Menggila

"Mas, tadi aku dapat info dari Pak Bondan. Katanya aku harus berangkat ke kantor cabang di Yogyakarta. Aku harus mendampingi Pak Bondan. Kemungkinan aku ke sana dua sampai tiga hari. Kamu tak apa kan Mas, aku tinggal," ujar Anin sambil menatap ke arah suaminya.

Sayangnya Anin tak tahu kalau dalam hati suaminya, Arga sedang bersorak gembira. Tentu saja ini kesempatan emas untuk dirinya bisa menikmati malam panjang bersama sang kekasih gelapnya.

"Tidak apa dong sayang. Aku akan selalu mendukung kamu. Ini semua kan demi kemajuan karier kamu. Kamu memang wanita hebat. Siapa dulu dong, istri aku," rayu Arga sambil memeluk tubuh Anin. Menunjukkan kemesraan, bahwa dirinya sangat mencintai Anindya.

"Gombal. Senang kan aku tinggal pergi, bisa bebas? Pasti nanti kerjaan kamu tidur," sindir Anin.

Benar yang dipikirkan Anin, tetapi sang suami tak akan tidur sendiri. Tentu saja akan ditemani sang kekasihnya.

Arga tahu apa kelemahan istrinya, cukup dia kasih perhatian dan bersikap mesra. Pasti istrinya tak akan marah lagi, dan inilah salah satu cara agar Anindya akan tetap bersamanya.

"Aku tidak gombal Sayang. Kata siapa aku senang, yang ada nanti aku tidak bisa tidur selama kamu tak ada di rumah. Aku pasti kangen banget sama kamu. Sehari tak melihat istri aku yang cantik ini, seakan hidupku tak berarti. Bikin dede dulu yuk sebelum besok kamu pergi."

Tanpa menunggu jawaban dari sang istri, Arga langsung menggendong tubuh Anin ke kamar dan meletakkan di ranjang dengan hati-hati. Mereka terlihat bahagia, layaknya pengantin baru. Arga memang mencintai Anin, tetapi dia pun masih mencintai Seli sang mantan kekasih.

Arga mampu membahagiakan sang istri di ranjang. Memberikan kepuasan untuk sang istri. Berharap kelak mereka akan segera diberikan momongan sebagai pelengkap kebahagiaan mereka. Anin terlihat sudah terkulai lemas dengan tubuh masih dalam keadaan polos.

"I Love You, aku pasti akan selalu merindukan kamu," ucap Arga sambil mencium kening sang istri. Membuat sang istri tersenyum bahagia.

Setelah sang istri tertidur pulas, Arga keluar dari kamar dengan pelan-pelan. Agar tak membangunkan sang istri yang sedang tertidur. Arga langsung meraih ponselnya dan segera mengirim kabar bahagia ini kepada Seli. Inilah saat yang di nanti-nanti.

"Anin, besok berangkat ke Yogya. Ada tugas dari kantornya. Kemungkinan dia akan pergi 2 sampai 3 hari di sana. Aku besok menginap di kosan kamu ya. Pokonya aku akan buat kamu tak akan tidur sampai pagi," tulis Arga di pesan chat.

Mendapat pesan dari orang yang dia sayang, tentu saja Seli merasa bahagia. Dia tak peduli dengan perasaan Anin, jika suatu saat nanti Anin mengetahui hubungan gelap dirinya dengan Arga. Yang terpenting baginya, dia bisa mendapatkan cinta dan perhatian Arga.

"Ok deh Cinta. See you. Jangan lupa beli minuman ya, sama obat kuat biar mainnya lebih enak," balas Seli tanpa perasaan malu.

"Aku tidak ada uang sayang. Kan aku belum kerja," sahut Arga.

Dengan bodohnya Seli langsung mentransfer uang sebesar dua ratus ribu untuk mereka pesta se* besok. Demi bisa bersenang-senang dengan Arga, dia rela mengeluarkan uang. Dia mengerti kalau Arga belum mendapatkan pekerjaan. Bahkan dengan jahatnya, Seli mengatakan kalau semua ini karena Anin perempuan si*al yang membuat Arga sulit mendapatkan pekerjaan.

"Kamu belum tidur, Mas?" tanya Anin yang terbangun dari tidurnya karena hendak buang air kecil. Anin menatap serius ke arah Arga, membuat Arga terlihat panik.

Arga merasa kaget mendengar Anin bicara padanya, karena saat itu dia sedang asyik chat dengan Seli. Arga kerap tidur malam, ditambah lagi saat dirinya resmi menjalin hubungan dengan Seli.

"Eh, enggak. Maksud aku belum. Keasyikan main game online," ujar Arga sambil cengar-cengir menggaruk-garukkan kepalanya.

"Aku, tidur lagi ya Mas. Soalnya besok aku harus berangkat pagi-pagi sekali," ucap Anin.

"Ya sudah kamu tidur duluan ya! Sebentar lagi aku menyusul. Habiskan satu barang rokok dulu sama kopinya. Yang, maaf ya besok aku tak bisa antar kamu ke Bandara," sahut Arga dengan tak berdosa.

"Tak apa kok, Mas. Lagi pula aku juga berangkatnya bareng Pak Bondan. Aku di jemput supir kantor, bareng sama Pak Bondan," jelas Anin.

Setelah berbincang dengan suaminya, Anin melanjutkan tidur kembali. Matanya masih terasa mengantuk. Membuat dirinya tak menaruh curiga sedikit pun, lagi pula Arga sering kali bersikap seperti itu. Arga sering kali menyuruh Anin untuk tidur duluan, karena Arga memiliki penyakit insomnia. Dia baru tertidur ketika menjelang pagi.

"Aku tidur dulu ya, Sayang. Aku takut Anin curiga. I Miss You, Baby. See You ...," ujar Arga di chat terakhirnya dengan Seli.

Ternyata pola hidup Seli sebelas dua belas dengan Arga. Seli pun sering kali tidur menjelang pagi, walaupun dirinya pagi harus bangun untuk bekerja. Sejak tadi Arga terus senyum-senyum sendiri, layaknya orang yang kasmaran.

Jam sudah menunjukkan pukul jam 6 pagi. Anin sudah terlihat siap untuk berangkat, hanya menunggu supir kantornya menjemputnya. Rencananya dia akan naik pesawat jam 9 pagi.

"Yang, bangun! Aku jalan sudah mau jalan, kamu masih terus tidur," gerutu Anin. Mulutnya terus saja mengoceh.

"Ya sudah kalau mau jalan, jalan saja! Tutup pintu rumahnya. Oh ya, jangan lupa aku minta uang 300 ribu untuk selama kamu tak ada," ujar Arga dengan tak tahu malu. Minta uang, tetapi dia enggan membuka matanya menemani sang istri sampai istrinya berangkat.

"Enak banget kamu. Kerjaannya minta uang terus, kerja makanya," sindir Anin.

Mendengar penuturan sang istri, Arga langsung membuka matanya. Arga langsung bangun dan menatap tajam ke arah suaminya.

"Oh, kamu mau hitung-hitungan sama aku? Lupa ingatan lagi? Katanya mau ngertiin. Kalau aku memang belum dapat pekerjaan. Kamu itu kerjaannya selalu saja ingin ribut sama suami. Padahal sudah mau berangkat, masih saja bikin suami kesal. Pelit banget jadi istri," ujar Arga.

Jemputan supir kantor telah datang, berhubung Anin tak mau memperpanjang pertengkaran dengan sang suami. Anin akhirnya mengalah memberikan uang yang diminta suami. Setelah sang istri pergi, Arga memilih untuk tidur kembali. Rencananya dia akan menjemput Seli di tempat kerjanya, dan mereka akan ke kosan Seli bersama. Menikmati malam panjang bersama.

Jam sudah menunjukkan pukul 2 siang, Arga baru saja terbangun dari tidurnya. Dia langsung mencari keberadaan ponselnya. Namun, yang dia hubungi pertama kali bukanlah Anin istrinya untuk menanyakan apakah sang istri sudah sampai Yogya atau belum. Arga lebih memilih menghubungi Seli untuk memberitahu kalau dirinya akan menjemput Seli di tempat kerjanya.

Terpopuler

Comments

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

dasar si borokokok menggeuleuhkan ... 🤮

2023-08-23

0

anggita

anggita

ng👍 like aja.

2022-09-09

0

3 semprul

3 semprul

ngikuti alur..

2022-09-07

0

lihat semua
Episodes
1 Goresan Luka
2 Sikap Tegas Anin
3 Andil Ibu Mertua
4 Menutupinya dari Anindya
5 Menggila
6 Pelakor Semakin Terdepan
7 Menjalani Peran sebagai Suami
8 Kehamilan Anindya
9 Diantara Dua Pilihan
10 Mengenalkan Anindya dengan Seli
11 Mulai Protes
12 Mencari Tempat Ternyaman
13 Kepergian Anindya dari rumah
14 Pertengkaran Anindya, Arga, dan Seli
15 Meyakinkan Anindya Lagi
16 Tergoda Kembali
17 Suami Tak Berguna
18 Kecurigaan Anindya
19 Mengelak
20 Masih Bertahan
21 Memaafkan lagi
22 Menjalani Hidup Bersama
23 Berbohong
24 Promosi Karya Baru " Akhir Cinta Perjodohan "
25 Curiga
26 Tak Pernah Berubah
27 Tega kamu, Mas!
28 Memendam Rasa
29 Promo Karya Terbaru" Wanita Pengganti Kekasih Sang CEO
30 Menanti Kelahiran sang Anak
31 Berbohong
32 Kelahiran buah hati
33 Bukti perselingkuhan
34 Laki-laki Jahat
35 Pergi Dari Rumah
36 Penolakan Anin
37 Promo Karya Baru " Kubuat Kau Menyesal!"
38 Promo Karya Terbaru " Terjerat Pesona Kakak Ipar"
39 Gugatan Cerai
40 Bukti Perselingkuhan
41 Sidang Perceraian
42 Promo Karya Terbaru "Hilangnya Cinta Suamiku"
43 Balasan
44 Penyesalan
45 Akhir Cerita
46 Promo Karya Terbaru "Anak Genius: Benih Yang Kau Tinggalkan"
47 Promo Karya Terbaru " Pernikahan Karena Perjodohan "
48 Promo Karya Terbaru "Sahabatku, Penggoda Suamiku"
49 Promo Karya Terbaru "Pujaan Hati Ketua Geng Motor"
50 Promosi Karya Terbaru "Anak Genius Milik CEO"
51 Promo Karya Terbaru "Terjerat Cinta Daddy Mafia"
52 Promo Karya Baru "Aplikasi Rahasia di Ponsel Suamiku"
Episodes

Updated 52 Episodes

1
Goresan Luka
2
Sikap Tegas Anin
3
Andil Ibu Mertua
4
Menutupinya dari Anindya
5
Menggila
6
Pelakor Semakin Terdepan
7
Menjalani Peran sebagai Suami
8
Kehamilan Anindya
9
Diantara Dua Pilihan
10
Mengenalkan Anindya dengan Seli
11
Mulai Protes
12
Mencari Tempat Ternyaman
13
Kepergian Anindya dari rumah
14
Pertengkaran Anindya, Arga, dan Seli
15
Meyakinkan Anindya Lagi
16
Tergoda Kembali
17
Suami Tak Berguna
18
Kecurigaan Anindya
19
Mengelak
20
Masih Bertahan
21
Memaafkan lagi
22
Menjalani Hidup Bersama
23
Berbohong
24
Promosi Karya Baru " Akhir Cinta Perjodohan "
25
Curiga
26
Tak Pernah Berubah
27
Tega kamu, Mas!
28
Memendam Rasa
29
Promo Karya Terbaru" Wanita Pengganti Kekasih Sang CEO
30
Menanti Kelahiran sang Anak
31
Berbohong
32
Kelahiran buah hati
33
Bukti perselingkuhan
34
Laki-laki Jahat
35
Pergi Dari Rumah
36
Penolakan Anin
37
Promo Karya Baru " Kubuat Kau Menyesal!"
38
Promo Karya Terbaru " Terjerat Pesona Kakak Ipar"
39
Gugatan Cerai
40
Bukti Perselingkuhan
41
Sidang Perceraian
42
Promo Karya Terbaru "Hilangnya Cinta Suamiku"
43
Balasan
44
Penyesalan
45
Akhir Cerita
46
Promo Karya Terbaru "Anak Genius: Benih Yang Kau Tinggalkan"
47
Promo Karya Terbaru " Pernikahan Karena Perjodohan "
48
Promo Karya Terbaru "Sahabatku, Penggoda Suamiku"
49
Promo Karya Terbaru "Pujaan Hati Ketua Geng Motor"
50
Promosi Karya Terbaru "Anak Genius Milik CEO"
51
Promo Karya Terbaru "Terjerat Cinta Daddy Mafia"
52
Promo Karya Baru "Aplikasi Rahasia di Ponsel Suamiku"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!