Berangkat Menuju ke Tempat Kerja

...Episode II...

Tak butuh waktu lama Christ yg telah selesai mandi lantas memakai seragam kerjanya yang tampak terpasang rapi di lemari bajunya.

Sekitar lima menit setelah ia siap siap, ia pun langsung bergegas menuju ke tempatnya bekerja.

Christ yg sudah siap kini langsung mengendarai motor miliknya supaya bisa cepat sampai.

(Sejenak suara bising dari knalpot motor miliknya kini mulai terdengar hingga ke rumah sebelah Christ)

"Dah, waktunya berangkat......." ujar Christ seraya memacu kecepatan dari motor miliknya tersebut.

 

Sekitar 50 menit pasca Christ berangkat dari rumahnya, kini Christ telah sampai di museum tempatnya bekerja.

Buat yg belum tahu, sebenarnya Christ direkrut bekerja sebagai arkeolog lapangan pada museum ini.

Tujuannya agar Christ bisa menambah wawasannya mengenai Pengetahuan masa lalu pada museum tersebut.

Dengan langkah kaki yg tergesa gesa, Christ langsung masuk menerobos dari pos satpam begitu saja.

Beruntung saja kali ini ia tidak diberikan poin pelanggaran sama sekali oleh para petugas yg berjaga di depan museum.

Mungkin saja para petugas lagi males ataupun mereka tengah bersantai ria menatap pemandangan nan cantik yg ada diluar.

Seraya berjalan menuju ke dalam museum tersebut, dalam benaknya ia memikirkan mengenai nasibnya kali ini.

Hidup dengan bermodalkan kecerdasan dan juga memiliki tubuh manusia setengah robot, ia mesti berjuang sangat keras agar dapat menjalani hidupnya sebagai orang normal di dalam kota yg disebut sebagai NBC CITY (New Bah Crown City).

"Yah.... meskipun tubuhku tidak sepenuhnya manusia sempurna, tapi saya yakin kalau saya ini bisa menjalani kehidupan layaknya manusia normal," ujar Christ yg terlihat masih terus berlari.

"Akan tetapi......" sesaat ia mulai mengingat-ingat mengenai masa lalunya.

"Omong omong, mengapa saya ini tidak memiliki ingatan akan masa kecil ku sendiri, ya?" gumamnya didalam hati.

"Terlebih lagi dengan kasus kecelakaan yg pernah terjadi pada 5 tahun yg lalu, nasib dah, separuh tubuhku berubah menjadi seperti ini," ujar Christ seraya memerhatikan tubuh robotnya yg terus bergerak tersebut.

Dalam data kependudukan Kota NBC, diketahui bahwa Christ memiliki tubuh setengah Cyborg.

Untuk alasannya sendiri entah mengapa Christ justru tidak mengetahuinya sama sekali.

Christ bahkan tidak dapat mengingat alasan mengapa tubuhnya bisa berubah menjadi manusia setengah Cyborg.

Yg dirinya ketahui berupa ia mengalami sebuah kecelakaan mengerikan dari salah satu agensi pemerintahan yg biasanya bertugas untuk menangkap Human Change.

Nah dari kecelakaan itu Christ hampir saja kehilangan nyawanya. Namun berkat usaha serta kerja keras pemerintah NBC, ia akhirnya bisa hidup kembali meski wujudnya harus diubah menjadi manusia setengah Cyborg.

Ditambah lagi, ingatannya mengenai masa lalunya sendiri harus terpaksa tanpa sebab.

Para dokter mengatakan kalau Christ hanya mengalami amnesia untuk sementara waktu.

Alhasil kini Christ hanya bisa berdoa supaya ingatannya bisa kembali pulih.

Christ lalu bergumam dalam benaknya.

"Apakah memang ada sesuatu yg disembunyikan dariku, ya? Kalaupun ada, hal seperti apa itu?"

Hingga sekarang, ia selalu bertanya di dalam hatinya mengenai hal tersebut.

Mungkin saja ucapan Christ bagusan ada benar ataupun hanya perkiraan saja.

"Yah meski apapun kondisinya, kuncinya adalah semangat. Jangan menyerah hanya karena kondisi seperti ini." ucap Christ dengan lantang.

Ketika Christ mulai masuk kedalam. Tanpa basa basi lagi, ia pun langsung duduk di bangku yg tengah kosong.

Ketika dirinya hendak duduk di kursi tersebut,

secara mendadak dirinya diberi tugas penting oleh salah satu ketua sekaligus orang yg menjadi pemilik museum tersebut.

Pemerintah memilki niatan untuk meneliti akan suatu bagian yg dipercayai sebagai Mayat dari manusia purba dan Christ diminta untuk meneliti akan mayat tersebut.

Beruntung Christ diikutkan bersama dengan sahabat kecilnya yg bernama Maxx.

Mendengar kalau Maxx akan ikut serta dengannya, Christ sangat gembira.

Untuk kali ini, ia bisa diikutkan dalam misi penelitian bersama sahabatnya sendiri. Kini ia bersama rekannya langsung pergi ke area yg telah dituju menggunakan mobil Jeep sewaan pemerintah.

Owh iya, omong omong dalam penelitian dan penemuan mengenai mayat purba tersebut, setidaknya terdapat 30 anggota rekrutan yg berasal dari beberapa Museum Purba pada seluruh Kota NBC City.

Bukan main memang pemerintah kalau sudah bertindak.

Salah satu dari mereka adalah Christ yg ikut dalam ekspedisi itu bernama Maxx. Ia merupakan salah satu orang yg bekerja pada Museum Purba tersebut.

Buat yg belum tahu, Maxx sudah berteman dengan Christ sedari kecil.

Namun karena Christ mengalami kecelakaan yg sangat tragis, alhasil ingatan ia dengan Maxx langsung terhapus bagaikan kenangan.

Setelah Christ duduk di mobil tersebut, ia terkejut dengan orang yg ada di dalam. Orang orang tersebut sama seperti Christ, yakni diterjunkan untuk meneliti mayat tersebut.

Alhasil dikarenakan ramainya orang yg terjun ke dalam misi tersebut, sontak membuat Christ yg biasanya penuh semangat seketika berubah menjadi gugup tanpa sebab.

Ia lantas mengatakan.

"Untuk pertama kalinya aku kerja secara langsung seperti ini......"

"Apakah kalian yakin untuk meneruskannya? Bisa saja saya akan membebani kalian semua?" timpal Christ yang penuh dengan nada keraguan.

Terlebih Christ berfikir jikalau dirinya mungkin akan hanya menjadi beban saja bagi teamnya.

Inilah yg membuat dirinya tambah tidak percaya diri.

"Tenanglah, kita hanya berusaha untuk menggali akan mayat purba, bukan pencarian tentang kasus pembunuhan," sela Max sambil mengucapkan lelucon.

"Lagipula apa yg perlu kau khawatirkan?"

"Disaat kau telah tiba disana, nanti bakalan ramai orang yg akan membantu jika saja dirimu mengalami kesulitan." ujar Maxx yg mencoba untuk menenangkan Christ.

"Iya kau tenang saja, kami akan membantumu jika engkau mengalami kesulitan jika berada disana." ucap peneliti lain yg setuju dengan pendapat Maxx.

Christ berhasil ditenangkan oleh salah satu temannya yg bernama Max. Ia merupakan salah satu peneliti lapangan, yg dimana tugasnya memang langsung diterjunkan ke lokasi kejadian.

Bukan hanya Max, bahkan para peneliti yg ada pun ikut menenangkan Christ supaya dirinya bisa lebih santai dalam bekerja.

"Begitu ya, terima kasih atas sarannya." ujar Christ dengan penuh semangat.

"Bukan masalah kok." Maxx menanggapinya dengan tersenyum.

Christ akhirnya kembali tenang setelah mendengar perkataan temannya itu.

Selepas menempuh perjalanan yang tidak begitu singkat, kini mereka pun telah tiba di tempat yang dinyatakan sebagai makam dari mayat purba.

Team peneliti itu lalu langsung turun dari mobil Jeep yg telah mereka tumpangi selama beberapa jam.

Namun, ketika mereka menginjakkan kakinya disana, suasana terasa begitu berbeda.

"Apa yg sudah terjadi disini?" ujar Max dengan penuh keheranan.

"Iya, disini tampaknya bukan seperti kemajuan teknologi di masa Purba." Christ seakan kebingungan dengan apa yg telah terjadi.

Christ lalu melihat lihat akan sekitarnya. Nampak sebuah puing puing aneh yg memiliki bentuk layaknya pesawat.

Kemudian Christ menginjakkan kakinya ini ke sebuah rumput yg ada disana.

Setelah ia perhatikan, ia yakin sekali bahwa rerumputan yg kini ia pijak adalah sebuah badan pesawat yg sudah rusak.

"Ini tampak seperti badan pesawat, kan?"

"Kira kira, apakah ketika di zaman Purba teknologi sudah mulai dikenal ya?" timpal Christ dengan nada penasaran.

Sejauh mata memandang, terlihat banyak sekali puing-puing benda yg diyakini sebagai sebuah pesawat.

Sontak para peneliti sangat terkagum sekaligus keheranan dibuatnya.

Uniknya-- para peneliti termasuk Christ malah menduga bahwa kemungkinan itu semua diakibatkan oleh ulah alien.

"Pasti ini ulah dari alien." kata Christ dengan nada konyol.

"Bisa jadi Christ, soalnya banyak sekali puing puing yg nampak seperti pesawat. Berarti teori mengenai alien apa itu ben..." sayang, ucapan Maxx barusan langsung disela oleh bosnya.

"Sudah-- sudah, jangan membuat lelucon disini, ayo kerja kerja!" sela leader Albert.

"Siap komandan!" sontak, team peneliti mengucapkan akan hal yg sama.

Tanpa basa basi, pemimpin peneliti tersebut lalu memerintahkan seluruh peneliti untuk memulai penyelidikan.

Pemimpin peneliti itu bernama Albert. ia dikenal di dalam kelompoknya sebagai orang yg sangat tegas.

Sekali lagi, Christ terlihat sangat gugup. Ia takut jika saja sesuatu yg buruk akan menimpa anggota teamnya.

Namun Max menenangkan dirinya seraya mengatakan bahwa itu semua hanyalah firasatnya saja.

Dari hal itu, Christ langsung tenang kembali

"Baiklah akan saya mulai saja........."

"Disini kalian harus semaksimal mungkin untuk mencari keberadaan dari mayat purba itu,"

"Namun jika mayat itu tidak bisa ditemukan dalam waktu 1 hari, maka kalian akan dikeluarkan tanpa hormat. Paham kalian?" ucapnya seraya menggertak bawahannya.

"Paham Lead," ucap seluruh peneliti yg ada.

"Hadeh, mengapa diriku bisa mendapat bos setega ini," timpal Christ didalam hatinya.

Bersambung...........

Episodes
1 Pengenalan Tokoh
2 Berangkat Menuju ke Tempat Kerja
3 Pergi Mencari yang Tidak Pasti
4 Pertemuan Tak Terduga
5 Tragedi yang Tidak Direncanakan
6 Dirawat Di Rumah Sakit Terdekat
7 Diskusi Dengan Agensi
8 Rencana Pemindahan
9 Awal dari Kehidupan yg Baru
10 Pelajaran Pertama di Sekolah Baru
11 Diganggu oleh Preman Kelas
12 Wanita Berambut Merah Delima
13 Kompetisi Antar Human Change (Semifinal)
14 Kompetisi Antar Human Change Final (Part I)
15 Kompetisi Antar Human Change Final (Part II)
16 Saya Dimana?
17 Kembali ke Rumah (Part I)
18 Kembali ke Rumah (Part II)
19 Keributan Di Taman Bermain
20 Pengalaman yg Sangat Menegangkan
21 Pahlawan Baru Kini Telah Hadir
22 Kekacauan pada Pusat Kota (Part I)
23 Kekacauan pada Pusat Kota (Part II)
24 Tugas Bagi Para Pahlawan (Part I)
25 Tugas bagi Para Pahlawan (Part II)
26 Kisah yg Teramat Kelam (Part I)
27 Kisah yang Teramat Kelam (Part II)
28 Bertindak diluar Naluri Manusia (Part I)
29 Bertindak diluar Naluri Manusia (Part II)
30 Kebenaran Mulai Terungkap (Part I)
31 Kebenaran Mulai Terungkap (Part II)
32 Menyusun Strategi di Kemudian Hari
33 Membongkar Kedok Pemerintah (Part I)
34 Membongkar Kedok Pemerintah (Part II)
35 Manusia Lepas Kendali (Part I)
36 Manusia Lepas Kendali (Part II)
37 Bungkam Semuanya Tanpa Terkecuali (Part I)
38 Bungkam Semuanya Tanpa Terkecuali (Part II)
39 Mendapat Sebuah Bantuan dari Rekan Sebaya (Part I)
40 Mendapat Sebuah Bantuan dari Rekan Sebaya (Part II)
41 Pertengkaran Antar Rekan Satu Team (Part I)
42 Pertengkaran Antar Rekan Satu Team (Part II)
43 Sahabat yg Begitu Pengertian (Part II)
44 Kedatangan Musuh Baru (Part I)
45 Kedatangan Musuh Baru (Part II)
46 Bertarung Melawan Mereka (Part I)
47 Bertarung Melawan Mereka (Part II)
48 Bertarung Melawan Mereka (Part III)
49 Bertarung Melawan Mereka (Part IV)
50 Kejadian Tak Terduga (Part I)
51 Kejadian Tak Terduga (Part II)
52 Kejadian Tak Terduga (Part III)
53 Pengumuman Penting
54 Pengkhianat Sialan (Part I)
55 Pengkhianat Sialan (Part II)
56 Pengkhianat Sialan (Part III)
57 Pengkhianat Sialan (Part IV)
58 Pengkhianat Sialan (Part V)
59 Pengkhianat Sialan (Part VI)
60 Pengkhianat Sialan (Part VII)
61 Curiga Dengannya (Part I)
62 Curiga Dengannya (Part II)
63 Curiga Dengannya (Part III)
64 Curiga Dengannya (Part IV)
65 Curiga Dengannya (Part V)
66 Dalang Dari Semua Ini (Part I)
67 Dalang Dari Semua Ini (Part II)
68 Dalang Dari Semua Ini (Part III)
69 Dalang Dari Semua Ini (Part IV)
70 Dalang Dari Semua Ini (Part V)
71 Dalang Dari Semua Ini (Part VI)
72 Dalang Dari Semua Ini (Part VII)
73 Dalang Dari Semua Ini (Part VIII)
74 Dalang Dari Semua Ini (Part IX)
75 Dalang Dari Semua Ini (Part X)
76 Apa Ini!? (Part I)
77 Announcement Penting
78 Apa Ini!? (Part II)
79 Apa Ini!? (Part III)
80 Apa Ini!? (Part IV)
81 Terjebak di Luar Ruangan (Part I)
82 Terjebak di Luar Ruangan (Part II)
83 Terjebak di Luar Ruangan (Part III)
84 Meledaknya Nusantara Empire (Part I)
85 Meledaknya Nusantara Empire (Part II)
86 Meledaknya Nusantara Empire (Part III)
87 Announcement Pent-t-t-ing!!!
88 Meledaknya Nusantara Empire (Part IV)
89 Meledaknya Nusantara Empire (Part IV)
90 Masalah Tak Kunjung Selesai (Part I)
91 Masalah Tak Kunjung Selesai (Part II)
92 Tamu Tak Diundang (Part I)
93 Tamu Tak Diundang (Part II)
94 Tamu Tak Diundang (Part III)
95 Tamu Tak Diundang (Part IV)
96 Tamu Tak Diundang (Part V)
97 Motif Tersembunyi (Part I)
98 Motif Tersembunyi (Part II)
99 Gelud Kecil-kecilan (Part I)
100 Gelud Kecil-kecilan (Part II)
101 Gelud Kecil-kecilan (Part III)
102 Gelud Kecil-kecilan (Part IV)
103 Lumayan Mengesankan (Part I)
104 Lumayan Mengesankan (Part II)
105 Lumayan Mengesankan (Part III)
106 Lumayan Mengesankan (Part IV)
107 Lumayan Mengesankan (Part V)
108 Lumayan Mengesankan (Part VI)
109 Lumayan Mengesankan (Part VII)
110 Draft
111 Lumayan Mengesankan (Part VIII)
112 Lumayan Mengesankan (Part IX)
113 Mereka Ingin Melawanku? (Part I)
114 Mereka Ingin Melawanku? (Part II)
115 Mereka Ingin Melawanku? (Part III)
116 Mereka Ingin Melawanku? (Part IV)
117 Mereka Ingin Melawanku (Part V)
118 Mereka Ingin Melawanku (Part VI)
119 Cukup Menarik (Part I)
120 Cukup Menarik (Part II)
121 Cukup Menarik (Part III)
122 Cukup Menarik (Part IV)
123 Cukup Menarik (Part V)
124 Ini Belum Usai (Part I)
125 Ini Belum Usai (Part II)
126 Ini Belum Usai (Part III)
127 Ini Belum Usai (Part IV)
128 Ini Belum Usai (Part V)
129 Ini Belum Usai (Part VI)
130 Ini Belum Usai (Part VII)
131 Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part I)
132 Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part II)
133 Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part III)
134 Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part IV)
135 Apa yang Sebenarnya Terjadi? (Part V)
136 Apa yang Sebenarnya Terjadi? (Part VI)
137 Tak Ada Habis? (Part I)
138 Tak Ada Habis? (Part II)
139 Halo? Ini dimana? (Part I)
140 Halo? Ini dimana? (Part II)
141 Halo? Ini dimana? (Part III)
142 Halo? Ini dimana? (Part IV)
143 Halo? Ini Dimana? (Part V)
144 Halo? Ini Dimana? (Part VI)
145 Rumit Sekali (Part I)
146 Rumit Sekali (Part II)
147 Mengenang Masa Lalu (Part I)
148 Mengenang Masa Lalu (Part II)
149 Mengenang Masa Lalu (Part III)
150 Mengenang Masa Lalu (Part IV)
151 Xshashk Bertindak (Part I)
152 Xshashk Bertindak (Part II)
153 Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part I)
154 Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part II)
155 Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part III)
156 Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part IV)
157 Cek-cok Sedikit (Part I)
158 Cek-cok Sedikit (Part II)
159 Bertahan Hidup di Tempat Antah-berantah (Part I)
160 Bertahan Hidup di Tempat Antah-berantah (Part II)
161 Duel lagi (Part I)
162 Pusaran Topan (Part I)
163 Pusaran Topan (Part II)
164 Duel Lagi (Part II)
165 Duel Lagi (Part III)
166 Ini Mau Sampai Kapan?! (Part I)
167 Ini Mau Sampai Kapan?! (Part II)
168 Ini Mau Sampai Kapan?! (Part III)
169 Ini Mau Sampai Kapan?! (Part IV)
170 Keganasan Xshashk (Part I)
171 Keganasan Xshashk (Part II)
172 Keganasan Xshashk (Part III)
173 Ulangi Lagi! (Part I)
174 Ulangi Lagi (Part II)
175 Ulangi Lagi (Part III)
Episodes

Updated 175 Episodes

1
Pengenalan Tokoh
2
Berangkat Menuju ke Tempat Kerja
3
Pergi Mencari yang Tidak Pasti
4
Pertemuan Tak Terduga
5
Tragedi yang Tidak Direncanakan
6
Dirawat Di Rumah Sakit Terdekat
7
Diskusi Dengan Agensi
8
Rencana Pemindahan
9
Awal dari Kehidupan yg Baru
10
Pelajaran Pertama di Sekolah Baru
11
Diganggu oleh Preman Kelas
12
Wanita Berambut Merah Delima
13
Kompetisi Antar Human Change (Semifinal)
14
Kompetisi Antar Human Change Final (Part I)
15
Kompetisi Antar Human Change Final (Part II)
16
Saya Dimana?
17
Kembali ke Rumah (Part I)
18
Kembali ke Rumah (Part II)
19
Keributan Di Taman Bermain
20
Pengalaman yg Sangat Menegangkan
21
Pahlawan Baru Kini Telah Hadir
22
Kekacauan pada Pusat Kota (Part I)
23
Kekacauan pada Pusat Kota (Part II)
24
Tugas Bagi Para Pahlawan (Part I)
25
Tugas bagi Para Pahlawan (Part II)
26
Kisah yg Teramat Kelam (Part I)
27
Kisah yang Teramat Kelam (Part II)
28
Bertindak diluar Naluri Manusia (Part I)
29
Bertindak diluar Naluri Manusia (Part II)
30
Kebenaran Mulai Terungkap (Part I)
31
Kebenaran Mulai Terungkap (Part II)
32
Menyusun Strategi di Kemudian Hari
33
Membongkar Kedok Pemerintah (Part I)
34
Membongkar Kedok Pemerintah (Part II)
35
Manusia Lepas Kendali (Part I)
36
Manusia Lepas Kendali (Part II)
37
Bungkam Semuanya Tanpa Terkecuali (Part I)
38
Bungkam Semuanya Tanpa Terkecuali (Part II)
39
Mendapat Sebuah Bantuan dari Rekan Sebaya (Part I)
40
Mendapat Sebuah Bantuan dari Rekan Sebaya (Part II)
41
Pertengkaran Antar Rekan Satu Team (Part I)
42
Pertengkaran Antar Rekan Satu Team (Part II)
43
Sahabat yg Begitu Pengertian (Part II)
44
Kedatangan Musuh Baru (Part I)
45
Kedatangan Musuh Baru (Part II)
46
Bertarung Melawan Mereka (Part I)
47
Bertarung Melawan Mereka (Part II)
48
Bertarung Melawan Mereka (Part III)
49
Bertarung Melawan Mereka (Part IV)
50
Kejadian Tak Terduga (Part I)
51
Kejadian Tak Terduga (Part II)
52
Kejadian Tak Terduga (Part III)
53
Pengumuman Penting
54
Pengkhianat Sialan (Part I)
55
Pengkhianat Sialan (Part II)
56
Pengkhianat Sialan (Part III)
57
Pengkhianat Sialan (Part IV)
58
Pengkhianat Sialan (Part V)
59
Pengkhianat Sialan (Part VI)
60
Pengkhianat Sialan (Part VII)
61
Curiga Dengannya (Part I)
62
Curiga Dengannya (Part II)
63
Curiga Dengannya (Part III)
64
Curiga Dengannya (Part IV)
65
Curiga Dengannya (Part V)
66
Dalang Dari Semua Ini (Part I)
67
Dalang Dari Semua Ini (Part II)
68
Dalang Dari Semua Ini (Part III)
69
Dalang Dari Semua Ini (Part IV)
70
Dalang Dari Semua Ini (Part V)
71
Dalang Dari Semua Ini (Part VI)
72
Dalang Dari Semua Ini (Part VII)
73
Dalang Dari Semua Ini (Part VIII)
74
Dalang Dari Semua Ini (Part IX)
75
Dalang Dari Semua Ini (Part X)
76
Apa Ini!? (Part I)
77
Announcement Penting
78
Apa Ini!? (Part II)
79
Apa Ini!? (Part III)
80
Apa Ini!? (Part IV)
81
Terjebak di Luar Ruangan (Part I)
82
Terjebak di Luar Ruangan (Part II)
83
Terjebak di Luar Ruangan (Part III)
84
Meledaknya Nusantara Empire (Part I)
85
Meledaknya Nusantara Empire (Part II)
86
Meledaknya Nusantara Empire (Part III)
87
Announcement Pent-t-t-ing!!!
88
Meledaknya Nusantara Empire (Part IV)
89
Meledaknya Nusantara Empire (Part IV)
90
Masalah Tak Kunjung Selesai (Part I)
91
Masalah Tak Kunjung Selesai (Part II)
92
Tamu Tak Diundang (Part I)
93
Tamu Tak Diundang (Part II)
94
Tamu Tak Diundang (Part III)
95
Tamu Tak Diundang (Part IV)
96
Tamu Tak Diundang (Part V)
97
Motif Tersembunyi (Part I)
98
Motif Tersembunyi (Part II)
99
Gelud Kecil-kecilan (Part I)
100
Gelud Kecil-kecilan (Part II)
101
Gelud Kecil-kecilan (Part III)
102
Gelud Kecil-kecilan (Part IV)
103
Lumayan Mengesankan (Part I)
104
Lumayan Mengesankan (Part II)
105
Lumayan Mengesankan (Part III)
106
Lumayan Mengesankan (Part IV)
107
Lumayan Mengesankan (Part V)
108
Lumayan Mengesankan (Part VI)
109
Lumayan Mengesankan (Part VII)
110
Draft
111
Lumayan Mengesankan (Part VIII)
112
Lumayan Mengesankan (Part IX)
113
Mereka Ingin Melawanku? (Part I)
114
Mereka Ingin Melawanku? (Part II)
115
Mereka Ingin Melawanku? (Part III)
116
Mereka Ingin Melawanku? (Part IV)
117
Mereka Ingin Melawanku (Part V)
118
Mereka Ingin Melawanku (Part VI)
119
Cukup Menarik (Part I)
120
Cukup Menarik (Part II)
121
Cukup Menarik (Part III)
122
Cukup Menarik (Part IV)
123
Cukup Menarik (Part V)
124
Ini Belum Usai (Part I)
125
Ini Belum Usai (Part II)
126
Ini Belum Usai (Part III)
127
Ini Belum Usai (Part IV)
128
Ini Belum Usai (Part V)
129
Ini Belum Usai (Part VI)
130
Ini Belum Usai (Part VII)
131
Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part I)
132
Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part II)
133
Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part III)
134
Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part IV)
135
Apa yang Sebenarnya Terjadi? (Part V)
136
Apa yang Sebenarnya Terjadi? (Part VI)
137
Tak Ada Habis? (Part I)
138
Tak Ada Habis? (Part II)
139
Halo? Ini dimana? (Part I)
140
Halo? Ini dimana? (Part II)
141
Halo? Ini dimana? (Part III)
142
Halo? Ini dimana? (Part IV)
143
Halo? Ini Dimana? (Part V)
144
Halo? Ini Dimana? (Part VI)
145
Rumit Sekali (Part I)
146
Rumit Sekali (Part II)
147
Mengenang Masa Lalu (Part I)
148
Mengenang Masa Lalu (Part II)
149
Mengenang Masa Lalu (Part III)
150
Mengenang Masa Lalu (Part IV)
151
Xshashk Bertindak (Part I)
152
Xshashk Bertindak (Part II)
153
Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part I)
154
Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part II)
155
Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part III)
156
Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part IV)
157
Cek-cok Sedikit (Part I)
158
Cek-cok Sedikit (Part II)
159
Bertahan Hidup di Tempat Antah-berantah (Part I)
160
Bertahan Hidup di Tempat Antah-berantah (Part II)
161
Duel lagi (Part I)
162
Pusaran Topan (Part I)
163
Pusaran Topan (Part II)
164
Duel Lagi (Part II)
165
Duel Lagi (Part III)
166
Ini Mau Sampai Kapan?! (Part I)
167
Ini Mau Sampai Kapan?! (Part II)
168
Ini Mau Sampai Kapan?! (Part III)
169
Ini Mau Sampai Kapan?! (Part IV)
170
Keganasan Xshashk (Part I)
171
Keganasan Xshashk (Part II)
172
Keganasan Xshashk (Part III)
173
Ulangi Lagi! (Part I)
174
Ulangi Lagi (Part II)
175
Ulangi Lagi (Part III)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!