...Episode XV...
Christ yg merasakan adanya potensi bahaya dari Aaron, langsung meledakkan area di sekitar tersebut.
Itu membuat Aaron sedikit terpental ke belakang arena.
Namun Aaron tidak menyerah begitu saja. Keputusannya kini sudah bulat, ia akan membunuh Christ dengan cara apapun.
"Keputusan ku sudah bulat," ujarnya.
Aaron kemudian maju kembali.
Kini ia berusaha untuk mengumpulkan seluruh kekuatannya supaya bisa digunakan untuk mengalahkan Christ.
"Rasakan ini......."
"Dengan seluruh kekuatanku, matilah kau!!!!!" ucap Aaron sembari menembakkan seluruh kekuatan yg ia miliki itu.
Sepersekian detik sebelum tembakan tersebut mengenai Christ, mendadak dari dalam tubuh Christ mulai keluar sebuah area listrik berbentuk lingkaran penuh.
(Dengan sekejap, serangan milik Aaron barusan kemudian terhalang oleh pelindung yg tak sengaja diciptakan oleh Christ)
Tentu Aaron terkejut bukan main. Ia tidak menyangka bahwa seluruh kekuatan yg ia keluarkan barusan rupanya bisa dihalau oleh sebuah perisai jelek yg tak diketahui asal usulnya dari mana.
Sadar kalau benda tersebut tak dibentuk atas perintahnya, Christ lalu bertanya pada spirit tersebut.
"Oy spirit, omong omong, benda ini kok bisa tercipta begitu saja?" tanya Christ penuh tanda tanya.
Spirit itu kemudian menjawab.
"Owh, saya lupa memberi tahu mu mengenai hal ini. Kalau ada sebuah benda ataupun serangan berbahaya yg tengah menuju ke arahmu, maka inti roh yg ada di dalam tubuh mu bakalan bereaksi untuk melindungi penggunanya."
"Bisa dibilang kalau pelindung ini tercipta ketika ada benda yg bisa membahayakan kamu Christ, paham?" ucap spirit tersebut seraya menjelaskan secara detail.
Christ yg mendengar ocehan darinya hanya bisa tersenyum kecil.
Sementara itu, Aaron yg melihat kalau serangannya barusan malah berhasil ditepis oleh Christ lantas untuk mengatakan.
"Sialan." ucap Aaron yg melihatnya.
"Tapi, aku tidak boleh kalah darinya." ucapnya seraya memanggil pedangnya tersebut.
Kali ini, ia akan membunuhnya dengan cara menusuk dari belakang.
"Kali ini pasti berhasil," ucap Aaron didalam hatinya.
Aaron lalu menghilang entah kemana. Namun Christ masih santai saja seolah tidak merasakan apa-apa.
Kemudian dalam kurun waktu 1 detik, Aaron secara tiba tiba muncul dari belakang Christ.
Aaron mencoba untuk menusuknya dari belakang, akan tetapi...........
"Waktu bermain sudah habis, sekarang giliran ku." ujar Christ seraya menahan pedang tersebut.
Tanpa diduga, Christ menahan Pedang milik Aaron hanya dengan satu jarinya saja.
"Bagaimana bisa?" tanya Aaron dengan nada terkejut.
"Hmph.........." gumam Christ.
"Pedang ini memang memiliki kekuatan yg sangat kuat,"
Tetapi......" Christ lalu mengentikan ucapannya tersebut.
(Suara pedang yg dihancurkan hingga tak ada wujudnya kembali)
Tanpa diduga, Christ dapat menghancurkan pedang milik Aaron hanya dengan menggenggamnya saja.
Itu membuat semua penonton sekaligus Aaron sangat tidak percaya dengan apa yg
dilihatnya.
"What the............." ujar Aaron yg tidak mempercayai penglihatannya pada saat itu.
(Suara pukulan yg tepat mengenai perut Aaron)
Namun belum saja Aaron menyelesaikan omongannya, ia langsung ditinju sangat kuat oleh Christ itu sendiri.
Efek dari pukulan tersebut membuat Aaron terpental hingga menabrak langit arena itu.
"Waktunya beraksi," ucap Spirit yg ada pada Christ.
"Yah........" timpal Christ yg setuju dengan perkataan dari Spirit tersebut.
Christ langsung menendang Aaron ke arah selatan.
Efek dari tendangan tersebut membuat Aaron terlempar hingga ke tribun penonton.
(Suara tabrakan yg terjadi karena seseorang terhantam suatu benda)
(Aaron menjerit seraya mencoba untuk menahan lukanya tersebut)
"Aku tidak akan menyerah, ini demi kehormatan keluargaku," ucap Aaron didalam hatinya.
Sembari berdiri ia langsung menerjang Christ dengan sisa kekuatan yg ia miliki.
Christ yg sudah menduga akan hal itu, reflek untuk membelah dirinya menjadi 2 orang.
(Suara tepukan tangan dari para penonton)
Sontak, para penonton bersorak kegirangan akan hal itu.
Melihat akan hal itu, Aaron yg semakin emosi tanpa diduga langsung menyambar listrik sekuat tenaga kepada Christ.
Sesaat keluar petir besar yg langsung menyambar kedua Christ tersebut.
Untungnya, dengan kecepatan yg hampir menyamai cahaya, keduanya itu berhasil untuk menghindar dari serangan tersebut.
Namun alih alih berhenti, Aaron justru semakin menggila.
Karena kewalahan untuk menghindar, 2 Christ yg ada itu memutuskan untuk menyatu kembali.
Christ kini berniat untuk menyatukan seluruh kekuatan yg ia miliki.
Ia lalu mengatakan.
"Dengan begini, pertarungan nan bodoh ini akan saya akhiri dengan cepat," ucap Christ.
Dengan kecepatan secepat cahaya, Christ langsung melesat ke depan Aaron.
Kemudian, kurang dari 1 detik, Christ langsung menendang perut Aaron.
(Aaron yg terlempar karena ditendang oleh Christ)
Setelah Aaron terlempar cukup jauh, Christ lalu membelah dirinya menjadi 2 kembali.
"Baiklah, untuk mempersingkat waktu," kata Christ A kepada Christ B.
"Kau coba serang ia dari arah timur sana, sedangkan saya akan mencoba untuk menyerang dari arah barat."
"Paham kan?" tanya Christ yg asli pada kloningannya tersebut.
"Mudah untuk dimengerti kawan," Christ B lalu paham akan rencana dari Christ A.
Dengan terbang, Christ A kemudian terbang ke atas.
(Suara angin dari lari Christ A tadi)
Setelah terbang melayang, tanpa aba aba, Christ A menyerang Aaron secara brutal dari arah barat.
Aaron yg terkena serangan tersebut langsung terpental ke arah timur.
Sayangnya Christ B yg sudah menunggu dari tadi, langsung salto dan menendang Aaron layaknya bola futsal.
"Rasain nih!!!!" ucap Christ B setelah ia berhasil menendang Aaron.
Aaron yg terkena serangan dua kali, langsung terpental kebawah. Ia lalu menabrak lantai arena dengan teramat sangat keras.
Karena terlalu kuat tendangan yg dilancarkan oleh Christ, itu membuat lantai arena pertandingan retak parah bahkan hampir hancur sepenuhnya.
Lantai arena pertandingan yg memiliki ketebalan hampir sama dengan lantai aula pada tempat umum, kini wujudnya sudah tidak terlihat lagi.
"Arghhhhhhhhhhhh..." Aaron mengerang kesakitan.
Namun ia tidak akan berhenti sampai disitu. Emosinya yg makin memuncak, membuatnya tidak bisa mengontrol Kekuatannya lagi.
"Persetan dengan kekalahan, aku akan memenangkan pertandingan ini!!!!" jerit Aaron dengan nada lantang.
Kini Aaron berniat untuk meledakkan seluruh kekuatan yg dia miliki, agar bisa untuk menghancurkan arena beserta Christ itu sendiri.
"Kau ini memang terlampau gila ya?" ucap Christ A dan B yg mengatakan hal yg sama.
Kedua Christ ini lalu menyatu kembali untuk mencegah aksi Aaron. Christ kini harus menghentikan Aaron sebelum Aaron menghancurkan semuanya.
"Now or Never," ucap Christ.
Christ kini menggenapkan power dari Lightning Red & Blue. Kemudian ia langsung terbang keatas langit.
Aaron yg melihat akan hal itu langsung menyerang Christ dengan meriam listriknya.
"Mati!!!!!!!!!!!!!!!!" ucap Aaron sembari menyerang dengan meriamnya.
"Tak akan kubiarkan!" ucap Christ sembari menendang Aaron dari atas.
Gerakan Christ yg sangat cepat itu bisa dibilang jauh lebih cepat dari kecepatan kilat.
(Efek ledakan akibat kekuatan yg dihasilkan oleh mereka berdua)
Alhasil terjadilah adu kekuatan yg sangat kuat diantara mereka berdua.
Sekitar beberapa menit setelah terjadi tabrakan antar kekuatan, Christ dengan kecerdikannya spontan untuk menendang Aaron dengan kekuatan yg sangat luar biasa.
(Suara jeritan yg dihasilkan oleh Aaron barusan)
(Akhirnya Aaron harus meledak dengan sangat hebat)
"Uhuk-uhuk.........."
"Saya mengaku kalah," ujar Aaron dengan nada serius.
Meski pada awalnya Christ sangat kesusahan melawan Aaron, namun pada akhirnya ia berhasil untuk mengalahkan Aaron.
Christ kemudian mendekati Aaron.
Aaron yg melihat akan hal itu, langsung ketakutan dibuatnya.
Setelah ia bertatapan langsung dengan Aaron, tanpa diduga ia malah mengatakan.
"Sepertinya kondisimu itu mesti mendapatkan pertolongan pertama, Aaron."
"Sebenarnya pihak kesehatan pada pergi kemana sih?" ucap Christ dengan nada panik.
Setelah apa yg dilakukan oleh Aaron barusan, Christ masih tetep mau untuk memaafkannya.
Itu membuatnya sangat keheranan.
"Apa yg kau katakan barusan?" tanya Aaron kepada Christ.
"Apakah kau tidak ada rasa marah kepada saya?"
"Setelah apa yg ingin saya lakukan kepadamu?" tanya Aaron dengan pertanyaan berbobot.
Dengan santai, Christ lalu mengatakan.
"Apa maksud dari perkataan mu itu?" ujar Christ kemudian.
"Diriku masuk kedalam akademi ini tuh bukan berniat untuk menambah lawan,"
"Saya hanya berkeinginan untuk mempunyai teman disini." ujar Christ seraya membantu Aaron untuk berdiri.
Melihat akan hal itu, Aaron terharu melihat kebaikan Christ.
Dari hal itu, Aaron akhirnya menerima kekalahan tersebut dengan lapang dada.
Bersambung........
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments