Pertemuan Tak Terduga

...Episode IV...

"Jangan takut wahai anak muda, saya tidak berkeinginan untuk menyakitimu kok." pinta mayat itu agar Christ tidak berencana melarikan diri darinya.

"Heh....? Bagaimana bisa mayat dapat berbicara?" gumam christ dalam hatinya itu.

Sontak, Christ pun mengurungkan niatnya untuk lari dari hadapannya. Karena berhasil, roh itu lalu mencoba untuk mengobrol dengan Christ.

"Maaf sudah membuat terkejut, saya tak bermaksud membuatmu seperti itu." ujar roh itu dengan sopan.

Uniknya disini, mayat purba itu justru dapat berbicara layaknya orang normal. Namun tetap saja, pasti ada rasa takut bagi manusia normal.

"Bagaimana bisa seorang mayat dapat hidup serta bisa berbicara layaknya manusia normal?" tanya Christ dengan penuh keheranan.

Christ justru langsung menanyakan akan hal itu kepadanya.

Mayat itu lalu mengatakan hal yg sangat simpel.

"Lalu? Ini tidak jauh beda dengan keberadaan manusia super yg ada di kota ini bukan?" ujar mayat hidup yg malah melemparkan pertanyaannya kembali.

Christ lalu berfikir mengenai apa yg dimaksud dengan perkataannya. Sembari terdiam, mayat itu lalu mengajak bicara kembali.

"Owh iya, sampai lupa untuk memperkenalkan diri,"

"Perkenalkan saya ini adalah Roh Lightning of the Master, salah satu dari Five Spirit of Origin atau salah satu dari lima roh asal mula" ucapnya seraya memperkenalkan diri.

Roh itu lalu memperkenalkan dirinya sebagai Roh Lightning of the Master. Dirinya mengaku sebagai salah satu dari Roh asal mula.

"Hah?"

"Aku tidak paham apa maksudmu? Five Spirit of Origin? Rasanya itu tidak ada di dalam buku sejarah deh." ujar Christ dengan penuh kebingungan.

Disini Christ masih kurang paham akan maksud dari Roh tersebut. Namun lawan bicaranya sama sekali tidak mempedulikan akan hal tersebut.

Ia lalu berkata kembali.

"Kebetulan engkau ada disini, sepertinya hanya kau saja yg layak untuk menerimanya."

ujar roh itu dengan nada serius.

"Layak? Maksudnya?" dari raut wajahnya saja, kalian bisa melihat kalau Christ sama sekali tak mengerti akan keinginan darinya

"Jadi begini, karena dirimu adalah satu satunya manusia yg dapat berbicara dengan diriku dan juga kau memiliki hati yg sedikit sempurna, di akhir percakapan saya akan memberikanmu sebuah benda ajaib..." ucap roh itu sembari mengeluarkan benda aneh.

Benda yg terbuat dari kristal tersebut kini melayang layang di depan mukanya Christ. Christ justru malah terfokus dengan benda aneh tersebut.

"Namun sebelum itu, saya akan memberikan engkau sebuah persoalan terlebih dahulu," ujar roh itu dengan panjang lebar.

Karena curiga, tentu saja Christ akan langsung menolak pemberian barang aneh dari orang yg tidak ia kenal.

"Apa maksud dari perkataan mu tadi? Tapi yg paling terpenting, mengapa saya harus menerima benda aneh ini? Saya hanya berniat untuk menguburkan engkau lagi." ucap Christ dengan mantap.

Alih alih marah karena perkataan dari Christ, roh tersebut malah memberikan sebuah pernyataan yg sangat unik.

"Begitu ya? Apakah kau benar benar tidak tertarik untuk menjadi manusia yg sempurna, manusia yg memiliki sebuah kekuatan super?"

"Human Change maksud mu?"

"Ya, manusia yg dapat melampaui batasan manusia normal itu sendiri." ujar roh tersebut.

Perkataan dari roh itu sontak membuat Christ yg mendengarnya langsung terdiam.

Christ memang sangat mendambakan kehidupan sebagai manusia normal, bukan sebagai manusia setengah robot.

Karena hal itu, ia akhirnya tertarik untuk mendengarkan kembali perkataan dari roh tersebut.

"Sebenarnya aku sangat mendambakan kehidupan manusia normal seperti yg kau ucapkan barusan apakah kau bisa memilki sebuah cara untuk mewujudkan keinginanku itu?" pinta Christ dengan nada memelas.

Keinginan Christ adalah dapat hidup sebagaI manusia normal. Menyadari adanya peluang, Roh itu mulai mengatakan.

"Tentu saja ada. Baguslah kalau engkau mau untuk menerimanya."

Secara tiba tiba, roh itu lalu mengeluarkan benda aneh dari dalam jantungnya. Ia lalu berkata lagi.

"Dengan benda ini, aku mengubah dirimu menjadi seorang Manusia Super, kalian biasa menyebutnya sebagai Human Change pada kota ini,"

Alih alih mendengarkannya, Christ malah asik memperhatikan benda aneh yg melayang layang tadi.

Uniknya roh itu tidak marah melihat kelakuan aneh Christ.

"Tetapi sebelum itu, ada hal yg harus kutanyakan padamu terlebih dahulu," ucap roh itu.

Kini roh itu menatap wajah Christ dengan tatapan serius. Benda yg semula melayang-layang di depan wajah Christ secara tiba-tiba mulai dihilangkan begitu saja olehnya.

Christ yg sedari tadi asik memperhatikan benda aneh itu, kini kembali fokus ke Roh tersebut.

"Selama itu tidak aneh aneh, saya akan mau untuk mendengarkan sekaligus untuk menjawabnya,"

"Memangnya apa yg ingin kau tanyakan?"

"Jadi begini......."

"Jika saja dirimu mendapatkan kekuatan yg sangat besar, namun harus melawan musuh yg tidak lain adalah orang terdekatmu, maka apa yg harus kau lakukan? Apakah engkau akan melawannya atau berusaha untuk membujuknya terlebih dahulu? Pilihan mana yg akan engkau ambil?" ujar roh itu dengan memberikan pertanyaan yg lumayan berbobot.

Pertanyaan dari roh itu memang terbilang sangat rinci. Tetapi tentu saja Christ sudah mempunyai jawabannya tersendiri.

"Pertanyaan yg terbilang sangat gampang ini mah......"

"Awalnya, saya akan mengajaknya untuk kembali ke jalan yg benar. Namun jika ia menolak, maka saya akan mengalahkannya sekalipun ia adalah orang terdekatku."

Selama itu bisa membuat rasa aman pada para manusia, saya akan siap untuk melakukannya." ujar Christ dengan penuh keyakinan.

"Kau yakin dengan pilihanmu?" tanya roh itu dengan sangat singkat.

Ia lalu menatap mata Christ. Namun Christ yakin kalau jawabannya itu tepat. Sembari tersenyum sekaligus tersentuh akan ucapan dari Christ, Roh itu lalu mengatakan.

"Begitu ya, sepertinya hanya kau yg memang layak untuk diberikan benda ini......"

"Ini dinamakan sebagai Inti Roh, namun sebelum kau menerimanya, kau harus berusaha untuk menjaganya hingga titik darah penghabisan." ucap roh itu dengan nada serius.

Karena berhasil menjawab pertanyaannya tanpa adanya sedikit keraguan, roh itu langsung memberikan kristal aneh yg dijanjikannya kepada Christ.

Kristal itu dinamakan sendiri oleh Roh itu dengan nama Inti Roh.

"Pegang kata katamu Christ. Jika dirimu sudah tidak sanggup lagi untuk menjaga Inti Roh ini, maka saya akan mencari orang yg lebih layak darimu,"

"Tugasmu terbilang sangat gampang. Kau hanya melindungi kota ini dari keberadaan para Human Change beserta keempat Spirit of Origin yg diperkirakan akan bereinkarnasi di tahun ini,”

Kemudian spirit tersebut memberi sebuah tugas pada Christ, untuk menyelamatkan kota ini dari para Human Change yg berkeinginan untuk mengacaukannya.

Setelah dirinya diam beberapa saat, dalam benaknya Christ baru tersadar akan suatu hal.

"Tunggu sebentar......."

"Barusan kamu bilang kalau kamu itu adalah salah seorang roh paling terkuat right?"

"Emh--- Kalau begitu........"

"Jangan bilang kau ini ........" belum juga Christ memiliki kesempatan untuk menyelesaikan perkataannya, dengan tidak sopan spirit tersebut malah me

"Aku benar benar membutuhkan tubuhmu, kawan." ucap spirit tersebut seraya masuk ke dalam tubuh Christ.

Sontak Christ harus menerima efek samping berupa mengeluarkan aura listrik yg mulai menyengat pada area sekitarnya.

Tak tahan dengan aura kekuatan yg dimiliki olehnya, kemudian dengan sekuat tenaga Christ pun menjerit sekuat kuatnya.

Belum pernah ia menerima rasa sakit sehebat yang ia rasakan saat ini. Parahnya---- roh yg sebelumnya berbincang dan memasuki tubuh Christ benar-benar stay di tubuhnya, sama sekali tak ada niatan untuk keluar dari tubuhnya.

Dengan kata lain, karena spirit tersebut sangat kukuh untuk mendiami tubuh Christ, maka secara tidak langsung Christ pun harus menerima dampaknya.

(Percikan listrik kini mulai mengalir dan tampak merusak beberapa bagian tubuh milik Christ)

Kesal akan perbuatannya, Christ pun mengatakan.

"Eh brengsek, keluar tidak dari dalam tubuhku?" gertak Christ dengan nada tinggi.

(Tak ada respon apapun dari dalam tubuh Christ)

Karena tidak tahan dengan aura kekuatan spirit tersebut, dengan sigap Christ pun memutuskan untuk terus menjerit dan mencoba meminta tolong pada semuanya.

"Tolong!!!"

"Tolong saya!!!!" teriak Christ dengan nada tinggi.

Bukannya berhenti, aura listrik yang terdapat di tubuh Christ justru malah menyelimuti sekujur tubuhnya dalam waktu singkat sehingga membuat body cyborg milik Christ terus mengeluarkan aura listrik yang bertenaga lebih dari pembangkit listrik.

Sayangnya tidak ada satu orang pun yang kebetulan berada di tempat tersebut.

Bisa dibilang kalau sedari tadi, Christ hanya berteriak tak jelas tanpa ada satu orang pun yg mau untuk mendengarkannya.

(Karena tak mau ambruk begitu saja, Christ memutuskan untuk tetap berdiri di tempat tersebut)

Di sisi lain......

Seluruh peneliti yang tengah menunggu Christ kembali kini mulai merasa khawatir. Mereka tahu betul kalau Christ hanyalah seorang manusia robot yg memiliki kecerdasan yg setara dengan ilmuwan.

Jadinya ia tak akan mungkin bisa selamat dari suatu tragedi, itu pikir semuanya.

"Christ sudah pergi lama sedari tadi kan?"

"Saya takut bila suatu hal yg sangat buruk malah menimpa anak tersebut." papar salah satu anggota disana.

Dengan singkat cerita, hati mereka yang mulai tergerak kini mencoba untuk memaksa masuk ke dalam area tersebut.

Meski pada awalnya Albert melarang semua anggota untuk menerobos palang keamanan, namun setelah terjadinya perdebatan panjang diantara Albert dan sebagian anggotanya, kini mereka pun diizinkan oleh Albert untuk masuk ke dalam serta membawa Christ kembali.

"Oke oke, karena perkataan kalian ada benarnya, maka saya sebagai leader, memberikan kalian izin untuk kembali ke dalam tempat tersebut." ujar Albert dengan nada terpaksa.

Salah satu anggota lalu mengatakan.

"Nah, begitu dong lead." ucap peneliti tersebut yg nampak sangat senang dengan ucapan Albert.

Sekarang tujuan mereka kembali tak lain cuman satu, yakni menyelamatkan sesama anggota peneliti yang bekerja bersama mereka.

Kembali ke Christ lagi.........

Hingga saat ini, Christ masih merasakan rasa sakit di sekujur tubuhnya.

Karena tidak mampu untuk bergerak sama sekali, ia memilih untuk diam ditempat seraya menjerit di tempat tersebut.

Christ terus berteriak untuk meminta pertolongan pada siapapun.

Tapi karena tak ada satupun orang yang berada disana, alhasil jeritannya barusan tak lain hanyalah suatu bualan belaka.

(Perlahan tapi pasti, sekujur tubuh Christ kini mulai melepuh secara bertahap)

Karena terlalu banyak menggunakan sebagian tenaga untuk berteriak, perlahan-lahan kepala Christ mulai merasakan pusing yang begitu kuat.

"Adududuh, kepalaku kok terasa berat sekali." gumam Christ dalam benaknya.

Bersambung.....

Episodes
1 Pengenalan Tokoh
2 Berangkat Menuju ke Tempat Kerja
3 Pergi Mencari yang Tidak Pasti
4 Pertemuan Tak Terduga
5 Tragedi yang Tidak Direncanakan
6 Dirawat Di Rumah Sakit Terdekat
7 Diskusi Dengan Agensi
8 Rencana Pemindahan
9 Awal dari Kehidupan yg Baru
10 Pelajaran Pertama di Sekolah Baru
11 Diganggu oleh Preman Kelas
12 Wanita Berambut Merah Delima
13 Kompetisi Antar Human Change (Semifinal)
14 Kompetisi Antar Human Change Final (Part I)
15 Kompetisi Antar Human Change Final (Part II)
16 Saya Dimana?
17 Kembali ke Rumah (Part I)
18 Kembali ke Rumah (Part II)
19 Keributan Di Taman Bermain
20 Pengalaman yg Sangat Menegangkan
21 Pahlawan Baru Kini Telah Hadir
22 Kekacauan pada Pusat Kota (Part I)
23 Kekacauan pada Pusat Kota (Part II)
24 Tugas Bagi Para Pahlawan (Part I)
25 Tugas bagi Para Pahlawan (Part II)
26 Kisah yg Teramat Kelam (Part I)
27 Kisah yang Teramat Kelam (Part II)
28 Bertindak diluar Naluri Manusia (Part I)
29 Bertindak diluar Naluri Manusia (Part II)
30 Kebenaran Mulai Terungkap (Part I)
31 Kebenaran Mulai Terungkap (Part II)
32 Menyusun Strategi di Kemudian Hari
33 Membongkar Kedok Pemerintah (Part I)
34 Membongkar Kedok Pemerintah (Part II)
35 Manusia Lepas Kendali (Part I)
36 Manusia Lepas Kendali (Part II)
37 Bungkam Semuanya Tanpa Terkecuali (Part I)
38 Bungkam Semuanya Tanpa Terkecuali (Part II)
39 Mendapat Sebuah Bantuan dari Rekan Sebaya (Part I)
40 Mendapat Sebuah Bantuan dari Rekan Sebaya (Part II)
41 Pertengkaran Antar Rekan Satu Team (Part I)
42 Pertengkaran Antar Rekan Satu Team (Part II)
43 Sahabat yg Begitu Pengertian (Part II)
44 Kedatangan Musuh Baru (Part I)
45 Kedatangan Musuh Baru (Part II)
46 Bertarung Melawan Mereka (Part I)
47 Bertarung Melawan Mereka (Part II)
48 Bertarung Melawan Mereka (Part III)
49 Bertarung Melawan Mereka (Part IV)
50 Kejadian Tak Terduga (Part I)
51 Kejadian Tak Terduga (Part II)
52 Kejadian Tak Terduga (Part III)
53 Pengumuman Penting
54 Pengkhianat Sialan (Part I)
55 Pengkhianat Sialan (Part II)
56 Pengkhianat Sialan (Part III)
57 Pengkhianat Sialan (Part IV)
58 Pengkhianat Sialan (Part V)
59 Pengkhianat Sialan (Part VI)
60 Pengkhianat Sialan (Part VII)
61 Curiga Dengannya (Part I)
62 Curiga Dengannya (Part II)
63 Curiga Dengannya (Part III)
64 Curiga Dengannya (Part IV)
65 Curiga Dengannya (Part V)
66 Dalang Dari Semua Ini (Part I)
67 Dalang Dari Semua Ini (Part II)
68 Dalang Dari Semua Ini (Part III)
69 Dalang Dari Semua Ini (Part IV)
70 Dalang Dari Semua Ini (Part V)
71 Dalang Dari Semua Ini (Part VI)
72 Dalang Dari Semua Ini (Part VII)
73 Dalang Dari Semua Ini (Part VIII)
74 Dalang Dari Semua Ini (Part IX)
75 Dalang Dari Semua Ini (Part X)
76 Apa Ini!? (Part I)
77 Announcement Penting
78 Apa Ini!? (Part II)
79 Apa Ini!? (Part III)
80 Apa Ini!? (Part IV)
81 Terjebak di Luar Ruangan (Part I)
82 Terjebak di Luar Ruangan (Part II)
83 Terjebak di Luar Ruangan (Part III)
84 Meledaknya Nusantara Empire (Part I)
85 Meledaknya Nusantara Empire (Part II)
86 Meledaknya Nusantara Empire (Part III)
87 Announcement Pent-t-t-ing!!!
88 Meledaknya Nusantara Empire (Part IV)
89 Meledaknya Nusantara Empire (Part IV)
90 Masalah Tak Kunjung Selesai (Part I)
91 Masalah Tak Kunjung Selesai (Part II)
92 Tamu Tak Diundang (Part I)
93 Tamu Tak Diundang (Part II)
94 Tamu Tak Diundang (Part III)
95 Tamu Tak Diundang (Part IV)
96 Tamu Tak Diundang (Part V)
97 Motif Tersembunyi (Part I)
98 Motif Tersembunyi (Part II)
99 Gelud Kecil-kecilan (Part I)
100 Gelud Kecil-kecilan (Part II)
101 Gelud Kecil-kecilan (Part III)
102 Gelud Kecil-kecilan (Part IV)
103 Lumayan Mengesankan (Part I)
104 Lumayan Mengesankan (Part II)
105 Lumayan Mengesankan (Part III)
106 Lumayan Mengesankan (Part IV)
107 Lumayan Mengesankan (Part V)
108 Lumayan Mengesankan (Part VI)
109 Lumayan Mengesankan (Part VII)
110 Draft
111 Lumayan Mengesankan (Part VIII)
112 Lumayan Mengesankan (Part IX)
113 Mereka Ingin Melawanku? (Part I)
114 Mereka Ingin Melawanku? (Part II)
115 Mereka Ingin Melawanku? (Part III)
116 Mereka Ingin Melawanku? (Part IV)
117 Mereka Ingin Melawanku (Part V)
118 Mereka Ingin Melawanku (Part VI)
119 Cukup Menarik (Part I)
120 Cukup Menarik (Part II)
121 Cukup Menarik (Part III)
122 Cukup Menarik (Part IV)
123 Cukup Menarik (Part V)
124 Ini Belum Usai (Part I)
125 Ini Belum Usai (Part II)
126 Ini Belum Usai (Part III)
127 Ini Belum Usai (Part IV)
128 Ini Belum Usai (Part V)
129 Ini Belum Usai (Part VI)
130 Ini Belum Usai (Part VII)
131 Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part I)
132 Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part II)
133 Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part III)
134 Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part IV)
135 Apa yang Sebenarnya Terjadi? (Part V)
136 Apa yang Sebenarnya Terjadi? (Part VI)
137 Tak Ada Habis? (Part I)
138 Tak Ada Habis? (Part II)
139 Halo? Ini dimana? (Part I)
140 Halo? Ini dimana? (Part II)
141 Halo? Ini dimana? (Part III)
142 Halo? Ini dimana? (Part IV)
143 Halo? Ini Dimana? (Part V)
144 Halo? Ini Dimana? (Part VI)
145 Rumit Sekali (Part I)
146 Rumit Sekali (Part II)
147 Mengenang Masa Lalu (Part I)
148 Mengenang Masa Lalu (Part II)
149 Mengenang Masa Lalu (Part III)
150 Mengenang Masa Lalu (Part IV)
151 Xshashk Bertindak (Part I)
152 Xshashk Bertindak (Part II)
153 Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part I)
154 Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part II)
155 Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part III)
156 Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part IV)
157 Cek-cok Sedikit (Part I)
158 Cek-cok Sedikit (Part II)
159 Bertahan Hidup di Tempat Antah-berantah (Part I)
160 Bertahan Hidup di Tempat Antah-berantah (Part II)
161 Duel lagi (Part I)
162 Pusaran Topan (Part I)
163 Pusaran Topan (Part II)
164 Duel Lagi (Part II)
165 Duel Lagi (Part III)
166 Ini Mau Sampai Kapan?! (Part I)
167 Ini Mau Sampai Kapan?! (Part II)
168 Ini Mau Sampai Kapan?! (Part III)
169 Ini Mau Sampai Kapan?! (Part IV)
170 Keganasan Xshashk (Part I)
171 Keganasan Xshashk (Part II)
172 Keganasan Xshashk (Part III)
173 Ulangi Lagi! (Part I)
174 Ulangi Lagi (Part II)
175 Ulangi Lagi (Part III)
Episodes

Updated 175 Episodes

1
Pengenalan Tokoh
2
Berangkat Menuju ke Tempat Kerja
3
Pergi Mencari yang Tidak Pasti
4
Pertemuan Tak Terduga
5
Tragedi yang Tidak Direncanakan
6
Dirawat Di Rumah Sakit Terdekat
7
Diskusi Dengan Agensi
8
Rencana Pemindahan
9
Awal dari Kehidupan yg Baru
10
Pelajaran Pertama di Sekolah Baru
11
Diganggu oleh Preman Kelas
12
Wanita Berambut Merah Delima
13
Kompetisi Antar Human Change (Semifinal)
14
Kompetisi Antar Human Change Final (Part I)
15
Kompetisi Antar Human Change Final (Part II)
16
Saya Dimana?
17
Kembali ke Rumah (Part I)
18
Kembali ke Rumah (Part II)
19
Keributan Di Taman Bermain
20
Pengalaman yg Sangat Menegangkan
21
Pahlawan Baru Kini Telah Hadir
22
Kekacauan pada Pusat Kota (Part I)
23
Kekacauan pada Pusat Kota (Part II)
24
Tugas Bagi Para Pahlawan (Part I)
25
Tugas bagi Para Pahlawan (Part II)
26
Kisah yg Teramat Kelam (Part I)
27
Kisah yang Teramat Kelam (Part II)
28
Bertindak diluar Naluri Manusia (Part I)
29
Bertindak diluar Naluri Manusia (Part II)
30
Kebenaran Mulai Terungkap (Part I)
31
Kebenaran Mulai Terungkap (Part II)
32
Menyusun Strategi di Kemudian Hari
33
Membongkar Kedok Pemerintah (Part I)
34
Membongkar Kedok Pemerintah (Part II)
35
Manusia Lepas Kendali (Part I)
36
Manusia Lepas Kendali (Part II)
37
Bungkam Semuanya Tanpa Terkecuali (Part I)
38
Bungkam Semuanya Tanpa Terkecuali (Part II)
39
Mendapat Sebuah Bantuan dari Rekan Sebaya (Part I)
40
Mendapat Sebuah Bantuan dari Rekan Sebaya (Part II)
41
Pertengkaran Antar Rekan Satu Team (Part I)
42
Pertengkaran Antar Rekan Satu Team (Part II)
43
Sahabat yg Begitu Pengertian (Part II)
44
Kedatangan Musuh Baru (Part I)
45
Kedatangan Musuh Baru (Part II)
46
Bertarung Melawan Mereka (Part I)
47
Bertarung Melawan Mereka (Part II)
48
Bertarung Melawan Mereka (Part III)
49
Bertarung Melawan Mereka (Part IV)
50
Kejadian Tak Terduga (Part I)
51
Kejadian Tak Terduga (Part II)
52
Kejadian Tak Terduga (Part III)
53
Pengumuman Penting
54
Pengkhianat Sialan (Part I)
55
Pengkhianat Sialan (Part II)
56
Pengkhianat Sialan (Part III)
57
Pengkhianat Sialan (Part IV)
58
Pengkhianat Sialan (Part V)
59
Pengkhianat Sialan (Part VI)
60
Pengkhianat Sialan (Part VII)
61
Curiga Dengannya (Part I)
62
Curiga Dengannya (Part II)
63
Curiga Dengannya (Part III)
64
Curiga Dengannya (Part IV)
65
Curiga Dengannya (Part V)
66
Dalang Dari Semua Ini (Part I)
67
Dalang Dari Semua Ini (Part II)
68
Dalang Dari Semua Ini (Part III)
69
Dalang Dari Semua Ini (Part IV)
70
Dalang Dari Semua Ini (Part V)
71
Dalang Dari Semua Ini (Part VI)
72
Dalang Dari Semua Ini (Part VII)
73
Dalang Dari Semua Ini (Part VIII)
74
Dalang Dari Semua Ini (Part IX)
75
Dalang Dari Semua Ini (Part X)
76
Apa Ini!? (Part I)
77
Announcement Penting
78
Apa Ini!? (Part II)
79
Apa Ini!? (Part III)
80
Apa Ini!? (Part IV)
81
Terjebak di Luar Ruangan (Part I)
82
Terjebak di Luar Ruangan (Part II)
83
Terjebak di Luar Ruangan (Part III)
84
Meledaknya Nusantara Empire (Part I)
85
Meledaknya Nusantara Empire (Part II)
86
Meledaknya Nusantara Empire (Part III)
87
Announcement Pent-t-t-ing!!!
88
Meledaknya Nusantara Empire (Part IV)
89
Meledaknya Nusantara Empire (Part IV)
90
Masalah Tak Kunjung Selesai (Part I)
91
Masalah Tak Kunjung Selesai (Part II)
92
Tamu Tak Diundang (Part I)
93
Tamu Tak Diundang (Part II)
94
Tamu Tak Diundang (Part III)
95
Tamu Tak Diundang (Part IV)
96
Tamu Tak Diundang (Part V)
97
Motif Tersembunyi (Part I)
98
Motif Tersembunyi (Part II)
99
Gelud Kecil-kecilan (Part I)
100
Gelud Kecil-kecilan (Part II)
101
Gelud Kecil-kecilan (Part III)
102
Gelud Kecil-kecilan (Part IV)
103
Lumayan Mengesankan (Part I)
104
Lumayan Mengesankan (Part II)
105
Lumayan Mengesankan (Part III)
106
Lumayan Mengesankan (Part IV)
107
Lumayan Mengesankan (Part V)
108
Lumayan Mengesankan (Part VI)
109
Lumayan Mengesankan (Part VII)
110
Draft
111
Lumayan Mengesankan (Part VIII)
112
Lumayan Mengesankan (Part IX)
113
Mereka Ingin Melawanku? (Part I)
114
Mereka Ingin Melawanku? (Part II)
115
Mereka Ingin Melawanku? (Part III)
116
Mereka Ingin Melawanku? (Part IV)
117
Mereka Ingin Melawanku (Part V)
118
Mereka Ingin Melawanku (Part VI)
119
Cukup Menarik (Part I)
120
Cukup Menarik (Part II)
121
Cukup Menarik (Part III)
122
Cukup Menarik (Part IV)
123
Cukup Menarik (Part V)
124
Ini Belum Usai (Part I)
125
Ini Belum Usai (Part II)
126
Ini Belum Usai (Part III)
127
Ini Belum Usai (Part IV)
128
Ini Belum Usai (Part V)
129
Ini Belum Usai (Part VI)
130
Ini Belum Usai (Part VII)
131
Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part I)
132
Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part II)
133
Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part III)
134
Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part IV)
135
Apa yang Sebenarnya Terjadi? (Part V)
136
Apa yang Sebenarnya Terjadi? (Part VI)
137
Tak Ada Habis? (Part I)
138
Tak Ada Habis? (Part II)
139
Halo? Ini dimana? (Part I)
140
Halo? Ini dimana? (Part II)
141
Halo? Ini dimana? (Part III)
142
Halo? Ini dimana? (Part IV)
143
Halo? Ini Dimana? (Part V)
144
Halo? Ini Dimana? (Part VI)
145
Rumit Sekali (Part I)
146
Rumit Sekali (Part II)
147
Mengenang Masa Lalu (Part I)
148
Mengenang Masa Lalu (Part II)
149
Mengenang Masa Lalu (Part III)
150
Mengenang Masa Lalu (Part IV)
151
Xshashk Bertindak (Part I)
152
Xshashk Bertindak (Part II)
153
Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part I)
154
Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part II)
155
Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part III)
156
Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part IV)
157
Cek-cok Sedikit (Part I)
158
Cek-cok Sedikit (Part II)
159
Bertahan Hidup di Tempat Antah-berantah (Part I)
160
Bertahan Hidup di Tempat Antah-berantah (Part II)
161
Duel lagi (Part I)
162
Pusaran Topan (Part I)
163
Pusaran Topan (Part II)
164
Duel Lagi (Part II)
165
Duel Lagi (Part III)
166
Ini Mau Sampai Kapan?! (Part I)
167
Ini Mau Sampai Kapan?! (Part II)
168
Ini Mau Sampai Kapan?! (Part III)
169
Ini Mau Sampai Kapan?! (Part IV)
170
Keganasan Xshashk (Part I)
171
Keganasan Xshashk (Part II)
172
Keganasan Xshashk (Part III)
173
Ulangi Lagi! (Part I)
174
Ulangi Lagi (Part II)
175
Ulangi Lagi (Part III)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!