"Assalamu'alaikum. Sayang, maaf aku baru sempat menghubungi aku. Aku baru saja sampai di Bandung. Oh ya ini kenalin teman aku, namanya Seli. Sel, ini kenalin istri aku Anindya," ujar Arga dengan tak berdosanya.
"Hai, Anin. Perkenalkan aku Seli, teman SMA Arga. Maaf ya aku mengajak Arga," ujar Seli ramah. Padahal dalam hati dirinya merasa kesal. Karena Arga berkata mesra kepada Anin.
"Hai Kak, salam kenal juga. Iya tak apa Kak, terima kasih sudah memberikan pekerjaan untuk suami aku," sahut Anin. Anin berusaha menghilangkan perasaan cemburunya, demi memberi kesempatan kepada Arga untuk berjuang memberikan nafkah untuknya.
Kini Arga mengarahkan video hanya memperlihatkan wajahnya saja. Karena raut wajah Seli yang terlihat kesal, merasa cemburu. Obrolan mereka tak berlangsung lama, Arga memutuskan untuk mengakhiri panggilan dengan sang istri, berpura-pura akan melanjutkan perjalanannya.
"Sayang, kamu kenapa? Kamu cemburu?" tanya Arga berpura-pura tak menyadari kesalahannya.
"Kamu tak merasa sih menjadi aku, aku cemburu melihat kemesraan kalian. Aku tak tahan," ujar Seli merasa tak terima.
"Sabar ya Sayang, aku terpaksa melakukan hal itu agar Anin tak mencurigai kita. Aku harap kamu mengerti. Kamu harus ingat, kalau saat ini Anin sedang hamil," jelas Arga. Seli masih terlihat diam. Hatinya masih merasa kesal. Benar yang dikatakan kekasihnya, mau tak mau dirinya harus menerima keadaan. Semua ini salahnya, yang mau saja menjadi seorang pelakor.
❤❤❤
Hari demi hari, hubungan pernikahan Arga dan Anin selalu saja dihiasi orang ketiga yaitu Seli. Bahkan Arga selalu melibatkan Seli di dalam pernikahannya. Di saat dirinya merasa tak Terima dengan perlakuan istrinya, Seli 'lah tempat dirinya berkeluh kesah. Terlebih seperti saat ini, Anin protes karena Arga tak kunjung memiliki pekerjaan menetap. Sementara usia kandungan Anin semakin membesar.
"Sampai kapan kamu menggantungkan hidup kamu sama aku? Ingat sebentar lagi anak kita lahir, aku harus mempersiapkan semuanya! Aku lihat kamu tak pernah berubah. Selalu saja kalau bangun tidur selalu siang, kerjaan kamu juga main game terus. Aku cape Mas, kalau terus-terusan seperti ini. Serasa aku tak memiliki suami, membuat aku harus membanting tulang demi bertahan hidup," sindir Anin.
"Kenapa sih kamu itu selalu saja mengoceh dan mengoceh? Apa tak ada kegiatan lainnya? Setiap hari kerjaannya mengomeli suami terus menerus. Kamu pikir aku betah hidup seperti ini? Aku juga memiliki impian," sahut Arga ketus merasa tak terima dengan ucapan istrinya.
"Cape aku ngomong sama kamu, lebih baik aku pergi," ujar Arga ketus.
Arga langsung memakai jacket dan mengambil kunci motornya. Namun, sebelum pergi dengan tak tahu malunya dia meminta uang dulu kepada istrinya untuk membeli bensin. Dia langsung masuk ke kamar mengambil uang di dalam dompet yang berada di tas istrinya.
"Dasar laki-laki tak tahu diri, bukannya mengakui kesalahan dan meminta maaf. Ini malah menghindar mau pergi. Sini uang dompet aku, aku tak ikhlas memberi kamu uang," cerocos Anin.
Anin berusaha merebut dompet miliknya dari tangan sang suami, tetapi Arga tetap tak mempedulikannya. Dia tetap memaksa mengambil dompet tersebut, bahkan membuat Anin hampir terjatuh.
"Keterlaluan banget kamu, Mas! Dasar laki-laki tak memiliki otak," umpat Anin. Namun, Arga tak mempedulikannya. Setelah dirinya mengambil uang istrinya, Arga langsung pergi begitu saja meninggalkan sang istri. Arga melajukan motornya, untuk menemui sang kekasih.
Raut wajah Arga terlihat kesal, dirinya berakting agar sang kekasih merasa iba dengannya. Mengharap belas kasihan kepada Seli, agar Seli tak meninggalkan dirinya.
"Kenapa wajah kamu ditekuk seperti itu? Bertengkar lagi sama Anin?" tanya Seli saat dirinya melihat Arga datang ke kosan dirinya dan langsung masuk merebahkan tubuhnya di kasur.
"Aku kesal banget sama Anin, mentang-mentang lebih dari aku, selalu saja merasa berkuasa di rumah. Kerjaannya mengoceh terus setiap hari. Aku benar-benar merasa tertekan sama dia," ucap Arga berbohong.
Padahal kenyataannya tak seperti itu. Anin hanya ingin Arga menjadi laki-laki yang bertanggung jawab. Bersungguh-sungguh mencari pekerjaan, demi keluarga. Terlebih sebentar lagi dirinya akan melahirkan.
Namun, namanya pelakor tetap saja pelakor. Mendengar ucapan Arga, Seli semakin terpancing memprovokasi hubungan Arga dan Anin semakin memanas. Padahal sebenarnya bukan seperti itu, dan Seli harusnya tak membuat suasana semakin panas. Jika dirinya berada di posisi Anin, tentu saja dirinya juga akan bersikap seperti itu, dan bahkan lebih parah lagi. Terlebih Seli sudah terbiasa hidup glamor. Seli tak akan terima, jika Arga terus menerus meminta uang padanya.
"Aku kan sudah berkali-kali bicara sama kamu. Istri kamu itu, bukankah wanita yang baik. Selalu saja tak bisa menghargai suami. Aku tuh bingung deh sama kamu, kenapa sih kamu masih betah banget hidup sama wanita model begitu. Wanita keras kepala, yang tak menghargai suami dan lebih membela keluarganya," ujar Seli. Seli mempercayai ucapan Arga tentang Anin, padahal kenyataannya tak seperti itu.
"Kamu memang wanita paling mengerti aku. Sayangnya, Anin sedang hamil. Aku tak mungkin meninggalkan dia. Kamu sabar dulu ya, Sayang," rayu Arga membuat Seli tersipu malu. Dia terlihat menganggukkan kepalanya.
Demi melampiaskan kekesalannya kepada sang istri, Arga membutuhkan pelepasan. Dia meminta Seli untuk melayani nap*sunya. Akhir-akhir ini dirinya tak pernah melakukan hubungan suami istri lagi, Anin selalu menolaknya, dengan alasan merasa cape. Hingga akhirnya dirinya melampiaskannya kepada Seli. Seperti saat ini. Pergulatan panas di ranjang akhirnya pun terjadi. Keduanya saat ini sedang mengatur napas yang masih terengah-engah.
"Setelah melahirkan, makanya kamu ceraikan saja istri tak berguna itu! Aku sanggup memberikan yang terbaik dari pada dia," ucap Seli dan Arga hanya menganggukkan kepalanya.
Pada kenyataannya Arga tak akan pernah menceraikan Anin, meskipun Anin bersikap keras kepadanya. Hidupnya bergantung kepada Anin. Entah mengapa dirinya masih tak yakin, kalau Seli akan bisa seperti Anin. Kalau dirinya tahu yang sebenarnya.
"Jika kamu tak ingin mencoba melangkah, selamanya kamu akan seperti itu terus. Hidup terperangkap dalam cintanya Anin. Selamanya kamu akan dibodoh-bodohin sama dia. Dianggap rendah, dan tak dihargai," cerocos Seli dan Arga hanya menganggukkan kepalanya.
Arga memang seorang laki-laki baji*ngan yang mengharap belas kasihan dari dua wanita sekaligus. Jika dirinya merasa kesal dengan sikap Anin, Seli adalah tempat dirinya berteduh.
"Aku pamit dulu ya, Beb," pamit Arga.
Seli mengantarkan Arga sampai depan pintu kosan. Setelah dirinya selesai melampiaskan hasratnya, dirinya memilih untuk pulang ke rumah. Tentu saja dirinya tak akan tahan untuk marah dengan istrinya. Anin adalah sumber kehidupan untuknya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
Anin selalu nolak ya ?
Bagus lah ... biar gak ketularan penyakit kotor duo makhluk bejad itu ... 🤮
2023-08-24
0
3 semprul
kapan ketahuan kalau selingkuh...
2022-09-25
0
Benazier Jasmine
dasar arga semoga anin ketahuan perselingkuan u arga
2022-09-03
1