Didalam kelompok Jerome, Selain Bruno dan Sheila terdapat 3 orang lagi.
Cessar Heltis seorang Pria berusia 40 tahun dengan level Sistem 35, iya memiliki kelas Spiritualist dan job sebagai seorang Healer, Title nya adalah penyembuh Suci.
Saria Jurmas perempuan berumur 43 tahun, level 25 dengan kelas pekerja dan job koki. Saria adalah orang yang membesarkan Jerome.
Orang terakhir bernama Jorge Pepintu berusia 44 tahun, iya adalah suami dari Saria. iya memiliki level Sistem 25 dengan kelas pekerja dan job Buruh.
Setelah pertarungan melawan Fattrol dan Marta, Jerome dan lainnya yang telah kembali ke gua kemudian melakukan sebuah rapat kecil dan melibatkan semua orang kecuali anak-anak yang tidak memiliki Sistem Jiwa.
Dalam rapat tersebut mereka memutuskan untuk melihat keadaan satu minggu kedepan untuk memutuskan bertahan atau pindah ke tempat lain.
Disini Brain diberikan tugas untuk menggantikan Morgan yang telah tewas, iya bersama Sheila akan menjadi tim Pengintai untuk mengawasi kemungkinan ancaman yang akan datang.
Selama menjalani hari-harinya bersama kelompok Jerome, Brain telah banyak mempelajari tentang kondisi didalam wilayah Himaya.
Untuk bisa keluar masuk didalam Wilayah Himaya, orang-orang harus menggunakan uang yang disebut Sistcoins, terdapat 3 macam Sistcoins. Perak, Silver dan Gold.
Nilai terendah adalah Perak, kemudian Silver yang jika di nilai, 1 Sistcoins Silver sebanding dengan 100 Sistcoins Perak. Selanjutnya Gold yang memiliki perbandingan 1 Gold sama dengan 50 Silver.
Selain menggunakan Sistcoins, orang-orang yang ingin keluar masuk diwilayah Himaya, diwajibkan menunjukkan jendela Status mereka atau mereka memiliki lencana dari salah satu dari ketiga asosiasi yang ada.
Tidak terasa sudah 2 minggu Brain berada di dalam kelompok Jerome, disini Brain tidak hanya melakukan tugas sebagai pengintai, iya juga bertugas untuk mendapatkan sumber makanan.
Selama 2 Minggu Brain telah menguasai seluruh kemampuannya namun tidak berarti iya sudah tidak bergantung lagi ke Simi yang tidak lain adalah Suara Sistem Title Jiwa Manusia Terkutuk.
Dikalangan anak-anak Brain sangat disenangi, iya bahkan dianggap sebagai pahlawan oleh anak-anak tersebut, semua itu tidak lain karena iya telah menceritakan tentang masa lalunya yang sebelumnya bukan apa-apa sekarang telah berhasil mendapatkan Sistem Jiwa.
Brain disini juga banyak berinteraksi dengan Cessar, mereka berdua sering membahas tentang obat Pemicu Sistem yang telah diminum oleh Brian dan diketahui Cessar ternyata pernah bekerja di Asosiasi Researcher sebelum bergabung dengan kelompok Jerome.
Alasan kenapa Cessar bisa berada didalam kelompok Jerome, karena iya tidak menerima semua kelakuan dari Asosiasi Researcher dalam hal memperlakukan anak-anak yang terlahir tanpa Sistem Jiwa, dimana mereka melakukan eksperimen biadab terhadap anak-anak tersebut.
Menurut Cessar, obat Pemicu Sistem yang diminum oleh Brain masih ada tersimpan di asosiasi Researcher dan mengetahui informasi itu, Brian berniat untuk mengambil obat tersebut agar bisa diberikan kepada anak-anak yang tidak memiliki Sistem Jiwa.
Saat ini Brain tengah menjalankan kegiatannya bersama Sheila, dimana mereka berdua tengah berpatroli disekitar gua.
Disini Brain telah mengubah sedikit penampilannya, dimana sekarang iya mengenakan celana cargo hitam yang panjangnya sampai di pertengahan betisnya dan jaket newtab berwarna hijau tua yang dimana kedua lengannya dilipat keatas dan semua itu adalah pemberian dari Jerome.
"Hari ini, sepertinya tidak ada yang mencurigakan, sebaiknya kita kembali saja" kata Sheila.
"Yah aku rasa hari ini sudah cukup" kata Brain.
Mendengar perkataan itu, Sheila melihat Brian seolah-olah iya sedang memikirkan banyak hal.
"Hey, apa yang kau pikirkan" kata Sheila yang menghentikan langkahnya kemudian mendekatkan wajahnya ke Brain.
Menyadari wajah Sheila yang terlalu dekat, Brain terlihat malu, namun iya tidak memalingkan wajahnya dan tetap membiarkan itu terjadi.
Keadaan dimana wajah mereka yang berdekatan dan tatapan mata yang saling bertukar, Sheila kemudian mendekatkan badannya namun tidak sampai bersentuhan.
Melihatnya wajahnya sedekat ini, jantung ku.
Memikirkan hal tersebut tiba-tiba Simi (Sistem) memberikan informasi.
(Mengkonfirmasi. Detak jantung anda tidak stabil, kemungkinan anda akan kehilangan kontrol atas tubuh)
Mendengar itu Brain tidak menghiraukannya, seolah-olah iya tidak bisa mengedipkan matanya dan terlihat Sheila semakin mendekatkan wajahnya.
"Lingkaran putih didalam bola mata mu yang berwarna hitam, itu terlihat sangat unik"
Setelah mengatakan hal tersebut, Sheila kemudian menarik wajahnya dan hal itu membuat Brain yang hampir lepas kendali mulai kembali normal.
"Begitu yah, aku pikir ada sesuatu diwajahku sampai kau menatapku seperti itu" kata Brain malu.
Setelah kejadian yang terlihat cukup canggung itu, mereka berdua akhirnya memutuskan kembali ke gua.
Sesampainya di gua Brain kemudian bertemu dengan Jerome, disini Brain ingin meminta bantuan ke Jerome untuk melakukan sesuatu.
"Tumben kau ingin berbicara empat mata denganku" kata Jerome.
"Iya, ada suatu hal yang ingin aku tanyakan" kata Brain.
"Apakah kau mendapatkan masalah"
"Tidak ada"
"Lalu ada apa"
"Aku ingin memasuki Wilayah Himaya, apakah kau bisa membantuku"
Mendengar perkataan tersebut, Jerome kemudian mempertanyakan alasan Brain ingin memasuki Wilayah Himaya dan setelah Brain Menjelaskan semua tujuannya, Jerome lalu mendukung keinginan dari Brain.
"Aku sangat mendukung mu, namun untuk menyelidiki obat Pemicu Sistem itu sebenarnya cukup beresiko" kata Jerome.
"Aku juga sadar akan hal itu, namun aku lebih khawatir jika obat tersebut dihancurkan"
"Baiklah, itu semua memang tidak bisa dibiarkan, aku juga penasaran degan orang yang bernama Rudolff itu, sebenarnya siapa dia, apa sebenarnya tujuannya membawa obat itu"
"Aku juga akan mencari tahu tentang itu, lalu bagaimana apa kau bisa membantu ku" tanya Brain.
Mendengar pertanyaan itu, Jerome tida langsung menjawabnya, iya kemudian memikirkan banyak hal.
"Kalau untuk menemani mu memasuki Wilayah Himaya jujur aku tidak bisa, untuk itu aku akan meminta tolong ke Jorge untuk melakukan itu"
"Itu tidak masalah" kata Brain.
Setelah memutuskan itu, Jerome juga memberitahukan tentang apa-apa saja yang harus di hindari oleh Brain setelah berada disana dan dengan semua informasi yang sudah didapatkan, Brain kemudian mempersiapkan dirinya untuk melakukan perjalan ke Wilayah Himaya.
3 hari berlalu, semua persiapan telah dilakukan, disini semua orang terlihat berada di mulut gua kecuali anak-anak.
"Tujuan kalian adalah distrik 9, Penjagaan disana tidak terlalu ketat, walau begitu kalian berdua tetap lah berhati-hati didalam sana" kata Jerome.
"Tenanglah Jerome, distrik 9 adalah tempat asal ku, kau tidak perlu cemas" kata Jorge.
"Jangan bicara seperti itu, dasar kau" kata Saria Istri Jorge.
"Dengarlah Jorge, perjalanan ini sangat penting, aku harap kau bisa memahaminya" kata Jerome.
"Baiklah, baiklah, orang tua seperti ku akan berusaha Sebaik mungkin" kata Jorge.
"Setelah kalian memasuki distrik 9, usahakan segera mungkin untuk menemukan tempat persembunyian pasukan pembebasan yang berada disana, namun kalian harus tetap waspada, jangan menceritakan tujuan kalian seenaknya, aku curiga ada mata-mata di pasukan kebebasan"
Dengan semua arahan itu, Brian dan Jorge kemudian memulai perjalanannya menuju Wilayah Himaya.
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments