Awal dari Kehidupan yg Baru

...Episode IX...

Setelah masuk ke dalam gerbang sekolah atau lebih tepatnya sebuah asrama besar, Christ pun mulai mencari dimana letak ruang pendaftaran.

Karena sekolah ini memiliki lebar serta luas yang cukup luas, alhasil Christ pun malah menjadi bingung sendiri di dalamnya.

Sembari terus berjalan, ia yg tak ingin masuk lebih dalam lantas bertanya kepada salah satu perempuan yg kebetulan sedang berada disana.

"Permisi, maaf mengganggu waktunya......"

"Tempat pendaftaran untuk calon Human Change itu letaknya di bagian mana, ya?"

Awalnya perempuan itu sedikit terkejut dengan kedatangan Christ. Namun melihat nada bicara halusnya yg menyatakan bahwa ia bukan orang jahat, wanita itu lalu menjawab.

"Ruang pendaftaran-- ya?"

"Ahh--- anda nanti tinggal jalan lurus terus hingga bertemu dua belokan, ambil belokan ke kiri. Sekitar 200 meter berjalan, maka kamu akan tiba disana,"

Cewek itu menjelaskan dengan rinci mengenai ruang pendaftaran.

"Owh begitu, omong omong makasih atas infonya ya,"

"Ya, sama sama." ujar cewek itu.

Seusai mendapat petunjuk darinya, Christ lalu mulai berlari dan mengikuti arahan sesuai omongannya. Sembari diperjalanan, tiba-tiba otaknya mulai berhalusinasi.

"Fumu--- lumayan juga tempat ini untuk memiliki hal unik seperti tadi ya," gumam Christ di dalam hatinya.

Tersadar dari lamunannya, ia langsung mengabaikan akan hal tadi dan mempercepat langkahnya hingga akhirnya ia benar-benar berdiri di depan ruang pendaftaran.

Disaat sedang dalam proses pendaftaran, Christ diminta untuk merentangkan kedua tangannya.

"Mohon untuk merentangkan tangan anda." ucap suatu mesin yg tengah memindai tubuh Christ.

"Eh iya iya," ujar Christ sembari merentangkan kedua tangannya.

Tanpa banyak tingkah, ia menurutinya.

Setelah dipindai dengan sangat lama, akhirnya selesailah proses pemeriksaan untuk Christ. Kemudian hasil dari pemindaian itu sendiri kini langsung diberikan kepada ia selaku murid baru disana.

"Hm.......?"

"Sudah kuduga," ujar Christ tanpa adanya rasa terkejut.

Sesuai dugaan, Christ diklasifikasikan sebagai Human Change berkekuatan Listrik.

Christ tidak terkejut mendengar hal itu karena sebelumnya ia telah bertemu dengan Spirit Lightning of the Master, yg dimana dari namanya saja sudah mewakili roh listrik.

Seusai diberikan padanya, Christ lantas cabut dari sana untuk pergi ke sebuah asrama khusus HC. Perlu diketahui bahwa semua Human Change tinggal disana, dengan dibagi akan setiap HC pada kelompoknya masing masing.

Selang beberapa menit mencari, akhirnya Christ pun berhasil masuk ke kamar khusus untuknya.

Setibanya ia di dalam, bak orang yg tidak diberi makan selama sebulan penuh, Christ langsung membaringkan tubuhnya ke kasur untuk menghilangkan rasa penat yg melekat fi sekujur tubuhnya.

"Haaah----......."

"Asli capek banget hari ini. Mana besok harus berangkat untuk belajar ke sekolah lagi, saya kan sudah bekerja,"

"Hah.........."

Tanpa dipungkiri, ia memang menginginkan untuk menjadi manusia normal. Namun bukan berarti ia bakalan mau untuk menjadi salah satu Human Change.

Ia yg terlalu lelah kini mulai termenung.

Ia memikirkan mengenai nasib dirinya, jikalau mereka mengetahui bahwa ada salah satu keturunannya yg dimasukkan kedalam kota kecil khusus Human Change.

"Keluargaku ada yg marah tidak ya? apalagi bila mendengar salah satu cicit dari keturunan nya yg malah masuk ke dalam asrama Human Change?" gumam Christ dalam benaknya itu.

"Tetapi bukannya kakak kandung ku termasuk dalam HC juga ya? Mungkin saja diriku masih diterima di keluarga ku kali, mengingat bahwa kakak ku saja masih dianggap sebagai keluarga besar," ujar Christ dalam benaknya.

Sembari termenung, Christ kemudian memperhatikan keadaan di sekitarnya.

Pandangan kamar yg cukup bagus disertai dengan ditaruhnya beberapa perabotan yg unik membuat siapapun orang yg berniat menginap disana akan merasa betah.

Ketika tengah melihat-lihat interior tersebut, matanya tertuju pada salah seorang yg sedari tadi mengawasi Christ.

"Itu anak kenapa dah?" ujar Christ seraya fokus memperhatikan anak tersebut.

"Hadeh, unik juga sekolahan ini,"

Keheranan, Christ lantas mengatakan.

"Oy..... kamu yg ada disitu, ayo kesini,"

"Eh, saya?" kata orang tersebut dengan nada terkejut.

"Iya, ada yg mau saya tanyakan kepadamu,"

Meski malu malu, anak itu lalu menghampiri Christ.

"Anu-- maaf tadi saya malah......" ujar anak itu sembari menundukkan kepalanya.

Karena merasa tidak enak telah mengintip orang secara sembarangan, ia menundukkan kepalanya.

"Ahh--- soal itu...... Lupakan saja akan kejadian tadi, toh saya tidak apa-apa kok."

"Owh iya, perkenalkan nama saya Christ. Murid baru disini. Kalo namamu?" ucap Christ seraya basa basi.

"Kamu bisa memanggil saya sebagai Roy," ucap Roy seraya menjabat tangan Christ.

Anak itu lalu mengulurkan tangan kanannya kepada Christ pertanda untuk berkenalan. Melihat uluran tangannya spontan membuat tangan Christ gatal untuk menjabat tangan anak tersebut. Kini mereka sudah resmi berteman.

"Eh ngomong-ngomong, kamu berasal dari kelompok mana Roy?"

"Kok tahu tahu bisa ada di kamar saya?" ucap Christ dengan penuh keheranan.

"Saya ini sama dengan dirimu,"

"Eh? Maksudmu engkau memilki kekuatan Lightning juga?"

"Ya."

Rupanya Roy teridentifikasi sebagai Human Change berkategori power Lightning. Jelas Christ agak sedikit terkejut karenanya.

"Tu- tunggu sebentar, kamu kok bisa mengetahui akan kategori kekuatan saya? Perasaan saat tiba di tempat ini, saya tidak pernah memberitahukan siapapun deh." papar Christ yg tampak kebingungan.

Jelas kalau ia sedikit heran. Ia tidak menyangka bahwa orang yg diajak kenalan olehnya, mengetahui sedikit informasi mengenai kekuatan barunya.

Christ lalu berpikir sejenak, sembari di dalam otaknya itu.

Ia menduga kalau yg memberitahukan mengenai penerimaan dirinya di akademi ini kemungkinan adalah cewek yg dia temui di lorong sebelumnya. Sedangkan orang yg memberitahukan perihal kekuatannya adalah pihak guru di sekolah ini.

"Mungkin, kali ya? Ah-- sudahlah, saya harus mengorek informasi mengenai apa saja yg dilakukan ketika sudah berada disini," ujar Christ didalam hatinya.

"Bukan apa apa, itu memang sudah hobi saya.....

"Eheh..." ucapnya dengan santai.

Christ lalu tersenyum.

Entah perasaan yg lagi baik atau karena hal lain, ia merasa cocok satu sama lain. Christ tak lupa untuk memberitahukan mengenai identitas dirinya sebelum masuk ke sekolah ini.

"Aaahaha--- ah iya Roy, ada satu hal yg ingin saya tanyakan padamu" tanya Christ dengan nada serius.

"Hah? Apaan tuch? Tanya saja Christ, toh tak orang yg bakal melarang."

"Kamu boleh menceritakan sedikit tidak, mengenai apa saja yg dilakukan oleh HC yg berada disini?" tanya Christ dengan sopan.

"Ya ampun, keasikan ngobrol sampai lupa buat memberi tahu engkau akan hal tersebut. bagaimana kalau saya berikan jadwalnya saja?"

"Boleh, kalau tak memberatkan kamu."

"Santai kali Christ, tak ada yg merasa terbebani kok, tunggu sebentar ya....." ujar Ron yg segera berlari untuk balik ke kamarnya. Lalu, selang 30 detik kemudian, ia kembali ke kamar Christ seraya membawa selembar kertas berisikan jadwal sekolah.

Tanpa banyak alasan, Roy pun menyerahkan kertas itu kepada rekannya.

"Nih ---"

"Terimakasih." ucap Christ sembari mengambil kertas di tangan rekannya.

Sejenak, Christ mulai membaca satu persatu mengenai tulisan yg tercatat didalam kertas tersebut.

"Jadwal tiap hari Human Change"

Pukul 08.00 pagi, berangkat ke sekolah

Pukul 09.00 pagi, dimulai pembelajaran

Pukul 12.00 siang, istirahat pertama

Pukul 2 siang, murid diperbolehkan pulang

Pukul 3 - 5 sore, waktu bebas

Pukul 6 - 8 malam, sudah ada di asrama

Merasa kalau jadwal di asrama mirip sekali dengan jadwal anak sekolah tak ayal membuat hati kecil Christ bergumam.

"Eh buset, jadwalnya kok mirip seperti anak sekolah ya? Buset-- buset, sungguh mengerikan."

Ketika Christ tengah asik dalam ocehan kecilnya, Roy yg sedari tadi memerhatikan wajah Christ kemudian menambahkan sebuah info.

"Ah--- iya, sampe kelupaan, jadi begini Christ....."

"Hm?"

"Nantinya..... setiap kelas akan memiliki gurunya masing-masing, dan setiap kelas jelas memiliki guru yg berbeda, ini jelas sekali mengingat bahwa banyak sekali manusia super di tempat ini."

"Biasanya yg akan dipelajari di dalam kelas paling tidak jauh dari cara mengendalikan kekuatan yg kamu miliki selama ini. Yg paling terpenting disini adalah....."

"Jangan pernah mempunyai musuh didalam kelasmu Christ, karena nanti akan berakibat fatal jika kau melanggarnya," ucap Roy dengan penuh keseriusan.

"Owh, begitu."

"Ah--- rasanya saya sudah memperkenalkan diri saya serta asal usul saya right?"

"Ya.... then?"

"Aku ingin mendengar alasan kenapa kamu bisa berada di tempat ini, apa kamu berinteraksi dengan manusia super?"

"Hahaha......." jawab Christ sembari tertawa pelan.

"......." heran, rekan di sebelahnya justru malah diam dan mengganggap bahwa joke yg diceritakan oleh Christ adalah garing.

"Emh....... Roy?"

Entah karena malu atau karena suatu hal, tiba tiba Roy langsung bangkit dari tempat duduknya.

"Permisi Christ, sepertinya saya ada urusan deh."

"Eh?"

Ternyata Roy berniat pergi dari kamar Christ.

Penasaran, Christ yg sedikit bingung akan situasinya kemudian bertanya lagi.

"Eh, emmm---- perlu kah saya antar ke depan

"Tak perlu, saya bisa sendiri kok." respon Roy dengan nada datar

Karena kasihan, Christ lalu mengizinkannya.

"Owh-- ya sudah, silahkan kalau begitu,"

Sontak, Roy yg sudah berada di gagang pintu kemudian langsung cabut meninggalkan Christ sendirian di kamarnya.

Christ yg keheranan melihat tingkah dari temannya tersebut hanya bisa terdiam dan tersenyum.

Kini, esok hari ia akan menjalani kehidupan barunya pada sekolahan, atau yg biasa disebut sebagai asrama.

Akankah Christ dapat untuk menjalani kehidupannya itu?

Pertanyaan ini hanya bisa dijawab kalau kalian membaca episode selanjutnya.

Bersambung..........

Terpopuler

Comments

M IHSAN AMZAH

M IHSAN AMZAH

hari baru,masalah baru

2023-11-05

1

lihat semua
Episodes
1 Pengenalan Tokoh
2 Berangkat Menuju ke Tempat Kerja
3 Pergi Mencari yang Tidak Pasti
4 Pertemuan Tak Terduga
5 Tragedi yang Tidak Direncanakan
6 Dirawat Di Rumah Sakit Terdekat
7 Diskusi Dengan Agensi
8 Rencana Pemindahan
9 Awal dari Kehidupan yg Baru
10 Pelajaran Pertama di Sekolah Baru
11 Diganggu oleh Preman Kelas
12 Wanita Berambut Merah Delima
13 Kompetisi Antar Human Change (Semifinal)
14 Kompetisi Antar Human Change Final (Part I)
15 Kompetisi Antar Human Change Final (Part II)
16 Saya Dimana?
17 Kembali ke Rumah (Part I)
18 Kembali ke Rumah (Part II)
19 Keributan Di Taman Bermain
20 Pengalaman yg Sangat Menegangkan
21 Pahlawan Baru Kini Telah Hadir
22 Kekacauan pada Pusat Kota (Part I)
23 Kekacauan pada Pusat Kota (Part II)
24 Tugas Bagi Para Pahlawan (Part I)
25 Tugas bagi Para Pahlawan (Part II)
26 Kisah yg Teramat Kelam (Part I)
27 Kisah yang Teramat Kelam (Part II)
28 Bertindak diluar Naluri Manusia (Part I)
29 Bertindak diluar Naluri Manusia (Part II)
30 Kebenaran Mulai Terungkap (Part I)
31 Kebenaran Mulai Terungkap (Part II)
32 Menyusun Strategi di Kemudian Hari
33 Membongkar Kedok Pemerintah (Part I)
34 Membongkar Kedok Pemerintah (Part II)
35 Manusia Lepas Kendali (Part I)
36 Manusia Lepas Kendali (Part II)
37 Bungkam Semuanya Tanpa Terkecuali (Part I)
38 Bungkam Semuanya Tanpa Terkecuali (Part II)
39 Mendapat Sebuah Bantuan dari Rekan Sebaya (Part I)
40 Mendapat Sebuah Bantuan dari Rekan Sebaya (Part II)
41 Pertengkaran Antar Rekan Satu Team (Part I)
42 Pertengkaran Antar Rekan Satu Team (Part II)
43 Sahabat yg Begitu Pengertian (Part II)
44 Kedatangan Musuh Baru (Part I)
45 Kedatangan Musuh Baru (Part II)
46 Bertarung Melawan Mereka (Part I)
47 Bertarung Melawan Mereka (Part II)
48 Bertarung Melawan Mereka (Part III)
49 Bertarung Melawan Mereka (Part IV)
50 Kejadian Tak Terduga (Part I)
51 Kejadian Tak Terduga (Part II)
52 Kejadian Tak Terduga (Part III)
53 Pengumuman Penting
54 Pengkhianat Sialan (Part I)
55 Pengkhianat Sialan (Part II)
56 Pengkhianat Sialan (Part III)
57 Pengkhianat Sialan (Part IV)
58 Pengkhianat Sialan (Part V)
59 Pengkhianat Sialan (Part VI)
60 Pengkhianat Sialan (Part VII)
61 Curiga Dengannya (Part I)
62 Curiga Dengannya (Part II)
63 Curiga Dengannya (Part III)
64 Curiga Dengannya (Part IV)
65 Curiga Dengannya (Part V)
66 Dalang Dari Semua Ini (Part I)
67 Dalang Dari Semua Ini (Part II)
68 Dalang Dari Semua Ini (Part III)
69 Dalang Dari Semua Ini (Part IV)
70 Dalang Dari Semua Ini (Part V)
71 Dalang Dari Semua Ini (Part VI)
72 Dalang Dari Semua Ini (Part VII)
73 Dalang Dari Semua Ini (Part VIII)
74 Dalang Dari Semua Ini (Part IX)
75 Dalang Dari Semua Ini (Part X)
76 Apa Ini!? (Part I)
77 Announcement Penting
78 Apa Ini!? (Part II)
79 Apa Ini!? (Part III)
80 Apa Ini!? (Part IV)
81 Terjebak di Luar Ruangan (Part I)
82 Terjebak di Luar Ruangan (Part II)
83 Terjebak di Luar Ruangan (Part III)
84 Meledaknya Nusantara Empire (Part I)
85 Meledaknya Nusantara Empire (Part II)
86 Meledaknya Nusantara Empire (Part III)
87 Announcement Pent-t-t-ing!!!
88 Meledaknya Nusantara Empire (Part IV)
89 Meledaknya Nusantara Empire (Part IV)
90 Masalah Tak Kunjung Selesai (Part I)
91 Masalah Tak Kunjung Selesai (Part II)
92 Tamu Tak Diundang (Part I)
93 Tamu Tak Diundang (Part II)
94 Tamu Tak Diundang (Part III)
95 Tamu Tak Diundang (Part IV)
96 Tamu Tak Diundang (Part V)
97 Motif Tersembunyi (Part I)
98 Motif Tersembunyi (Part II)
99 Gelud Kecil-kecilan (Part I)
100 Gelud Kecil-kecilan (Part II)
101 Gelud Kecil-kecilan (Part III)
102 Gelud Kecil-kecilan (Part IV)
103 Lumayan Mengesankan (Part I)
104 Lumayan Mengesankan (Part II)
105 Lumayan Mengesankan (Part III)
106 Lumayan Mengesankan (Part IV)
107 Lumayan Mengesankan (Part V)
108 Lumayan Mengesankan (Part VI)
109 Lumayan Mengesankan (Part VII)
110 Draft
111 Lumayan Mengesankan (Part VIII)
112 Lumayan Mengesankan (Part IX)
113 Mereka Ingin Melawanku? (Part I)
114 Mereka Ingin Melawanku? (Part II)
115 Mereka Ingin Melawanku? (Part III)
116 Mereka Ingin Melawanku? (Part IV)
117 Mereka Ingin Melawanku (Part V)
118 Mereka Ingin Melawanku (Part VI)
119 Cukup Menarik (Part I)
120 Cukup Menarik (Part II)
121 Cukup Menarik (Part III)
122 Cukup Menarik (Part IV)
123 Cukup Menarik (Part V)
124 Ini Belum Usai (Part I)
125 Ini Belum Usai (Part II)
126 Ini Belum Usai (Part III)
127 Ini Belum Usai (Part IV)
128 Ini Belum Usai (Part V)
129 Ini Belum Usai (Part VI)
130 Ini Belum Usai (Part VII)
131 Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part I)
132 Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part II)
133 Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part III)
134 Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part IV)
135 Apa yang Sebenarnya Terjadi? (Part V)
136 Apa yang Sebenarnya Terjadi? (Part VI)
137 Tak Ada Habis? (Part I)
138 Tak Ada Habis? (Part II)
139 Halo? Ini dimana? (Part I)
140 Halo? Ini dimana? (Part II)
141 Halo? Ini dimana? (Part III)
142 Halo? Ini dimana? (Part IV)
143 Halo? Ini Dimana? (Part V)
144 Halo? Ini Dimana? (Part VI)
145 Rumit Sekali (Part I)
146 Rumit Sekali (Part II)
147 Mengenang Masa Lalu (Part I)
148 Mengenang Masa Lalu (Part II)
149 Mengenang Masa Lalu (Part III)
150 Mengenang Masa Lalu (Part IV)
151 Xshashk Bertindak (Part I)
152 Xshashk Bertindak (Part II)
153 Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part I)
154 Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part II)
155 Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part III)
156 Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part IV)
157 Cek-cok Sedikit (Part I)
158 Cek-cok Sedikit (Part II)
159 Bertahan Hidup di Tempat Antah-berantah (Part I)
160 Bertahan Hidup di Tempat Antah-berantah (Part II)
161 Duel lagi (Part I)
162 Pusaran Topan (Part I)
163 Pusaran Topan (Part II)
164 Duel Lagi (Part II)
165 Duel Lagi (Part III)
166 Ini Mau Sampai Kapan?! (Part I)
167 Ini Mau Sampai Kapan?! (Part II)
168 Ini Mau Sampai Kapan?! (Part III)
169 Ini Mau Sampai Kapan?! (Part IV)
170 Keganasan Xshashk (Part I)
171 Keganasan Xshashk (Part II)
172 Keganasan Xshashk (Part III)
173 Ulangi Lagi! (Part I)
174 Ulangi Lagi (Part II)
175 Ulangi Lagi (Part III)
Episodes

Updated 175 Episodes

1
Pengenalan Tokoh
2
Berangkat Menuju ke Tempat Kerja
3
Pergi Mencari yang Tidak Pasti
4
Pertemuan Tak Terduga
5
Tragedi yang Tidak Direncanakan
6
Dirawat Di Rumah Sakit Terdekat
7
Diskusi Dengan Agensi
8
Rencana Pemindahan
9
Awal dari Kehidupan yg Baru
10
Pelajaran Pertama di Sekolah Baru
11
Diganggu oleh Preman Kelas
12
Wanita Berambut Merah Delima
13
Kompetisi Antar Human Change (Semifinal)
14
Kompetisi Antar Human Change Final (Part I)
15
Kompetisi Antar Human Change Final (Part II)
16
Saya Dimana?
17
Kembali ke Rumah (Part I)
18
Kembali ke Rumah (Part II)
19
Keributan Di Taman Bermain
20
Pengalaman yg Sangat Menegangkan
21
Pahlawan Baru Kini Telah Hadir
22
Kekacauan pada Pusat Kota (Part I)
23
Kekacauan pada Pusat Kota (Part II)
24
Tugas Bagi Para Pahlawan (Part I)
25
Tugas bagi Para Pahlawan (Part II)
26
Kisah yg Teramat Kelam (Part I)
27
Kisah yang Teramat Kelam (Part II)
28
Bertindak diluar Naluri Manusia (Part I)
29
Bertindak diluar Naluri Manusia (Part II)
30
Kebenaran Mulai Terungkap (Part I)
31
Kebenaran Mulai Terungkap (Part II)
32
Menyusun Strategi di Kemudian Hari
33
Membongkar Kedok Pemerintah (Part I)
34
Membongkar Kedok Pemerintah (Part II)
35
Manusia Lepas Kendali (Part I)
36
Manusia Lepas Kendali (Part II)
37
Bungkam Semuanya Tanpa Terkecuali (Part I)
38
Bungkam Semuanya Tanpa Terkecuali (Part II)
39
Mendapat Sebuah Bantuan dari Rekan Sebaya (Part I)
40
Mendapat Sebuah Bantuan dari Rekan Sebaya (Part II)
41
Pertengkaran Antar Rekan Satu Team (Part I)
42
Pertengkaran Antar Rekan Satu Team (Part II)
43
Sahabat yg Begitu Pengertian (Part II)
44
Kedatangan Musuh Baru (Part I)
45
Kedatangan Musuh Baru (Part II)
46
Bertarung Melawan Mereka (Part I)
47
Bertarung Melawan Mereka (Part II)
48
Bertarung Melawan Mereka (Part III)
49
Bertarung Melawan Mereka (Part IV)
50
Kejadian Tak Terduga (Part I)
51
Kejadian Tak Terduga (Part II)
52
Kejadian Tak Terduga (Part III)
53
Pengumuman Penting
54
Pengkhianat Sialan (Part I)
55
Pengkhianat Sialan (Part II)
56
Pengkhianat Sialan (Part III)
57
Pengkhianat Sialan (Part IV)
58
Pengkhianat Sialan (Part V)
59
Pengkhianat Sialan (Part VI)
60
Pengkhianat Sialan (Part VII)
61
Curiga Dengannya (Part I)
62
Curiga Dengannya (Part II)
63
Curiga Dengannya (Part III)
64
Curiga Dengannya (Part IV)
65
Curiga Dengannya (Part V)
66
Dalang Dari Semua Ini (Part I)
67
Dalang Dari Semua Ini (Part II)
68
Dalang Dari Semua Ini (Part III)
69
Dalang Dari Semua Ini (Part IV)
70
Dalang Dari Semua Ini (Part V)
71
Dalang Dari Semua Ini (Part VI)
72
Dalang Dari Semua Ini (Part VII)
73
Dalang Dari Semua Ini (Part VIII)
74
Dalang Dari Semua Ini (Part IX)
75
Dalang Dari Semua Ini (Part X)
76
Apa Ini!? (Part I)
77
Announcement Penting
78
Apa Ini!? (Part II)
79
Apa Ini!? (Part III)
80
Apa Ini!? (Part IV)
81
Terjebak di Luar Ruangan (Part I)
82
Terjebak di Luar Ruangan (Part II)
83
Terjebak di Luar Ruangan (Part III)
84
Meledaknya Nusantara Empire (Part I)
85
Meledaknya Nusantara Empire (Part II)
86
Meledaknya Nusantara Empire (Part III)
87
Announcement Pent-t-t-ing!!!
88
Meledaknya Nusantara Empire (Part IV)
89
Meledaknya Nusantara Empire (Part IV)
90
Masalah Tak Kunjung Selesai (Part I)
91
Masalah Tak Kunjung Selesai (Part II)
92
Tamu Tak Diundang (Part I)
93
Tamu Tak Diundang (Part II)
94
Tamu Tak Diundang (Part III)
95
Tamu Tak Diundang (Part IV)
96
Tamu Tak Diundang (Part V)
97
Motif Tersembunyi (Part I)
98
Motif Tersembunyi (Part II)
99
Gelud Kecil-kecilan (Part I)
100
Gelud Kecil-kecilan (Part II)
101
Gelud Kecil-kecilan (Part III)
102
Gelud Kecil-kecilan (Part IV)
103
Lumayan Mengesankan (Part I)
104
Lumayan Mengesankan (Part II)
105
Lumayan Mengesankan (Part III)
106
Lumayan Mengesankan (Part IV)
107
Lumayan Mengesankan (Part V)
108
Lumayan Mengesankan (Part VI)
109
Lumayan Mengesankan (Part VII)
110
Draft
111
Lumayan Mengesankan (Part VIII)
112
Lumayan Mengesankan (Part IX)
113
Mereka Ingin Melawanku? (Part I)
114
Mereka Ingin Melawanku? (Part II)
115
Mereka Ingin Melawanku? (Part III)
116
Mereka Ingin Melawanku? (Part IV)
117
Mereka Ingin Melawanku (Part V)
118
Mereka Ingin Melawanku (Part VI)
119
Cukup Menarik (Part I)
120
Cukup Menarik (Part II)
121
Cukup Menarik (Part III)
122
Cukup Menarik (Part IV)
123
Cukup Menarik (Part V)
124
Ini Belum Usai (Part I)
125
Ini Belum Usai (Part II)
126
Ini Belum Usai (Part III)
127
Ini Belum Usai (Part IV)
128
Ini Belum Usai (Part V)
129
Ini Belum Usai (Part VI)
130
Ini Belum Usai (Part VII)
131
Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part I)
132
Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part II)
133
Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part III)
134
Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part IV)
135
Apa yang Sebenarnya Terjadi? (Part V)
136
Apa yang Sebenarnya Terjadi? (Part VI)
137
Tak Ada Habis? (Part I)
138
Tak Ada Habis? (Part II)
139
Halo? Ini dimana? (Part I)
140
Halo? Ini dimana? (Part II)
141
Halo? Ini dimana? (Part III)
142
Halo? Ini dimana? (Part IV)
143
Halo? Ini Dimana? (Part V)
144
Halo? Ini Dimana? (Part VI)
145
Rumit Sekali (Part I)
146
Rumit Sekali (Part II)
147
Mengenang Masa Lalu (Part I)
148
Mengenang Masa Lalu (Part II)
149
Mengenang Masa Lalu (Part III)
150
Mengenang Masa Lalu (Part IV)
151
Xshashk Bertindak (Part I)
152
Xshashk Bertindak (Part II)
153
Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part I)
154
Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part II)
155
Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part III)
156
Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part IV)
157
Cek-cok Sedikit (Part I)
158
Cek-cok Sedikit (Part II)
159
Bertahan Hidup di Tempat Antah-berantah (Part I)
160
Bertahan Hidup di Tempat Antah-berantah (Part II)
161
Duel lagi (Part I)
162
Pusaran Topan (Part I)
163
Pusaran Topan (Part II)
164
Duel Lagi (Part II)
165
Duel Lagi (Part III)
166
Ini Mau Sampai Kapan?! (Part I)
167
Ini Mau Sampai Kapan?! (Part II)
168
Ini Mau Sampai Kapan?! (Part III)
169
Ini Mau Sampai Kapan?! (Part IV)
170
Keganasan Xshashk (Part I)
171
Keganasan Xshashk (Part II)
172
Keganasan Xshashk (Part III)
173
Ulangi Lagi! (Part I)
174
Ulangi Lagi (Part II)
175
Ulangi Lagi (Part III)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!