pernah keluar dari Wilayah Himaya Ini" kata Hanna.

Setelah perkataan itu, Brian yang terus mengaktifkan kemampuan pendeteksi nya merasakan hawa keberadaan, iya kemudian memberikan kode ke Hanna untuk berhati-hati.

Terlihat 2 monster sedang melahap mayat manusia, menyadari itu Hanna ingin langsung menyerang kedua monster tersebut, namun iya ditahan oleh Brain.

"Ada apa, mungkin saja orang itu masih hidup" kata Hanna.

"Tenanglah, lihat, orang itu sudah kehilangan kepalanya"

"Sial, andai saja aku lebih kuat, keadaan ini tidak mungkin terjadi"

Brain yang melihat Hanna mulai mengontrol emosinya, kemudian mencoba melihat status dari kedua monster tersebut.

[Eater Black Cockroach / level 8]

Setelah mengetahui status monster, Brain kemudian menggunakan sihir level 20, Curse Magic. Pekir Zwaard untuk menyerang kedua monster tersebut dari jauh dan tentu saja kedua monster tersebut langsung mati.

Melihat dari dekat bagaimana Brian mengalahkan monster, membuat Hanna penasaran kepada Brain.

"Kau kuat, sebenarnya bagaimana kau bisa menaikkan level Sistem Jiwa mu seperti itu" kata Hanna.

"Jujur, sebelumnya aku tidak memiliki Sistem Jiwa, namun sekitar 3 minggu yang lalu aku mendapatkan Sistem Jiwa dengan meminum obat Pemicu Sistem"

Mendengar hal tersebut, Hanna sangat terkejut, iya tidak menyangka jika rumor yang diberitakan itu ternyata memang benar.

"Jadi begitu yah, dengan adanya kau mungkin anak-anak lain yang tidak memiliki Sistem Jiwa, mereka juga bisa mendapatkannya"

"Apa maksudmu"

"Nanti saja aku jelaskan, sekarang kita harus secepatnya ke distrik 5, namun sebelum itu kita harus membersihkan jalan didepan sana terlebih dahulu"

Setelah mengatakan hal tersebut, mereka berdua mulai melanjutkan perjalanannya kembali.

Setiap Distrik yang ada didalam Wilayah Himaya, terpisahkan dengan tembok yang tingginya mencapai 10 meter. Posisi Brain dan Hanna sekarang telah berada di pintu gerbang antara distrik 9 dan distrik 4.

"Baiklah selanjutnya ini akan menjadi sangat menegangkan, aku sangat berharap denganmu" kata Hanna.

Setelah perkataan itu, mereka berdua mulai melangkahkan kaki kedalam distrik 4. namun belum jauh mereka masuk, sekawanan monster mulai terlihat.

[Eater Black Cockroach / Level 8]

[Praying Mantisword / Level 26]

[Poisonous Redwasp / Level 32]

Melihat semua status informasi monster-monster tersebut, Brain tidak langsung menyerang, terlebih dahulu iya mencoba untuk mendeteksi seberapa banyak monster yang berada disana, namun belum sempat iya melakukannya, suara raungan yang menyeramkan menggema dan membuat beberapa bangunan disana terlihat retak bahkan ada yang hancur.

"Suara apa ini, telinga ku" kata Hanna sambil menutup telinganya.

(Informasi. teknik bawaan Title Jiwa Manusia Terkutuk. Rawarontek dan Watonlegikliwon aktif)

Setelah informasi dari Simi (Sistem), kawanan monster yang sebelumnya tidak terlalu banyak, sekarang mulai bertambah banyak dan kawanan monster itu sekarang telah mengepung Brian dan Hanna dari berbagai arah.

"Sial, padahal baru masuk, situasinya sudah seperti ini" kata Hanna yang telah siap dengan senjatanya.

Bagaimana ini, apakah aku bisa menghadapi monster sebanyak ini.

(Menjawab. Energi sihir anda sekarang telah lebih stabil daripada sebelumnya, Sihir area level 80 Weather Peruntus sudah dapat digunakan kembali)

Setelah Simi memberikan informasi tersebut, semua monster yang mengepung mereka berdua secara bersamaan mulai bergerak untuk menyerang.

"Hey Brain, lakukan sesuatu" teriak Hanna ketakutan melihat kawanan monster mulai menyerang. Mendengar teriakan Hanna, Brain langsung menggunakan sihir nya.

"Curse Magic, Weather Peruntus" kata Brain

Sambil menempelkan kedua telapak tangannya seperti orang bertapa, gelombang bayangan hitam keluar dari tubuh Brain dan menyebar mengenai semua monster yang ada disana.

Suara benturan jatuh dan debu yang dihasilkan akibat monster yang tiba-tiba terjatuh saat berlari, terlihat disekeliling mereka berdua.

"Ini luar biasa, semua monster ini, mati seketika" kata Hanna kagum melihat kejadian tersebut.

"Ini belum berakhir" kata Brain.

Tepat setelah Brain mengatakan hal tersebut, bangunan tinggi yang berada tidak jauh dari tempat mereka tiba-tiba hancur dan terlihatlah sosok monster yang memiliki ukuran 10 meter.

"Monster apa itu, ini sangat berbahaya, hey sebaiknya kita lari saja" kata Hanna merasakan tekanan kuat yang dikeluarkan oleh monster tersebut.

"Pergilah, aku akan berusaha untuk menahannya" kata Brain.

"Terserah kau saja, aku akan bersembunyi" kata Hanna kemudian berlari menjauh.

[Tarantulasteen / Level 80]

"Level nya sangat tinggi, bagaimana ini" kata Brain bicara sendiri.

(Menjawab. kemungkinan menang 50 persen)

(Mengkonfirmasi. Monster memiliki energi kutukan, anda bisa mendapatkan kemampuan baru setelah mengalahkannya)

"Itu tidak terlalu penting, sekarang bagaimana cara menghadapi monster sebesar ini"

(Menjawab. Anda memiliki sihir level 90 ke atas, namun penggunaannya memiliki resiko)

Mendengar informasi dari Simi, Brain kemudian diperlihatkan table informasi mengenai sihir level 90 ke atas yang iya miliki.

"Manusia, kau memiliki kekuatan yang sama dengan ku, dengan memakanmu aku pasti akan bertambah jauh lebih kuat" kata monster.

Mendengar perkataan dari monster, Brain tidak memperdulikan nya, iya disini fokus membaca informasi dari sihir-sihirnya.

Diketahui monster Tarantulasteen memiliki bentuk layaknya tarantula, kakinya yang berjumlah delapan, di ujungnya terlihat seperti pedang yang sangat tajam, seluruh tubuhnya terlihat seperti dilapisi jarum. dan wajahnya terlihat seperti wajah seorang kakek yang memiliki gigi yang panjang dan tajam.

Melihat Brain tidak menanggapinya, Tarantulasteen kemudian melesatkan serangan pertamanya dengan menggunakan kaki-kakinya.

Menyadari itu, Brain langsung menggunakan skill terbangnya yang iya dapatkan dari menyerap energi kutukan dari monster Paneki yang sebelumnya.

Dengan sayap kelelawar yang tumbuh dipunggung nya, sambil terbang Brain dengan lincah menghindari setiap serangan yang dilesatkan oleh Tarantulasteen.

Mengetahui Brain berhasil menghindari semua serangannya, Tarantulasteen yang melihat Brain telah berada di udara kemudian melancarkan serangan lainnya.

Dari mulut Tarantulasteen keluar asap tebal berwarna ungu tua yang mengarah ke Brain.

(Mengkonfirmasi. serangan mengandung energi kutukan, anda akan menerima dampak jika terkena serangan)

Mendengar informasi itu, dengan cepat Brain berusaha menghindar, namun karena asap yang dikeluarkan terlalu banyak dan mencakup area yang cukup luas, membuat kaki kanan Brain terkena serangan tersebut.

melihat kaki kanan Brain telah membatu, Tarantulasteen kembali melakukan serangan lainnya, dimana kali ini iya yang telah mengarahkan bagian pantatnya ke arah Brain, kemudian melepaskan jarum-jarum yang sangat banyak.

(Mengkonfirmasi bahaya. Serangan mengandung energi kutukan yang sangat tinggi)

Mendengar pemberitahuan itu, dengan cepat Brain mengambil tindakan untuk bertahan, dimana sayap kelelawar nya seketika tumbuh lebih besar dan membungkus tubuhnya layaknya kepompong.

"Bagaimana ini, tidak ada pilihan lain" kata Brain yang masih dalam perlindungan sayap kelelawar nya.

(Mengkonfirmasi. Pilihan anda untuk menggunakan sihir ini sangat tepat, disarankan untuk menggunakannya)

Setelah mendapatkan restu dari Simi dan serangan jarum yang dilesakkan Tarantulasteen telah berhenti, tanpa ragu Brian kemudian membuka sayap kelelawar nya lalu menggunakan sihir level 91.

"Curse Magic. Death Bringer Kronos Painting" kata Brain sambil mengarahkan telapak tangan kanannya ke arah Tarantulasteen.

Seketika setelah Brian merapalkan mantra sihirnya, dari belakang Tarantulasteen muncul sebuah lukisan yang sama besar dengan tubuhnya, terlihat lukisan seseorang seperti orang tua yang sangat besar berdiri di antara tebing dan tidak memakai baju.

Setelah lukisan itu muncul, tubuh bagian atas sosok yang ada didalam lukisan tersebut kemudian keluar dan dengan sangat cepat menangkap Tarantulasteen, menariknya masuk kedalam lukisan lalu memakannya.

Tarantulasteen yang menerima serangan tersebut tidak bisa berbuat apa-apa, seolah-olah tubuhnya tidak dapat digerakkan setelah merasakan hawa keberadaan sosok yang keluar dari lukisan tersebut.

Setelah sosok yang ada didalam lukisan itu selesai memakan Tarantulasteen, iya kemudian mengarahkan pandangannya ke arah Brain dan seketika energi sihir ditubuh Brian keluar dalam bentuk bola dan terbang menuju lukisan tersebut, kemudian lukisan itu menghilang.

Brain yang kehilangan energi sihir yang cukup banyak, iya yang melayang di atas udara kemudian perlahan turun dan sesampainya dibawah Brian langsung terjatuh.

"Resikonya terlalu besar, jika sebelumnya aku tidak membiasakan diri dengan kekuatan ini, sudah pasti nyawaku menjadi taruhannya"

Setelah Brain mengatakan hal tersebut, iya yang telah terlentang ditanah kemudian didatangi oleh Hanna.

"Hey, Apa kau baik-baik saja" kata Hanna yang sudah berada didekat Brain.

"Aku baik-baik saja" kata Brain terlihat berkeringat.

Melihat Brain yang terlentang, Hanna kemudian membantunya untuk berdiri dan membopong nya berpindah ketempat lain.

Sial aku tidak bisa menyerap energi kutukan dari monster itu, sihir itu sangat rakus, dia memakan semuanya.

Memikirkan hal tersebut Brain yang dibantu oleh Hanna pindah ketempat lain, dimana tempat yang Hanna tuju adalah rumah yang terlihat setengah hancur.

(Selamat. Anda berhasil naik level. Anda sekarang memiliki Level 100)

(Selamat. Anda mendapatkan 1 sihir level 100)

(Selamat. Anda telah mendapatkan kesempatan untuk membuka kelas baru)

Bersamaan dengan semua informasi itu, Brain tiba-tiba merasakan ngantuk yang tidak tertahankan dan karena hal itu iya kemudian tertidur tepat setelah Hanna membantunya duduk di sebuah ranjang.

...----------------...

Episodes
1 Chapter 1 "Sejarah dan Cerita"
2 Chapter 2 "Informasi Ilmuwan"
3 Chapter 3 "Title Jiwa Manusia Terkutuk"
4 chapter 4 " Kenyataan Pahit"
5 Chapter 5 "Dokumen dan Hutan Pinusi"
6 Chapter 6 "Portal Dimensi"
7 Chapter 7 "Pertarungan Di Hutan Pinusi"
8 Chapter 8 "Bos Portal Dimensi Dungeon dan Kemampuan Baru"
9 Chapter 9 "Sejarah Yang Terlupakan"
10 Chapter 10 "Menghentikan Penyusup"
11 Chapter 11 "Menuju Wilayah Himaya"
12 Chapter 12 "Kenyataan Distrik-9"
13 Chapter 13 "Resiko dan Reward"
14 Chapter 14 "Informasi Dari Pasukan Pembebasan"
15 Chapter 15 "Kembali Ke Goa"
16 Chapter 16 "Pertarungan Kematian"
17 Chapter 17 "Mode Trance dan Kematian Pembawa Pergerakan"
18 Chapter 18 "Kutukan Kematian"
19 Chapter 19 "Kemampuan Baru dan Pengungsi Yang Menjadi Target"
20 Chapter 20 "Pertarungan Emosional"
21 Chapter 21 "Cerita Sebelum Kemedan Konflik"
22 Chapter 22 "Ketua Asosiasi Shield"
23 Chapter 23 "Pengorbanan dan Zona Zero"
24 Chapter 24 "Keraguan Yang Salah"
25 Chapter 25 "Kontroversi dan Propaganda"
26 Chapter 26 "Kehancuran Di Distrik Empat"
27 Chapter 27 "Namanya Mooi Haar"
28 Chapter 28 "Keputusan"
29 Chapter 29 "Kehangatan Sebelum Pertempuran"
30 Chapter 30 "Akhir Propaganda"
31 Chapter 31 "Pertarungan Di Distrik Satu"
32 Chapter 32 "Sihir vs Sihir"
33 Chapter 33 "Sang Penghianat"
34 Chapter 34 "Dua Kelas"
35 Chapter 35 "Pedang dan Pukulan"
36 Chapter 36 "Cerita Vedova Bagian I"
37 Chapter 37 "Cerita Vedova Bagian II"
38 Chapter 38 "Pertarungan Brain Vs Vedova (Kebenaran Title Jiwa)"
39 Chapter 39 "Pertarungan Brain Vs Vedova (Pertaruhan Kemenangan)"
40 Chapter 40 "Sebuah Kutukan"
41 Chapter 41 "Hubungan dan Tujuan Baru"
42 Chapter 42 "Hasrat Untuk Melepaskan Kepergian"
43 Chapter 43 "Kelompok Dark Elf Didalam Forest Long Ears"
44 Chapter 44 "Informasi Dari Dark Elf"
45 Chapter 45 "Dark Elf Yang Tersakiti"
46 Chapter 46 "Pertarungan Di Valley of Misfortune I"
47 Chapter 47 "Pertarungan Di Valley of Misfortune II"
48 Chapter 48 "Pertarungan Di Valley of Misfortune III"
49 Chapter 49 "Pertarungan Di Valley of Misfortune IV"
50 Chapter 50 "Evolusi Sistem Pengendali Kutukan"
Episodes

Updated 50 Episodes

1
Chapter 1 "Sejarah dan Cerita"
2
Chapter 2 "Informasi Ilmuwan"
3
Chapter 3 "Title Jiwa Manusia Terkutuk"
4
chapter 4 " Kenyataan Pahit"
5
Chapter 5 "Dokumen dan Hutan Pinusi"
6
Chapter 6 "Portal Dimensi"
7
Chapter 7 "Pertarungan Di Hutan Pinusi"
8
Chapter 8 "Bos Portal Dimensi Dungeon dan Kemampuan Baru"
9
Chapter 9 "Sejarah Yang Terlupakan"
10
Chapter 10 "Menghentikan Penyusup"
11
Chapter 11 "Menuju Wilayah Himaya"
12
Chapter 12 "Kenyataan Distrik-9"
13
Chapter 13 "Resiko dan Reward"
14
Chapter 14 "Informasi Dari Pasukan Pembebasan"
15
Chapter 15 "Kembali Ke Goa"
16
Chapter 16 "Pertarungan Kematian"
17
Chapter 17 "Mode Trance dan Kematian Pembawa Pergerakan"
18
Chapter 18 "Kutukan Kematian"
19
Chapter 19 "Kemampuan Baru dan Pengungsi Yang Menjadi Target"
20
Chapter 20 "Pertarungan Emosional"
21
Chapter 21 "Cerita Sebelum Kemedan Konflik"
22
Chapter 22 "Ketua Asosiasi Shield"
23
Chapter 23 "Pengorbanan dan Zona Zero"
24
Chapter 24 "Keraguan Yang Salah"
25
Chapter 25 "Kontroversi dan Propaganda"
26
Chapter 26 "Kehancuran Di Distrik Empat"
27
Chapter 27 "Namanya Mooi Haar"
28
Chapter 28 "Keputusan"
29
Chapter 29 "Kehangatan Sebelum Pertempuran"
30
Chapter 30 "Akhir Propaganda"
31
Chapter 31 "Pertarungan Di Distrik Satu"
32
Chapter 32 "Sihir vs Sihir"
33
Chapter 33 "Sang Penghianat"
34
Chapter 34 "Dua Kelas"
35
Chapter 35 "Pedang dan Pukulan"
36
Chapter 36 "Cerita Vedova Bagian I"
37
Chapter 37 "Cerita Vedova Bagian II"
38
Chapter 38 "Pertarungan Brain Vs Vedova (Kebenaran Title Jiwa)"
39
Chapter 39 "Pertarungan Brain Vs Vedova (Pertaruhan Kemenangan)"
40
Chapter 40 "Sebuah Kutukan"
41
Chapter 41 "Hubungan dan Tujuan Baru"
42
Chapter 42 "Hasrat Untuk Melepaskan Kepergian"
43
Chapter 43 "Kelompok Dark Elf Didalam Forest Long Ears"
44
Chapter 44 "Informasi Dari Dark Elf"
45
Chapter 45 "Dark Elf Yang Tersakiti"
46
Chapter 46 "Pertarungan Di Valley of Misfortune I"
47
Chapter 47 "Pertarungan Di Valley of Misfortune II"
48
Chapter 48 "Pertarungan Di Valley of Misfortune III"
49
Chapter 49 "Pertarungan Di Valley of Misfortune IV"
50
Chapter 50 "Evolusi Sistem Pengendali Kutukan"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!