"Hai cewek, tambah cantik saja," goda Arga membuat Seli tersenyum.
"Kamu itu memang paling bisa ngegombal," sahut Seli.
Mereka berdua layaknya seorang pasangan kekasih yang sedang kasmaran. Bahkan mereka tak malu mempertontonkan kemesraan di depan banyak orang. Arga terlihat membantu memakaikan Seli helm, kemudian Seli naik ke atas motor, dan melingkarkan tangannya di perut Arga. Meletakkan kepalanya di punggung Arga.
"Kita langsung ke kosan kamu apa mampir kemana dulu?" tanya Arga sambil tangannya sibuk mengendarai motornya.
"Tadi kamu sudah beli minuman belum sama obat kuatnya?" tanya Seli dengan tak tahu malunya.
"Sebenarnya, aku tanpa obat begitu kuat kok dan bisa memuaskan kamu berkali-kali," sahut Arga dan Seli langsung memberikan cubitan mesra di perut Arga.
Mereka terlihat bahagia, tepatnya bahagia di atas penderitaan Anindya. Padahal Seli sama-sama wanita, tetapi dengan teganya dia menyakiti hati sesama wanita. Bagaimana perasaannya, jika dirinya berada di posisi Anindya?
"Aku ingin makan mie ayam dulu. Laper," ujar Seli dan Arga menganggukkan kepalanya.
Kini mereka sudah berada di kedai mie ayam. Tanpa ada malunya, Seli 'lah yang membayar makanan dan minuman yang mereka pesan. Arga benar-benar di istimewakan oleh dua wanita. Keduanya saling melengkapi.
Kring! Kring! Kring!
Ponsel Arga berdering. Dia mencoba meraihnya dari dalam tas kecil yang dia kenakan. Ternyata Anin yang menghubungi dirinya. Membuat Seli merasa cemburu, dan memasang wajah cemberut.
"Maaf, aku harus angkat telepon dari Anin. Aku tak ingin dia curiga tentang hubungan kita," ujar Arga dan Seli terpaksa menganggukkan kepalanya. Mau tak mau dia harus menyadari siapa dirinya.
"Assalamu'alaikum. Ya, Sayang," ucap Arga mengawali pembicaraan.
"Kamu dimana, Mas? Kok suaranya ramai sekali," tanya Anin menyelidik.
"Aku lagi beli makan di luar, Sayang. Terpaksa deh harus beli makan sendiri keluar. Nasib lagi jadi bujangan," ujar Arga membuat Anin tersenyum mendengarnya dan bahkan Anin justru meminta maaf kepadanya, karena meninggalkan dirinya.
Sejak tadi Seli terlihat sudah mengepalkan tangannya di bawah meja, membuang muka menghadap ke jalan. Dia terlihat emosi, tak terima mendengar Arga berbicara mesra kepada Anin. Melihat sikap Seli yang seperti itu, tangan Arga yang satunya mencoba mengelus punggung Seli untuk memenangkan.
"Sayang, maaf. Pesanan aku sudah selesai. Aku makan dulu ya. Lebih baik kamu sekarang istirahat! Ingat ya aku tak mau kamu sakit," ujar Arga dan Anin hanya mengiyakan.
Setelah mengakhiri pembicaraan dengan Anin, Arga langsung merangkul tubuh Seli. Menenangkan sang kekasih yang sedang di landa perasaan cemburu.
"Sepertinya aku tak tahan jika harus berada di posisi ini terus menerus. Lebih baik kita akhiri saja," ucap Seli membuat Arga merasa ketakutan. Arga langsung meraih tangan Seli dan menggenggamnya. Mata mereka saling bertemu.
"Tega banget kamu kalau sampai ninggalin aku kembali. Sekian lama kita berpisah dan di pertemukan kembali, sekarang kamu ingin meninggalkan aku kembali. Aku ini cinta banget sama kamu. Maaf jika apa yang aku lakukan tadi, membuat kamu marah dan kecewa. Aku mohon kamu bisa mengerti posisi aku," ungkap Arga.
Ucapan Arga membuat Seli terhanyut, dan rasa emosinya mereda. Semua ini salahnya, yang masuk di kehidupan mereka. Mencintai laki-laki yang telah beristri. Dia harus menyadari konsekuensinya.
"Suatu saat nanti aku akan memilih kamu menjadi satu-satunya wanita di hidup aku, tetapi tidak untuk saat ini. Aku butuh waktu. Kamu hadir di saat aku sudah menjadi suami orang. Aku tak ingin menyakiti hati wanita yang telah membantu aku untuk bangkit dari keterpurukan. Ingat Anin tak salah dalam hal ini, aku tak ingin menyakiti hatinya," ujar Arga dan Seli lagi-lagi tak bisa berkutik. Dia harus menyadari posisinya saat ini, sebagai seorang Pelakor.
Kini mereka sudah sampai di kosan Seli. Arga berjalan di belakang Seli. Kosan itu terlihat bebas, tak ada aturan tak boleh membawa teman laki-laki ke kamar. Membuat mereka bebas, Seli bebas mengajak Arga ke kamarnya.
Tanpa basa basi, Arga langsung mendorong tubuh Seli ke kasur busa berukuran 120cm dan mengukungnya. Arga langsung menyerang Seli, mencum*bu Seli dengan mesra. Perlahan ci*uman mereka memanas, dan mereka baru terhenti kala pasokan oksigen mereka berkurang.
"Aku mandi dulu ya, tubuh aku terasa lengket," ujar Seli.
Arga mengikuti Seli dari belakang, dan ikut masuk ke dalam kamar mandi. Hasratnya sudah meninggi, dia sudah tak sabar menikmati tubuh wanita yang pernah meninggalkan dirinya bertahun-tahun untuk hidup bersama laki-laki lain.
Di kamar mandi, Arga langsung menyerang Seli. Hingga akhirnya terjadi pergulatan panas mereka di kamar mandi. Melampiaskan rasa rindu yang sekian lama terpisah. Setan menghampiri mereka, hingga mereka tak memiliki rasa takut untuk berzi*na.
"Kamu memang luar biasa, Beb. I Love You," ucap Arga sambil mengecup kening Seli menunjukkan rasa cintanya kepada wanita yang masih ada di hatinya. Ucapan Arga membuat wajah Seli tersipu malu, merasa bahagia. Hatinya berbunga-bunga. cinta membuat dirinya buta. Cinta membuat dirinya tak memiliki perasaan.
Kini mereka tidur saling berpelukan. Seli menyenderkan kepalanya di dada Arga. Tangan Arga tak henti-hentinya mengelus rambut Seli. Mereka terlihat mesra, bahkan yang dilakukan Arga ke Seli melebihi yang dia lakukan kepada Anindya.
"Kenapa si kamu tidak menceraikan istri kamu saja, kan mumpung kamu belum punya anak. Kalau kamu cinta aku, harusnya kamu ceraikan istri kamu itu! Enak ya menjadi kamu. Bisa berhubungan intim sama dia dan aku," protes Seli.
"Kata siapa aku sering berhubungan? Kami jarang kok. Apalagi pas ada kamu begini. Pasti aku akan lebih sering melakukannya sama kamu. Aku puas banget sama kamu. Anin tidak seksi sama kamu. Payu*daranya kecil, tubuhnya juga tidak seksi seperti kamu," ujar Arga berbohong.
Padahal dengan Anin pun dia sering melakukannya. Bahkan demi membahagiakan hati Seli, Arga berjanji tidak akan menyentuh istrinya lagi. Arga sudah mulai membanding-bandingkan kekasihnya dengan istrinya. Tentu saja Seli merasa bahagia, karena Arga memuji dirinya lebih unggul dari Anin istrinya.
"Awas ya kalau kamu bohong sama aku. Aku pasti akan langsung meninggalkan kamu. Aku tak peduli, meskipun aku cinta sama kamu. Kamu tak perlu khawatir, kapan pun kamu menginginkannya, aku siap. Aku sudah meminum pil agar tak hamil Kamu setuju*hi aku berkali-kali, aku jamin aku tak akan hamil. Aku ingin kamu membagi waktu kamu sama istri kamu. Aku juga butuh kamu, bagaimana kalau untuk aku 3 hari dan untuk Anin 4 hari?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
seet daahh .... duo syaithon lagi kolaborasi ....
betul2 menjijikkan .... 🤮
kasian Anin kalo masih tetep harus una inu sama Arga .... lakik bejad !!!
2023-08-24
0
3 semprul
murahan banget sih seli....
2022-09-07
0
Nur Nuy
Abis itu jangan sampai berhubungan ama anin, kasian anin bekas jalang amit amit naudzubillah minzalik, mendingan langsung ketahuan aja, dih jijik bekas jablay
2022-08-13
2