Kembali ke Rumah (Part II)

...Episode XVII...

"............" bukannya saling mengobrol, keduanya malah bersamaan untuk diam diaman terlebih dahulu.

Akan tetapi, untuk menghindari kecanggungan yang berlarut-larut, Christ lalu membuka topik.

"Hmph......."

"Mar?" tanya Christ dengan sangat gugup.

Sangking gugupnya, ia bahkan mengeluarkan sedikit keringat.

Maria lalu menjawabnya.

"Iya Christ, kamu kenapa dah?" tanya Maria yg kebingungan dengan ekspresi dari Christ.

"Begini, kan kompetisi sudah berakhir ya?"

"Nah jadwal berikutnya itu apa ya?" tanya Christ dengan nada sungguh sungguh.

"Jadwal berikutnya ya?" gumam Maria.

"Seinget saya sih, kita tidak akan ada jadwal selama beberapa Minggu ke depan,"

"Jadi maksudmu......" ucapan Christ langsung disela oleh Maria.

"Yap, seperti yg kau duga, nanti kita akan diberikan cuti selama beberapa Minggu ke depan," ucap Maria dengan nada santai.

Christ yg tidak percaya dengan perkataan Maria barusan lalu bertanya

"Tunggu sebentar........" kata Christ yg mencoba untuk memikirkan perkataan Maria dengan nalarnya.

"Bukankah Human Change yg telah tinggal di Kota ini tidak akan diperbolehkan untuk pulang sama sekali?" tanya Christ dengan nada keheranan.

"Iya, itu beneran kok Christ,"

"Nanti kau akan diperbolehkan oleh pemerintah untuk berlibur suka ria, asal dengan syarat untuk mematuhi segala peraturan yg ada pada negara ini," ucap Maria dengan sangat rinci.

"Hm........"

"Begitu ya," ucap Christ seraya memegangi dagunya tersebut.

Christ lalu memikirkan apa yg ingin ia lakukan setelah masa liburan dimulai.

"Setelah liburan ini, saya ingin jalan jalan kemana ya?"

"Sepertinya Maria akan menginap disini, sedangkan untuk Roy dan Aaron itu sendiri mereka pasti ingin pulang ke kampung halamannya selamanya,"

Hm....." gumam Christ di dalam benaknya itu.

Sayangnya lamunan itu tak berlangsung lama karena........

"Nah, itu mereka berdua sudah sampai," lamunan dari Christ seketika buyar melihat kedatangan keduanya.

"Yo, maaf lama menunggu," ucap Aaron.

"Ya tidak apa apa kok," ucap Maria dengan santai

"Eh omong omong, kita mau kemana dulu nih?" tanya Christ kepada semuanya.

"Hmph......." ujar ketiganya seraya memikirkan hal tersebut.

Melihat kalau ketiganya belum memilki rencana sama sekali, Christ lalu mengomel di dalam benaknya tersebut.

"Elah, saya kira sudah ada ide untuk pergi kemana," kata Christ dengan nada sedikit kesal.

"Bagaimana kalau kita menghabiskan waktu bermain disebuah taman hiburan saja?" tanya Christ seraya menyampaikan idenya.

"Ide bagus, saya setuju." kata Roy yg langsung setuju akan perkataannya barusan.

"Saya pun," kata Maria yg sependapat dengan Christ.

"Saya ikut aja sih, yg paling terpenting kita harus bersenang senang hati ini......" kata Aaron dengan nada lantang.

"Ya sudah, ayo langsung berangkat saja." ucap Aaron yg bersemangat.

Ia lalu menyeret tangan Roy untuk ikut bersamanya.

Aaron lalu mengajak Roy untuk jalan duluan meninggalkan Christ dengan Maria.

Merasa kalau keduanya telah berlari sangat cepat, secara tiba tiba Maria malah memegang tangan Christ.

"Ayo buruan Christ," ujar Maria dengan nada sedikit cemberut.

"Iya iya, sabar atuh." ujar Christ yg terpaksa menuruti perkataan Maria.

Pelan tapi pasti, kedekatan antara mereka berdua sudah tidak bisa dipungkiri lagi.

Maria sudah dipastikan kalau dirinya menyukai Christ, namun Christ sendiri masih bingung dengan perasaannya sendiri.

Singkat saja, setelah mereka berempat berpesta seharian penuh, akhirnya mereka pulang dengan hati ceria.

Beberapa hari setelah Kompetisi itu berakhir, kini tibalah saatnya bagi Human Change untuk berlibur mengabiskan masa cuti mereka.

Sebelum ia pulang, ia ingin berpamitan dengan Maria dan seluruh temannya tersebut. Tepat ketika Christ hampir sampai di Asrama Maria, Christ mendengar sebuah perbincangan antara adik kakak.

Rupanya itu adalah Maria dengan Wiyana. Christ yg tadinya berniat untuk menghampiri mereka berdua, mengurungkan niatnya itu karena Maria tengah berbincang serius dengan Wiyana.

Christ kemudian mendengarkan pembicaraan mereka berdua dari balik dinding.

"Inget ya dik, sedekat apapun dirimu dengan Christ, jangan pernah berani untuk memberi tahu mengenai masa lalu mu itu." ucap Wiyana dengan nada serius.

"Tapi apa masalahnya kak? Christ itu orangnya baik, dia tidak mungkin untuk menyebarkan aib seseorang apalagi untuk aib orang yg paling ia cintai," ucap Maria sembari bertanya.

"Maria memiliki masa lalu seperti apa sih?" ucap Christ didalam benak hatinya.

"Ya memang Christ itu orang baik, tetapi kau jangan terlalu percaya dengan kebaikan seseorang. Bisa saja dia hanya baik depan dirimu saja," ucap Wiyana.

"Kok kakak ngomong seperti itu, jangan bilang kakak tidak menyukai Christ ya?" tanya Maria.

"Bukan seperti itu dik, kakak tidak bermaksud untuk mencurigai Christ, namun kakak hanya mengingatkan saja," ucap Wiyana dengan panjang lebar.

"Huh....Iya deh, kali ini Maria bakalan nurut dengan perkataan kakak," ucap Maria dengan nada lesu.

"Nah bagus, ngomong ngomong tumben Christ tidak menghampiri dirimu?" tanya Wiyana kepada Maria.

"Nanti juga Christ bakalan datang kok, bukannya tadi kakak bilang kalau kakak masih punya sedikit urusan di kamar kakak?" tanya Maria.

"Eh iya, aduh sampe kelupaan, kakak tua tinggal ga papa kan?" ujar Wiyana sembari meninggalkan Maria.

"Iya kak, hati hati dijalan," ucap Maria.

Ruangan lalu menjadi sangat sunyi setelah Wiyana pergi meninggalkan Maria. Namun Christ masih penasaran dengan apa yg dikatakan oleh Wiyana.

"Apa sebaiknya aku tanyakan saja ya kepada Maria? Kebetulan juga orangnya sedang ada disini kan?" tanya Christ didalam benaknya.

Christ lalu menghampiri Maria yg tengah melamun tidak jelas.

"Nah Maria," ucap Christ sembari mengejutkan Maria.

"Astaga, Hih..... Jangan usil deh Christ," ucap Maria sembari memukul pundak Christ.

"Ya ya maaf, habis kamu melamun tidak jelas. Memangnya lagi mikirin apa sih?" tanya Christ.

"Hm......"

Bukannya menjawab, Maria malah diam saja. Christ yg melihat hal itu, paham bahwa Maria memang menyembunyikan sesuatu darinya.

"Nah Christ, lain kali saya boleh cerita mengenai suatu hal tidak?" pinta Maria dengan nada memelas.

Kasihan, Christ lalu menanggapinya dengan santai.

"Kau bisa mendatangi ku kapan saja," ucap Christ.

"Hm...." ucap Maria.

"Eh iya, saya ga bisa berlama-lama nih. Hari ini saya harus kembali ke rumah saya. Jadi niat saya adalah untuk berpamitan denganmu." ujar Christ dengan panjang lebar.

"Owh, kau jadi untuk pulang hari ini Christ?"

tanya Maria.

"Sepertinya iya sih," ucap Christ secara singkat.

Singkatnya, mereka berdua akhirnya saling berpamitan. Christ pamit untuk pulang ke rumahnya sedangkan Maria harus menginap di Asrama ini.

Ketika masuk masa liburan, Murid yg tidak mau untuk berlibur diperbolehkan untuk menginap di Asrama.

Dengan membawa koper penuh, Christ lalu pergi meninggalkan asrama itu. Setelah ia berhasil mendapat surat identitas Human Change, kini Christ telah tiba di depan rumahnya.

"Huh.....Capek juga hari ini," ucap Christ setelah ia membuka pintu rumahnya.

Namun ada kejanggalan di dalam rumahnya. Ketika Christ berusaha untuk melepas sepatunya, Christ malah mendengar ada suara keributan di dapur miliknya.

"Pranggggg" (bunyi wajan jatuh)

"Eh apaan tuh?" tanya Christ.

"Siapa yg tengah berada di dapur?"

Anehnya tidak ada suara yg menjawab. Takut kalau dirinya adalah maling, Christ langsung mengambil sapu didepan rumahnya.

"Hii.....Baru ditinggal sebentar kok ada hantunya sih," ucap Christ dalam hatinya.

Ia lalu menghampiri dapur miliknya. Sembari berjalan, Christ langsung komat Kamit untuk berdoa

"Semoga bukan hantu, semoga bukan jin," ucap Christ.

Disaat ia sudah mencapai di dapur, ia langsung mengatakan.

"Hayo maling, mau kemana kau." ucap Christ yg ingin memukul Sanjaya dengan sapunya tersebut.

"Waa........" teriakan dari Sanjaya berhasil untuk menghentikan serangan dari Christ.

"Kak Sanjaya? Ini benar kakak kan?" tanya Christ dengan nada tidak percaya.

"Iya beneran kok, eh sapunya bisa diturunin dulu tidak. Kakak lagi masak nih soalnya," ucap Sanjaya sembari mengaduk aduk makanan yg ada di panci.

Setelah dicek ke dapur, rupanya orang yg berada di dapur adalah Sanjaya, kakak kandung dari Christ itu sendiri.

"Kakak," ucap Christ sembari memeluk kakaknya tersebut.

"Kakak kalau dateng kenapa tidak bisa bilang dulu sih, Christ pikir kakak maling," ujar Christ sembari menahan malu.

Sontak Christ langsung memeluknya dan mengungkapkan bahwa dirinya sangat senang dikunjungi oleh kakaknya tersebut.

"Ya kalau begitu, bukan surprise dong namanya," Sanjaya lalu melepaskan pelukan Christ.

Buat info aja nih.

Wijaya merupakan kakak kandung dari Christ. Ia memang jarang mengunjungi adik kandungnya itu karena Wijaya juga dimasukkan kedalam Kota khusus HC.

Namun karena suatu hal, Sanjaya tidak bisa menemui Christ selaku adik kandungnya sendiri dalam waktu dekat. Ini disebabkan karena keluarga besarnya.

Jadi dengan kata lain, ia dipisahkan dengan adiknya sendiri. Wijaya sendiri diklasifikasikan sebagai HC kekuatan Angin.

Berhubung kini kakaknya sudah pulang, Christ bermaksud untuk merayakannya.

"Kak, berhubung kakak sudah pulang, bagaimana kalau besok kita pergi ke taman hiburan?" tanya Christ kepada Sanjaya.

"Hm....Gimana ya, ya udah deh. Kakak ngikut aja," ucap Sanjaya sembari memakan masakan miliknya tersebut.

"Yes...Begitu dong," ucap Christ dengan penuh semangat.

"Janji ya besok bakalan pergi, awas PHP loh," pinta Christ.

"Iya iya, bawel amat dah. Udah dimakan dulu masakan kakak. Nanti keburu dingin loh." ucap Sanjaya sembari menyuruh Christ untuk makan.

"Siap kak," ucap Christ sembari menikmati masakan kakak nya tersebut.

Malam itu merupakan malam yg penuh kebahagiaan bagi Christ.

Karena ia dapat bertemu dengan kakak kandungnya yg telah lama tidak pernah ia temui selama beberapa tahun lamanya.

Bersambung.........

Episodes
1 Pengenalan Tokoh
2 Berangkat Menuju ke Tempat Kerja
3 Pergi Mencari yang Tidak Pasti
4 Pertemuan Tak Terduga
5 Tragedi yang Tidak Direncanakan
6 Dirawat Di Rumah Sakit Terdekat
7 Diskusi Dengan Agensi
8 Rencana Pemindahan
9 Awal dari Kehidupan yg Baru
10 Pelajaran Pertama di Sekolah Baru
11 Diganggu oleh Preman Kelas
12 Wanita Berambut Merah Delima
13 Kompetisi Antar Human Change (Semifinal)
14 Kompetisi Antar Human Change Final (Part I)
15 Kompetisi Antar Human Change Final (Part II)
16 Saya Dimana?
17 Kembali ke Rumah (Part I)
18 Kembali ke Rumah (Part II)
19 Keributan Di Taman Bermain
20 Pengalaman yg Sangat Menegangkan
21 Pahlawan Baru Kini Telah Hadir
22 Kekacauan pada Pusat Kota (Part I)
23 Kekacauan pada Pusat Kota (Part II)
24 Tugas Bagi Para Pahlawan (Part I)
25 Tugas bagi Para Pahlawan (Part II)
26 Kisah yg Teramat Kelam (Part I)
27 Kisah yang Teramat Kelam (Part II)
28 Bertindak diluar Naluri Manusia (Part I)
29 Bertindak diluar Naluri Manusia (Part II)
30 Kebenaran Mulai Terungkap (Part I)
31 Kebenaran Mulai Terungkap (Part II)
32 Menyusun Strategi di Kemudian Hari
33 Membongkar Kedok Pemerintah (Part I)
34 Membongkar Kedok Pemerintah (Part II)
35 Manusia Lepas Kendali (Part I)
36 Manusia Lepas Kendali (Part II)
37 Bungkam Semuanya Tanpa Terkecuali (Part I)
38 Bungkam Semuanya Tanpa Terkecuali (Part II)
39 Mendapat Sebuah Bantuan dari Rekan Sebaya (Part I)
40 Mendapat Sebuah Bantuan dari Rekan Sebaya (Part II)
41 Pertengkaran Antar Rekan Satu Team (Part I)
42 Pertengkaran Antar Rekan Satu Team (Part II)
43 Sahabat yg Begitu Pengertian (Part II)
44 Kedatangan Musuh Baru (Part I)
45 Kedatangan Musuh Baru (Part II)
46 Bertarung Melawan Mereka (Part I)
47 Bertarung Melawan Mereka (Part II)
48 Bertarung Melawan Mereka (Part III)
49 Bertarung Melawan Mereka (Part IV)
50 Kejadian Tak Terduga (Part I)
51 Kejadian Tak Terduga (Part II)
52 Kejadian Tak Terduga (Part III)
53 Pengumuman Penting
54 Pengkhianat Sialan (Part I)
55 Pengkhianat Sialan (Part II)
56 Pengkhianat Sialan (Part III)
57 Pengkhianat Sialan (Part IV)
58 Pengkhianat Sialan (Part V)
59 Pengkhianat Sialan (Part VI)
60 Pengkhianat Sialan (Part VII)
61 Curiga Dengannya (Part I)
62 Curiga Dengannya (Part II)
63 Curiga Dengannya (Part III)
64 Curiga Dengannya (Part IV)
65 Curiga Dengannya (Part V)
66 Dalang Dari Semua Ini (Part I)
67 Dalang Dari Semua Ini (Part II)
68 Dalang Dari Semua Ini (Part III)
69 Dalang Dari Semua Ini (Part IV)
70 Dalang Dari Semua Ini (Part V)
71 Dalang Dari Semua Ini (Part VI)
72 Dalang Dari Semua Ini (Part VII)
73 Dalang Dari Semua Ini (Part VIII)
74 Dalang Dari Semua Ini (Part IX)
75 Dalang Dari Semua Ini (Part X)
76 Apa Ini!? (Part I)
77 Announcement Penting
78 Apa Ini!? (Part II)
79 Apa Ini!? (Part III)
80 Apa Ini!? (Part IV)
81 Terjebak di Luar Ruangan (Part I)
82 Terjebak di Luar Ruangan (Part II)
83 Terjebak di Luar Ruangan (Part III)
84 Meledaknya Nusantara Empire (Part I)
85 Meledaknya Nusantara Empire (Part II)
86 Meledaknya Nusantara Empire (Part III)
87 Announcement Pent-t-t-ing!!!
88 Meledaknya Nusantara Empire (Part IV)
89 Meledaknya Nusantara Empire (Part IV)
90 Masalah Tak Kunjung Selesai (Part I)
91 Masalah Tak Kunjung Selesai (Part II)
92 Tamu Tak Diundang (Part I)
93 Tamu Tak Diundang (Part II)
94 Tamu Tak Diundang (Part III)
95 Tamu Tak Diundang (Part IV)
96 Tamu Tak Diundang (Part V)
97 Motif Tersembunyi (Part I)
98 Motif Tersembunyi (Part II)
99 Gelud Kecil-kecilan (Part I)
100 Gelud Kecil-kecilan (Part II)
101 Gelud Kecil-kecilan (Part III)
102 Gelud Kecil-kecilan (Part IV)
103 Lumayan Mengesankan (Part I)
104 Lumayan Mengesankan (Part II)
105 Lumayan Mengesankan (Part III)
106 Lumayan Mengesankan (Part IV)
107 Lumayan Mengesankan (Part V)
108 Lumayan Mengesankan (Part VI)
109 Lumayan Mengesankan (Part VII)
110 Draft
111 Lumayan Mengesankan (Part VIII)
112 Lumayan Mengesankan (Part IX)
113 Mereka Ingin Melawanku? (Part I)
114 Mereka Ingin Melawanku? (Part II)
115 Mereka Ingin Melawanku? (Part III)
116 Mereka Ingin Melawanku? (Part IV)
117 Mereka Ingin Melawanku (Part V)
118 Mereka Ingin Melawanku (Part VI)
119 Cukup Menarik (Part I)
120 Cukup Menarik (Part II)
121 Cukup Menarik (Part III)
122 Cukup Menarik (Part IV)
123 Cukup Menarik (Part V)
124 Ini Belum Usai (Part I)
125 Ini Belum Usai (Part II)
126 Ini Belum Usai (Part III)
127 Ini Belum Usai (Part IV)
128 Ini Belum Usai (Part V)
129 Ini Belum Usai (Part VI)
130 Ini Belum Usai (Part VII)
131 Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part I)
132 Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part II)
133 Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part III)
134 Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part IV)
135 Apa yang Sebenarnya Terjadi? (Part V)
136 Apa yang Sebenarnya Terjadi? (Part VI)
137 Tak Ada Habis? (Part I)
138 Tak Ada Habis? (Part II)
139 Halo? Ini dimana? (Part I)
140 Halo? Ini dimana? (Part II)
141 Halo? Ini dimana? (Part III)
142 Halo? Ini dimana? (Part IV)
143 Halo? Ini Dimana? (Part V)
144 Halo? Ini Dimana? (Part VI)
145 Rumit Sekali (Part I)
146 Rumit Sekali (Part II)
147 Mengenang Masa Lalu (Part I)
148 Mengenang Masa Lalu (Part II)
149 Mengenang Masa Lalu (Part III)
150 Mengenang Masa Lalu (Part IV)
151 Xshashk Bertindak (Part I)
152 Xshashk Bertindak (Part II)
153 Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part I)
154 Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part II)
155 Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part III)
156 Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part IV)
157 Cek-cok Sedikit (Part I)
158 Cek-cok Sedikit (Part II)
159 Bertahan Hidup di Tempat Antah-berantah (Part I)
160 Bertahan Hidup di Tempat Antah-berantah (Part II)
161 Duel lagi (Part I)
162 Pusaran Topan (Part I)
163 Pusaran Topan (Part II)
164 Duel Lagi (Part II)
165 Duel Lagi (Part III)
166 Ini Mau Sampai Kapan?! (Part I)
167 Ini Mau Sampai Kapan?! (Part II)
168 Ini Mau Sampai Kapan?! (Part III)
169 Ini Mau Sampai Kapan?! (Part IV)
170 Keganasan Xshashk (Part I)
171 Keganasan Xshashk (Part II)
172 Keganasan Xshashk (Part III)
173 Ulangi Lagi! (Part I)
174 Ulangi Lagi (Part II)
175 Ulangi Lagi (Part III)
Episodes

Updated 175 Episodes

1
Pengenalan Tokoh
2
Berangkat Menuju ke Tempat Kerja
3
Pergi Mencari yang Tidak Pasti
4
Pertemuan Tak Terduga
5
Tragedi yang Tidak Direncanakan
6
Dirawat Di Rumah Sakit Terdekat
7
Diskusi Dengan Agensi
8
Rencana Pemindahan
9
Awal dari Kehidupan yg Baru
10
Pelajaran Pertama di Sekolah Baru
11
Diganggu oleh Preman Kelas
12
Wanita Berambut Merah Delima
13
Kompetisi Antar Human Change (Semifinal)
14
Kompetisi Antar Human Change Final (Part I)
15
Kompetisi Antar Human Change Final (Part II)
16
Saya Dimana?
17
Kembali ke Rumah (Part I)
18
Kembali ke Rumah (Part II)
19
Keributan Di Taman Bermain
20
Pengalaman yg Sangat Menegangkan
21
Pahlawan Baru Kini Telah Hadir
22
Kekacauan pada Pusat Kota (Part I)
23
Kekacauan pada Pusat Kota (Part II)
24
Tugas Bagi Para Pahlawan (Part I)
25
Tugas bagi Para Pahlawan (Part II)
26
Kisah yg Teramat Kelam (Part I)
27
Kisah yang Teramat Kelam (Part II)
28
Bertindak diluar Naluri Manusia (Part I)
29
Bertindak diluar Naluri Manusia (Part II)
30
Kebenaran Mulai Terungkap (Part I)
31
Kebenaran Mulai Terungkap (Part II)
32
Menyusun Strategi di Kemudian Hari
33
Membongkar Kedok Pemerintah (Part I)
34
Membongkar Kedok Pemerintah (Part II)
35
Manusia Lepas Kendali (Part I)
36
Manusia Lepas Kendali (Part II)
37
Bungkam Semuanya Tanpa Terkecuali (Part I)
38
Bungkam Semuanya Tanpa Terkecuali (Part II)
39
Mendapat Sebuah Bantuan dari Rekan Sebaya (Part I)
40
Mendapat Sebuah Bantuan dari Rekan Sebaya (Part II)
41
Pertengkaran Antar Rekan Satu Team (Part I)
42
Pertengkaran Antar Rekan Satu Team (Part II)
43
Sahabat yg Begitu Pengertian (Part II)
44
Kedatangan Musuh Baru (Part I)
45
Kedatangan Musuh Baru (Part II)
46
Bertarung Melawan Mereka (Part I)
47
Bertarung Melawan Mereka (Part II)
48
Bertarung Melawan Mereka (Part III)
49
Bertarung Melawan Mereka (Part IV)
50
Kejadian Tak Terduga (Part I)
51
Kejadian Tak Terduga (Part II)
52
Kejadian Tak Terduga (Part III)
53
Pengumuman Penting
54
Pengkhianat Sialan (Part I)
55
Pengkhianat Sialan (Part II)
56
Pengkhianat Sialan (Part III)
57
Pengkhianat Sialan (Part IV)
58
Pengkhianat Sialan (Part V)
59
Pengkhianat Sialan (Part VI)
60
Pengkhianat Sialan (Part VII)
61
Curiga Dengannya (Part I)
62
Curiga Dengannya (Part II)
63
Curiga Dengannya (Part III)
64
Curiga Dengannya (Part IV)
65
Curiga Dengannya (Part V)
66
Dalang Dari Semua Ini (Part I)
67
Dalang Dari Semua Ini (Part II)
68
Dalang Dari Semua Ini (Part III)
69
Dalang Dari Semua Ini (Part IV)
70
Dalang Dari Semua Ini (Part V)
71
Dalang Dari Semua Ini (Part VI)
72
Dalang Dari Semua Ini (Part VII)
73
Dalang Dari Semua Ini (Part VIII)
74
Dalang Dari Semua Ini (Part IX)
75
Dalang Dari Semua Ini (Part X)
76
Apa Ini!? (Part I)
77
Announcement Penting
78
Apa Ini!? (Part II)
79
Apa Ini!? (Part III)
80
Apa Ini!? (Part IV)
81
Terjebak di Luar Ruangan (Part I)
82
Terjebak di Luar Ruangan (Part II)
83
Terjebak di Luar Ruangan (Part III)
84
Meledaknya Nusantara Empire (Part I)
85
Meledaknya Nusantara Empire (Part II)
86
Meledaknya Nusantara Empire (Part III)
87
Announcement Pent-t-t-ing!!!
88
Meledaknya Nusantara Empire (Part IV)
89
Meledaknya Nusantara Empire (Part IV)
90
Masalah Tak Kunjung Selesai (Part I)
91
Masalah Tak Kunjung Selesai (Part II)
92
Tamu Tak Diundang (Part I)
93
Tamu Tak Diundang (Part II)
94
Tamu Tak Diundang (Part III)
95
Tamu Tak Diundang (Part IV)
96
Tamu Tak Diundang (Part V)
97
Motif Tersembunyi (Part I)
98
Motif Tersembunyi (Part II)
99
Gelud Kecil-kecilan (Part I)
100
Gelud Kecil-kecilan (Part II)
101
Gelud Kecil-kecilan (Part III)
102
Gelud Kecil-kecilan (Part IV)
103
Lumayan Mengesankan (Part I)
104
Lumayan Mengesankan (Part II)
105
Lumayan Mengesankan (Part III)
106
Lumayan Mengesankan (Part IV)
107
Lumayan Mengesankan (Part V)
108
Lumayan Mengesankan (Part VI)
109
Lumayan Mengesankan (Part VII)
110
Draft
111
Lumayan Mengesankan (Part VIII)
112
Lumayan Mengesankan (Part IX)
113
Mereka Ingin Melawanku? (Part I)
114
Mereka Ingin Melawanku? (Part II)
115
Mereka Ingin Melawanku? (Part III)
116
Mereka Ingin Melawanku? (Part IV)
117
Mereka Ingin Melawanku (Part V)
118
Mereka Ingin Melawanku (Part VI)
119
Cukup Menarik (Part I)
120
Cukup Menarik (Part II)
121
Cukup Menarik (Part III)
122
Cukup Menarik (Part IV)
123
Cukup Menarik (Part V)
124
Ini Belum Usai (Part I)
125
Ini Belum Usai (Part II)
126
Ini Belum Usai (Part III)
127
Ini Belum Usai (Part IV)
128
Ini Belum Usai (Part V)
129
Ini Belum Usai (Part VI)
130
Ini Belum Usai (Part VII)
131
Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part I)
132
Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part II)
133
Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part III)
134
Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part IV)
135
Apa yang Sebenarnya Terjadi? (Part V)
136
Apa yang Sebenarnya Terjadi? (Part VI)
137
Tak Ada Habis? (Part I)
138
Tak Ada Habis? (Part II)
139
Halo? Ini dimana? (Part I)
140
Halo? Ini dimana? (Part II)
141
Halo? Ini dimana? (Part III)
142
Halo? Ini dimana? (Part IV)
143
Halo? Ini Dimana? (Part V)
144
Halo? Ini Dimana? (Part VI)
145
Rumit Sekali (Part I)
146
Rumit Sekali (Part II)
147
Mengenang Masa Lalu (Part I)
148
Mengenang Masa Lalu (Part II)
149
Mengenang Masa Lalu (Part III)
150
Mengenang Masa Lalu (Part IV)
151
Xshashk Bertindak (Part I)
152
Xshashk Bertindak (Part II)
153
Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part I)
154
Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part II)
155
Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part III)
156
Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part IV)
157
Cek-cok Sedikit (Part I)
158
Cek-cok Sedikit (Part II)
159
Bertahan Hidup di Tempat Antah-berantah (Part I)
160
Bertahan Hidup di Tempat Antah-berantah (Part II)
161
Duel lagi (Part I)
162
Pusaran Topan (Part I)
163
Pusaran Topan (Part II)
164
Duel Lagi (Part II)
165
Duel Lagi (Part III)
166
Ini Mau Sampai Kapan?! (Part I)
167
Ini Mau Sampai Kapan?! (Part II)
168
Ini Mau Sampai Kapan?! (Part III)
169
Ini Mau Sampai Kapan?! (Part IV)
170
Keganasan Xshashk (Part I)
171
Keganasan Xshashk (Part II)
172
Keganasan Xshashk (Part III)
173
Ulangi Lagi! (Part I)
174
Ulangi Lagi (Part II)
175
Ulangi Lagi (Part III)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!