...Episode XI...
Waktu istirahat pun tiba, sesuai akan perbincangan mereka sebelumnya, kini keduanya mulai ketemuan di lorong ujung dekat dengan kantin.
Tetapi disini Aaron malah memiliki ide jahil. Ia yg merasa Christ hanyalah seorang manusia lemah malah berkeinginan untuk mengerjai dirinya.
"Oke..... langsung saja, apa yg ingin kau bicarakan di kelas tadi?"
"Wih, sombong bener nih bocah," ujar salah satu teman Aaron.
Entah apa alasannya, kali ini Aaron datang dengan ditemani oleh kedua temannya. Mungkin anggota gengnya kali.
Owh iya, mereka berdua juga masih satu kelas yg sama dengan Christ itu sendiri.
"Eh anak baru, engkau jangan berlagak sok pintar di kelas kami," ucap Aaron dengan penuh kesombongan.
Karena merasakan feeling tidak enak dari Aaron beserta kedua temannya itu, Spirit yg berada dalam tubuhnya Christ lantas mengambil tindakan berupa mengambil alih tubuh beserta pikiran Christ secara sepihak.
(Sesaat terlihat Christ yg pusing tengah memegangi kepalanya, sebelum akhirnya ia kembali sadar dan menatap ketiganya begitu tajam)
Sesaat setelahnya, tak ada angin, tak ada hujan, tiba-tiba Christ malah tertawa terbahak-bahak tanpa adanya hal yg bersifat lelucon.
"Di- dia kenapa dah?"
"Sakit jiwa kali." respon Aaron.
Seusai tertawa selama beberapa saat, Christ lalu mengatakan.
"Owh jadi kalian yg dimaksud sebagai preman kelas?"
"Hahahaha........."
"Sangat bodoh sekali jika anak culun seperti kalian malah dianggap sebagai preman kelas,"
"Wah bener bener nih anak, mulai kelewatan batas, kita hajar aja gimana bos?" ucap salah satu temannya Aaron.
"Heh, lumayan menarik juga manusia satu ini,"
Tanpa aba-aba, Christ mode kerasukan tersebut kemudian langsung mencekik leher Aaron hingga membuatnya tidak bisa bernafas.
Kemudian tanpa pikir panjang, ia pun menabrakkan tubuh Aaron ke tembok terdekat.
"Ini yg namanya preman kelas?" ujar Christ seraya menatap Aaron begitu dalam.
Karena kasihan melihat manusia itu tercekik selama beberapa detik, ia pun melepaskannya.
Ah iya...... efek dari hentakan tangan yg dihasilkan olehnya barusan membuat dinding setebal 12 cm itu langsung retak sekali kena pukulan.
"Uhuk...... uhuk,"
"Jangan diam saja, bodoh. Hajar dia sekarang!!" ucap Aaron seraya memerintahkan kedua temannya untuk menghabisi Christ.
"Siap bos."
"Wah..... saya lihat-lihat nyali kamu besar juga, siap untuk mati kamu?" ucap salah satu dari rekan Aaron.
"Maju sini kalian, berdua juga saya gak akan takut." gertak Spirit tersebut sembari mengeluarkan kekuatan listriknya.
Dengan secepat kilat, Christ kemudian langsung berpindah tempat ke belakang mereka berdua, tepat sebelum mata mereka berkedip.
"Dimana dia?" tanya kedua temannya Aaron.
"Perhatikan belakangmu, dasar manusia bodoh,"
Tanpa ba-bi-bu lagi, Christ pun mengatakan.
"Lightning Ball!!!" ucap Christ sambil melemparkan bola listrik dari kedua tangannya ke arah keduanya.
(Sejenak nola listrik yg dilemparkan oleh Christ membuat keduanya langsung kejang-kejang selama beberapa menit)
Hasilnya, mereka berdua kini mulai ambruk secara berbarengan dan tampak tidak berdaya di saat itu juga.
Aneh bukan? Padahal untuk saat ini, Christ hanya menggunakan kekuatan HC Listrik Type Blue, yakni kekuatan listrik tahap dasar, paling lemah intinya.
Usaha team Aaron yg berniat untuk mengerjai Christ berakhir dengan sia sia. Hal yg mengejutkan adalah sebaliknya, Christ justru malah dapat mengalahkan ketiga orang aneh ini dengan sangat mudah.
"Loh, udahan nih?" ucap spirit itu setelah melihat ketiga orang itu telah jatuh terkapar di tanah.
Karena bosan lawannya terlalu lemah, Spirit lantas berniat untuk pergi.
Namun sebelum ia pergi, ia mengatakan suatu hal.
"Owh iya, sebelum saya pergi, saya akan memberi tahu kalian mengenai suatu hal," ucap spirit itu dengan nada serius.
"Datangi diriku kembali kalau kalian merasa kuat, tapi..... itupun kalau kalian memang mampu untuk mengalahkan saya,"
"Hahahaha........" seraya melangkahkan kaki, Christ pun tertawa begitu gelak.
Namun, langkahnya terhenti sesaat setelah ia mendengar suatu teriakan.
"Tidak..... tidak ada ceritanya saya bisa kalah dari anak baru sepertimu!!"
"Asal kau tahu aja, kau boleh tertawa bahagia untuk saat ini tapi untuk hari esok, ku pastikan kau akan menangisi perihal perkataan mu sebelumnya!!"
"Kutunggu kehadiranmu di Kompetisi Khusus Human Change....."
"Hahahaha-- hahahaha......" ucap Aaron sembari tertawa terbahak bahak.
Karena merasa harga dirinya telah diinjak injak, Aaron lalu menantang Christ untuk berduel kembali dengannya pada Kompetisi Khusus Human Change yg akan diadakan beberapa bulan ke depan.
"Kuharap kau bisa hadir disana, wahai bocah ingusan." seusai mengucapkannya, tanpa banyak omong Aaron pun meninggalkan Christ sembari disusul oleh kedua temannya.
Spirit tadi tentu kebingungan dengan apa yang diucapkan oleh Aaron, itu sebabnya ia hanya diam dan memperhatikan Aaron yang pergi menjauh dari pandangannya.
Karena merasa urusannya sudah kelar, Christ pun berjalan melewati kantin untuk menuju ke kelasnya.
Di tengah perjalanan, lebih tepatnya di suatu lorong koridor, kesadaran Christ secara kini mulai kembali.
"Aduh--- apa yang terjadi pada ku?" begitu ia mendapatkan kesadarannya secara utuh, Christ agak sedikit terkejut dengan apa yang baru saja dilakukan oleh Lightning of the Master.
"Ap-- apa yang telah kamu lakukan? Menghajar Aaron beserta kawannya tanpa seizin ku!?"
"Emh---"
Untuk menenangkan temannya, roh tersebut lalu memilih keluar dari dalam tubuh Christ.
(Aliran listrik nan kuat kini mulai terdengar dan bisa dilihat begitu jelas di hadapan Christ)
Tepat di depannya, kali ini terpampang wujud abstrak dari seorang spirit Lightning of the Master, dimana keseluruhan tubuhnya hanya berupa aliran listrik tanpa daging maupun kulit.
Lanjut......
Melihat kalau rekannya telah keluar dari dalam tubuhnya, tanpa banyak basa-basi Christ pun langsung mengucapkan.
"Kau ini, kalau mau mengambil alih tubuh orang, harus liat situasi terlebih dahulu!!"
"Kalo lawannya orang cupu sih tidak masalah, ini preman kelas loh-- mana tadi langsung dihajar tanpa ampun lagi," keluh Christ kepadanya.
"Engkau ini, bukannya mengucapkan terima kasih karena sudah ditolong, ini malah marah marah tidak jelas," ujar Spirit yg tidak terima dengan perkataan dari Christ.
"Tapi- tapi kan kau bisa bilang dulu kepadaku kan? Jangan asal mengambil keputusan secara sepihak atuh!!"
"Kalau begini jadinya, saya sangat yakin kalau Aaron akan dendam kepada saya."
Christ hanya berniat sekolah disini untuk menambah wawasannya mengenai sejarah para Roh, bukan untuk menjadi jagoan di sekolah barunya.
Mendengar nasihat dari Christ, roh itu merasa sangat bersalah. Dengan ekspresi yang kelihatannya tidak dibuat-buat, secara terbata-bata dia pun mengatakan.
"Y- Y - Y- ya..... maaf kawan, tapi saya rela bertindak seperti ini demi keselamatan mu....."
"Tap- tap...... tapi--- sekali lagi saya minta maaf mengenai kejadian tadi, karena ulah saya, kau harus menanggung resikonya," ucapnya seraya menampilkan ekskresi lesu.
Merasa iba dengan spirit tersebut, Christ lalu tersenyum seraya mengatakan.
"Ya udah, kali ini kau ku maafkan, tapi lain kali jangan diulangi lagi," ujar Christ dengan nada serius.
"Pasti itu kawan," ucap spirit itu dengan nada senang.
Merasa kalau urusannya dengan temannya sudah selesai, roh itu kemudian memilih untuk masuk kembali kedalam tubuh Christ.
Disini, Christ masih heran mengapa Spirit tersebut harus terus mengandalkan tubuhnya itu, padahal ia bisa saja menampakkan wujud aslinya pada orang lain. Namun, Christ memilih untuk diam dan berusaha untuk mengabaikan pemikiran anehnya.
Karena asik mengobrol dengannya, ia sampai tidak sadar bahwa perutnya sudah berbunyi sebanyak 3 kali, pertanda kalau ia merasa lapar.
"Aduh, lapar banget nih........"
"Mending saya pergi ke kelas aja deh, lumayan saya bawa bekal nih." ujar Christ sembari memegangi perutnya yg kosong.
Sepakat, ia lalu naik tangga untuk mencapai kelasnya yg berada di atas. Namun ketika dirinya baru tiba di koridor kelasnya, ia malah bertemu kembali dengan perempuan yang pernah ia tolong didepan gerbang tadi pagi.
"Eh--- itu cewek yang tadi ku temui di depan gerbang bukan?"
"Emh----- sepertinya iya deh, warna rambut dan juga postur tubuhnya terlihat sama persis dengannya." gumam Christ sembari melihat perempuan tersebut dari belakang.
"Ku hampiri saja ah---......"
Merasa ini adalah kesempatan emas untuk berkenalan lebih dalam, Christ pun langsung mengambil langkah mendekat.
Bersambung........
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments