Kompetisi Antar Human Change Final (Part II)

...Episode XV...

Christ yg merasakan adanya potensi bahaya dari Aaron, langsung meledakkan area di sekitar tersebut.

Itu membuat Aaron sedikit terpental ke belakang arena.

Namun Aaron tidak menyerah begitu saja. Keputusannya kini sudah bulat, ia akan membunuh Christ dengan cara apapun.

"Keputusan ku sudah bulat," ujarnya.

Aaron kemudian maju kembali.

Kini ia berusaha untuk mengumpulkan seluruh kekuatannya supaya bisa digunakan untuk mengalahkan Christ.

"Rasakan ini......."

"Dengan seluruh kekuatanku, matilah kau!!!!!" ucap Aaron sembari menembakkan seluruh kekuatan yg ia miliki itu.

Sepersekian detik sebelum tembakan tersebut mengenai Christ, mendadak dari dalam tubuh Christ mulai keluar sebuah area listrik berbentuk lingkaran penuh.

(Dengan sekejap, serangan milik Aaron barusan kemudian terhalang oleh pelindung yg tak sengaja diciptakan oleh Christ)

Tentu Aaron terkejut bukan main. Ia tidak menyangka bahwa seluruh kekuatan yg ia keluarkan barusan rupanya bisa dihalau oleh sebuah perisai jelek yg tak diketahui asal usulnya dari mana.

Sadar kalau benda tersebut tak dibentuk atas perintahnya, Christ lalu bertanya pada spirit tersebut.

"Oy spirit, omong omong, benda ini kok bisa tercipta begitu saja?" tanya Christ penuh tanda tanya.

Spirit itu kemudian menjawab.

"Owh, saya lupa memberi tahu mu mengenai hal ini. Kalau ada sebuah benda ataupun serangan berbahaya yg tengah menuju ke arahmu, maka inti roh yg ada di dalam tubuh mu bakalan bereaksi untuk melindungi penggunanya."

"Bisa dibilang kalau pelindung ini tercipta ketika ada benda yg bisa membahayakan kamu Christ, paham?" ucap spirit tersebut seraya menjelaskan secara detail.

Christ yg mendengar ocehan darinya hanya bisa tersenyum kecil.

Sementara itu, Aaron yg melihat kalau serangannya barusan malah berhasil ditepis oleh Christ lantas untuk mengatakan.

"Sialan." ucap Aaron yg melihatnya.

"Tapi, aku tidak boleh kalah darinya." ucapnya seraya memanggil pedangnya tersebut.

Kali ini, ia akan membunuhnya dengan cara menusuk dari belakang.

"Kali ini pasti berhasil," ucap Aaron didalam hatinya.

Aaron lalu menghilang entah kemana. Namun Christ masih santai saja seolah tidak merasakan apa-apa.

Kemudian dalam kurun waktu 1 detik, Aaron secara tiba tiba muncul dari belakang Christ.

Aaron mencoba untuk menusuknya dari belakang, akan tetapi...........

"Waktu bermain sudah habis, sekarang giliran ku." ujar Christ seraya menahan pedang tersebut.

Tanpa diduga, Christ menahan Pedang milik Aaron hanya dengan satu jarinya saja.

"Bagaimana bisa?" tanya Aaron dengan nada terkejut.

"Hmph.........." gumam Christ.

"Pedang ini memang memiliki kekuatan yg sangat kuat,"

Tetapi......" Christ lalu mengentikan ucapannya tersebut.

(Suara pedang yg dihancurkan hingga tak ada wujudnya kembali)

Tanpa diduga, Christ dapat menghancurkan pedang milik Aaron hanya dengan menggenggamnya saja.

Itu membuat semua penonton sekaligus Aaron sangat tidak percaya dengan apa yg

dilihatnya.

"What the............." ujar Aaron yg tidak mempercayai penglihatannya pada saat itu.

(Suara pukulan yg tepat mengenai perut Aaron)

Namun belum saja Aaron menyelesaikan omongannya, ia langsung ditinju sangat kuat oleh Christ itu sendiri.

Efek dari pukulan tersebut membuat Aaron terpental hingga menabrak langit arena itu.

"Waktunya beraksi," ucap Spirit yg ada pada Christ.

"Yah........" timpal Christ yg setuju dengan perkataan dari Spirit tersebut.

Christ langsung menendang Aaron ke arah selatan.

Efek dari tendangan tersebut membuat Aaron terlempar hingga ke tribun penonton.

(Suara tabrakan yg terjadi karena seseorang terhantam suatu benda)

(Aaron menjerit seraya mencoba untuk menahan lukanya tersebut)

"Aku tidak akan menyerah, ini demi kehormatan keluargaku," ucap Aaron didalam hatinya.

Sembari berdiri ia langsung menerjang Christ dengan sisa kekuatan yg ia miliki.

Christ yg sudah menduga akan hal itu, reflek untuk membelah dirinya menjadi 2 orang.

ucap Christ seraya membelah dirinya menjadi 2 orang.

(Suara tepukan tangan dari para penonton)

Sontak, para penonton bersorak kegirangan akan hal itu.

Melihat akan hal itu, Aaron yg semakin emosi tanpa diduga langsung menyambar listrik sekuat tenaga kepada Christ.

ucap Aaron seraya menyambar 2 Christ yg ada di situ.

Sesaat keluar petir besar yg langsung menyambar kedua Christ tersebut.

Untungnya, dengan kecepatan yg hampir menyamai cahaya, keduanya itu berhasil untuk menghindar dari serangan tersebut.

Namun alih alih berhenti, Aaron justru semakin menggila.

ucap Aaron seraya memperbesar area serangannya barusan.

Karena kewalahan untuk menghindar, 2 Christ yg ada itu memutuskan untuk menyatu kembali.

Christ kini berniat untuk menyatukan seluruh kekuatan yg ia miliki.

Ia lalu mengatakan.

"Dengan begini, pertarungan nan bodoh ini akan saya akhiri dengan cepat," ucap Christ.

Dengan kecepatan secepat cahaya, Christ langsung melesat ke depan Aaron.

Kemudian, kurang dari 1 detik, Christ langsung menendang perut Aaron.

(Aaron yg terlempar karena ditendang oleh Christ)

Setelah Aaron terlempar cukup jauh, Christ lalu membelah dirinya menjadi 2 kembali.

ujar Christ seraya membelah dirinya menjadi 2.

"Baiklah, untuk mempersingkat waktu," kata Christ A kepada Christ B.

"Kau coba serang ia dari arah timur sana, sedangkan saya akan mencoba untuk menyerang dari arah barat."

"Paham kan?" tanya Christ yg asli pada kloningannya tersebut.

"Mudah untuk dimengerti kawan," Christ B lalu paham akan rencana dari Christ A.

Dengan terbang, Christ A kemudian terbang ke atas.

(Suara angin dari lari Christ A tadi)

Setelah terbang melayang, tanpa aba aba, Christ A menyerang Aaron secara brutal dari arah barat.

ucap Christ A setelah ia berhasil memukul Aaron.

Aaron yg terkena serangan tersebut langsung terpental ke arah timur.

Sayangnya Christ B yg sudah menunggu dari tadi, langsung salto dan menendang Aaron layaknya bola futsal.

"Rasain nih!!!!" ucap Christ B setelah ia berhasil menendang Aaron.

Aaron yg terkena serangan dua kali, langsung terpental kebawah. Ia lalu menabrak lantai arena dengan teramat sangat keras.

Karena terlalu kuat tendangan yg dilancarkan oleh Christ, itu membuat lantai arena pertandingan retak parah bahkan hampir hancur sepenuhnya.

Lantai arena pertandingan yg memiliki ketebalan hampir sama dengan lantai aula pada tempat umum, kini wujudnya sudah tidak terlihat lagi.

"Arghhhhhhhhhhhh..." Aaron mengerang kesakitan.

Namun ia tidak akan berhenti sampai disitu. Emosinya yg makin memuncak, membuatnya tidak bisa mengontrol Kekuatannya lagi.

"Persetan dengan kekalahan, aku akan memenangkan pertandingan ini!!!!" jerit Aaron dengan nada lantang.

Kini Aaron berniat untuk meledakkan seluruh kekuatan yg dia miliki, agar bisa untuk menghancurkan arena beserta Christ itu sendiri.

"Kau ini memang terlampau gila ya?" ucap Christ A dan B yg mengatakan hal yg sama.

Kedua Christ ini lalu menyatu kembali untuk mencegah aksi Aaron. Christ kini harus menghentikan Aaron sebelum Aaron menghancurkan semuanya.

"Now or Never," ucap Christ.

Christ kini menggenapkan power dari Lightning Red & Blue. Kemudian ia langsung terbang keatas langit.

Aaron yg melihat akan hal itu langsung menyerang Christ dengan meriam listriknya.

"Mati!!!!!!!!!!!!!!!!" ucap Aaron sembari menyerang dengan meriamnya.

"Tak akan kubiarkan!" ucap Christ sembari menendang Aaron dari atas.

Gerakan Christ yg sangat cepat itu bisa dibilang jauh lebih cepat dari kecepatan kilat.

(Efek ledakan akibat kekuatan yg dihasilkan oleh mereka berdua)

Alhasil terjadilah adu kekuatan yg sangat kuat diantara mereka berdua.

Sekitar beberapa menit setelah terjadi tabrakan antar kekuatan, Christ dengan kecerdikannya spontan untuk menendang Aaron dengan kekuatan yg sangat luar biasa.

(Suara jeritan yg dihasilkan oleh Aaron barusan)

(Akhirnya Aaron harus meledak dengan sangat hebat)

"Uhuk-uhuk.........."

"Saya mengaku kalah," ujar Aaron dengan nada serius.

Meski pada awalnya Christ sangat kesusahan melawan Aaron, namun pada akhirnya ia berhasil untuk mengalahkan Aaron.

Christ kemudian mendekati Aaron.

Aaron yg melihat akan hal itu, langsung ketakutan dibuatnya.

Setelah ia bertatapan langsung dengan Aaron, tanpa diduga ia malah mengatakan.

"Sepertinya kondisimu itu mesti mendapatkan pertolongan pertama, Aaron."

"Sebenarnya pihak kesehatan pada pergi kemana sih?" ucap Christ dengan nada panik.

Setelah apa yg dilakukan oleh Aaron barusan, Christ masih tetep mau untuk memaafkannya.

Itu membuatnya sangat keheranan.

"Apa yg kau katakan barusan?" tanya Aaron kepada Christ.

"Apakah kau tidak ada rasa marah kepada saya?"

"Setelah apa yg ingin saya lakukan kepadamu?" tanya Aaron dengan pertanyaan berbobot.

Dengan santai, Christ lalu mengatakan.

"Apa maksud dari perkataan mu itu?" ujar Christ kemudian.

"Diriku masuk kedalam akademi ini tuh bukan berniat untuk menambah lawan,"

"Saya hanya berkeinginan untuk mempunyai teman disini." ujar Christ seraya membantu Aaron untuk berdiri.

Melihat akan hal itu, Aaron terharu melihat kebaikan Christ.

Dari hal itu, Aaron akhirnya menerima kekalahan tersebut dengan lapang dada.

Bersambung........

Episodes
1 Pengenalan Tokoh
2 Berangkat Menuju ke Tempat Kerja
3 Pergi Mencari yang Tidak Pasti
4 Pertemuan Tak Terduga
5 Tragedi yang Tidak Direncanakan
6 Dirawat Di Rumah Sakit Terdekat
7 Diskusi Dengan Agensi
8 Rencana Pemindahan
9 Awal dari Kehidupan yg Baru
10 Pelajaran Pertama di Sekolah Baru
11 Diganggu oleh Preman Kelas
12 Wanita Berambut Merah Delima
13 Kompetisi Antar Human Change (Semifinal)
14 Kompetisi Antar Human Change Final (Part I)
15 Kompetisi Antar Human Change Final (Part II)
16 Saya Dimana?
17 Kembali ke Rumah (Part I)
18 Kembali ke Rumah (Part II)
19 Keributan Di Taman Bermain
20 Pengalaman yg Sangat Menegangkan
21 Pahlawan Baru Kini Telah Hadir
22 Kekacauan pada Pusat Kota (Part I)
23 Kekacauan pada Pusat Kota (Part II)
24 Tugas Bagi Para Pahlawan (Part I)
25 Tugas bagi Para Pahlawan (Part II)
26 Kisah yg Teramat Kelam (Part I)
27 Kisah yang Teramat Kelam (Part II)
28 Bertindak diluar Naluri Manusia (Part I)
29 Bertindak diluar Naluri Manusia (Part II)
30 Kebenaran Mulai Terungkap (Part I)
31 Kebenaran Mulai Terungkap (Part II)
32 Menyusun Strategi di Kemudian Hari
33 Membongkar Kedok Pemerintah (Part I)
34 Membongkar Kedok Pemerintah (Part II)
35 Manusia Lepas Kendali (Part I)
36 Manusia Lepas Kendali (Part II)
37 Bungkam Semuanya Tanpa Terkecuali (Part I)
38 Bungkam Semuanya Tanpa Terkecuali (Part II)
39 Mendapat Sebuah Bantuan dari Rekan Sebaya (Part I)
40 Mendapat Sebuah Bantuan dari Rekan Sebaya (Part II)
41 Pertengkaran Antar Rekan Satu Team (Part I)
42 Pertengkaran Antar Rekan Satu Team (Part II)
43 Sahabat yg Begitu Pengertian (Part II)
44 Kedatangan Musuh Baru (Part I)
45 Kedatangan Musuh Baru (Part II)
46 Bertarung Melawan Mereka (Part I)
47 Bertarung Melawan Mereka (Part II)
48 Bertarung Melawan Mereka (Part III)
49 Bertarung Melawan Mereka (Part IV)
50 Kejadian Tak Terduga (Part I)
51 Kejadian Tak Terduga (Part II)
52 Kejadian Tak Terduga (Part III)
53 Pengumuman Penting
54 Pengkhianat Sialan (Part I)
55 Pengkhianat Sialan (Part II)
56 Pengkhianat Sialan (Part III)
57 Pengkhianat Sialan (Part IV)
58 Pengkhianat Sialan (Part V)
59 Pengkhianat Sialan (Part VI)
60 Pengkhianat Sialan (Part VII)
61 Curiga Dengannya (Part I)
62 Curiga Dengannya (Part II)
63 Curiga Dengannya (Part III)
64 Curiga Dengannya (Part IV)
65 Curiga Dengannya (Part V)
66 Dalang Dari Semua Ini (Part I)
67 Dalang Dari Semua Ini (Part II)
68 Dalang Dari Semua Ini (Part III)
69 Dalang Dari Semua Ini (Part IV)
70 Dalang Dari Semua Ini (Part V)
71 Dalang Dari Semua Ini (Part VI)
72 Dalang Dari Semua Ini (Part VII)
73 Dalang Dari Semua Ini (Part VIII)
74 Dalang Dari Semua Ini (Part IX)
75 Dalang Dari Semua Ini (Part X)
76 Apa Ini!? (Part I)
77 Announcement Penting
78 Apa Ini!? (Part II)
79 Apa Ini!? (Part III)
80 Apa Ini!? (Part IV)
81 Terjebak di Luar Ruangan (Part I)
82 Terjebak di Luar Ruangan (Part II)
83 Terjebak di Luar Ruangan (Part III)
84 Meledaknya Nusantara Empire (Part I)
85 Meledaknya Nusantara Empire (Part II)
86 Meledaknya Nusantara Empire (Part III)
87 Announcement Pent-t-t-ing!!!
88 Meledaknya Nusantara Empire (Part IV)
89 Meledaknya Nusantara Empire (Part IV)
90 Masalah Tak Kunjung Selesai (Part I)
91 Masalah Tak Kunjung Selesai (Part II)
92 Tamu Tak Diundang (Part I)
93 Tamu Tak Diundang (Part II)
94 Tamu Tak Diundang (Part III)
95 Tamu Tak Diundang (Part IV)
96 Tamu Tak Diundang (Part V)
97 Motif Tersembunyi (Part I)
98 Motif Tersembunyi (Part II)
99 Gelud Kecil-kecilan (Part I)
100 Gelud Kecil-kecilan (Part II)
101 Gelud Kecil-kecilan (Part III)
102 Gelud Kecil-kecilan (Part IV)
103 Lumayan Mengesankan (Part I)
104 Lumayan Mengesankan (Part II)
105 Lumayan Mengesankan (Part III)
106 Lumayan Mengesankan (Part IV)
107 Lumayan Mengesankan (Part V)
108 Lumayan Mengesankan (Part VI)
109 Lumayan Mengesankan (Part VII)
110 Draft
111 Lumayan Mengesankan (Part VIII)
112 Lumayan Mengesankan (Part IX)
113 Mereka Ingin Melawanku? (Part I)
114 Mereka Ingin Melawanku? (Part II)
115 Mereka Ingin Melawanku? (Part III)
116 Mereka Ingin Melawanku? (Part IV)
117 Mereka Ingin Melawanku (Part V)
118 Mereka Ingin Melawanku (Part VI)
119 Cukup Menarik (Part I)
120 Cukup Menarik (Part II)
121 Cukup Menarik (Part III)
122 Cukup Menarik (Part IV)
123 Cukup Menarik (Part V)
124 Ini Belum Usai (Part I)
125 Ini Belum Usai (Part II)
126 Ini Belum Usai (Part III)
127 Ini Belum Usai (Part IV)
128 Ini Belum Usai (Part V)
129 Ini Belum Usai (Part VI)
130 Ini Belum Usai (Part VII)
131 Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part I)
132 Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part II)
133 Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part III)
134 Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part IV)
135 Apa yang Sebenarnya Terjadi? (Part V)
136 Apa yang Sebenarnya Terjadi? (Part VI)
137 Tak Ada Habis? (Part I)
138 Tak Ada Habis? (Part II)
139 Halo? Ini dimana? (Part I)
140 Halo? Ini dimana? (Part II)
141 Halo? Ini dimana? (Part III)
142 Halo? Ini dimana? (Part IV)
143 Halo? Ini Dimana? (Part V)
144 Halo? Ini Dimana? (Part VI)
145 Rumit Sekali (Part I)
146 Rumit Sekali (Part II)
147 Mengenang Masa Lalu (Part I)
148 Mengenang Masa Lalu (Part II)
149 Mengenang Masa Lalu (Part III)
150 Mengenang Masa Lalu (Part IV)
151 Xshashk Bertindak (Part I)
152 Xshashk Bertindak (Part II)
153 Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part I)
154 Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part II)
155 Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part III)
156 Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part IV)
157 Cek-cok Sedikit (Part I)
158 Cek-cok Sedikit (Part II)
159 Bertahan Hidup di Tempat Antah-berantah (Part I)
160 Bertahan Hidup di Tempat Antah-berantah (Part II)
161 Duel lagi (Part I)
162 Pusaran Topan (Part I)
163 Pusaran Topan (Part II)
164 Duel Lagi (Part II)
165 Duel Lagi (Part III)
166 Ini Mau Sampai Kapan?! (Part I)
167 Ini Mau Sampai Kapan?! (Part II)
168 Ini Mau Sampai Kapan?! (Part III)
169 Ini Mau Sampai Kapan?! (Part IV)
170 Keganasan Xshashk (Part I)
171 Keganasan Xshashk (Part II)
172 Keganasan Xshashk (Part III)
173 Ulangi Lagi! (Part I)
174 Ulangi Lagi (Part II)
175 Ulangi Lagi (Part III)
Episodes

Updated 175 Episodes

1
Pengenalan Tokoh
2
Berangkat Menuju ke Tempat Kerja
3
Pergi Mencari yang Tidak Pasti
4
Pertemuan Tak Terduga
5
Tragedi yang Tidak Direncanakan
6
Dirawat Di Rumah Sakit Terdekat
7
Diskusi Dengan Agensi
8
Rencana Pemindahan
9
Awal dari Kehidupan yg Baru
10
Pelajaran Pertama di Sekolah Baru
11
Diganggu oleh Preman Kelas
12
Wanita Berambut Merah Delima
13
Kompetisi Antar Human Change (Semifinal)
14
Kompetisi Antar Human Change Final (Part I)
15
Kompetisi Antar Human Change Final (Part II)
16
Saya Dimana?
17
Kembali ke Rumah (Part I)
18
Kembali ke Rumah (Part II)
19
Keributan Di Taman Bermain
20
Pengalaman yg Sangat Menegangkan
21
Pahlawan Baru Kini Telah Hadir
22
Kekacauan pada Pusat Kota (Part I)
23
Kekacauan pada Pusat Kota (Part II)
24
Tugas Bagi Para Pahlawan (Part I)
25
Tugas bagi Para Pahlawan (Part II)
26
Kisah yg Teramat Kelam (Part I)
27
Kisah yang Teramat Kelam (Part II)
28
Bertindak diluar Naluri Manusia (Part I)
29
Bertindak diluar Naluri Manusia (Part II)
30
Kebenaran Mulai Terungkap (Part I)
31
Kebenaran Mulai Terungkap (Part II)
32
Menyusun Strategi di Kemudian Hari
33
Membongkar Kedok Pemerintah (Part I)
34
Membongkar Kedok Pemerintah (Part II)
35
Manusia Lepas Kendali (Part I)
36
Manusia Lepas Kendali (Part II)
37
Bungkam Semuanya Tanpa Terkecuali (Part I)
38
Bungkam Semuanya Tanpa Terkecuali (Part II)
39
Mendapat Sebuah Bantuan dari Rekan Sebaya (Part I)
40
Mendapat Sebuah Bantuan dari Rekan Sebaya (Part II)
41
Pertengkaran Antar Rekan Satu Team (Part I)
42
Pertengkaran Antar Rekan Satu Team (Part II)
43
Sahabat yg Begitu Pengertian (Part II)
44
Kedatangan Musuh Baru (Part I)
45
Kedatangan Musuh Baru (Part II)
46
Bertarung Melawan Mereka (Part I)
47
Bertarung Melawan Mereka (Part II)
48
Bertarung Melawan Mereka (Part III)
49
Bertarung Melawan Mereka (Part IV)
50
Kejadian Tak Terduga (Part I)
51
Kejadian Tak Terduga (Part II)
52
Kejadian Tak Terduga (Part III)
53
Pengumuman Penting
54
Pengkhianat Sialan (Part I)
55
Pengkhianat Sialan (Part II)
56
Pengkhianat Sialan (Part III)
57
Pengkhianat Sialan (Part IV)
58
Pengkhianat Sialan (Part V)
59
Pengkhianat Sialan (Part VI)
60
Pengkhianat Sialan (Part VII)
61
Curiga Dengannya (Part I)
62
Curiga Dengannya (Part II)
63
Curiga Dengannya (Part III)
64
Curiga Dengannya (Part IV)
65
Curiga Dengannya (Part V)
66
Dalang Dari Semua Ini (Part I)
67
Dalang Dari Semua Ini (Part II)
68
Dalang Dari Semua Ini (Part III)
69
Dalang Dari Semua Ini (Part IV)
70
Dalang Dari Semua Ini (Part V)
71
Dalang Dari Semua Ini (Part VI)
72
Dalang Dari Semua Ini (Part VII)
73
Dalang Dari Semua Ini (Part VIII)
74
Dalang Dari Semua Ini (Part IX)
75
Dalang Dari Semua Ini (Part X)
76
Apa Ini!? (Part I)
77
Announcement Penting
78
Apa Ini!? (Part II)
79
Apa Ini!? (Part III)
80
Apa Ini!? (Part IV)
81
Terjebak di Luar Ruangan (Part I)
82
Terjebak di Luar Ruangan (Part II)
83
Terjebak di Luar Ruangan (Part III)
84
Meledaknya Nusantara Empire (Part I)
85
Meledaknya Nusantara Empire (Part II)
86
Meledaknya Nusantara Empire (Part III)
87
Announcement Pent-t-t-ing!!!
88
Meledaknya Nusantara Empire (Part IV)
89
Meledaknya Nusantara Empire (Part IV)
90
Masalah Tak Kunjung Selesai (Part I)
91
Masalah Tak Kunjung Selesai (Part II)
92
Tamu Tak Diundang (Part I)
93
Tamu Tak Diundang (Part II)
94
Tamu Tak Diundang (Part III)
95
Tamu Tak Diundang (Part IV)
96
Tamu Tak Diundang (Part V)
97
Motif Tersembunyi (Part I)
98
Motif Tersembunyi (Part II)
99
Gelud Kecil-kecilan (Part I)
100
Gelud Kecil-kecilan (Part II)
101
Gelud Kecil-kecilan (Part III)
102
Gelud Kecil-kecilan (Part IV)
103
Lumayan Mengesankan (Part I)
104
Lumayan Mengesankan (Part II)
105
Lumayan Mengesankan (Part III)
106
Lumayan Mengesankan (Part IV)
107
Lumayan Mengesankan (Part V)
108
Lumayan Mengesankan (Part VI)
109
Lumayan Mengesankan (Part VII)
110
Draft
111
Lumayan Mengesankan (Part VIII)
112
Lumayan Mengesankan (Part IX)
113
Mereka Ingin Melawanku? (Part I)
114
Mereka Ingin Melawanku? (Part II)
115
Mereka Ingin Melawanku? (Part III)
116
Mereka Ingin Melawanku? (Part IV)
117
Mereka Ingin Melawanku (Part V)
118
Mereka Ingin Melawanku (Part VI)
119
Cukup Menarik (Part I)
120
Cukup Menarik (Part II)
121
Cukup Menarik (Part III)
122
Cukup Menarik (Part IV)
123
Cukup Menarik (Part V)
124
Ini Belum Usai (Part I)
125
Ini Belum Usai (Part II)
126
Ini Belum Usai (Part III)
127
Ini Belum Usai (Part IV)
128
Ini Belum Usai (Part V)
129
Ini Belum Usai (Part VI)
130
Ini Belum Usai (Part VII)
131
Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part I)
132
Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part II)
133
Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part III)
134
Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part IV)
135
Apa yang Sebenarnya Terjadi? (Part V)
136
Apa yang Sebenarnya Terjadi? (Part VI)
137
Tak Ada Habis? (Part I)
138
Tak Ada Habis? (Part II)
139
Halo? Ini dimana? (Part I)
140
Halo? Ini dimana? (Part II)
141
Halo? Ini dimana? (Part III)
142
Halo? Ini dimana? (Part IV)
143
Halo? Ini Dimana? (Part V)
144
Halo? Ini Dimana? (Part VI)
145
Rumit Sekali (Part I)
146
Rumit Sekali (Part II)
147
Mengenang Masa Lalu (Part I)
148
Mengenang Masa Lalu (Part II)
149
Mengenang Masa Lalu (Part III)
150
Mengenang Masa Lalu (Part IV)
151
Xshashk Bertindak (Part I)
152
Xshashk Bertindak (Part II)
153
Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part I)
154
Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part II)
155
Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part III)
156
Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part IV)
157
Cek-cok Sedikit (Part I)
158
Cek-cok Sedikit (Part II)
159
Bertahan Hidup di Tempat Antah-berantah (Part I)
160
Bertahan Hidup di Tempat Antah-berantah (Part II)
161
Duel lagi (Part I)
162
Pusaran Topan (Part I)
163
Pusaran Topan (Part II)
164
Duel Lagi (Part II)
165
Duel Lagi (Part III)
166
Ini Mau Sampai Kapan?! (Part I)
167
Ini Mau Sampai Kapan?! (Part II)
168
Ini Mau Sampai Kapan?! (Part III)
169
Ini Mau Sampai Kapan?! (Part IV)
170
Keganasan Xshashk (Part I)
171
Keganasan Xshashk (Part II)
172
Keganasan Xshashk (Part III)
173
Ulangi Lagi! (Part I)
174
Ulangi Lagi (Part II)
175
Ulangi Lagi (Part III)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!