...Episode IV...
"Jangan takut wahai anak muda, saya tidak berkeinginan untuk menyakitimu kok." pinta mayat itu agar Christ tidak berencana melarikan diri darinya.
"Heh....? Bagaimana bisa mayat dapat berbicara?" gumam christ dalam hatinya itu.
Sontak, Christ pun mengurungkan niatnya untuk lari dari hadapannya. Karena berhasil, roh itu lalu mencoba untuk mengobrol dengan Christ.
"Maaf sudah membuat terkejut, saya tak bermaksud membuatmu seperti itu." ujar roh itu dengan sopan.
Uniknya disini, mayat purba itu justru dapat berbicara layaknya orang normal. Namun tetap saja, pasti ada rasa takut bagi manusia normal.
"Bagaimana bisa seorang mayat dapat hidup serta bisa berbicara layaknya manusia normal?" tanya Christ dengan penuh keheranan.
Christ justru langsung menanyakan akan hal itu kepadanya.
Mayat itu lalu mengatakan hal yg sangat simpel.
"Lalu? Ini tidak jauh beda dengan keberadaan manusia super yg ada di kota ini bukan?" ujar mayat hidup yg malah melemparkan pertanyaannya kembali.
Christ lalu berfikir mengenai apa yg dimaksud dengan perkataannya. Sembari terdiam, mayat itu lalu mengajak bicara kembali.
"Owh iya, sampai lupa untuk memperkenalkan diri,"
"Perkenalkan saya ini adalah Roh Lightning of the Master, salah satu dari Five Spirit of Origin atau salah satu dari lima roh asal mula" ucapnya seraya memperkenalkan diri.
Roh itu lalu memperkenalkan dirinya sebagai Roh Lightning of the Master. Dirinya mengaku sebagai salah satu dari Roh asal mula.
"Hah?"
"Aku tidak paham apa maksudmu? Five Spirit of Origin? Rasanya itu tidak ada di dalam buku sejarah deh." ujar Christ dengan penuh kebingungan.
Disini Christ masih kurang paham akan maksud dari Roh tersebut. Namun lawan bicaranya sama sekali tidak mempedulikan akan hal tersebut.
Ia lalu berkata kembali.
"Kebetulan engkau ada disini, sepertinya hanya kau saja yg layak untuk menerimanya."
ujar roh itu dengan nada serius.
"Layak? Maksudnya?" dari raut wajahnya saja, kalian bisa melihat kalau Christ sama sekali tak mengerti akan keinginan darinya
"Jadi begini, karena dirimu adalah satu satunya manusia yg dapat berbicara dengan diriku dan juga kau memiliki hati yg sedikit sempurna, di akhir percakapan saya akan memberikanmu sebuah benda ajaib..." ucap roh itu sembari mengeluarkan benda aneh.
Benda yg terbuat dari kristal tersebut kini melayang layang di depan mukanya Christ. Christ justru malah terfokus dengan benda aneh tersebut.
"Namun sebelum itu, saya akan memberikan engkau sebuah persoalan terlebih dahulu," ujar roh itu dengan panjang lebar.
Karena curiga, tentu saja Christ akan langsung menolak pemberian barang aneh dari orang yg tidak ia kenal.
"Apa maksud dari perkataan mu tadi? Tapi yg paling terpenting, mengapa saya harus menerima benda aneh ini? Saya hanya berniat untuk menguburkan engkau lagi." ucap Christ dengan mantap.
Alih alih marah karena perkataan dari Christ, roh tersebut malah memberikan sebuah pernyataan yg sangat unik.
"Begitu ya? Apakah kau benar benar tidak tertarik untuk menjadi manusia yg sempurna, manusia yg memiliki sebuah kekuatan super?"
"Human Change maksud mu?"
"Ya, manusia yg dapat melampaui batasan manusia normal itu sendiri." ujar roh tersebut.
Perkataan dari roh itu sontak membuat Christ yg mendengarnya langsung terdiam.
Christ memang sangat mendambakan kehidupan sebagai manusia normal, bukan sebagai manusia setengah robot.
Karena hal itu, ia akhirnya tertarik untuk mendengarkan kembali perkataan dari roh tersebut.
"Sebenarnya aku sangat mendambakan kehidupan manusia normal seperti yg kau ucapkan barusan apakah kau bisa memilki sebuah cara untuk mewujudkan keinginanku itu?" pinta Christ dengan nada memelas.
Keinginan Christ adalah dapat hidup sebagaI manusia normal. Menyadari adanya peluang, Roh itu mulai mengatakan.
"Tentu saja ada. Baguslah kalau engkau mau untuk menerimanya."
Secara tiba tiba, roh itu lalu mengeluarkan benda aneh dari dalam jantungnya. Ia lalu berkata lagi.
"Dengan benda ini, aku mengubah dirimu menjadi seorang Manusia Super, kalian biasa menyebutnya sebagai Human Change pada kota ini,"
Alih alih mendengarkannya, Christ malah asik memperhatikan benda aneh yg melayang layang tadi.
Uniknya roh itu tidak marah melihat kelakuan aneh Christ.
"Tetapi sebelum itu, ada hal yg harus kutanyakan padamu terlebih dahulu," ucap roh itu.
Kini roh itu menatap wajah Christ dengan tatapan serius. Benda yg semula melayang-layang di depan wajah Christ secara tiba-tiba mulai dihilangkan begitu saja olehnya.
Christ yg sedari tadi asik memperhatikan benda aneh itu, kini kembali fokus ke Roh tersebut.
"Selama itu tidak aneh aneh, saya akan mau untuk mendengarkan sekaligus untuk menjawabnya,"
"Memangnya apa yg ingin kau tanyakan?"
"Jadi begini......."
"Jika saja dirimu mendapatkan kekuatan yg sangat besar, namun harus melawan musuh yg tidak lain adalah orang terdekatmu, maka apa yg harus kau lakukan? Apakah engkau akan melawannya atau berusaha untuk membujuknya terlebih dahulu? Pilihan mana yg akan engkau ambil?" ujar roh itu dengan memberikan pertanyaan yg lumayan berbobot.
Pertanyaan dari roh itu memang terbilang sangat rinci. Tetapi tentu saja Christ sudah mempunyai jawabannya tersendiri.
"Pertanyaan yg terbilang sangat gampang ini mah......"
"Awalnya, saya akan mengajaknya untuk kembali ke jalan yg benar. Namun jika ia menolak, maka saya akan mengalahkannya sekalipun ia adalah orang terdekatku."
Selama itu bisa membuat rasa aman pada para manusia, saya akan siap untuk melakukannya." ujar Christ dengan penuh keyakinan.
"Kau yakin dengan pilihanmu?" tanya roh itu dengan sangat singkat.
Ia lalu menatap mata Christ. Namun Christ yakin kalau jawabannya itu tepat. Sembari tersenyum sekaligus tersentuh akan ucapan dari Christ, Roh itu lalu mengatakan.
"Begitu ya, sepertinya hanya kau yg memang layak untuk diberikan benda ini......"
"Ini dinamakan sebagai Inti Roh, namun sebelum kau menerimanya, kau harus berusaha untuk menjaganya hingga titik darah penghabisan." ucap roh itu dengan nada serius.
Karena berhasil menjawab pertanyaannya tanpa adanya sedikit keraguan, roh itu langsung memberikan kristal aneh yg dijanjikannya kepada Christ.
Kristal itu dinamakan sendiri oleh Roh itu dengan nama Inti Roh.
"Pegang kata katamu Christ. Jika dirimu sudah tidak sanggup lagi untuk menjaga Inti Roh ini, maka saya akan mencari orang yg lebih layak darimu,"
"Tugasmu terbilang sangat gampang. Kau hanya melindungi kota ini dari keberadaan para Human Change beserta keempat Spirit of Origin yg diperkirakan akan bereinkarnasi di tahun ini,”
Kemudian spirit tersebut memberi sebuah tugas pada Christ, untuk menyelamatkan kota ini dari para Human Change yg berkeinginan untuk mengacaukannya.
Setelah dirinya diam beberapa saat, dalam benaknya Christ baru tersadar akan suatu hal.
"Tunggu sebentar......."
"Barusan kamu bilang kalau kamu itu adalah salah seorang roh paling terkuat right?"
"Emh--- Kalau begitu........"
"Jangan bilang kau ini ........" belum juga Christ memiliki kesempatan untuk menyelesaikan perkataannya, dengan tidak sopan spirit tersebut malah me
"Aku benar benar membutuhkan tubuhmu, kawan." ucap spirit tersebut seraya masuk ke dalam tubuh Christ.
Sontak Christ harus menerima efek samping berupa mengeluarkan aura listrik yg mulai menyengat pada area sekitarnya.
Tak tahan dengan aura kekuatan yg dimiliki olehnya, kemudian dengan sekuat tenaga Christ pun menjerit sekuat kuatnya.
Belum pernah ia menerima rasa sakit sehebat yang ia rasakan saat ini. Parahnya---- roh yg sebelumnya berbincang dan memasuki tubuh Christ benar-benar stay di tubuhnya, sama sekali tak ada niatan untuk keluar dari tubuhnya.
Dengan kata lain, karena spirit tersebut sangat kukuh untuk mendiami tubuh Christ, maka secara tidak langsung Christ pun harus menerima dampaknya.
(Percikan listrik kini mulai mengalir dan tampak merusak beberapa bagian tubuh milik Christ)
Kesal akan perbuatannya, Christ pun mengatakan.
"Eh brengsek, keluar tidak dari dalam tubuhku?" gertak Christ dengan nada tinggi.
(Tak ada respon apapun dari dalam tubuh Christ)
Karena tidak tahan dengan aura kekuatan spirit tersebut, dengan sigap Christ pun memutuskan untuk terus menjerit dan mencoba meminta tolong pada semuanya.
"Tolong!!!"
"Tolong saya!!!!" teriak Christ dengan nada tinggi.
Bukannya berhenti, aura listrik yang terdapat di tubuh Christ justru malah menyelimuti sekujur tubuhnya dalam waktu singkat sehingga membuat body cyborg milik Christ terus mengeluarkan aura listrik yang bertenaga lebih dari pembangkit listrik.
Sayangnya tidak ada satu orang pun yang kebetulan berada di tempat tersebut.
Bisa dibilang kalau sedari tadi, Christ hanya berteriak tak jelas tanpa ada satu orang pun yg mau untuk mendengarkannya.
(Karena tak mau ambruk begitu saja, Christ memutuskan untuk tetap berdiri di tempat tersebut)
Di sisi lain......
Seluruh peneliti yang tengah menunggu Christ kembali kini mulai merasa khawatir. Mereka tahu betul kalau Christ hanyalah seorang manusia robot yg memiliki kecerdasan yg setara dengan ilmuwan.
Jadinya ia tak akan mungkin bisa selamat dari suatu tragedi, itu pikir semuanya.
"Christ sudah pergi lama sedari tadi kan?"
"Saya takut bila suatu hal yg sangat buruk malah menimpa anak tersebut." papar salah satu anggota disana.
Dengan singkat cerita, hati mereka yang mulai tergerak kini mencoba untuk memaksa masuk ke dalam area tersebut.
Meski pada awalnya Albert melarang semua anggota untuk menerobos palang keamanan, namun setelah terjadinya perdebatan panjang diantara Albert dan sebagian anggotanya, kini mereka pun diizinkan oleh Albert untuk masuk ke dalam serta membawa Christ kembali.
"Oke oke, karena perkataan kalian ada benarnya, maka saya sebagai leader, memberikan kalian izin untuk kembali ke dalam tempat tersebut." ujar Albert dengan nada terpaksa.
Salah satu anggota lalu mengatakan.
"Nah, begitu dong lead." ucap peneliti tersebut yg nampak sangat senang dengan ucapan Albert.
Sekarang tujuan mereka kembali tak lain cuman satu, yakni menyelamatkan sesama anggota peneliti yang bekerja bersama mereka.
Kembali ke Christ lagi.........
Hingga saat ini, Christ masih merasakan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
Karena tidak mampu untuk bergerak sama sekali, ia memilih untuk diam ditempat seraya menjerit di tempat tersebut.
Christ terus berteriak untuk meminta pertolongan pada siapapun.
Tapi karena tak ada satupun orang yang berada disana, alhasil jeritannya barusan tak lain hanyalah suatu bualan belaka.
(Perlahan tapi pasti, sekujur tubuh Christ kini mulai melepuh secara bertahap)
Karena terlalu banyak menggunakan sebagian tenaga untuk berteriak, perlahan-lahan kepala Christ mulai merasakan pusing yang begitu kuat.
"Adududuh, kepalaku kok terasa berat sekali." gumam Christ dalam benaknya.
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments