Diganggu oleh Preman Kelas

...Episode XI...

Waktu istirahat pun tiba, sesuai akan perbincangan mereka sebelumnya, kini keduanya mulai ketemuan di lorong ujung dekat dengan kantin.

Tetapi disini Aaron malah memiliki ide jahil. Ia yg merasa Christ hanyalah seorang manusia lemah malah berkeinginan untuk mengerjai dirinya.

"Oke..... langsung saja, apa yg ingin kau bicarakan di kelas tadi?"

"Wih, sombong bener nih bocah," ujar salah satu teman Aaron.

Entah apa alasannya, kali ini Aaron datang dengan ditemani oleh kedua temannya. Mungkin anggota gengnya kali.

Owh iya, mereka berdua juga masih satu kelas yg sama dengan Christ itu sendiri.

"Eh anak baru, engkau jangan berlagak sok pintar di kelas kami," ucap Aaron dengan penuh kesombongan.

Karena merasakan feeling tidak enak dari Aaron beserta kedua temannya itu, Spirit yg berada dalam tubuhnya Christ lantas mengambil tindakan berupa mengambil alih tubuh beserta pikiran Christ secara sepihak.

(Sesaat terlihat Christ yg pusing tengah memegangi kepalanya, sebelum akhirnya ia kembali sadar dan menatap ketiganya begitu tajam)

Sesaat setelahnya, tak ada angin, tak ada hujan, tiba-tiba Christ malah tertawa terbahak-bahak tanpa adanya hal yg bersifat lelucon.

"Di- dia kenapa dah?"

"Sakit jiwa kali." respon Aaron.

Seusai tertawa selama beberapa saat, Christ lalu mengatakan.

"Owh jadi kalian yg dimaksud sebagai preman kelas?"

"Hahahaha........."

"Sangat bodoh sekali jika anak culun seperti kalian malah dianggap sebagai preman kelas,"

"Wah bener bener nih anak, mulai kelewatan batas, kita hajar aja gimana bos?" ucap salah satu temannya Aaron.

"Heh, lumayan menarik juga manusia satu ini,"

Tanpa aba-aba, Christ mode kerasukan tersebut kemudian langsung mencekik leher Aaron hingga membuatnya tidak bisa bernafas.

Kemudian tanpa pikir panjang, ia pun menabrakkan tubuh Aaron ke tembok terdekat.

"Ini yg namanya preman kelas?" ujar Christ seraya menatap Aaron begitu dalam.

Karena kasihan melihat manusia itu tercekik selama beberapa detik, ia pun melepaskannya.

Ah iya...... efek dari hentakan tangan yg dihasilkan olehnya barusan membuat dinding setebal 12 cm itu langsung retak sekali kena pukulan.

"Uhuk...... uhuk,"

"Jangan diam saja, bodoh. Hajar dia sekarang!!" ucap Aaron seraya memerintahkan kedua temannya untuk menghabisi Christ.

"Siap bos."

"Wah..... saya lihat-lihat nyali kamu besar juga, siap untuk mati kamu?" ucap salah satu dari rekan Aaron.

"Maju sini kalian, berdua juga saya gak akan takut." gertak Spirit tersebut sembari mengeluarkan kekuatan listriknya.

Dengan secepat kilat, Christ kemudian langsung berpindah tempat ke belakang mereka berdua, tepat sebelum mata mereka berkedip.

"Dimana dia?" tanya kedua temannya Aaron.

"Perhatikan belakangmu, dasar manusia bodoh,"

Tanpa ba-bi-bu lagi, Christ pun mengatakan.

"Lightning Ball!!!" ucap Christ sambil melemparkan bola listrik dari kedua tangannya ke arah keduanya.

(Sejenak nola listrik yg dilemparkan oleh Christ membuat keduanya langsung kejang-kejang selama beberapa menit)

Hasilnya, mereka berdua kini mulai ambruk secara berbarengan dan tampak tidak berdaya di saat itu juga.

Aneh bukan? Padahal untuk saat ini, Christ hanya menggunakan kekuatan HC Listrik Type Blue, yakni kekuatan listrik tahap dasar, paling lemah intinya.

Usaha team Aaron yg berniat untuk mengerjai Christ berakhir dengan sia sia. Hal yg mengejutkan adalah sebaliknya, Christ justru malah dapat mengalahkan ketiga orang aneh ini dengan sangat mudah.

"Loh, udahan nih?" ucap spirit itu setelah melihat ketiga orang itu telah jatuh terkapar di tanah.

Karena bosan lawannya terlalu lemah, Spirit lantas berniat untuk pergi.

Namun sebelum ia pergi, ia mengatakan suatu hal.

"Owh iya, sebelum saya pergi, saya akan memberi tahu kalian mengenai suatu hal," ucap spirit itu dengan nada serius.

"Datangi diriku kembali kalau kalian merasa kuat, tapi..... itupun kalau kalian memang mampu untuk mengalahkan saya,"

"Hahahaha........" seraya melangkahkan kaki, Christ pun tertawa begitu gelak.

Namun, langkahnya terhenti sesaat setelah ia mendengar suatu teriakan.

"Tidak..... tidak ada ceritanya saya bisa kalah dari anak baru sepertimu!!"

"Asal kau tahu aja, kau boleh tertawa bahagia untuk saat ini tapi untuk hari esok, ku pastikan kau akan menangisi perihal perkataan mu sebelumnya!!"

"Kutunggu kehadiranmu di Kompetisi Khusus Human Change....."

"Hahahaha-- hahahaha......" ucap Aaron sembari tertawa terbahak bahak.

Karena merasa harga dirinya telah diinjak injak, Aaron lalu menantang Christ untuk berduel kembali dengannya pada Kompetisi Khusus Human Change yg akan diadakan beberapa bulan ke depan.

"Kuharap kau bisa hadir disana, wahai bocah ingusan." seusai mengucapkannya, tanpa banyak omong Aaron pun meninggalkan Christ sembari disusul oleh kedua temannya.

Spirit tadi tentu kebingungan dengan apa yang diucapkan oleh Aaron, itu sebabnya ia hanya diam dan memperhatikan Aaron yang pergi menjauh dari pandangannya.

Karena merasa urusannya sudah kelar, Christ pun berjalan melewati kantin untuk menuju ke kelasnya.

Di tengah perjalanan, lebih tepatnya di suatu lorong koridor, kesadaran Christ secara kini mulai kembali.

"Aduh--- apa yang terjadi pada ku?" begitu ia mendapatkan kesadarannya secara utuh, Christ agak sedikit terkejut dengan apa yang baru saja dilakukan oleh Lightning of the Master.

"Ap-- apa yang telah kamu lakukan? Menghajar Aaron beserta kawannya tanpa seizin ku!?"

"Emh---"

Untuk menenangkan temannya, roh tersebut lalu memilih keluar dari dalam tubuh Christ.

(Aliran listrik nan kuat kini mulai terdengar dan bisa dilihat begitu jelas di hadapan Christ)

Tepat di depannya, kali ini terpampang wujud abstrak dari seorang spirit Lightning of the Master, dimana keseluruhan tubuhnya hanya berupa aliran listrik tanpa daging maupun kulit.

Lanjut......

Melihat kalau rekannya telah keluar dari dalam tubuhnya, tanpa banyak basa-basi Christ pun langsung mengucapkan.

"Kau ini, kalau mau mengambil alih tubuh orang, harus liat situasi terlebih dahulu!!"

"Kalo lawannya orang cupu sih tidak masalah, ini preman kelas loh-- mana tadi langsung dihajar tanpa ampun lagi," keluh Christ kepadanya.

"Engkau ini, bukannya mengucapkan terima kasih karena sudah ditolong, ini malah marah marah tidak jelas," ujar Spirit yg tidak terima dengan perkataan dari Christ.

"Tapi- tapi kan kau bisa bilang dulu kepadaku kan? Jangan asal mengambil keputusan secara sepihak atuh!!"

"Kalau begini jadinya, saya sangat yakin kalau Aaron akan dendam kepada saya."

Christ hanya berniat sekolah disini untuk menambah wawasannya mengenai sejarah para Roh, bukan untuk menjadi jagoan di sekolah barunya.

Mendengar nasihat dari Christ, roh itu merasa sangat bersalah. Dengan ekspresi yang kelihatannya tidak dibuat-buat, secara terbata-bata dia pun mengatakan.

"Y- Y - Y- ya..... maaf kawan, tapi saya rela bertindak seperti ini demi keselamatan mu....."

"Tap- tap...... tapi--- sekali lagi saya minta maaf mengenai kejadian tadi, karena ulah saya, kau harus menanggung resikonya," ucapnya seraya menampilkan ekskresi lesu.

Merasa iba dengan spirit tersebut, Christ lalu tersenyum seraya mengatakan.

"Ya udah, kali ini kau ku maafkan, tapi lain kali jangan diulangi lagi," ujar Christ dengan nada serius.

"Pasti itu kawan," ucap spirit itu dengan nada senang.

Merasa kalau urusannya dengan temannya sudah selesai, roh itu kemudian memilih untuk masuk kembali kedalam tubuh Christ.

Disini, Christ masih heran mengapa Spirit tersebut harus terus mengandalkan tubuhnya itu, padahal ia bisa saja menampakkan wujud aslinya pada orang lain. Namun, Christ memilih untuk diam dan berusaha untuk mengabaikan pemikiran anehnya.

Karena asik mengobrol dengannya, ia sampai tidak sadar bahwa perutnya sudah berbunyi sebanyak 3 kali, pertanda kalau ia merasa lapar.

"Aduh, lapar banget nih........"

"Mending saya pergi ke kelas aja deh, lumayan saya bawa bekal nih." ujar Christ sembari memegangi perutnya yg kosong.

Sepakat, ia lalu naik tangga untuk mencapai kelasnya yg berada di atas. Namun ketika dirinya baru tiba di koridor kelasnya, ia malah bertemu kembali dengan perempuan yang pernah ia tolong didepan gerbang tadi pagi.

"Eh--- itu cewek yang tadi ku temui di depan gerbang bukan?"

"Emh----- sepertinya iya deh, warna rambut dan juga postur tubuhnya terlihat sama persis dengannya." gumam Christ sembari melihat perempuan tersebut dari belakang.

"Ku hampiri saja ah---......"

Merasa ini adalah kesempatan emas untuk berkenalan lebih dalam, Christ pun langsung mengambil langkah mendekat.

Bersambung........

Episodes
1 Pengenalan Tokoh
2 Berangkat Menuju ke Tempat Kerja
3 Pergi Mencari yang Tidak Pasti
4 Pertemuan Tak Terduga
5 Tragedi yang Tidak Direncanakan
6 Dirawat Di Rumah Sakit Terdekat
7 Diskusi Dengan Agensi
8 Rencana Pemindahan
9 Awal dari Kehidupan yg Baru
10 Pelajaran Pertama di Sekolah Baru
11 Diganggu oleh Preman Kelas
12 Wanita Berambut Merah Delima
13 Kompetisi Antar Human Change (Semifinal)
14 Kompetisi Antar Human Change Final (Part I)
15 Kompetisi Antar Human Change Final (Part II)
16 Saya Dimana?
17 Kembali ke Rumah (Part I)
18 Kembali ke Rumah (Part II)
19 Keributan Di Taman Bermain
20 Pengalaman yg Sangat Menegangkan
21 Pahlawan Baru Kini Telah Hadir
22 Kekacauan pada Pusat Kota (Part I)
23 Kekacauan pada Pusat Kota (Part II)
24 Tugas Bagi Para Pahlawan (Part I)
25 Tugas bagi Para Pahlawan (Part II)
26 Kisah yg Teramat Kelam (Part I)
27 Kisah yang Teramat Kelam (Part II)
28 Bertindak diluar Naluri Manusia (Part I)
29 Bertindak diluar Naluri Manusia (Part II)
30 Kebenaran Mulai Terungkap (Part I)
31 Kebenaran Mulai Terungkap (Part II)
32 Menyusun Strategi di Kemudian Hari
33 Membongkar Kedok Pemerintah (Part I)
34 Membongkar Kedok Pemerintah (Part II)
35 Manusia Lepas Kendali (Part I)
36 Manusia Lepas Kendali (Part II)
37 Bungkam Semuanya Tanpa Terkecuali (Part I)
38 Bungkam Semuanya Tanpa Terkecuali (Part II)
39 Mendapat Sebuah Bantuan dari Rekan Sebaya (Part I)
40 Mendapat Sebuah Bantuan dari Rekan Sebaya (Part II)
41 Pertengkaran Antar Rekan Satu Team (Part I)
42 Pertengkaran Antar Rekan Satu Team (Part II)
43 Sahabat yg Begitu Pengertian (Part II)
44 Kedatangan Musuh Baru (Part I)
45 Kedatangan Musuh Baru (Part II)
46 Bertarung Melawan Mereka (Part I)
47 Bertarung Melawan Mereka (Part II)
48 Bertarung Melawan Mereka (Part III)
49 Bertarung Melawan Mereka (Part IV)
50 Kejadian Tak Terduga (Part I)
51 Kejadian Tak Terduga (Part II)
52 Kejadian Tak Terduga (Part III)
53 Pengumuman Penting
54 Pengkhianat Sialan (Part I)
55 Pengkhianat Sialan (Part II)
56 Pengkhianat Sialan (Part III)
57 Pengkhianat Sialan (Part IV)
58 Pengkhianat Sialan (Part V)
59 Pengkhianat Sialan (Part VI)
60 Pengkhianat Sialan (Part VII)
61 Curiga Dengannya (Part I)
62 Curiga Dengannya (Part II)
63 Curiga Dengannya (Part III)
64 Curiga Dengannya (Part IV)
65 Curiga Dengannya (Part V)
66 Dalang Dari Semua Ini (Part I)
67 Dalang Dari Semua Ini (Part II)
68 Dalang Dari Semua Ini (Part III)
69 Dalang Dari Semua Ini (Part IV)
70 Dalang Dari Semua Ini (Part V)
71 Dalang Dari Semua Ini (Part VI)
72 Dalang Dari Semua Ini (Part VII)
73 Dalang Dari Semua Ini (Part VIII)
74 Dalang Dari Semua Ini (Part IX)
75 Dalang Dari Semua Ini (Part X)
76 Apa Ini!? (Part I)
77 Announcement Penting
78 Apa Ini!? (Part II)
79 Apa Ini!? (Part III)
80 Apa Ini!? (Part IV)
81 Terjebak di Luar Ruangan (Part I)
82 Terjebak di Luar Ruangan (Part II)
83 Terjebak di Luar Ruangan (Part III)
84 Meledaknya Nusantara Empire (Part I)
85 Meledaknya Nusantara Empire (Part II)
86 Meledaknya Nusantara Empire (Part III)
87 Announcement Pent-t-t-ing!!!
88 Meledaknya Nusantara Empire (Part IV)
89 Meledaknya Nusantara Empire (Part IV)
90 Masalah Tak Kunjung Selesai (Part I)
91 Masalah Tak Kunjung Selesai (Part II)
92 Tamu Tak Diundang (Part I)
93 Tamu Tak Diundang (Part II)
94 Tamu Tak Diundang (Part III)
95 Tamu Tak Diundang (Part IV)
96 Tamu Tak Diundang (Part V)
97 Motif Tersembunyi (Part I)
98 Motif Tersembunyi (Part II)
99 Gelud Kecil-kecilan (Part I)
100 Gelud Kecil-kecilan (Part II)
101 Gelud Kecil-kecilan (Part III)
102 Gelud Kecil-kecilan (Part IV)
103 Lumayan Mengesankan (Part I)
104 Lumayan Mengesankan (Part II)
105 Lumayan Mengesankan (Part III)
106 Lumayan Mengesankan (Part IV)
107 Lumayan Mengesankan (Part V)
108 Lumayan Mengesankan (Part VI)
109 Lumayan Mengesankan (Part VII)
110 Draft
111 Lumayan Mengesankan (Part VIII)
112 Lumayan Mengesankan (Part IX)
113 Mereka Ingin Melawanku? (Part I)
114 Mereka Ingin Melawanku? (Part II)
115 Mereka Ingin Melawanku? (Part III)
116 Mereka Ingin Melawanku? (Part IV)
117 Mereka Ingin Melawanku (Part V)
118 Mereka Ingin Melawanku (Part VI)
119 Cukup Menarik (Part I)
120 Cukup Menarik (Part II)
121 Cukup Menarik (Part III)
122 Cukup Menarik (Part IV)
123 Cukup Menarik (Part V)
124 Ini Belum Usai (Part I)
125 Ini Belum Usai (Part II)
126 Ini Belum Usai (Part III)
127 Ini Belum Usai (Part IV)
128 Ini Belum Usai (Part V)
129 Ini Belum Usai (Part VI)
130 Ini Belum Usai (Part VII)
131 Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part I)
132 Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part II)
133 Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part III)
134 Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part IV)
135 Apa yang Sebenarnya Terjadi? (Part V)
136 Apa yang Sebenarnya Terjadi? (Part VI)
137 Tak Ada Habis? (Part I)
138 Tak Ada Habis? (Part II)
139 Halo? Ini dimana? (Part I)
140 Halo? Ini dimana? (Part II)
141 Halo? Ini dimana? (Part III)
142 Halo? Ini dimana? (Part IV)
143 Halo? Ini Dimana? (Part V)
144 Halo? Ini Dimana? (Part VI)
145 Rumit Sekali (Part I)
146 Rumit Sekali (Part II)
147 Mengenang Masa Lalu (Part I)
148 Mengenang Masa Lalu (Part II)
149 Mengenang Masa Lalu (Part III)
150 Mengenang Masa Lalu (Part IV)
151 Xshashk Bertindak (Part I)
152 Xshashk Bertindak (Part II)
153 Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part I)
154 Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part II)
155 Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part III)
156 Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part IV)
157 Cek-cok Sedikit (Part I)
158 Cek-cok Sedikit (Part II)
159 Bertahan Hidup di Tempat Antah-berantah (Part I)
160 Bertahan Hidup di Tempat Antah-berantah (Part II)
161 Duel lagi (Part I)
162 Pusaran Topan (Part I)
163 Pusaran Topan (Part II)
164 Duel Lagi (Part II)
165 Duel Lagi (Part III)
166 Ini Mau Sampai Kapan?! (Part I)
167 Ini Mau Sampai Kapan?! (Part II)
168 Ini Mau Sampai Kapan?! (Part III)
169 Ini Mau Sampai Kapan?! (Part IV)
170 Keganasan Xshashk (Part I)
171 Keganasan Xshashk (Part II)
172 Keganasan Xshashk (Part III)
173 Ulangi Lagi! (Part I)
174 Ulangi Lagi (Part II)
175 Ulangi Lagi (Part III)
Episodes

Updated 175 Episodes

1
Pengenalan Tokoh
2
Berangkat Menuju ke Tempat Kerja
3
Pergi Mencari yang Tidak Pasti
4
Pertemuan Tak Terduga
5
Tragedi yang Tidak Direncanakan
6
Dirawat Di Rumah Sakit Terdekat
7
Diskusi Dengan Agensi
8
Rencana Pemindahan
9
Awal dari Kehidupan yg Baru
10
Pelajaran Pertama di Sekolah Baru
11
Diganggu oleh Preman Kelas
12
Wanita Berambut Merah Delima
13
Kompetisi Antar Human Change (Semifinal)
14
Kompetisi Antar Human Change Final (Part I)
15
Kompetisi Antar Human Change Final (Part II)
16
Saya Dimana?
17
Kembali ke Rumah (Part I)
18
Kembali ke Rumah (Part II)
19
Keributan Di Taman Bermain
20
Pengalaman yg Sangat Menegangkan
21
Pahlawan Baru Kini Telah Hadir
22
Kekacauan pada Pusat Kota (Part I)
23
Kekacauan pada Pusat Kota (Part II)
24
Tugas Bagi Para Pahlawan (Part I)
25
Tugas bagi Para Pahlawan (Part II)
26
Kisah yg Teramat Kelam (Part I)
27
Kisah yang Teramat Kelam (Part II)
28
Bertindak diluar Naluri Manusia (Part I)
29
Bertindak diluar Naluri Manusia (Part II)
30
Kebenaran Mulai Terungkap (Part I)
31
Kebenaran Mulai Terungkap (Part II)
32
Menyusun Strategi di Kemudian Hari
33
Membongkar Kedok Pemerintah (Part I)
34
Membongkar Kedok Pemerintah (Part II)
35
Manusia Lepas Kendali (Part I)
36
Manusia Lepas Kendali (Part II)
37
Bungkam Semuanya Tanpa Terkecuali (Part I)
38
Bungkam Semuanya Tanpa Terkecuali (Part II)
39
Mendapat Sebuah Bantuan dari Rekan Sebaya (Part I)
40
Mendapat Sebuah Bantuan dari Rekan Sebaya (Part II)
41
Pertengkaran Antar Rekan Satu Team (Part I)
42
Pertengkaran Antar Rekan Satu Team (Part II)
43
Sahabat yg Begitu Pengertian (Part II)
44
Kedatangan Musuh Baru (Part I)
45
Kedatangan Musuh Baru (Part II)
46
Bertarung Melawan Mereka (Part I)
47
Bertarung Melawan Mereka (Part II)
48
Bertarung Melawan Mereka (Part III)
49
Bertarung Melawan Mereka (Part IV)
50
Kejadian Tak Terduga (Part I)
51
Kejadian Tak Terduga (Part II)
52
Kejadian Tak Terduga (Part III)
53
Pengumuman Penting
54
Pengkhianat Sialan (Part I)
55
Pengkhianat Sialan (Part II)
56
Pengkhianat Sialan (Part III)
57
Pengkhianat Sialan (Part IV)
58
Pengkhianat Sialan (Part V)
59
Pengkhianat Sialan (Part VI)
60
Pengkhianat Sialan (Part VII)
61
Curiga Dengannya (Part I)
62
Curiga Dengannya (Part II)
63
Curiga Dengannya (Part III)
64
Curiga Dengannya (Part IV)
65
Curiga Dengannya (Part V)
66
Dalang Dari Semua Ini (Part I)
67
Dalang Dari Semua Ini (Part II)
68
Dalang Dari Semua Ini (Part III)
69
Dalang Dari Semua Ini (Part IV)
70
Dalang Dari Semua Ini (Part V)
71
Dalang Dari Semua Ini (Part VI)
72
Dalang Dari Semua Ini (Part VII)
73
Dalang Dari Semua Ini (Part VIII)
74
Dalang Dari Semua Ini (Part IX)
75
Dalang Dari Semua Ini (Part X)
76
Apa Ini!? (Part I)
77
Announcement Penting
78
Apa Ini!? (Part II)
79
Apa Ini!? (Part III)
80
Apa Ini!? (Part IV)
81
Terjebak di Luar Ruangan (Part I)
82
Terjebak di Luar Ruangan (Part II)
83
Terjebak di Luar Ruangan (Part III)
84
Meledaknya Nusantara Empire (Part I)
85
Meledaknya Nusantara Empire (Part II)
86
Meledaknya Nusantara Empire (Part III)
87
Announcement Pent-t-t-ing!!!
88
Meledaknya Nusantara Empire (Part IV)
89
Meledaknya Nusantara Empire (Part IV)
90
Masalah Tak Kunjung Selesai (Part I)
91
Masalah Tak Kunjung Selesai (Part II)
92
Tamu Tak Diundang (Part I)
93
Tamu Tak Diundang (Part II)
94
Tamu Tak Diundang (Part III)
95
Tamu Tak Diundang (Part IV)
96
Tamu Tak Diundang (Part V)
97
Motif Tersembunyi (Part I)
98
Motif Tersembunyi (Part II)
99
Gelud Kecil-kecilan (Part I)
100
Gelud Kecil-kecilan (Part II)
101
Gelud Kecil-kecilan (Part III)
102
Gelud Kecil-kecilan (Part IV)
103
Lumayan Mengesankan (Part I)
104
Lumayan Mengesankan (Part II)
105
Lumayan Mengesankan (Part III)
106
Lumayan Mengesankan (Part IV)
107
Lumayan Mengesankan (Part V)
108
Lumayan Mengesankan (Part VI)
109
Lumayan Mengesankan (Part VII)
110
Draft
111
Lumayan Mengesankan (Part VIII)
112
Lumayan Mengesankan (Part IX)
113
Mereka Ingin Melawanku? (Part I)
114
Mereka Ingin Melawanku? (Part II)
115
Mereka Ingin Melawanku? (Part III)
116
Mereka Ingin Melawanku? (Part IV)
117
Mereka Ingin Melawanku (Part V)
118
Mereka Ingin Melawanku (Part VI)
119
Cukup Menarik (Part I)
120
Cukup Menarik (Part II)
121
Cukup Menarik (Part III)
122
Cukup Menarik (Part IV)
123
Cukup Menarik (Part V)
124
Ini Belum Usai (Part I)
125
Ini Belum Usai (Part II)
126
Ini Belum Usai (Part III)
127
Ini Belum Usai (Part IV)
128
Ini Belum Usai (Part V)
129
Ini Belum Usai (Part VI)
130
Ini Belum Usai (Part VII)
131
Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part I)
132
Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part II)
133
Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part III)
134
Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part IV)
135
Apa yang Sebenarnya Terjadi? (Part V)
136
Apa yang Sebenarnya Terjadi? (Part VI)
137
Tak Ada Habis? (Part I)
138
Tak Ada Habis? (Part II)
139
Halo? Ini dimana? (Part I)
140
Halo? Ini dimana? (Part II)
141
Halo? Ini dimana? (Part III)
142
Halo? Ini dimana? (Part IV)
143
Halo? Ini Dimana? (Part V)
144
Halo? Ini Dimana? (Part VI)
145
Rumit Sekali (Part I)
146
Rumit Sekali (Part II)
147
Mengenang Masa Lalu (Part I)
148
Mengenang Masa Lalu (Part II)
149
Mengenang Masa Lalu (Part III)
150
Mengenang Masa Lalu (Part IV)
151
Xshashk Bertindak (Part I)
152
Xshashk Bertindak (Part II)
153
Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part I)
154
Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part II)
155
Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part III)
156
Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part IV)
157
Cek-cok Sedikit (Part I)
158
Cek-cok Sedikit (Part II)
159
Bertahan Hidup di Tempat Antah-berantah (Part I)
160
Bertahan Hidup di Tempat Antah-berantah (Part II)
161
Duel lagi (Part I)
162
Pusaran Topan (Part I)
163
Pusaran Topan (Part II)
164
Duel Lagi (Part II)
165
Duel Lagi (Part III)
166
Ini Mau Sampai Kapan?! (Part I)
167
Ini Mau Sampai Kapan?! (Part II)
168
Ini Mau Sampai Kapan?! (Part III)
169
Ini Mau Sampai Kapan?! (Part IV)
170
Keganasan Xshashk (Part I)
171
Keganasan Xshashk (Part II)
172
Keganasan Xshashk (Part III)
173
Ulangi Lagi! (Part I)
174
Ulangi Lagi (Part II)
175
Ulangi Lagi (Part III)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!