Kompetisi Antar Human Change (Semifinal)

...Episode XIII...

"Selamat datang di Kompetisi khusus Human Change," ucap Host yg ada disana.

Seperti yg direncanakan, hari ini merupakan hari dimana Kompetisi itu dimulai. Disini Christ sudah siap untuk bertanding, sekalipun ia harus menghabisi lawannya itu.

Sehari sebelum kompetisi itu dimulai

Kedekatan antara Christ dengan Maria makin terlihat dengan jelas. Ini terlihat ketika Maria yg selalu menemani Christ ketika ia sedang berlatih menggunakan kekuatannya.

Jenuh karena terlalu lama berlatih, Christ kemudian mengajak Maria untuk jalan jalan.

Namun sebelum itu, Christ harus meminta izin terlebih dahulu dengan kakaknya Maria, yang bernama Wiyana.

Buat yg belum tahu, Maria memang memiliki kakak kandung di dalam akademi ini. Wiyana merupakan HC dengan tipe kekuatan Angin.

Christ yg sudah siap siap langsung berangkat menuju ke asrama Maria. Disana rupanya Maria tengah berbincang dengan Wiyana, kakaknya. Disini Christ agak sedikit gugup, namun ia mengabaikan hal itu.

Ia lalu menghampiri serta menyapa keduanya dengan berkata.

"Permisi, maaf mengganggu waktunya," ucap Christ dengan nada sopan.

"Owh iya," ucap Wiyana.

Setelah Christ bergabung dengan mereka berdua, situasi malah menjadi canggung. Namun Maria yg peka langsung mengatakan.

"Owh iya kak, ini Christ yg selalu aku bicarakan loh," ucap Maria dengan nada malu-malu.

"Begitu Ya," ucap Wiyana sembari memperhatikan Christ.

Christ yg merasa diperhatikan terus menerus malah bingung untuk mengatakan sepatah kata.

"Hahaha, santai saja kok Christ. Kau jangan terlalu tegang begitu," ucap Wiyana.

Tak disangka reaksi dari Wiyana ternyata sangat ramah.

"Haha iya Christ, mukamu lucu banget ketika lagi panik haha," ucap Maria dengan nada sedikit mengejek.

"Asli dah, malah dikerjain saya," ucap Christ didalam hatinya.

"Ngomong ngomong, kau beneran untuk mengikuti Kompetisi itu bukan Christ?" tanya Wiyana.

"Eh iya kak, saya memang berniat mengikutinya sembari mencari tahu akan potensi kekuatan yg saya miliki," ucap Christ dengan penuh keyakinan.

"Iya kak, Christ ini hebat loh dalam hal bertarung,"

"Kemarin saya sudah melihat aksinya nih," sela Maria sembari memuji Christ.

"Haha biasa aja kok," ujar Christ dengan nada sedikit lelucon.

"Wah hebat dong kamu. Nanti kapan kapan, saya boleh nonton pertandingan kamu ya?" pinta Wiyana.

"Wah boleh tuh, biar rame yg nonton," ujar Christ.

Karena tidak mau berlama lama didalam situasi canggung itu, Christ langsung mengajak Maria untuk jalan ke taman.

"Eh udah waktunya, ayo Maria," ucap Christ sembari memberi kode untuk meninggalkan kakaknya itu.

"Eh iya iya," ucap Maria yg langsung paham dengan kode itu.

Namun ketika Maria sudah jalan duluan, tiba tiba Wiyana menahan bahu Christ.

"Tunggu dulu Christ, ada yg mau saya bicarakan terlebih dahulu denganmu," ucap Wiyana dengan nada sangat serius.

"Hm..boleh saja," ucap Christ

"Maria, kau boleh tunggu dulu didepan," pinta Wiyana.

"Eh....Iya kak. Christ, saya tunggu didepan Ya," ucap Maria sembari meninggalkan Christ.

Setelah Maria meninggalkan mereka berdua, Wiyana langsung mengatakan maksud ia menahan Christ.

"Maaf telah menahan dirimu sebentar, ada yg ingin saya tanyakan terlebih dahulu kepadamu," Wiyana mengatakan hal itu tanpa adanya rasa keraguan.

"Boleh saja, memangnya apa yg ingin kak Wiyana tanyakan?" Christ bertanya.

"Jadi begini, bila engkau mengetahui siapa masa lalu dari Maria, apakah kau akan tetap serius untuk menjalin hubungan dengannya lagi?" tanya Wiyana.

Apa yg diucapkan oleh Wiyana, itu membuat Christ sedikit terkejut. Ia tidak menyangka akan ditanya mengenai hal itu. Christ lalu mengatakan hal yg sangat simpel.

"Bagaimana Ya, kalaupun masa lalu dari Maria itu sangat kelam, rasanya sangat konyol jika saya langsung menjauh darinya," ucap Christ dengan sangat bijak.

"...Apapun masa lalu yg ada pada orang itu, saya akan tetap menganggap dia sebagai teman saya," Christ mengatakan hal itu tanpa penuh keraguan.

"Hm......." Wiyana malah mengucapkan hal seperti itu.

"Sesuai dugaan saya, kau ini memang orang baik Christ,"

"Saya bukan ingin untuk memujimu, tapi itu hanya menurut penilaian dari saya saja," Wiyana mengatakan hal itu sembari menepuk pundak Christ.

"Yah bisa dibilang seperti itu kak," kata Christ.

"Eh iya Christ, bukannya kamu ingin pergi untuk berjalan jalan dengan Maria, ya?" tanya Wiyana seraya memberikan kode kepadanya.

"Eh iya, kalau begitu saya tinggal boleh kan kak?" pinta Christ.

"Silahkan," Wiyana mempersilahkan Christ untuk pergi dengan Maria.

Kemudian mereka berdua pun berjalan jalan sebentar di taman.

Sembari berpegangan layaknya orang pacaran, mereka berdua mengabiskan waktu berdua.

Namun, Christ masih kurang puas bermain lalu mengajak Maria ke suatu tempat

"Eh kita pergi ke pasar malam aja, gimana?" ujar Christ sembari mengandeng tangan Maria.

"Terserah kamu," Maria mengatakan hal itu sembari malu malu.

Meski demikian, Maria tetap mau untuk diajak ke pasar malam.

Sebelumnya kalian harus tau, meski berada di kota khusus untuk manusia super, bukan berarti disana tidak ada wahana permainan seperti pasar malam.

Semuanya sudah dipersiapkan oleh pemerintah agar para manusia super tidak merasa bosan tinggal di kota seperti itu.

Meski merasakan rasa senang telah bermain kemana mana dengan Maria, anehnya Christ masih penasaran dengan apa yg dimaksud oleh Wiyana tadi.

"Maksud dari Kak Wiyana tadi apa ya?"

"Sebenernya masa lalu seperti apa yg telah disembunyikan oleh Maria?" gumam Christ di dalam benaknya.

Ia lalu menatap Maria, nampak Maria yg sangat bahagia pada wahana tersebut. Melihatnya bahagia membuat Christ melupakan pikirannya barusan.

"Ah, yg sudah berlalu biarlah berlalu." gumam Christ dalam benaknya.

"Seharusnya saya senang senang sekarang, bukannya memikirkan hal aneh seperti tadi"

Christ lebih memilih untuk tidak mengambil pusing.

Setelah puas bermain, Christ langsung mengatakan Maria untuk pulang ke asramanya.

Tepat tengah malam, mereka lalu sampai di asrama tersebut.

Dengan mengendap-endap layaknya maling, Mereka berdua berhasil kembali ke Asrama tanpa harus dikenai hukuman.

Ini merupakan hari bahagia khususnya untuk Christ, karena di esok hari ia harus fokus untuk mengikuti pertandingan Kompetisi HC yg megah tersebut.

Keesokan harinya.

Merupakan hari dimana Christ harus mengikuti semua pertandingan yg ada.

Singkat saja, Christ sudah berhasil mengalahkan beberapa lawannya.

Kehebatan Christ ini membuatnya bisa masuk ke babak semifinal. Kini ia diharuskan untuk bertarung melawan perempuan yg bernama Alicia Isabelle.

Sedikit informasi, Alicia merupakan anak dari Kepala Sekolah : Controller of the Power.

Alicia diketahui memiliki kekuatan HC jenis Manip Ninja. Jadi dengan kemampuan ini, Alicia dapat mengecoh lawannya tersebut.

"Apakah kalian berdua sudah siap?" tanya juri yg berada disana.

"Aku sih sudah siap sedari tadi," ucap Alicia.

"Baguslah kalau begitu, saya akan mengalahkan mu dengan cepat," ujar Christ dengan nada serius.

"Menarik juga," ujar Alicia didalam hatinya.

"Oke saya mulai saja. 3....2.......1..... Fight!!!!"

Pertandingan pertama pun dimulai.

Sesaat terdengar suara ledakan yg berasal dari dalam arena. Setelah Host mengucapkan itu, Alicia langsung mengubah dirinya menjadi sangat banyak sekali.

"Ayo maju sini," ujar salah satu duplikat Alicia.

Ini membuat Christ sedikit kebingungan.

"Hadeh, ini tubuh aslinya yg mana lagi?" keluh Christ ketika melihat seluruh duplikat Alicia yg terus mengkloning dirinya hingga berjumlah ratusan.

Karena memiliki jumlah yg terlalu banyak, Christ sampai tidak fokus dengan keadaan sekelilingnya.

Alhasil, Christ yg tidak fokus dalam pertarungan itu malah terkena lemparan shuriken dari Duplikat Alicia yg berjumlah sekitar 100.

"Adawwwwww....." ucap Christ sembari menahan luka.

"Hm, hanya segini kekuatanmu? Mana kesombongan yg barusan kau ucapkan?" ujar Alicia dengan nada meremehkan.

Strategi dari Alicia rupanya mengecoh Christ dengan menduplikat dirinya menjadi banyak, lalu melemparkan Shuriken yg dia punya sebanyak mungkin.

Kondisi Christ pada saat itu memang sangat mustahil untuk menang, karena di badannya kali ini sudah tertancap 100 Shuriken beracun sekaligus.

Terlebih lagi, ia terus menerus mendapat cemoohan dari para penonton yg menyuruhnya untuk turun.

"Turun saja Christ, kalau engkau tidak kuat. Jangan sombong, turun saja," ucap seluruh penonton yg ada.

Dalam kompetisi ini, seseorang diperbolehkan untuk menonton jalannya pertandingan.

"Hadeh......." keluh Christ didalam hatinya.

Sembari menunggu lawannya untuk bangkit, Alicia justru mengatakan kepada para penonton.

"Bagaimana kalau kita adakan taruhan?" ucap Alicia seraya berteriak kepada para penonton.

"Orang yg kalah akan mematuhi seluruh keinginan dari pemenangnya,"

"Bagaimana semuanya?" tanya Alicia dengan nada lantang.

Melihat kemenangan berada di pihak Alicia, sontak para penonton bersorak kepadanya.

"Setuju, buat dia bertekuk lutut kepadamu," ujar seluruh penonton yg ada.

Di samping itu, Christ masih terduduk lemas sembari menahan rasa sakit. Disini ia masih ragu akan apa yg dilakukannya.

"Apa lagi yg kau tunggu, cepat keluarkan potensi sebenarnya yg ada pada dirimu," ucap Spirit yg ada didalam tubuhnya.

"....."

Christ malah terdiam tanpa menjawab sepatah kata apapun.

Maria yg menonton jalannya pertandingan, merasa kasihan dengan Christ. Kemudian ia langsung berteriak seraya menyemangati Christ.

"Semangat Christ......"

"Jangan hiraukan mereka semua, tunjukkan saja potensi kekuatan yg kau pendam selama ini," ucap Maria dengan nada lantang.

Ucapan dari Maria barusan kini membuat Christ sedikit tersadar.

Beberapa saat setelah ia melamun, ia lalu mengatakan.

"Bodoh sekali diriku, sudah diam ketika ada orang yg menghinanya secara terang terangan," gumam Christ.

Alicia yg mendengar ucapan Maria barusan, agak sedikit sebal disini. Ia lalu menghina Christ dengan berkata.

"Mengapa kau terus mensupport dia?"

"Anak seperti ini memang tidak pantas untuk ada di akademi ini.

"Kalian semua dengar tidak?"

"Pecundang sepertinya layak untuk dikeluarkan!!!!" jerit Alicia kepada penonton.

Penonton langsung bertepuk tangan dibuatnya. Dengan nada bersamaan, mereka lalu mengatakan.

"Keluarkan.......Keluarkan....... Keluarkan...... Keluarkan.......Keluarkan......Keluarkan....."

"Baiklah, penghinaan maka akan dibalas dengan penghinaan," gumam Christ di dalam benaknya.

Mendengar hinaan mereka semua, itu membuat Christ sedikit murka.

Christ kemudian bangkit dari duduknya. Seraya menahan sakit akibat racun tersebut, ia lalu berteriak kepada semuanya

"......Berisik!!!!!!!!" jerit Christ kepada semuanya.

"Bagi yg berani menghinanya, maka akan ku habisi tanpa ampun......"

Dengan segenap tenaga, ia kemudian menghancurkan seluruh shuriken yg tadinya telah menancap didalam tubuhnya.

Bahkan racun racun yg terdapat di shuriken itu pun langsung dinetralkan begitu saja.

"Bagaimana bisa?" tanya Alicia yg terkejut dibuatnya.

Alicia yg melihat hal itu terkejut dan tidak percaya dengan apa yg dilihatnya pada saat itu.

Kemudian Christ yg telah sembuh dari semua lukanya lantas mengatakan.

"Kau menginginkan sebuah pertarungan bukan?"

"Maka akan ku tanggapi dengan serius."

"Kuharap kau tidak menyesali atas keputusanmu itu," gertak Christ.

Christ lalu mengeluarkan sebagian kekuatan dari Spirit yg dia miliki. Efek dari kekuatan itu membuat tubuh Christ teraliri listrik biru yg sangat hebat.

Sontak para penonton yg melihatnya langsung bersorak bahagia.

Alicia yg tidak mau kalah dari Christ, langsung mengatakan.

"Kau pikir dengan mengeluarkan kekuatan mu itu, saya akan takut begitu?" ucap Alicia yg mencoba menakuti Christ.

Menyadari kalau Alicia sedikit takut, Christ lalu menggertak nya sekali lagi.

"Seharusnya begitu," ucap Christ.

Alicia yg tidak tahan dengan ucapan Christ, langsung mengeluarkan jurus andalannya.

Ia lalu menduplikat dirinya sebanyak mungkin untuk menyerang Christ dari segala sisi.

"Dengan begini, kau akan kalah Christ," ucap salah satu duplikat Alicia.

Tetapi Christ yg sudah memperkirakan akan hal seperti itu, langsung bergerak secepat kilat.

"Loh, pergi kemana dia?" ucap sebagian duplikat Alicia.

Bahkan uniknya, para penonton tidak mengetahui dimana Christ berada. Setelah menghilang beberapa saat, tiba tiba terdengar suara yg mengatakan.

"Mata kalian terlalu lambat, bodoh." ucap Christ mengejek semuanya.

Rupanya Christ sudah berada di kursi penonton. Nampak dirinya tengah duduk santai di samping kiri Maria.

"Kau jadi juga untuk datang ya?" tanya Christ seraya membuka obrolan.

"Tentunya dong, saya kan sudah berjanji kepada mu kemarin," ujar Maria yg masih teringat dengan janjinya kemarin.

"Begitu ya......" gumam Christ sembari tersenyum.

"Karena kau bersedia untuk menonton pertandingan ini, maka akan saya pastikan, saya akan memenangkan pertandingan ini dengan cepat," ucap Christ dengan tegas.

Maria lalu mengatakan hal simpel.

"Semoga saja, yang penting itu semangat."

ujar Maria sembari tersenyum.

"Heh.. Sampai kapan kalian akan berduaan disitu?" ujar salah satu penonton.

"Turun sini Christ," ucap salah satu Duplikat Alicia dengan nada menantang.

"Oke oke," Christ lalu kembali ke dalam arena.

"Show Time," ucap Christ setelah ia berhadapan kembali dengan Alicia.

Semua duplikat itu kemudian berusaha mengecoh Christ kembali.

Namun, yg terjadi adalah seluruh duplikat Alicia justru tersengat hawa listrik yg ada pada Christ. Itu hanya menyisakan Alicia seorang

"Bagaimana bisa?" tanya salah satu Alicia.

Tetapi karena sudah telanjur emosi, Alicia pun langsung melemparkan seluruh Shuriken yg ada.

Namun Christ dapat menghindari semuanya dengan kecepatan yg lebih cepat dari kilat.

Karena merasa terancam, Alicia lalu memutuskan untuk mengeluarkan senjata pamungkasnya, yakni Katana.

Katana yg dimiliki oleh Alicia sangat berbeda dari katana pada umumnya. Karena didalam katana itu terdapat jiwa dari roh roh yg telah wafat bersemayam didalam pedang itu.

Alicia lalu melemparkan debu di area sekitar Christ, tujuannya untuk membatasi pandangan dari Christ itu sendiri. Alicia lalu bersiap untuk menebas Christ.

Ia lalu maju ke arah Christ. Dengan sekuat tenaganya, ia mencoba untuk menebas Christ.

"Dengan ini, kau akan kal...." ucapan Alicia langsung disela oleh ucapan Christ.

Ketika Alicia berusaha untuk menebas leher Christ dari belakang, tanpa diduga Christ yg menyadari akan serangan tersebut kemudian berkata.

"Kau yakin?" ucap Christ yg masih santai seraya memperhatikan Alicia.

Pada saat pedang Alicia hampir untuk menebas leher Christ, Inti Roh yg dimiliki oleh Christ spontan langsung bereaksi.

Karena merasakan akan esensi bahaya darinya, dengan cepat benda tersebut kemudian langsung menghasilkan sebuah gelombang listrik nan kuat ke arah Alicia.

(Efek gelombang tersebut)

Dampak dari gelombang tersebut membuat Alicia terpental sembari mengeluarkan banyak darah.

Bahkan karena sangking kuatnya akan efek gelombang yg dihasilkan membuat seluruh organ dalam di bagian perut Alicia seperti jantung, usus, hati serta pembuluh darah yg berada di tempatnya mendadak langsung keluar seraya hancur di detik itu juga.

Lebih parahnya lagi, dampak dari gelombang barusan membuat kepala Alicia hampir saja lepas dari tempatnya, seluruh badan hingga sekujur tubuhnya langsung terkelupas secara ekstrim hingga seluruh organ dalam yg tersisa di dalam tubuhnya (selain jantung, hati dan semacamnya yg belum disebutkan) kini mulai terlihat jelas di hadapan para penonton.

Sontak para penonton langsung merasa jijik sekaligus mual akan melihatnya.

Nasib, Alicia yg tadinya merasakan akan kemenangan manis kini justru terbaring lemas seraya menahan luka lukanya.

Sekitar beberapa menit ia melayang di udara, ia pun kemudian langsung terjatuh serta terkapar tak berdaya di lantai arena.

Sembari menahan rasa sakit akan luka yg ia terima, ia pun mulai meronta-ronta sembari berteriak meminta pertolongan pada team kesehatan.

"Help me......"

"Tolong saya...." sembari menahan lukanya, Alicia terus mengucapkan hal itu.

Sungguh pemandangan yg sangat mengerikan bukan?

Lantas Host yg sedari tadi asik mengamati jalannya pertandingan kemudian langsung mengatakan.

"Wah......."

"Pemenangnya adalah Frederick Christ." ucap Host yg ada disana.

Sontak seluruh penonton bergemuruh menyoraki Christ.

Maria yg tadinya panik melihat Christ kalah, akhirnya bisa bernafas lega.

Owh iya, disini Maria menonton Kompetisi ini bersama kakak kandungnya yakni Wiyana.

Setelah kembali ke tribun penonton, Christ langsung disambut oleh Maria.

"Hebat kamu Christ, bisa mengalahkan anak dari Kepala Sekolah di akademi ini," Maria mengucapkan hal itu sembari tersenyum.

"...."

Tetapi Christ malah diam saja. Itu membuat Wiyana dan Maria bingung.

"Habis ini, lawan ku selanjutnya adalah Aaron bukan?" Christ menanyakan hal itu kepada Maria.

Maria lalu mengecek melalui I-Pad versi modern dan ternyata benar, Christ sekarang harus bertarung melawan Aaron.

Dengan begini, Christ berhasil maju ke babak final bersamaan dengan Aaron. Jadi dengan kata lain, babak Final kali ini merupakan pertarungan antara Christ VS Aaron.

Untuk menenangkan Christ, Wiyana lalu memutuskan untuk memberinya saran.

"Jangan terlalu dipikirkan Christ, soal menang atau kalah itu urusan belakangan." ucap Wiyana dengan bijak.

Setelah mendengarkan nasihat itu, Christ lalu pamit kepada keduanya untuk bersiap siap. Mereka berdua kemudian mengizinkannya.

Babak semifinal telah berakhir dan akan dimulai dengan Babak Final, siapakah pemenang antara Christ melawan Aaron?

Kita akan melihatnya di kemudian hari.

Episodes
1 Pengenalan Tokoh
2 Berangkat Menuju ke Tempat Kerja
3 Pergi Mencari yang Tidak Pasti
4 Pertemuan Tak Terduga
5 Tragedi yang Tidak Direncanakan
6 Dirawat Di Rumah Sakit Terdekat
7 Diskusi Dengan Agensi
8 Rencana Pemindahan
9 Awal dari Kehidupan yg Baru
10 Pelajaran Pertama di Sekolah Baru
11 Diganggu oleh Preman Kelas
12 Wanita Berambut Merah Delima
13 Kompetisi Antar Human Change (Semifinal)
14 Kompetisi Antar Human Change Final (Part I)
15 Kompetisi Antar Human Change Final (Part II)
16 Saya Dimana?
17 Kembali ke Rumah (Part I)
18 Kembali ke Rumah (Part II)
19 Keributan Di Taman Bermain
20 Pengalaman yg Sangat Menegangkan
21 Pahlawan Baru Kini Telah Hadir
22 Kekacauan pada Pusat Kota (Part I)
23 Kekacauan pada Pusat Kota (Part II)
24 Tugas Bagi Para Pahlawan (Part I)
25 Tugas bagi Para Pahlawan (Part II)
26 Kisah yg Teramat Kelam (Part I)
27 Kisah yang Teramat Kelam (Part II)
28 Bertindak diluar Naluri Manusia (Part I)
29 Bertindak diluar Naluri Manusia (Part II)
30 Kebenaran Mulai Terungkap (Part I)
31 Kebenaran Mulai Terungkap (Part II)
32 Menyusun Strategi di Kemudian Hari
33 Membongkar Kedok Pemerintah (Part I)
34 Membongkar Kedok Pemerintah (Part II)
35 Manusia Lepas Kendali (Part I)
36 Manusia Lepas Kendali (Part II)
37 Bungkam Semuanya Tanpa Terkecuali (Part I)
38 Bungkam Semuanya Tanpa Terkecuali (Part II)
39 Mendapat Sebuah Bantuan dari Rekan Sebaya (Part I)
40 Mendapat Sebuah Bantuan dari Rekan Sebaya (Part II)
41 Pertengkaran Antar Rekan Satu Team (Part I)
42 Pertengkaran Antar Rekan Satu Team (Part II)
43 Sahabat yg Begitu Pengertian (Part II)
44 Kedatangan Musuh Baru (Part I)
45 Kedatangan Musuh Baru (Part II)
46 Bertarung Melawan Mereka (Part I)
47 Bertarung Melawan Mereka (Part II)
48 Bertarung Melawan Mereka (Part III)
49 Bertarung Melawan Mereka (Part IV)
50 Kejadian Tak Terduga (Part I)
51 Kejadian Tak Terduga (Part II)
52 Kejadian Tak Terduga (Part III)
53 Pengumuman Penting
54 Pengkhianat Sialan (Part I)
55 Pengkhianat Sialan (Part II)
56 Pengkhianat Sialan (Part III)
57 Pengkhianat Sialan (Part IV)
58 Pengkhianat Sialan (Part V)
59 Pengkhianat Sialan (Part VI)
60 Pengkhianat Sialan (Part VII)
61 Curiga Dengannya (Part I)
62 Curiga Dengannya (Part II)
63 Curiga Dengannya (Part III)
64 Curiga Dengannya (Part IV)
65 Curiga Dengannya (Part V)
66 Dalang Dari Semua Ini (Part I)
67 Dalang Dari Semua Ini (Part II)
68 Dalang Dari Semua Ini (Part III)
69 Dalang Dari Semua Ini (Part IV)
70 Dalang Dari Semua Ini (Part V)
71 Dalang Dari Semua Ini (Part VI)
72 Dalang Dari Semua Ini (Part VII)
73 Dalang Dari Semua Ini (Part VIII)
74 Dalang Dari Semua Ini (Part IX)
75 Dalang Dari Semua Ini (Part X)
76 Apa Ini!? (Part I)
77 Announcement Penting
78 Apa Ini!? (Part II)
79 Apa Ini!? (Part III)
80 Apa Ini!? (Part IV)
81 Terjebak di Luar Ruangan (Part I)
82 Terjebak di Luar Ruangan (Part II)
83 Terjebak di Luar Ruangan (Part III)
84 Meledaknya Nusantara Empire (Part I)
85 Meledaknya Nusantara Empire (Part II)
86 Meledaknya Nusantara Empire (Part III)
87 Announcement Pent-t-t-ing!!!
88 Meledaknya Nusantara Empire (Part IV)
89 Meledaknya Nusantara Empire (Part IV)
90 Masalah Tak Kunjung Selesai (Part I)
91 Masalah Tak Kunjung Selesai (Part II)
92 Tamu Tak Diundang (Part I)
93 Tamu Tak Diundang (Part II)
94 Tamu Tak Diundang (Part III)
95 Tamu Tak Diundang (Part IV)
96 Tamu Tak Diundang (Part V)
97 Motif Tersembunyi (Part I)
98 Motif Tersembunyi (Part II)
99 Gelud Kecil-kecilan (Part I)
100 Gelud Kecil-kecilan (Part II)
101 Gelud Kecil-kecilan (Part III)
102 Gelud Kecil-kecilan (Part IV)
103 Lumayan Mengesankan (Part I)
104 Lumayan Mengesankan (Part II)
105 Lumayan Mengesankan (Part III)
106 Lumayan Mengesankan (Part IV)
107 Lumayan Mengesankan (Part V)
108 Lumayan Mengesankan (Part VI)
109 Lumayan Mengesankan (Part VII)
110 Draft
111 Lumayan Mengesankan (Part VIII)
112 Lumayan Mengesankan (Part IX)
113 Mereka Ingin Melawanku? (Part I)
114 Mereka Ingin Melawanku? (Part II)
115 Mereka Ingin Melawanku? (Part III)
116 Mereka Ingin Melawanku? (Part IV)
117 Mereka Ingin Melawanku (Part V)
118 Mereka Ingin Melawanku (Part VI)
119 Cukup Menarik (Part I)
120 Cukup Menarik (Part II)
121 Cukup Menarik (Part III)
122 Cukup Menarik (Part IV)
123 Cukup Menarik (Part V)
124 Ini Belum Usai (Part I)
125 Ini Belum Usai (Part II)
126 Ini Belum Usai (Part III)
127 Ini Belum Usai (Part IV)
128 Ini Belum Usai (Part V)
129 Ini Belum Usai (Part VI)
130 Ini Belum Usai (Part VII)
131 Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part I)
132 Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part II)
133 Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part III)
134 Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part IV)
135 Apa yang Sebenarnya Terjadi? (Part V)
136 Apa yang Sebenarnya Terjadi? (Part VI)
137 Tak Ada Habis? (Part I)
138 Tak Ada Habis? (Part II)
139 Halo? Ini dimana? (Part I)
140 Halo? Ini dimana? (Part II)
141 Halo? Ini dimana? (Part III)
142 Halo? Ini dimana? (Part IV)
143 Halo? Ini Dimana? (Part V)
144 Halo? Ini Dimana? (Part VI)
145 Rumit Sekali (Part I)
146 Rumit Sekali (Part II)
147 Mengenang Masa Lalu (Part I)
148 Mengenang Masa Lalu (Part II)
149 Mengenang Masa Lalu (Part III)
150 Mengenang Masa Lalu (Part IV)
151 Xshashk Bertindak (Part I)
152 Xshashk Bertindak (Part II)
153 Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part I)
154 Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part II)
155 Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part III)
156 Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part IV)
157 Cek-cok Sedikit (Part I)
158 Cek-cok Sedikit (Part II)
159 Bertahan Hidup di Tempat Antah-berantah (Part I)
160 Bertahan Hidup di Tempat Antah-berantah (Part II)
161 Duel lagi (Part I)
162 Pusaran Topan (Part I)
163 Pusaran Topan (Part II)
164 Duel Lagi (Part II)
165 Duel Lagi (Part III)
166 Ini Mau Sampai Kapan?! (Part I)
167 Ini Mau Sampai Kapan?! (Part II)
168 Ini Mau Sampai Kapan?! (Part III)
169 Ini Mau Sampai Kapan?! (Part IV)
170 Keganasan Xshashk (Part I)
171 Keganasan Xshashk (Part II)
172 Keganasan Xshashk (Part III)
173 Ulangi Lagi! (Part I)
174 Ulangi Lagi (Part II)
175 Ulangi Lagi (Part III)
Episodes

Updated 175 Episodes

1
Pengenalan Tokoh
2
Berangkat Menuju ke Tempat Kerja
3
Pergi Mencari yang Tidak Pasti
4
Pertemuan Tak Terduga
5
Tragedi yang Tidak Direncanakan
6
Dirawat Di Rumah Sakit Terdekat
7
Diskusi Dengan Agensi
8
Rencana Pemindahan
9
Awal dari Kehidupan yg Baru
10
Pelajaran Pertama di Sekolah Baru
11
Diganggu oleh Preman Kelas
12
Wanita Berambut Merah Delima
13
Kompetisi Antar Human Change (Semifinal)
14
Kompetisi Antar Human Change Final (Part I)
15
Kompetisi Antar Human Change Final (Part II)
16
Saya Dimana?
17
Kembali ke Rumah (Part I)
18
Kembali ke Rumah (Part II)
19
Keributan Di Taman Bermain
20
Pengalaman yg Sangat Menegangkan
21
Pahlawan Baru Kini Telah Hadir
22
Kekacauan pada Pusat Kota (Part I)
23
Kekacauan pada Pusat Kota (Part II)
24
Tugas Bagi Para Pahlawan (Part I)
25
Tugas bagi Para Pahlawan (Part II)
26
Kisah yg Teramat Kelam (Part I)
27
Kisah yang Teramat Kelam (Part II)
28
Bertindak diluar Naluri Manusia (Part I)
29
Bertindak diluar Naluri Manusia (Part II)
30
Kebenaran Mulai Terungkap (Part I)
31
Kebenaran Mulai Terungkap (Part II)
32
Menyusun Strategi di Kemudian Hari
33
Membongkar Kedok Pemerintah (Part I)
34
Membongkar Kedok Pemerintah (Part II)
35
Manusia Lepas Kendali (Part I)
36
Manusia Lepas Kendali (Part II)
37
Bungkam Semuanya Tanpa Terkecuali (Part I)
38
Bungkam Semuanya Tanpa Terkecuali (Part II)
39
Mendapat Sebuah Bantuan dari Rekan Sebaya (Part I)
40
Mendapat Sebuah Bantuan dari Rekan Sebaya (Part II)
41
Pertengkaran Antar Rekan Satu Team (Part I)
42
Pertengkaran Antar Rekan Satu Team (Part II)
43
Sahabat yg Begitu Pengertian (Part II)
44
Kedatangan Musuh Baru (Part I)
45
Kedatangan Musuh Baru (Part II)
46
Bertarung Melawan Mereka (Part I)
47
Bertarung Melawan Mereka (Part II)
48
Bertarung Melawan Mereka (Part III)
49
Bertarung Melawan Mereka (Part IV)
50
Kejadian Tak Terduga (Part I)
51
Kejadian Tak Terduga (Part II)
52
Kejadian Tak Terduga (Part III)
53
Pengumuman Penting
54
Pengkhianat Sialan (Part I)
55
Pengkhianat Sialan (Part II)
56
Pengkhianat Sialan (Part III)
57
Pengkhianat Sialan (Part IV)
58
Pengkhianat Sialan (Part V)
59
Pengkhianat Sialan (Part VI)
60
Pengkhianat Sialan (Part VII)
61
Curiga Dengannya (Part I)
62
Curiga Dengannya (Part II)
63
Curiga Dengannya (Part III)
64
Curiga Dengannya (Part IV)
65
Curiga Dengannya (Part V)
66
Dalang Dari Semua Ini (Part I)
67
Dalang Dari Semua Ini (Part II)
68
Dalang Dari Semua Ini (Part III)
69
Dalang Dari Semua Ini (Part IV)
70
Dalang Dari Semua Ini (Part V)
71
Dalang Dari Semua Ini (Part VI)
72
Dalang Dari Semua Ini (Part VII)
73
Dalang Dari Semua Ini (Part VIII)
74
Dalang Dari Semua Ini (Part IX)
75
Dalang Dari Semua Ini (Part X)
76
Apa Ini!? (Part I)
77
Announcement Penting
78
Apa Ini!? (Part II)
79
Apa Ini!? (Part III)
80
Apa Ini!? (Part IV)
81
Terjebak di Luar Ruangan (Part I)
82
Terjebak di Luar Ruangan (Part II)
83
Terjebak di Luar Ruangan (Part III)
84
Meledaknya Nusantara Empire (Part I)
85
Meledaknya Nusantara Empire (Part II)
86
Meledaknya Nusantara Empire (Part III)
87
Announcement Pent-t-t-ing!!!
88
Meledaknya Nusantara Empire (Part IV)
89
Meledaknya Nusantara Empire (Part IV)
90
Masalah Tak Kunjung Selesai (Part I)
91
Masalah Tak Kunjung Selesai (Part II)
92
Tamu Tak Diundang (Part I)
93
Tamu Tak Diundang (Part II)
94
Tamu Tak Diundang (Part III)
95
Tamu Tak Diundang (Part IV)
96
Tamu Tak Diundang (Part V)
97
Motif Tersembunyi (Part I)
98
Motif Tersembunyi (Part II)
99
Gelud Kecil-kecilan (Part I)
100
Gelud Kecil-kecilan (Part II)
101
Gelud Kecil-kecilan (Part III)
102
Gelud Kecil-kecilan (Part IV)
103
Lumayan Mengesankan (Part I)
104
Lumayan Mengesankan (Part II)
105
Lumayan Mengesankan (Part III)
106
Lumayan Mengesankan (Part IV)
107
Lumayan Mengesankan (Part V)
108
Lumayan Mengesankan (Part VI)
109
Lumayan Mengesankan (Part VII)
110
Draft
111
Lumayan Mengesankan (Part VIII)
112
Lumayan Mengesankan (Part IX)
113
Mereka Ingin Melawanku? (Part I)
114
Mereka Ingin Melawanku? (Part II)
115
Mereka Ingin Melawanku? (Part III)
116
Mereka Ingin Melawanku? (Part IV)
117
Mereka Ingin Melawanku (Part V)
118
Mereka Ingin Melawanku (Part VI)
119
Cukup Menarik (Part I)
120
Cukup Menarik (Part II)
121
Cukup Menarik (Part III)
122
Cukup Menarik (Part IV)
123
Cukup Menarik (Part V)
124
Ini Belum Usai (Part I)
125
Ini Belum Usai (Part II)
126
Ini Belum Usai (Part III)
127
Ini Belum Usai (Part IV)
128
Ini Belum Usai (Part V)
129
Ini Belum Usai (Part VI)
130
Ini Belum Usai (Part VII)
131
Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part I)
132
Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part II)
133
Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part III)
134
Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part IV)
135
Apa yang Sebenarnya Terjadi? (Part V)
136
Apa yang Sebenarnya Terjadi? (Part VI)
137
Tak Ada Habis? (Part I)
138
Tak Ada Habis? (Part II)
139
Halo? Ini dimana? (Part I)
140
Halo? Ini dimana? (Part II)
141
Halo? Ini dimana? (Part III)
142
Halo? Ini dimana? (Part IV)
143
Halo? Ini Dimana? (Part V)
144
Halo? Ini Dimana? (Part VI)
145
Rumit Sekali (Part I)
146
Rumit Sekali (Part II)
147
Mengenang Masa Lalu (Part I)
148
Mengenang Masa Lalu (Part II)
149
Mengenang Masa Lalu (Part III)
150
Mengenang Masa Lalu (Part IV)
151
Xshashk Bertindak (Part I)
152
Xshashk Bertindak (Part II)
153
Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part I)
154
Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part II)
155
Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part III)
156
Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part IV)
157
Cek-cok Sedikit (Part I)
158
Cek-cok Sedikit (Part II)
159
Bertahan Hidup di Tempat Antah-berantah (Part I)
160
Bertahan Hidup di Tempat Antah-berantah (Part II)
161
Duel lagi (Part I)
162
Pusaran Topan (Part I)
163
Pusaran Topan (Part II)
164
Duel Lagi (Part II)
165
Duel Lagi (Part III)
166
Ini Mau Sampai Kapan?! (Part I)
167
Ini Mau Sampai Kapan?! (Part II)
168
Ini Mau Sampai Kapan?! (Part III)
169
Ini Mau Sampai Kapan?! (Part IV)
170
Keganasan Xshashk (Part I)
171
Keganasan Xshashk (Part II)
172
Keganasan Xshashk (Part III)
173
Ulangi Lagi! (Part I)
174
Ulangi Lagi (Part II)
175
Ulangi Lagi (Part III)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!