...Episode XIX...
Keesokan harinya.
Kakak beradik tersebut kini sudah bersiap untuk mengunjungi Taman hiburan. Taman ini berada di kota kecil yg kebetulan berada dekat dengan Kota NBC City.
Omong omong, taman yg akan dikunjungi oleh Christ memiliki luas sekitar 120 hektar atau 1.200.000 meter persegi.
Sedangkan kota kecil yg menampung taman tersebut memiliki luas kisaran 312 hektar, atau bila diubah menjadi meteran sekitar 3.120.000 meter persegi.
Tambahan, kota kecil ini hampir sama dengan kota kota besar pada umumnya.
Karena di dalam kota tersebut terdapat bangunan bangunan besar seperti gedung pencakar langit, tugu negara, hotel berbintang satu hingga lima, sekolah sekolah elite beserta bangunan bangunan besar yg sudah terbengkalai.
Perlu diingat, bahwa kota yg hendak dikunjungi oleh Christ dan Sanjaya merupakan kota setengah mati.
Kok bisa begitu? jawabannya simpel.
Kota ini telah lama tak diurus oleh anggota pemerintah sebab kekurangan biaya.
Lagipula, pemerintah hanya sibuk dalam pembaruan pusat kotanya, tanpa mempedulikan akan kota nan kecil ini.
Mereka hanya mempedulikan akan sebuah taman yg kebetulan berada di tengah kota tersebut, dengan tujuan menarik minat pelanggan dan juga menambah anggaran bagi pemerintah.
Padahal bila saja kota tersebut diperbarui secara bertahap, mungkin saja kota tersebut bisa menyaingi kecanggihan dari kota NBC.
Lanjut........
"Kak, ayo langsung masuk dong," ucap Christ dengan tingkah mirip seperti anak kecil.
"Iya iya sabar, kakak harus membeli tiketnya dulu." ucap Sanjaya sembari menahan Christ.
Namun ketika mereka ingin masuk, terjadi insiden di depan pintu gerbang.
Ketika mereka ingin untuk masuk kedalam gerbang, tiba tiba muncul sesuatu yg menghalangi mereka berdua.
(Suara amarah dari salah satu manusia super yg tengah mengamuk)
Ya, kakak beradik tersebut kini dihadang oleh salah satu Manusia super yg tengah mengamuk disekitar Taman hiburan.
HC tersebut nampak marah dan bermaksud untuk menyerang siapapun yg ada di sana, termasuk kedua kakak beradik itu.
"Wa.....Lari ada Human Change," ujar seseorang yg ada disana.
Akhirnya seluruh pengunjung yg ada disana kini berhamburan untuk keluar.
"Eh apaan itu kak?"
"Kok mirip seperti Human Change?" tanya Christ kepada kakaknya.
"Bicaranya nanti saja, kita harus mengalahkan HC tersebut dengan kekuatan yg kita miliki sebelum ia menyakiti orang orang," ucap Sanjaya sembari mengeluarkan kekuatan miliknya.
Namun, Christ malah mencoba untuk menghalangi niat dari Sanjaya. Christ lalu berkata.
"Kak, jangan gunakan kekuatan kita disini, nanti kita bisa terkena masalah di asrama loh," ucap Christ sembari menahan kakaknya.
Namun kakaknya tidak peduli dengan ucapan Christ. Sanjaya lalu mengatakan.
"Lupakan soal peraturan itu, sekarang atau tidak selamanya," ucap Sanjaya sembari mengeluarkan kekuatan.
(Efek kekuatan angin milik Sanjaya sangat terlihat dengan jelas)
"Nah, Christ. Kau tidak ada niatan untuk membantu kakakmu tah?" tanya Spirit didalam tubuhnya.
"Tapi kan masalahnya....." ketika Christ mengatakan hal itu, Spirit tersebut langsung membantah pernyataan Christ.
"Mengapa kau masih memikirkan peraturan konyol seperti itu?"
"Bukankah kau sendiri yg bilang? Engkau akan menyelematkan orang orang yg bisa kau tolong dengan cara apapun?"
"Apa kau lupa dengan perkataan mu itu?" ucap Spirit yg ada didalam tubuhnya.
Mendengarkan hal itu, Christ langsung teringat akan janjinya.
"Hah....Bagaimana aku bisa lupa, spirit inilah yg telah menyelamatkan hidupku dari kematian..." ujar Christ didalam benaknya.
"Ya sudah, saya akan membantu kakakku," ucap Christ dengan nada serius.
"Nah begitu dong," ucap Spirit yg ada di dalam tubuhnya.
Setelah Christ mengeluarkan sedikit dari kekuatan miliknya, ia langsung menghantam muka dari HC tersebut dengan sangat keras.
(Efek pukulan yg sangat keras dari Christ)
"Arghhhhhhhhhhhh....."
HC yg terkena pukulan tadi langsung terhempas begitu saja. Ia lalu menghantam tugu besar yg ada didekatnya.
"Bagus Christ," ucap Sanjaya.
"Ayo kak, kita kalahkan terlebih dahulu HC tersebut," pinta Christ sembari mengajak kakaknya bekerja sama.
(Suara amukan dari HC tersebut)
HC yg tidak terima tersebut, langsung melancarkan serangan aneh berupa gelombang Manip.
Itu membuat Speaker yg ada disana mengeluarkan bunyi yg sangat bising sekali.
Sontak, Christ dengan Wiyana harus menjauh sebentar. Namun, HC tersebut nambah mengamuk dan terus melancarkan serangan secara terus menerus.
Dimulai dari dirinya yg memanipulasi tanah disekitarnya hingga berubah menjadi licin, hingga membuat kakak beradik itu agak sedikit kewalahan untuk melawannya.
Karena HC tersebut unggul dalam jenis kekuatan, Christ mengajak Sanjaya untuk bersembunyi terlebih dahulu sembari membicarakan tentang HC tersebut.
"Bagaimana mana ini kak? Musuhnya terlalu kuat untuk dilawan?" tanya Christ.
"Kakak juga bingung, bentar kakak pikirkan idenya," ujar Sanjaya.
Christ lalu ikut terdiam sembari mencari akal. Disaat Sanjaya sudah tidak ada harapan lagi, Christ kemudian memliki ide untuk menjebaknya.
"Begini saja kak, saya punya ide bagus," ucap Christ dengan nada yg meyakinkan.
"Benarkah? Cepat beritahu idenya," pinta Sanjaya.
"HC itu memang unggul didalam kekuatan. Namun tidak dengan akal. Kita bisa mengakalinya dengan cara menyerang dari 2 arah yg berbeda secara bersamaan." ucap Christ dengan sangat brilian.
"Bagus itu dek, pinter juga ya kamu," ujar Sanjaya sembari memuji adiknya tersebut.
"Ya sudah. Nanti kakak menyerang dari sisi selatan, Christ bakalan nyerang HC itu dari sisi Utara. Inget kak, harus bersamaan." ujar
Christ.
"Serahkan saja pada kakakmu ini," ucap Sanjaya dengan nada meyakinkan.
"Baguslah," ucap Christ sembari bernafas lega.
Beralih ke sisi lain, HC tersebut kini tengah berusaha mencari keberadaan dari kakak beradik tersebut.
"Hancurkan, hancurkan, hancurkan," teriak Hc tersebut.
Sembari menghancurkan bangunan yg ada disekitarnya, HC tersebut dipastikan sudah gila.
"Oi, dasar HC jelek. Maju sini kalau berani," ucap Sanjaya sembari menarik HC tersebut ke sisi selatan.
(HC tersebut terdengar sedikit emosi)
Dengan kecerdikannya, Sanjaya kemudian muncul dari belakang punggung HC tersebut untuk menjalankan rencana adiknya.
(Amukan dari HC tersebut)
HC tersebut lalu mengamuk dan mengejar Sanjaya dengan kecepatan yg tidak bisa dilihat oleh mata telanjang.
Sanjaya lalu berlari menghindari serangan dari HC tersebut sembari berlari ke arah Utara.
"Oi, serangan mu payah sekali loh," Sanjaya lalu mengejek HC tersebut hingga membuatnya sangat murka.
(Suara amukan yg sangat keras darinya tersebut)
HC tersebut malah meningkatkan kecepatannya hingga setara dengan kecepatan cahaya.
(Efek kecepatan lari dari HC tersebut)
Disini Sanjaya mulai terdesak karena HC tersebut sudah hampir menghancurkan sebagian dari taman hiburan disana.
Disaat Sanjaya hampir diserang oleh HC tersebut, secara tiba tiba......
"Arghhhhhhhhhhhh..."
HC tersebut lalu terpental sejauh beberapa meter sebelum akhirnya ia menabrak pembatas taman yg ada disana.
"Kau tidak apa apa kan kak? Maaf saya terlambat," ucap Christ.
"Hah...hah, hampir saja kakak dihantam oleh HC tersebut. Tapi yg paling penting kita ha...." ucapan Sanjaya lalu terpotong.
Tak diduga, HC tersebut tiba tiba datang dan mencekik leher Christ.
Sontak Sanjaya yg melihatnya langsung mengamuk dan melawan HC tersebut.
(Christ hampir tidak bersuara akibat efek cekikan dari HC tersebut)
"Oi, lepaskan adikku." ucap Sanjaya sembari menghajar HC tersebut.
Sontak keluar angin topan yg memporak porandakan sekitar taman tersebut. Efek dari topan tersebut membuat HC beserta Christ harus terbang tak terarah.
Sanjaya yg melihat akan hal itu lalu berusaha untuk menyelematkan adiknya. Namun ia selalu dihalangi oleh HC tersebut.
"Bisa minggir tidak," bentak Sanjaya yg selalu dihalangi oleh kekuatan dari HC tersebut.
Untung saja, Christ Berhasil lepas dari cekikan HC tersebut. Setelah lepas, Christ terpaksa untuk menggunakan kekuatan Lightning of Two Side (Lightning Red & Blue).
Karena hanya dengan kekuatan itu, mungkin saja Christ bisa menghentikan pertarungan ini.
"Show Time......"
Sanjaya yg melihat adiknya berubah menggunakan kekuatan baru, agak sedikit terkejut. Namun ia langsung fokus kembali menghadapi HC tersebut.
Christ kini sudah berhasil menggeluarkan kekuatannya itu. Kini ia berusaha untuk menyerang HC tersebut.
"Kalau dari bawah keatas, rasanya sangat tidak mungkin, itu terlalu berisiko."
"Lebih baik saya menyerangnya dari sisi samping kanan kiri." gumam Christ dalam hatinya.
Christ A kemudian membantu Sanjaya menghadapi HC tersebut. Sedangkan Christ B mengambil posisi terlebih dahulu.
Christ lalu terbang dan meninju perut dari HC tersebut.
(Bunyi pukulan yg sangat kuat dari Christ)
Pukulan yg terlalu kuat itu membuat HC tadi langsung terjatuh ke tanah.
Namun bukan berarti ia mengaku kalah. HC itu lalu mengeluarkan kekuatan aneh kembali berupa Molekul Manip.
Dengan kekuatan itu, ia langsung mengubah struktur bangunan yg ada disana menjadi roket siap luncur.
Kini ia siap untuk menembakkan senjata itu kepada keduanya.
(Ledakan nan besar kini terjadi sebanyak 3 kali pada area pertarungan)
Itu merupakan dampak dari tembakan roket tersebut.
Christ yg semakin jengkel dengan HC itu lalu mulai menghancurkan sebagian dari roket tersebut.
Dibantu dengan Sanjaya, roket roket itu berhasil untuk dirusak.
Sanjaya lalu membuat topan berdebu disekitar HC tersebut. Tentunya HC tersebut akan kesusahan untuk melihat.
Dengan cepat Christ pun memanfaatkan situasi tersebut untuk teleportasi ke atas awan.
(Dengan sekejap, Christ pun kini telah berada di atas awan)
Dengan segenap tenaganya, Christ pun langsung menggenapkan seluruh energi yg ada di dalam tubuhnya.
Tak lama kemudian, ia pun mengatakan.
(Dengan cepat petir nan dashyat langsung meluluhlantakkan akan isi daripada taman beserta beberapa infrastruktur yg ada di kota tersebut hingga rata dengan tanah)
Bukan hanya sekali, petir tersebut terus dikeluarkan olehnya selama berkali kali.
Alhasil dampak dari sambaran petir tersebut membuat taman dengan ukuran 1.200.000 meter persegi kini telah rata dengan tanah.
Naas, keseluruhan taman yg awalnya nampak sangat indah lagi cantik, kini telah berubah menjadi abu dengan sekejap.
Bahkan, dampak besar dari serangan milik Christ barusan membuat seluruh infrastruktur yg berada dalam radius 100 hektar dari arah taman, kini telah hancur menjadi debu.
Insfratruktur penting seperti gedung pencakar langit (kisaran tinggi 400 meter), sekolah elite (tinggi 199 meter), sebuah stadion (tinggi 80 meter), toko (tinggi 50 meter) beserta infrastruktur yg sudah terbengkalai dari radius 100 hektar, dengan sekejap langsung hangus menjadi debu akibat terkena serangan miliknya.
Namun dibalik itu semua ada sisi baiknya juga.
Ingat dengan HC yg bertarung melawan Christ? kini HC tersebut telah tepar karena dirinya tidak akan kuat menahan serangan petir sebesar itu.
Ia akhirnya ikut tersambar hingga seluruh badannya ikut menjadi gosong.
Melihat kehebatan dari adiknya, Sanjaya lalu mengucapkan selamat kepada Christ berkat usahanya.
"Bagus Christ, kau telah memperlihatkan kekuatan sejati mu," ucap Sanjaya dengan bangga.
"......"
Christ justru tidak merespon sama sekali.
Alih alih tersenyum, wajah Christ kini tampak lesu.
Christ sadar, dalam salah satu peraturan dari Human Change, manusia super tidak diperbolehkan menggunakan kekuatannya itu secara sembarangan.
Apalagi yg ia lakukan saat ini sudah terlalu kelewatan bagi manusia super.
"Menghabiskan waktu di penjara ya?" gumam Christ dalam hatinya.
Christ kini merasa kalau sebentar lagi ia pasti akan dipenjara oleh pihak pemerintah perkara menghancurkan taman bermain tersebut.
Seperti yg diduga oleh Christ, kini banyak agensi pemerintahan yg langsung menangkap mereka bertiga.
Sanjaya berusaha untuk melawan, namun ia dicegah oleh Christ.
"Tidak ada gunanya melawan kak, Kita sudah dipastikan akan dipenjarakan seumur hidup." ucap Christ dengan nada lesu.
Christ tidak bisa membayangkan, jika saja dirinya dipenjara.
Dari beberapa agensi yg turun dari mobil tersebut, nampak salah satu petinggi dari Agensi itu.
Ia kini terlihat marah akibat hancurnya taman yg telah ia buat selama ini.
Tetapi ketika Christ diperintahkan untuk ditahan, tiba tiba ada suara panggilan masuk dari telepon petinggi itu. Sontak agensi itu menunda
Setelah percakapan singkat, rupanya Agensi tadi justru tidak jadi untuk menahan Christ beserta kakaknya.
Mereka hanya berniat untuk menahan HC yg merupakan dalang dari semuanya.
"Halo komandan, saya disini melaporkan ada kejadian kerusakan yg dilakukan oleh Human Change." ucap Perwakilan agensi tersebut.
"Apa yg sebaiknya harus saya lakukan?" tanya nya
Christ dengan Sanjaya lalu menyimak dengan pasti percakapan antara agensi tersebut.
Entah apa yg dikatakan oleh komandan di telpon tersebut, yg pasti ia sangat terkejut hingga mengatakan.
"Kau yakin komandan?"
"Mereka ini telah menghancurkan taman hingga tak tersisa?" tanya Agensi tersebut.
"Yap saya yakin sekali," ucap orang yg ada ditelepon tersebut.
"Baiklah, saya akan membawanya kepada komandan," ucap Agensi tersebut dengan pasrah.
Agensi itu lalu menutup telepon miliknya. Ia lalu menghampiri kakak beradik tersebut.
Alih alih memarahi mereka, Agensi itu justru malah membuka borgol yg mengikat keduanya barusan.
"Apa yg kau lakukan?" tanya Christ.
"Diam lah, ini atas perintah atasanku," gertak Agensi tersebut.
"Jadi kami dibebaskan nih pak?" tanya Sanjaya.
"Ya, saya tidak jadi untuk memberikan sanksi kepada kalian berdua..." ucapan Agensi itu lalu terpotong.
"Hore........." ucap kedua kakak beradik tersebut.
"Tetapi sebelum kalian kembali, kalian harus ikut kami terlebih dahulu. Ini mengenainya mengapa Taman tersebut dapat hancur begitu saja," ucap Agensi itu.
"Begitu ya," ucap Christ sembari memegangi dagunya.
Singkatnya, mereka berdua kini dibawa ke dalam markas khusus penangkapan Human Change.
Sembari diperjalanan, Christ lalu berdoa supaya ia dengan kakaknya bisa dibebaskan dengan mudah oleh komandan tersebut.
Kita akan melihat kelanjutan cerita ini di Next Episode.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments