...Episode II...
Tak butuh waktu lama Christ yg telah selesai mandi lantas memakai seragam kerjanya yang tampak terpasang rapi di lemari bajunya.
Sekitar lima menit setelah ia siap siap, ia pun langsung bergegas menuju ke tempatnya bekerja.
Christ yg sudah siap kini langsung mengendarai motor miliknya supaya bisa cepat sampai.
(Sejenak suara bising dari knalpot motor miliknya kini mulai terdengar hingga ke rumah sebelah Christ)
"Dah, waktunya berangkat......." ujar Christ seraya memacu kecepatan dari motor miliknya tersebut.
Sekitar 50 menit pasca Christ berangkat dari rumahnya, kini Christ telah sampai di museum tempatnya bekerja.
Buat yg belum tahu, sebenarnya Christ direkrut bekerja sebagai arkeolog lapangan pada museum ini.
Tujuannya agar Christ bisa menambah wawasannya mengenai Pengetahuan masa lalu pada museum tersebut.
Dengan langkah kaki yg tergesa gesa, Christ langsung masuk menerobos dari pos satpam begitu saja.
Beruntung saja kali ini ia tidak diberikan poin pelanggaran sama sekali oleh para petugas yg berjaga di depan museum.
Mungkin saja para petugas lagi males ataupun mereka tengah bersantai ria menatap pemandangan nan cantik yg ada diluar.
Seraya berjalan menuju ke dalam museum tersebut, dalam benaknya ia memikirkan mengenai nasibnya kali ini.
Hidup dengan bermodalkan kecerdasan dan juga memiliki tubuh manusia setengah robot, ia mesti berjuang sangat keras agar dapat menjalani hidupnya sebagai orang normal di dalam kota yg disebut sebagai NBC CITY (New Bah Crown City).
"Yah.... meskipun tubuhku tidak sepenuhnya manusia sempurna, tapi saya yakin kalau saya ini bisa menjalani kehidupan layaknya manusia normal," ujar Christ yg terlihat masih terus berlari.
"Akan tetapi......" sesaat ia mulai mengingat-ingat mengenai masa lalunya.
"Omong omong, mengapa saya ini tidak memiliki ingatan akan masa kecil ku sendiri, ya?" gumamnya didalam hati.
"Terlebih lagi dengan kasus kecelakaan yg pernah terjadi pada 5 tahun yg lalu, nasib dah, separuh tubuhku berubah menjadi seperti ini," ujar Christ seraya memerhatikan tubuh robotnya yg terus bergerak tersebut.
Dalam data kependudukan Kota NBC, diketahui bahwa Christ memiliki tubuh setengah Cyborg.
Untuk alasannya sendiri entah mengapa Christ justru tidak mengetahuinya sama sekali.
Christ bahkan tidak dapat mengingat alasan mengapa tubuhnya bisa berubah menjadi manusia setengah Cyborg.
Yg dirinya ketahui berupa ia mengalami sebuah kecelakaan mengerikan dari salah satu agensi pemerintahan yg biasanya bertugas untuk menangkap Human Change.
Nah dari kecelakaan itu Christ hampir saja kehilangan nyawanya. Namun berkat usaha serta kerja keras pemerintah NBC, ia akhirnya bisa hidup kembali meski wujudnya harus diubah menjadi manusia setengah Cyborg.
Ditambah lagi, ingatannya mengenai masa lalunya sendiri harus terpaksa tanpa sebab.
Para dokter mengatakan kalau Christ hanya mengalami amnesia untuk sementara waktu.
Alhasil kini Christ hanya bisa berdoa supaya ingatannya bisa kembali pulih.
Christ lalu bergumam dalam benaknya.
"Apakah memang ada sesuatu yg disembunyikan dariku, ya? Kalaupun ada, hal seperti apa itu?"
Hingga sekarang, ia selalu bertanya di dalam hatinya mengenai hal tersebut.
Mungkin saja ucapan Christ bagusan ada benar ataupun hanya perkiraan saja.
"Yah meski apapun kondisinya, kuncinya adalah semangat. Jangan menyerah hanya karena kondisi seperti ini." ucap Christ dengan lantang.
Ketika Christ mulai masuk kedalam. Tanpa basa basi lagi, ia pun langsung duduk di bangku yg tengah kosong.
Ketika dirinya hendak duduk di kursi tersebut,
secara mendadak dirinya diberi tugas penting oleh salah satu ketua sekaligus orang yg menjadi pemilik museum tersebut.
Pemerintah memilki niatan untuk meneliti akan suatu bagian yg dipercayai sebagai Mayat dari manusia purba dan Christ diminta untuk meneliti akan mayat tersebut.
Beruntung Christ diikutkan bersama dengan sahabat kecilnya yg bernama Maxx.
Mendengar kalau Maxx akan ikut serta dengannya, Christ sangat gembira.
Untuk kali ini, ia bisa diikutkan dalam misi penelitian bersama sahabatnya sendiri. Kini ia bersama rekannya langsung pergi ke area yg telah dituju menggunakan mobil Jeep sewaan pemerintah.
Owh iya, omong omong dalam penelitian dan penemuan mengenai mayat purba tersebut, setidaknya terdapat 30 anggota rekrutan yg berasal dari beberapa Museum Purba pada seluruh Kota NBC City.
Bukan main memang pemerintah kalau sudah bertindak.
Salah satu dari mereka adalah Christ yg ikut dalam ekspedisi itu bernama Maxx. Ia merupakan salah satu orang yg bekerja pada Museum Purba tersebut.
Buat yg belum tahu, Maxx sudah berteman dengan Christ sedari kecil.
Namun karena Christ mengalami kecelakaan yg sangat tragis, alhasil ingatan ia dengan Maxx langsung terhapus bagaikan kenangan.
Setelah Christ duduk di mobil tersebut, ia terkejut dengan orang yg ada di dalam. Orang orang tersebut sama seperti Christ, yakni diterjunkan untuk meneliti mayat tersebut.
Alhasil dikarenakan ramainya orang yg terjun ke dalam misi tersebut, sontak membuat Christ yg biasanya penuh semangat seketika berubah menjadi gugup tanpa sebab.
Ia lantas mengatakan.
"Untuk pertama kalinya aku kerja secara langsung seperti ini......"
"Apakah kalian yakin untuk meneruskannya? Bisa saja saya akan membebani kalian semua?" timpal Christ yang penuh dengan nada keraguan.
Terlebih Christ berfikir jikalau dirinya mungkin akan hanya menjadi beban saja bagi teamnya.
Inilah yg membuat dirinya tambah tidak percaya diri.
"Tenanglah, kita hanya berusaha untuk menggali akan mayat purba, bukan pencarian tentang kasus pembunuhan," sela Max sambil mengucapkan lelucon.
"Lagipula apa yg perlu kau khawatirkan?"
"Disaat kau telah tiba disana, nanti bakalan ramai orang yg akan membantu jika saja dirimu mengalami kesulitan." ujar Maxx yg mencoba untuk menenangkan Christ.
"Iya kau tenang saja, kami akan membantumu jika engkau mengalami kesulitan jika berada disana." ucap peneliti lain yg setuju dengan pendapat Maxx.
Christ berhasil ditenangkan oleh salah satu temannya yg bernama Max. Ia merupakan salah satu peneliti lapangan, yg dimana tugasnya memang langsung diterjunkan ke lokasi kejadian.
Bukan hanya Max, bahkan para peneliti yg ada pun ikut menenangkan Christ supaya dirinya bisa lebih santai dalam bekerja.
"Begitu ya, terima kasih atas sarannya." ujar Christ dengan penuh semangat.
"Bukan masalah kok." Maxx menanggapinya dengan tersenyum.
Christ akhirnya kembali tenang setelah mendengar perkataan temannya itu.
Selepas menempuh perjalanan yang tidak begitu singkat, kini mereka pun telah tiba di tempat yang dinyatakan sebagai makam dari mayat purba.
Team peneliti itu lalu langsung turun dari mobil Jeep yg telah mereka tumpangi selama beberapa jam.
Namun, ketika mereka menginjakkan kakinya disana, suasana terasa begitu berbeda.
"Apa yg sudah terjadi disini?" ujar Max dengan penuh keheranan.
"Iya, disini tampaknya bukan seperti kemajuan teknologi di masa Purba." Christ seakan kebingungan dengan apa yg telah terjadi.
Christ lalu melihat lihat akan sekitarnya. Nampak sebuah puing puing aneh yg memiliki bentuk layaknya pesawat.
Kemudian Christ menginjakkan kakinya ini ke sebuah rumput yg ada disana.
Setelah ia perhatikan, ia yakin sekali bahwa rerumputan yg kini ia pijak adalah sebuah badan pesawat yg sudah rusak.
"Ini tampak seperti badan pesawat, kan?"
"Kira kira, apakah ketika di zaman Purba teknologi sudah mulai dikenal ya?" timpal Christ dengan nada penasaran.
Sejauh mata memandang, terlihat banyak sekali puing-puing benda yg diyakini sebagai sebuah pesawat.
Sontak para peneliti sangat terkagum sekaligus keheranan dibuatnya.
Uniknya-- para peneliti termasuk Christ malah menduga bahwa kemungkinan itu semua diakibatkan oleh ulah alien.
"Pasti ini ulah dari alien." kata Christ dengan nada konyol.
"Bisa jadi Christ, soalnya banyak sekali puing puing yg nampak seperti pesawat. Berarti teori mengenai alien apa itu ben..." sayang, ucapan Maxx barusan langsung disela oleh bosnya.
"Sudah-- sudah, jangan membuat lelucon disini, ayo kerja kerja!" sela leader Albert.
"Siap komandan!" sontak, team peneliti mengucapkan akan hal yg sama.
Tanpa basa basi, pemimpin peneliti tersebut lalu memerintahkan seluruh peneliti untuk memulai penyelidikan.
Pemimpin peneliti itu bernama Albert. ia dikenal di dalam kelompoknya sebagai orang yg sangat tegas.
Sekali lagi, Christ terlihat sangat gugup. Ia takut jika saja sesuatu yg buruk akan menimpa anggota teamnya.
Namun Max menenangkan dirinya seraya mengatakan bahwa itu semua hanyalah firasatnya saja.
Dari hal itu, Christ langsung tenang kembali
"Baiklah akan saya mulai saja........."
"Disini kalian harus semaksimal mungkin untuk mencari keberadaan dari mayat purba itu,"
"Namun jika mayat itu tidak bisa ditemukan dalam waktu 1 hari, maka kalian akan dikeluarkan tanpa hormat. Paham kalian?" ucapnya seraya menggertak bawahannya.
"Paham Lead," ucap seluruh peneliti yg ada.
"Hadeh, mengapa diriku bisa mendapat bos setega ini," timpal Christ didalam hatinya.
Bersambung...........
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments