Saya Dimana?

...Episode XVI...

Melanjutkan akan suasana kemarin.

Pertarungan antara Aaron dan Christ kini telah berakhir dengan kemenangan telak Christ.

Setelah Aaron mengaku kalah, alih alih membunuhnya, Christ lebih memiliki untuk tersenyum seraya mengatakan kalau ia telah memaafkan semua kesalahannya itu.

Sontak Aaron yg melihatnya langsung terkejut tak percaya karenanya.

Namun ketika Aaron berniat untuk menggapai tangan Christ, mendadak kepala Christ mulai merasakan rasa pusing.

Padahal ketika itu, ia tengah dalam kondisi prima atau sehat sehat saja setelah pertarungan ini berakhir.

"Aduh........."

"Kepalaku kenapa terasa sangat pusing sekali sih," ujar Christ yg mulai merasakan pusing.

Tepat ketika Maria dan Wiyana menghampiri Christ, pusing yg diderita oleh Christ justru malah semakin kuat.

"Nah itu Christ," ujar Maria seraya menunjuk kepada

"Nah iya," timpal Wiyana.

"Eh tunggu bentar deh........."

"Itu Christ kenapa dah?" tanya Wiyana kepada Maria.

Maria lalu memperhatikan Christ dengan seksama.

Ia lalu menanggapi perkataan kakaknya barusan.

"Eh sepertinya ucapan kakak ada benarnya deh,"

"Lebih baik kita hampiri sekarang saja kak," ujar Maria seraya berlari menghampiri Christ dengan cepat.

Kak Wiyana lalu mengikuti adiknya tersebut.

Alhasil setelah beberapa saat menahan rasa pusing, Christ akhirnya pingsan dan tersungkur ke tanah.

Sontak semuanya panik melihat Christ tersungkur ke tanah.

"Cepat panggil tim medis," ucap Maria yg panik melihat Christ terjatuh begitu saja.

"Tidak perlu, kita bawa saja langsung ke ruang medis," ucap Wiyana yg ikut panik.

"Iya ya, Aaron tolong bantu untuk mengangkat dia dong," pinta Maria.

"Iya siap, ayo langsung saja," ucap Aaron.

Mereka lalu menggotong Christ ke ruang medis untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Sembari pingsan, Christ lalu bermimpi aneh lagi. Ia kini berada di sebuah rumah yg dikelilingi oleh rumput hijau disana.

"Ini dimana?" tanya Christ.

"Mengapa saya bisa berada disini?

"Kok suasananya terasa sangat familiar sekali disini?" tanya Christ didalam benaknya.

Christ lalu berjalan jalan disekitar rumah itu.

Ketika ia tengah berjalan jalan, dari kejauhan ia mendengar ada salah satu anak yg tengah menangis di dekat rumah itu.

Ia langsung menghampiri anak itu.

"Darimana arah tangisan itu?" tanya Christ.

Rupanya anak tersebut tengah menangis entah apa alasannya.

Ketika Christ berusaha untuk menenangkan nya, anak itu tiba tiba menjerit dan nambah menangis.

Ia rupanya melihat sesuatu di arah Utara.

Ternyata terdapat ibu dari anak itu.

Ibu itu terlihat sudah tergeletak berlumuran darah. Ibu anak itu dipastikan sudah tewas.

"Astaga.........." ucap Christ setelah ia melihat lumuran darah yg berasal dari ibu tersebut.

Sontak anak itu menjerit nambah keras. Karena kasihan, Christ lalu berusaha untuk menenangkan nya.

"Dek jangan sedih lagi, dek." pinta Christ.

Christ yg berusaha untuk menenangkan anak itu, malah dikejutkan akan suatu entitas aneh yg kebetulan berada disana.

Entitas itu terlihat tengah asik memutilasi tubuh dari ibu tersebut.

Melihat kejadian sadis itu, tangisan dari anak kecil tadi mulai pecah. Christ yg tidak percaya melihat hal itu lalu berteriak.

"Apa yg telah kau lakukan?" tanya Christ dengan nada penuh emosi.

Anehnya Entitas itu malah mengabaikan perkataan dari Christ barusan.

Christ lalu memutuskan untuk menyerang entitas aneh tadi dengan kekuatan yg ia miliki.

Namun entah kenapa kekuatan yg ia punya malah tidak mau keluar sama sekali.

"Ayolah, jangan bercanda dulu dong Spirit," bentak Christ kepada Spirit yg ada ditubuhnya.

Christ tidak merasakan respon apa apa dari tubuhnya itu. Christ yg terlampau jengkel lalu mulai maju untuk memukul entitas tadi.

"Huh, apa yg sebenarnya terjadi sih?" tanya Christ melihat kedua kakinya malah tidak bisa digerakkan sama sekali.

Ditengah kepanikan dan kepanikan tersebut, tiba tiba rumah dan rumput hijau yg ditempati oleh Christ langsung berubah menjadi tempat aneh yg sangat menyilaukan.

Tempat aneh yg menyilaukan itu membuat Christ bingung. Ia tidak tahu tengah berada dimana saat ini.

Christ makin kebingungan dengan apa yg telah terjadi disini.

"Sebenernya apa sih yg terjadi?" tanya Christ.

Ditengah kebingungan tersebut, tiba tiba ia mendengar sebuah suara disana.

"Yo, kau sudah sadar bukan?" terdengar suara aneh.

Christ lalu menengok ke sumber suara tersebut. Nampak ada suatu Entitas agung yg tengah berdiri dihadapan Christ.

Entitas aneh tersebut memiliki aura cahaya aneh yg sangat menyilaukan mata manusia.

Itu membuat Christ harus sedikit memejamkan matanya.

Christ yg bingung dengan apa yg telah terjadi langsung menanyakan itu kepada Entitas tersebut.

"Kau ini sebenernya siapa?"

"Apa mau mu?

"Dan juga apa yg telah terjadi disini?"

Rasanya sangat aneh sekali bukan? tanya Christ padanya.

"Hm......"

Entitas itu justru tidak mau untuk menjawab pertanyaan dari Christ. Itu membuat Christ sangat jengkel.

"Hei, kalau ada orang bicara tuh dijawab kenapa," ujar Christ dengan nada sedikit mengejek.

"Haruskah saya menjawab pertanyaan aneh mu itu?" ucap Entitas agung itu.

"Kalau begitu beri tahu saja, saya sebenarnya berada dimana?"

"Mengapa tadi ada peristiwa pembunuhan? Atau mungkin....." Christ lalu menghentikan ucapannya.

Entah apa yg dipikirkan oleh Christ, ia malah mencurigai Entitas itu.

"......Apa mungkin dia ya, yg menyebabkan semua ini?"

"Tingkahnya juga sangat mencurigakan sam...." ujar Christ didalam benaknya.

Namun, ketika ia tengah berusaha untuk melanjutkan ucapannya tadi, Entitas itu malah menyela sembari berkata.

"Hadeh.........

"Semua yg kau lihat disini itu bukan berasal dari diriku. Itu adalah ingatan masa lalu seseorang."

"Bagaimana dia bisa membaca pikiran seseorang?" tanya Christ didalam hatinya.

Dia lalu menjawab.

"Tentu saja saya bisa membaca pikiranmu,"

"Bahkan bukan hanya dirimu, semua pikiran manusia yg ada di kota ini bisa saya baca tanpa terkecuali." ujar makhluk tersebut dengan nada sedikit emosi.

Rupanya makhluk ini bisa membaca pikiran seseorang sejauh apapun targetnya.

Christ yg mendengar hal itu agak sedikit takut.

Namun ia memberanikan diri untuk menanyakan apa yg sebenarnya diinginkan oleh Entitas itu.

"Ya sudah deh,"

"Saya minta maaf atas ucapan saya yg tadi," ujar Christ dengan mimik muka memelas.

"Tapi saya perlu penjelasan mengenai siapa engkau sebenarnya?"

"Apa yg kau inginkan dariku, wahai makhluk yg tak aku kenali?" tanya Christ kepadanya.

"Hm.....?"

"Aku tidak menginginkan apapun yg kau punya, namun......" ucapan dari Entitas itu malah terhenti sejenak.

Itu membuat Christ sangat penasaran.

"Namun apaan?" tanya Christ.

"Hmph......" gumam Christ di dalam benaknya.

"Jika saja dirimu diberi nasihat oleh orang yg tidak dikenal, apakah kau akan menerimanya atau menolaknya?" tanya makhluk tersebut dengan nada serius.

Meski sedikit terkejut, Christ lalu menjawab pertanyaan itu dengan sejujurnya.

"Bagaimana ya........"

"Meskipun orang itu tidak saya kenal, tetapi selama nasihat yg ia berikan bersifat sangat baik untuk saya, maka saya akan mencoba untuk mendengarkannya terlebih dahulu," ujar Christ dengan penuh keyakinan.

"Begitu ya?"

"Ya, itu pasti......." ucap Christ dengan nada serius.

"Hm----......"

Okelah, berhubung kau sudah menjawab dengan begitu yakin, jadi saya akan masuk ke dalam pertanyaannya."

"Hm? Pertanyaan macam apa?"

"Apa kau tidak menyadari sesuatu yg hilang dari dirimu, Frederick Christ?"

Christ sedikit keheranan disini. Ia tidak menyangka kalau lawan bicaranya dapat mengetahui nama aslinya tanpa ia beri tahu.

"Bagaimana kau bisa tahu namaku?" tanya Christ dengan penuh keheranan.

"Itu tidak penting, jawab dulu pertanyaan saya,"

"Hm.........."

"Saya rasa apa yg kau bilang memang benar sih." gumam Christ.

"Tetapi saya masih tidak paham dengan apa yg kau ucapkan barusan,"

"Bisa kau jelaskan sedikit tidak?" pinta Christ dengan nada serius.

"Hmph........."

"Asli dah, dia jauh lebih baik dari sebelumnya dah,"

"Tapi...... saya masih ragu akan ucapannya, mungkin dengan memberikannya beberapa test kali ya?"

"Hm....."

"Ya sudah, saya akan memberitahu tahu engkau mengenai pertanyaan barusan......."

"Pernahkah dirimu memikirkan mengenai mengapa ingatan masa kecilmu tidak bisa kau ingat sama sekali?" tanya makhluk itu tanpa adanya keraguan.

"Buset, langsung ke intinya, ya." gumam Christ dalam benaknya tersebut.

"Hmph......." ujar Christ sembari berfikir sejenak.

"Kalo menurutku sih, alasan paling logis mengapa diriku bisa lupa akan masa lalu saya karena dulunya saya pernah mengalami kecelakaan yg sangat parah," ucap Christ meski agak sedikit ragu.

"Kau yakin dengan ucapan mu barusan?" tanya Entitas itu kembali.

"Ya, saya teramat sangat yakin sekali," ujar Christ dengan nada serius.

"Ah saya males kalau harus main tebak tebakan.... langsung beri tahu saja, sebenarnya apa maumu?" kata Christ yg merasa sudah bosan karena terus diberikan pertanyaan yg sangat menjebak.

"Saya tidak bisa memberi tahu anda mengenai, informasi ini, tapi kalo saya memberi anda saran, apakah anda akan memiliki niat untuk memikirkannya?"

"Saran apa?"

"Intinya Christ, apapun yg telah terjadi di dunia ini, kau jangan pernah berani untuk mengubah takdir yg ada," ucapnya dengan nada sangat serius.

"Satu lagi, jangan pernah penasaran mengenai ingatan masa lalu mu. Akan lebih baik untuk melupakan hal yg sepatutnya tidak boleh diingat di masa mendatang."

Christ yg semakin tidak paham dengan ucapan darinya lantas bertanya kembali.

"Saya bisa saja setuju dengan perkataan mu yg pertama sebab manusia sudah tentu tidak akan bisa untuk lari dari takdirnya kan?" ujar Christ seraya memegangi dagunya itu.

Ia lalu melanjutkan perkataannya barusan.

"Namun untuk nasihat yg kedua, saya tidak paham dengan perkataan mu........."

"Masa lalu seperti apa yg kau......." namun ketika ia hendak menyelesaikan ucapannya, secara tiba-tiba mahluk yg ada di depannya kemudian mengatakan.

"Tidak ada waktu lagi, turuti saja perkataan ku barusan," ucap makhluk itu sembari mengarahkan tangannya kepada Christ.

(Dari telapak tangannya, muncul sebuah tanda seperti 10 mantra dan darinya keluar semacam cahaya yg menyilaukan mata Christ)

Christ yg melihat cahaya tersebut mengira bahwa ia akan diserang.

Namun yg terjadi adalah dia bisa kembali sadar dari mimpinya tadi.

(Christ yg baru terbangun langsung menarik nafas dan membuang nafasnya secara terengah-engah)

"Untung cuma mimpi saja," ucap Christ yg masih syok di dalam ranjangnya.

Ketika ia sadar, Christ melihat ke sekeliling, banyak sekali peralatan medis yg terpasang di tubuhnya.

"Hm? Alat infus? Mungkin saya lagi di rumah sakit kah?"

Christ tersadar di sebuah ranjang pada salah satu rumah sakit yg ada di Negara New Bah City. Namun disaat ia hendak menggerakkan kakinya ke bawah, ia sempat memikirkan mimpi yg sempat membuatnya syok."

"Omong-omong..... hal yg dimaksud olehnya tadi apa ya?" gumam Christ di dalam benaknya itu.

"Masa lalu? Masa lalu seperti apa yg dimaksud oleh makhluk tadi? ujar Christ sembari termenung.

Bersambung........

Episodes
1 Pengenalan Tokoh
2 Berangkat Menuju ke Tempat Kerja
3 Pergi Mencari yang Tidak Pasti
4 Pertemuan Tak Terduga
5 Tragedi yang Tidak Direncanakan
6 Dirawat Di Rumah Sakit Terdekat
7 Diskusi Dengan Agensi
8 Rencana Pemindahan
9 Awal dari Kehidupan yg Baru
10 Pelajaran Pertama di Sekolah Baru
11 Diganggu oleh Preman Kelas
12 Wanita Berambut Merah Delima
13 Kompetisi Antar Human Change (Semifinal)
14 Kompetisi Antar Human Change Final (Part I)
15 Kompetisi Antar Human Change Final (Part II)
16 Saya Dimana?
17 Kembali ke Rumah (Part I)
18 Kembali ke Rumah (Part II)
19 Keributan Di Taman Bermain
20 Pengalaman yg Sangat Menegangkan
21 Pahlawan Baru Kini Telah Hadir
22 Kekacauan pada Pusat Kota (Part I)
23 Kekacauan pada Pusat Kota (Part II)
24 Tugas Bagi Para Pahlawan (Part I)
25 Tugas bagi Para Pahlawan (Part II)
26 Kisah yg Teramat Kelam (Part I)
27 Kisah yang Teramat Kelam (Part II)
28 Bertindak diluar Naluri Manusia (Part I)
29 Bertindak diluar Naluri Manusia (Part II)
30 Kebenaran Mulai Terungkap (Part I)
31 Kebenaran Mulai Terungkap (Part II)
32 Menyusun Strategi di Kemudian Hari
33 Membongkar Kedok Pemerintah (Part I)
34 Membongkar Kedok Pemerintah (Part II)
35 Manusia Lepas Kendali (Part I)
36 Manusia Lepas Kendali (Part II)
37 Bungkam Semuanya Tanpa Terkecuali (Part I)
38 Bungkam Semuanya Tanpa Terkecuali (Part II)
39 Mendapat Sebuah Bantuan dari Rekan Sebaya (Part I)
40 Mendapat Sebuah Bantuan dari Rekan Sebaya (Part II)
41 Pertengkaran Antar Rekan Satu Team (Part I)
42 Pertengkaran Antar Rekan Satu Team (Part II)
43 Sahabat yg Begitu Pengertian (Part II)
44 Kedatangan Musuh Baru (Part I)
45 Kedatangan Musuh Baru (Part II)
46 Bertarung Melawan Mereka (Part I)
47 Bertarung Melawan Mereka (Part II)
48 Bertarung Melawan Mereka (Part III)
49 Bertarung Melawan Mereka (Part IV)
50 Kejadian Tak Terduga (Part I)
51 Kejadian Tak Terduga (Part II)
52 Kejadian Tak Terduga (Part III)
53 Pengumuman Penting
54 Pengkhianat Sialan (Part I)
55 Pengkhianat Sialan (Part II)
56 Pengkhianat Sialan (Part III)
57 Pengkhianat Sialan (Part IV)
58 Pengkhianat Sialan (Part V)
59 Pengkhianat Sialan (Part VI)
60 Pengkhianat Sialan (Part VII)
61 Curiga Dengannya (Part I)
62 Curiga Dengannya (Part II)
63 Curiga Dengannya (Part III)
64 Curiga Dengannya (Part IV)
65 Curiga Dengannya (Part V)
66 Dalang Dari Semua Ini (Part I)
67 Dalang Dari Semua Ini (Part II)
68 Dalang Dari Semua Ini (Part III)
69 Dalang Dari Semua Ini (Part IV)
70 Dalang Dari Semua Ini (Part V)
71 Dalang Dari Semua Ini (Part VI)
72 Dalang Dari Semua Ini (Part VII)
73 Dalang Dari Semua Ini (Part VIII)
74 Dalang Dari Semua Ini (Part IX)
75 Dalang Dari Semua Ini (Part X)
76 Apa Ini!? (Part I)
77 Announcement Penting
78 Apa Ini!? (Part II)
79 Apa Ini!? (Part III)
80 Apa Ini!? (Part IV)
81 Terjebak di Luar Ruangan (Part I)
82 Terjebak di Luar Ruangan (Part II)
83 Terjebak di Luar Ruangan (Part III)
84 Meledaknya Nusantara Empire (Part I)
85 Meledaknya Nusantara Empire (Part II)
86 Meledaknya Nusantara Empire (Part III)
87 Announcement Pent-t-t-ing!!!
88 Meledaknya Nusantara Empire (Part IV)
89 Meledaknya Nusantara Empire (Part IV)
90 Masalah Tak Kunjung Selesai (Part I)
91 Masalah Tak Kunjung Selesai (Part II)
92 Tamu Tak Diundang (Part I)
93 Tamu Tak Diundang (Part II)
94 Tamu Tak Diundang (Part III)
95 Tamu Tak Diundang (Part IV)
96 Tamu Tak Diundang (Part V)
97 Motif Tersembunyi (Part I)
98 Motif Tersembunyi (Part II)
99 Gelud Kecil-kecilan (Part I)
100 Gelud Kecil-kecilan (Part II)
101 Gelud Kecil-kecilan (Part III)
102 Gelud Kecil-kecilan (Part IV)
103 Lumayan Mengesankan (Part I)
104 Lumayan Mengesankan (Part II)
105 Lumayan Mengesankan (Part III)
106 Lumayan Mengesankan (Part IV)
107 Lumayan Mengesankan (Part V)
108 Lumayan Mengesankan (Part VI)
109 Lumayan Mengesankan (Part VII)
110 Draft
111 Lumayan Mengesankan (Part VIII)
112 Lumayan Mengesankan (Part IX)
113 Mereka Ingin Melawanku? (Part I)
114 Mereka Ingin Melawanku? (Part II)
115 Mereka Ingin Melawanku? (Part III)
116 Mereka Ingin Melawanku? (Part IV)
117 Mereka Ingin Melawanku (Part V)
118 Mereka Ingin Melawanku (Part VI)
119 Cukup Menarik (Part I)
120 Cukup Menarik (Part II)
121 Cukup Menarik (Part III)
122 Cukup Menarik (Part IV)
123 Cukup Menarik (Part V)
124 Ini Belum Usai (Part I)
125 Ini Belum Usai (Part II)
126 Ini Belum Usai (Part III)
127 Ini Belum Usai (Part IV)
128 Ini Belum Usai (Part V)
129 Ini Belum Usai (Part VI)
130 Ini Belum Usai (Part VII)
131 Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part I)
132 Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part II)
133 Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part III)
134 Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part IV)
135 Apa yang Sebenarnya Terjadi? (Part V)
136 Apa yang Sebenarnya Terjadi? (Part VI)
137 Tak Ada Habis? (Part I)
138 Tak Ada Habis? (Part II)
139 Halo? Ini dimana? (Part I)
140 Halo? Ini dimana? (Part II)
141 Halo? Ini dimana? (Part III)
142 Halo? Ini dimana? (Part IV)
143 Halo? Ini Dimana? (Part V)
144 Halo? Ini Dimana? (Part VI)
145 Rumit Sekali (Part I)
146 Rumit Sekali (Part II)
147 Mengenang Masa Lalu (Part I)
148 Mengenang Masa Lalu (Part II)
149 Mengenang Masa Lalu (Part III)
150 Mengenang Masa Lalu (Part IV)
151 Xshashk Bertindak (Part I)
152 Xshashk Bertindak (Part II)
153 Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part I)
154 Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part II)
155 Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part III)
156 Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part IV)
157 Cek-cok Sedikit (Part I)
158 Cek-cok Sedikit (Part II)
159 Bertahan Hidup di Tempat Antah-berantah (Part I)
160 Bertahan Hidup di Tempat Antah-berantah (Part II)
161 Duel lagi (Part I)
162 Pusaran Topan (Part I)
163 Pusaran Topan (Part II)
164 Duel Lagi (Part II)
165 Duel Lagi (Part III)
166 Ini Mau Sampai Kapan?! (Part I)
167 Ini Mau Sampai Kapan?! (Part II)
168 Ini Mau Sampai Kapan?! (Part III)
169 Ini Mau Sampai Kapan?! (Part IV)
170 Keganasan Xshashk (Part I)
171 Keganasan Xshashk (Part II)
172 Keganasan Xshashk (Part III)
173 Ulangi Lagi! (Part I)
174 Ulangi Lagi (Part II)
175 Ulangi Lagi (Part III)
Episodes

Updated 175 Episodes

1
Pengenalan Tokoh
2
Berangkat Menuju ke Tempat Kerja
3
Pergi Mencari yang Tidak Pasti
4
Pertemuan Tak Terduga
5
Tragedi yang Tidak Direncanakan
6
Dirawat Di Rumah Sakit Terdekat
7
Diskusi Dengan Agensi
8
Rencana Pemindahan
9
Awal dari Kehidupan yg Baru
10
Pelajaran Pertama di Sekolah Baru
11
Diganggu oleh Preman Kelas
12
Wanita Berambut Merah Delima
13
Kompetisi Antar Human Change (Semifinal)
14
Kompetisi Antar Human Change Final (Part I)
15
Kompetisi Antar Human Change Final (Part II)
16
Saya Dimana?
17
Kembali ke Rumah (Part I)
18
Kembali ke Rumah (Part II)
19
Keributan Di Taman Bermain
20
Pengalaman yg Sangat Menegangkan
21
Pahlawan Baru Kini Telah Hadir
22
Kekacauan pada Pusat Kota (Part I)
23
Kekacauan pada Pusat Kota (Part II)
24
Tugas Bagi Para Pahlawan (Part I)
25
Tugas bagi Para Pahlawan (Part II)
26
Kisah yg Teramat Kelam (Part I)
27
Kisah yang Teramat Kelam (Part II)
28
Bertindak diluar Naluri Manusia (Part I)
29
Bertindak diluar Naluri Manusia (Part II)
30
Kebenaran Mulai Terungkap (Part I)
31
Kebenaran Mulai Terungkap (Part II)
32
Menyusun Strategi di Kemudian Hari
33
Membongkar Kedok Pemerintah (Part I)
34
Membongkar Kedok Pemerintah (Part II)
35
Manusia Lepas Kendali (Part I)
36
Manusia Lepas Kendali (Part II)
37
Bungkam Semuanya Tanpa Terkecuali (Part I)
38
Bungkam Semuanya Tanpa Terkecuali (Part II)
39
Mendapat Sebuah Bantuan dari Rekan Sebaya (Part I)
40
Mendapat Sebuah Bantuan dari Rekan Sebaya (Part II)
41
Pertengkaran Antar Rekan Satu Team (Part I)
42
Pertengkaran Antar Rekan Satu Team (Part II)
43
Sahabat yg Begitu Pengertian (Part II)
44
Kedatangan Musuh Baru (Part I)
45
Kedatangan Musuh Baru (Part II)
46
Bertarung Melawan Mereka (Part I)
47
Bertarung Melawan Mereka (Part II)
48
Bertarung Melawan Mereka (Part III)
49
Bertarung Melawan Mereka (Part IV)
50
Kejadian Tak Terduga (Part I)
51
Kejadian Tak Terduga (Part II)
52
Kejadian Tak Terduga (Part III)
53
Pengumuman Penting
54
Pengkhianat Sialan (Part I)
55
Pengkhianat Sialan (Part II)
56
Pengkhianat Sialan (Part III)
57
Pengkhianat Sialan (Part IV)
58
Pengkhianat Sialan (Part V)
59
Pengkhianat Sialan (Part VI)
60
Pengkhianat Sialan (Part VII)
61
Curiga Dengannya (Part I)
62
Curiga Dengannya (Part II)
63
Curiga Dengannya (Part III)
64
Curiga Dengannya (Part IV)
65
Curiga Dengannya (Part V)
66
Dalang Dari Semua Ini (Part I)
67
Dalang Dari Semua Ini (Part II)
68
Dalang Dari Semua Ini (Part III)
69
Dalang Dari Semua Ini (Part IV)
70
Dalang Dari Semua Ini (Part V)
71
Dalang Dari Semua Ini (Part VI)
72
Dalang Dari Semua Ini (Part VII)
73
Dalang Dari Semua Ini (Part VIII)
74
Dalang Dari Semua Ini (Part IX)
75
Dalang Dari Semua Ini (Part X)
76
Apa Ini!? (Part I)
77
Announcement Penting
78
Apa Ini!? (Part II)
79
Apa Ini!? (Part III)
80
Apa Ini!? (Part IV)
81
Terjebak di Luar Ruangan (Part I)
82
Terjebak di Luar Ruangan (Part II)
83
Terjebak di Luar Ruangan (Part III)
84
Meledaknya Nusantara Empire (Part I)
85
Meledaknya Nusantara Empire (Part II)
86
Meledaknya Nusantara Empire (Part III)
87
Announcement Pent-t-t-ing!!!
88
Meledaknya Nusantara Empire (Part IV)
89
Meledaknya Nusantara Empire (Part IV)
90
Masalah Tak Kunjung Selesai (Part I)
91
Masalah Tak Kunjung Selesai (Part II)
92
Tamu Tak Diundang (Part I)
93
Tamu Tak Diundang (Part II)
94
Tamu Tak Diundang (Part III)
95
Tamu Tak Diundang (Part IV)
96
Tamu Tak Diundang (Part V)
97
Motif Tersembunyi (Part I)
98
Motif Tersembunyi (Part II)
99
Gelud Kecil-kecilan (Part I)
100
Gelud Kecil-kecilan (Part II)
101
Gelud Kecil-kecilan (Part III)
102
Gelud Kecil-kecilan (Part IV)
103
Lumayan Mengesankan (Part I)
104
Lumayan Mengesankan (Part II)
105
Lumayan Mengesankan (Part III)
106
Lumayan Mengesankan (Part IV)
107
Lumayan Mengesankan (Part V)
108
Lumayan Mengesankan (Part VI)
109
Lumayan Mengesankan (Part VII)
110
Draft
111
Lumayan Mengesankan (Part VIII)
112
Lumayan Mengesankan (Part IX)
113
Mereka Ingin Melawanku? (Part I)
114
Mereka Ingin Melawanku? (Part II)
115
Mereka Ingin Melawanku? (Part III)
116
Mereka Ingin Melawanku? (Part IV)
117
Mereka Ingin Melawanku (Part V)
118
Mereka Ingin Melawanku (Part VI)
119
Cukup Menarik (Part I)
120
Cukup Menarik (Part II)
121
Cukup Menarik (Part III)
122
Cukup Menarik (Part IV)
123
Cukup Menarik (Part V)
124
Ini Belum Usai (Part I)
125
Ini Belum Usai (Part II)
126
Ini Belum Usai (Part III)
127
Ini Belum Usai (Part IV)
128
Ini Belum Usai (Part V)
129
Ini Belum Usai (Part VI)
130
Ini Belum Usai (Part VII)
131
Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part I)
132
Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part II)
133
Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part III)
134
Apa yg Sebenarnya Terjadi? (Part IV)
135
Apa yang Sebenarnya Terjadi? (Part V)
136
Apa yang Sebenarnya Terjadi? (Part VI)
137
Tak Ada Habis? (Part I)
138
Tak Ada Habis? (Part II)
139
Halo? Ini dimana? (Part I)
140
Halo? Ini dimana? (Part II)
141
Halo? Ini dimana? (Part III)
142
Halo? Ini dimana? (Part IV)
143
Halo? Ini Dimana? (Part V)
144
Halo? Ini Dimana? (Part VI)
145
Rumit Sekali (Part I)
146
Rumit Sekali (Part II)
147
Mengenang Masa Lalu (Part I)
148
Mengenang Masa Lalu (Part II)
149
Mengenang Masa Lalu (Part III)
150
Mengenang Masa Lalu (Part IV)
151
Xshashk Bertindak (Part I)
152
Xshashk Bertindak (Part II)
153
Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part I)
154
Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part II)
155
Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part III)
156
Kekacauan Menyelimuti Tempat Ini (Part IV)
157
Cek-cok Sedikit (Part I)
158
Cek-cok Sedikit (Part II)
159
Bertahan Hidup di Tempat Antah-berantah (Part I)
160
Bertahan Hidup di Tempat Antah-berantah (Part II)
161
Duel lagi (Part I)
162
Pusaran Topan (Part I)
163
Pusaran Topan (Part II)
164
Duel Lagi (Part II)
165
Duel Lagi (Part III)
166
Ini Mau Sampai Kapan?! (Part I)
167
Ini Mau Sampai Kapan?! (Part II)
168
Ini Mau Sampai Kapan?! (Part III)
169
Ini Mau Sampai Kapan?! (Part IV)
170
Keganasan Xshashk (Part I)
171
Keganasan Xshashk (Part II)
172
Keganasan Xshashk (Part III)
173
Ulangi Lagi! (Part I)
174
Ulangi Lagi (Part II)
175
Ulangi Lagi (Part III)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!