...Episode XVI...
Melanjutkan akan suasana kemarin.
Pertarungan antara Aaron dan Christ kini telah berakhir dengan kemenangan telak Christ.
Setelah Aaron mengaku kalah, alih alih membunuhnya, Christ lebih memiliki untuk tersenyum seraya mengatakan kalau ia telah memaafkan semua kesalahannya itu.
Sontak Aaron yg melihatnya langsung terkejut tak percaya karenanya.
Namun ketika Aaron berniat untuk menggapai tangan Christ, mendadak kepala Christ mulai merasakan rasa pusing.
Padahal ketika itu, ia tengah dalam kondisi prima atau sehat sehat saja setelah pertarungan ini berakhir.
"Aduh........."
"Kepalaku kenapa terasa sangat pusing sekali sih," ujar Christ yg mulai merasakan pusing.
Tepat ketika Maria dan Wiyana menghampiri Christ, pusing yg diderita oleh Christ justru malah semakin kuat.
"Nah itu Christ," ujar Maria seraya menunjuk kepada
"Nah iya," timpal Wiyana.
"Eh tunggu bentar deh........."
"Itu Christ kenapa dah?" tanya Wiyana kepada Maria.
Maria lalu memperhatikan Christ dengan seksama.
Ia lalu menanggapi perkataan kakaknya barusan.
"Eh sepertinya ucapan kakak ada benarnya deh,"
"Lebih baik kita hampiri sekarang saja kak," ujar Maria seraya berlari menghampiri Christ dengan cepat.
Kak Wiyana lalu mengikuti adiknya tersebut.
Alhasil setelah beberapa saat menahan rasa pusing, Christ akhirnya pingsan dan tersungkur ke tanah.
Sontak semuanya panik melihat Christ tersungkur ke tanah.
"Cepat panggil tim medis," ucap Maria yg panik melihat Christ terjatuh begitu saja.
"Tidak perlu, kita bawa saja langsung ke ruang medis," ucap Wiyana yg ikut panik.
"Iya ya, Aaron tolong bantu untuk mengangkat dia dong," pinta Maria.
"Iya siap, ayo langsung saja," ucap Aaron.
Mereka lalu menggotong Christ ke ruang medis untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Sembari pingsan, Christ lalu bermimpi aneh lagi. Ia kini berada di sebuah rumah yg dikelilingi oleh rumput hijau disana.
"Ini dimana?" tanya Christ.
"Mengapa saya bisa berada disini?
"Kok suasananya terasa sangat familiar sekali disini?" tanya Christ didalam benaknya.
Christ lalu berjalan jalan disekitar rumah itu.
Ketika ia tengah berjalan jalan, dari kejauhan ia mendengar ada salah satu anak yg tengah menangis di dekat rumah itu.
Ia langsung menghampiri anak itu.
"Darimana arah tangisan itu?" tanya Christ.
Rupanya anak tersebut tengah menangis entah apa alasannya.
Ketika Christ berusaha untuk menenangkan nya, anak itu tiba tiba menjerit dan nambah menangis.
Ia rupanya melihat sesuatu di arah Utara.
Ternyata terdapat ibu dari anak itu.
Ibu itu terlihat sudah tergeletak berlumuran darah. Ibu anak itu dipastikan sudah tewas.
"Astaga.........." ucap Christ setelah ia melihat lumuran darah yg berasal dari ibu tersebut.
Sontak anak itu menjerit nambah keras. Karena kasihan, Christ lalu berusaha untuk menenangkan nya.
"Dek jangan sedih lagi, dek." pinta Christ.
Christ yg berusaha untuk menenangkan anak itu, malah dikejutkan akan suatu entitas aneh yg kebetulan berada disana.
Entitas itu terlihat tengah asik memutilasi tubuh dari ibu tersebut.
Melihat kejadian sadis itu, tangisan dari anak kecil tadi mulai pecah. Christ yg tidak percaya melihat hal itu lalu berteriak.
"Apa yg telah kau lakukan?" tanya Christ dengan nada penuh emosi.
Anehnya Entitas itu malah mengabaikan perkataan dari Christ barusan.
Christ lalu memutuskan untuk menyerang entitas aneh tadi dengan kekuatan yg ia miliki.
Namun entah kenapa kekuatan yg ia punya malah tidak mau keluar sama sekali.
"Ayolah, jangan bercanda dulu dong Spirit," bentak Christ kepada Spirit yg ada ditubuhnya.
Christ tidak merasakan respon apa apa dari tubuhnya itu. Christ yg terlampau jengkel lalu mulai maju untuk memukul entitas tadi.
"Huh, apa yg sebenarnya terjadi sih?" tanya Christ melihat kedua kakinya malah tidak bisa digerakkan sama sekali.
Ditengah kepanikan dan kepanikan tersebut, tiba tiba rumah dan rumput hijau yg ditempati oleh Christ langsung berubah menjadi tempat aneh yg sangat menyilaukan.
Tempat aneh yg menyilaukan itu membuat Christ bingung. Ia tidak tahu tengah berada dimana saat ini.
Christ makin kebingungan dengan apa yg telah terjadi disini.
"Sebenernya apa sih yg terjadi?" tanya Christ.
Ditengah kebingungan tersebut, tiba tiba ia mendengar sebuah suara disana.
"Yo, kau sudah sadar bukan?" terdengar suara aneh.
Christ lalu menengok ke sumber suara tersebut. Nampak ada suatu Entitas agung yg tengah berdiri dihadapan Christ.
Entitas aneh tersebut memiliki aura cahaya aneh yg sangat menyilaukan mata manusia.
Itu membuat Christ harus sedikit memejamkan matanya.
Christ yg bingung dengan apa yg telah terjadi langsung menanyakan itu kepada Entitas tersebut.
"Kau ini sebenernya siapa?"
"Apa mau mu?
"Dan juga apa yg telah terjadi disini?"
Rasanya sangat aneh sekali bukan? tanya Christ padanya.
"Hm......"
Entitas itu justru tidak mau untuk menjawab pertanyaan dari Christ. Itu membuat Christ sangat jengkel.
"Hei, kalau ada orang bicara tuh dijawab kenapa," ujar Christ dengan nada sedikit mengejek.
"Haruskah saya menjawab pertanyaan aneh mu itu?" ucap Entitas agung itu.
"Kalau begitu beri tahu saja, saya sebenarnya berada dimana?"
"Mengapa tadi ada peristiwa pembunuhan? Atau mungkin....." Christ lalu menghentikan ucapannya.
Entah apa yg dipikirkan oleh Christ, ia malah mencurigai Entitas itu.
"......Apa mungkin dia ya, yg menyebabkan semua ini?"
"Tingkahnya juga sangat mencurigakan sam...." ujar Christ didalam benaknya.
Namun, ketika ia tengah berusaha untuk melanjutkan ucapannya tadi, Entitas itu malah menyela sembari berkata.
"Hadeh.........
"Semua yg kau lihat disini itu bukan berasal dari diriku. Itu adalah ingatan masa lalu seseorang."
"Bagaimana dia bisa membaca pikiran seseorang?" tanya Christ didalam hatinya.
Dia lalu menjawab.
"Tentu saja saya bisa membaca pikiranmu,"
"Bahkan bukan hanya dirimu, semua pikiran manusia yg ada di kota ini bisa saya baca tanpa terkecuali." ujar makhluk tersebut dengan nada sedikit emosi.
Rupanya makhluk ini bisa membaca pikiran seseorang sejauh apapun targetnya.
Christ yg mendengar hal itu agak sedikit takut.
Namun ia memberanikan diri untuk menanyakan apa yg sebenarnya diinginkan oleh Entitas itu.
"Ya sudah deh,"
"Saya minta maaf atas ucapan saya yg tadi," ujar Christ dengan mimik muka memelas.
"Tapi saya perlu penjelasan mengenai siapa engkau sebenarnya?"
"Apa yg kau inginkan dariku, wahai makhluk yg tak aku kenali?" tanya Christ kepadanya.
"Hm.....?"
"Aku tidak menginginkan apapun yg kau punya, namun......" ucapan dari Entitas itu malah terhenti sejenak.
Itu membuat Christ sangat penasaran.
"Namun apaan?" tanya Christ.
"Hmph......" gumam Christ di dalam benaknya.
"Jika saja dirimu diberi nasihat oleh orang yg tidak dikenal, apakah kau akan menerimanya atau menolaknya?" tanya makhluk tersebut dengan nada serius.
Meski sedikit terkejut, Christ lalu menjawab pertanyaan itu dengan sejujurnya.
"Bagaimana ya........"
"Meskipun orang itu tidak saya kenal, tetapi selama nasihat yg ia berikan bersifat sangat baik untuk saya, maka saya akan mencoba untuk mendengarkannya terlebih dahulu," ujar Christ dengan penuh keyakinan.
"Begitu ya?"
"Ya, itu pasti......." ucap Christ dengan nada serius.
"Hm----......"
Okelah, berhubung kau sudah menjawab dengan begitu yakin, jadi saya akan masuk ke dalam pertanyaannya."
"Hm? Pertanyaan macam apa?"
"Apa kau tidak menyadari sesuatu yg hilang dari dirimu, Frederick Christ?"
Christ sedikit keheranan disini. Ia tidak menyangka kalau lawan bicaranya dapat mengetahui nama aslinya tanpa ia beri tahu.
"Bagaimana kau bisa tahu namaku?" tanya Christ dengan penuh keheranan.
"Itu tidak penting, jawab dulu pertanyaan saya,"
"Hm.........."
"Saya rasa apa yg kau bilang memang benar sih." gumam Christ.
"Tetapi saya masih tidak paham dengan apa yg kau ucapkan barusan,"
"Bisa kau jelaskan sedikit tidak?" pinta Christ dengan nada serius.
"Hmph........."
"Asli dah, dia jauh lebih baik dari sebelumnya dah,"
"Tapi...... saya masih ragu akan ucapannya, mungkin dengan memberikannya beberapa test kali ya?"
"Hm....."
"Ya sudah, saya akan memberitahu tahu engkau mengenai pertanyaan barusan......."
"Pernahkah dirimu memikirkan mengenai mengapa ingatan masa kecilmu tidak bisa kau ingat sama sekali?" tanya makhluk itu tanpa adanya keraguan.
"Buset, langsung ke intinya, ya." gumam Christ dalam benaknya tersebut.
"Hmph......." ujar Christ sembari berfikir sejenak.
"Kalo menurutku sih, alasan paling logis mengapa diriku bisa lupa akan masa lalu saya karena dulunya saya pernah mengalami kecelakaan yg sangat parah," ucap Christ meski agak sedikit ragu.
"Kau yakin dengan ucapan mu barusan?" tanya Entitas itu kembali.
"Ya, saya teramat sangat yakin sekali," ujar Christ dengan nada serius.
"Ah saya males kalau harus main tebak tebakan.... langsung beri tahu saja, sebenarnya apa maumu?" kata Christ yg merasa sudah bosan karena terus diberikan pertanyaan yg sangat menjebak.
"Saya tidak bisa memberi tahu anda mengenai, informasi ini, tapi kalo saya memberi anda saran, apakah anda akan memiliki niat untuk memikirkannya?"
"Saran apa?"
"Intinya Christ, apapun yg telah terjadi di dunia ini, kau jangan pernah berani untuk mengubah takdir yg ada," ucapnya dengan nada sangat serius.
"Satu lagi, jangan pernah penasaran mengenai ingatan masa lalu mu. Akan lebih baik untuk melupakan hal yg sepatutnya tidak boleh diingat di masa mendatang."
Christ yg semakin tidak paham dengan ucapan darinya lantas bertanya kembali.
"Saya bisa saja setuju dengan perkataan mu yg pertama sebab manusia sudah tentu tidak akan bisa untuk lari dari takdirnya kan?" ujar Christ seraya memegangi dagunya itu.
Ia lalu melanjutkan perkataannya barusan.
"Namun untuk nasihat yg kedua, saya tidak paham dengan perkataan mu........."
"Masa lalu seperti apa yg kau......." namun ketika ia hendak menyelesaikan ucapannya, secara tiba-tiba mahluk yg ada di depannya kemudian mengatakan.
"Tidak ada waktu lagi, turuti saja perkataan ku barusan," ucap makhluk itu sembari mengarahkan tangannya kepada Christ.
(Dari telapak tangannya, muncul sebuah tanda seperti 10 mantra dan darinya keluar semacam cahaya yg menyilaukan mata Christ)
Christ yg melihat cahaya tersebut mengira bahwa ia akan diserang.
Namun yg terjadi adalah dia bisa kembali sadar dari mimpinya tadi.
(Christ yg baru terbangun langsung menarik nafas dan membuang nafasnya secara terengah-engah)
"Untung cuma mimpi saja," ucap Christ yg masih syok di dalam ranjangnya.
Ketika ia sadar, Christ melihat ke sekeliling, banyak sekali peralatan medis yg terpasang di tubuhnya.
"Hm? Alat infus? Mungkin saya lagi di rumah sakit kah?"
Christ tersadar di sebuah ranjang pada salah satu rumah sakit yg ada di Negara New Bah City. Namun disaat ia hendak menggerakkan kakinya ke bawah, ia sempat memikirkan mimpi yg sempat membuatnya syok."
"Omong-omong..... hal yg dimaksud olehnya tadi apa ya?" gumam Christ di dalam benaknya itu.
"Masa lalu? Masa lalu seperti apa yg dimaksud oleh makhluk tadi? ujar Christ sembari termenung.
Bersambung........
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments