"Ya sudah kita serahkan saja semuanya kepada anak-anak kita. Sebagai orang tua hanya mendukung pilihan yang terbaik. Memang ada benarnya apa yang dikatakan ibu. Terlalu singkat hubungan perkenalan mereka, membuat mereka tak terlalu mengenal satu sama lain," ujar Papa Rudi.
Papa Rudi menyuruh Mama Dahlia memanggil Anin, untuk menyelesaikan permasalahan rumah tangganya. Kedua orang tuanya sebagai penengah mereka. Arga yakin kalau Anin akan memaafkan dirinya, demi anak mereka.
Sebenarnya Arga mencintai Anin, dan tak mau kehilangan Anin. Namun dirinya masih terjebak kisah cinta masa lalunya. Menjadikan dirinya orang yang serakah. Arga menatap wajah istrinya yang tertunduk. Bahkan Anin enggan menatap wajah suaminya. Anin hanya menghampiri Ibu mertuanya dan mencium tangan Ibu mertuanya. Setelah itu melewati suaminya begitu saja, dan duduk di sebelah Mama Dahlia.
"Nin, tadi Mama dan Papa sudah membicarakan masalah yang terjadi di rumah tangga kamu dengan Arga. Kami sebagai orang tua akan menyerahkan semuanya kepada kalian, karena kalian 'lah yang akan menjalani pernikahan ini. Kami hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kebahagiaan kamu," ungkap Papa Rudi.
"Anin ingin pisah saja," sahut Anin mantap.
"Apa kamu tak memikirkan nasib anak yang masih ada di dalam kandungan kamu? Mereka butuh kasih sayang orang tua, butuh kamu dan Arga," ucap Ibu Eliza ikut bicara.
Seperti biasa, Arga bersujud di kaki Anin untuk memohon agar Anin mau kembali kepadanya.
"Sayang, aku mohon maafkan aku! Aku janji tak akan bersikap kasar lagi dengan kamu. Jika aku melakukan hal itu lagi, kamu boleh meninggalkan aku. Namun, kali ini aku mohon kepada kamu. Beri kesempatan kepada aku lagi, untuk menjadi suami yang baik untuk kamu. Suami yang bertanggung jawab untuk kamu dan Ayah yang bertanggung jawab untuk anak kita," ungkap Arga.
"Maaf Mas, hati aku masih terasa sakit. Untuk masalah anak, nanti kita bicarakan lagi setelah anak ini lahir. Lebih baik kita pisah dulu sampai anak ini lahir. Nanti kita bicarakan lagi, aku ingin hidup tenang menjalani kehamilan," sahut Anin.
"Jangan bicara seperti itu Sayang, aku ini Ayah dari anak yang kamu kandung. Kamu jangan egois seperti itu. Aku juga ingin menemani kamu di masa-masa kehamilan anak kita. Bisa menciumi perut kamu, membuatkan susu, dan memenuhi ngidam kamu. Agar dirinya tau kalau Ayahnya sangat menyayangi dirinya," ujar Arga.
"Benar Nin, apa yang dikatakan Arga benar. Kamu tak boleh egois, sejelek apapun Arga dia tetap menjadi Ayah biologis anak yang kamu kandung. Lagi pula Arga juga kan sudah mengakui kesalahannya, dan sudah berjanji tidak akan mengulangi lagi. Bahkan dia siap kamu tinggalkan, kalau dia mengulangi perbuatannya kembali. Lebih baik kamu beri kesempatan untuknya. Menata hidup baru. Kamu sama Arga kan pacarannya hanya sebentar, jadi wajar kalau kalian belum terlalu mengenal sifat masing-masing. Mungkin saja, kejadian kemarin sebagai bentuk pengenalan. Semoga ke depannya tak akan terjadi lagi," ujar Ibunya Arga.
Kedua orang tua Anin meminta Arga dan sang Ibu untuk tidak memaksa kehendak. Yang berhak menentukan dalam hal ini adalah Anin, sebagai korban yang mendapatkan goresan luka di hatinya.
"Baiklah Pa, Ma, jika ini permintaan Anin. Arga terima. Semoga kamu segera berubah pikiran. Pikirkan bayi dalam kandungan kamu," ujar Arga sambil mengelus perut Anin. Mau marah pun dirinya tak bisa saat Arga menyentuh perutnya. Bagaimanapun Arga masih menjadi suaminya.
Akhirnya Arga dan Ibunya pulang. Sulit rasanya bagi Anin untuk memaafkan suaminya begitu saja. Luka yang di goreskan suaminya begitu dalam.
***
"Gi, please tolongin gue. Tolong hubungin Arga, bilang sama dia, gue mau ketemu sama dia. Gue cinta banget sama dia, Gi," ucap Seli kepada teman dekatnya.
Anggi mencoba menghubungi Arga, memberitahu kalau Seli ingin bertemu dengannya. Anggi meminta Arga untuk datang menengok Seli di rumah sakit. Bahkan Anggi memohon-mohon kepada Arga. Seli berniat bunuh diri lagi, kalau Arga tak datang menghampirinya.
"Apa gue temuin saja ya? Lumayan kan cari hiburan, dari pada mikirin si Anin yang keras kepala. Lumayan ada Seli, dia kan cinta banget sama gue. Sudah lama juga tak menyalurkan, pening kepala atas bawah," gumam Arga.
Hingga akhirnya dia memutuskan untuk menemui Seli. Sekalian dirinya ingin meminta uang kepada Seli. Karen Arga sudah tak memiliki uang untuk membeli rokok dan juga bensin motornya. Arga baru saja sampai di parkiran motor rumah sakit di mana Seli di rawat. Dirinya bergegas untuk segera menemui Seli
Seli yang saat itu sedang sendiri, dirinya langsung terlihat bahagia saat melihat Arga datang menemui dirinya. Wajahnya terlihat ceria. Kesedihannya musnah sudah, dia sangat mencintai Arga.
"Aku dengar kamu bunuh diri? Kenapa sampai seperti itu," ujar Arga membuka omongan.
"Aku tak bisa di cuekin kamu. Aku cinta sama kamu. Kenapa kamu blokir nomor aku," ucap Seli lirih. Membuat Arga semangat melancarkan aksinya.
"Aku sedang lagi ada masalah sama Anin. Dia ingin cerai dari aku, dia mau gugat cerai aku. Jadi untuk sementara waktu, aku memilih blokir nomor kamu dulu. Aku takut permasalahan aku sama Anin semakin rumit, kalau dirinya sampai tahu perselingkuhan kita," ungkap Arga.
"Loh, itu bagus dong. Kalau kamu sama Anin cerai, jadi bebas dong. Kita bisa menikah," sahut Seli. Namun sayangnya apa yang Arga rasakan ke Seli, masih tak jelas. Yang dia tahu, dia masih ingin bersama. .
Mendengar hal itu, tentu saja Arga merasa kesal. Arga tetap akan menjadikan Anin sebagai istrinya. Dia tak ingin berpisah sama Anin.
"Aku cinta sama kamu, aku tak mau kehilangan kamu. Aku ingin menikah sama kamu. Ceraikan Anin, dan hiduplah bersama aku," ungkap Seli.
"Tidak! Jika kamu mau sama aku, kita akan tetap menjalani seperti dulu. Menjalin kasih secara diam-diam. Karena Anin tetap menjadi istri aku sampai kapanpun," sahut Arga.
Hati Seli terasa sesak. Laki-laki yang dia cintai, selalu saja membela wanita lain. Semua memang salahnya, yang dulu pergi meninggalkan Arga. Sekarang berbalik, Seli harus menanggung kecewa.
"Ya sudah aku mau. Aku tak masalah kalau nantinya aku tak pernah menikah. Namun, aku ingin keadilan. Aku ingin kamu tetap memberikan waktu kamu untuk aku," ucap Seli lirih. Demi cinta, dirinya rela menjadi seorang pengemis. Bukan lagi sebagai seorang pelakor. Karena dia tak akan bisa merebut Arga dari Anin.
"Bagus, kalau gitu. Aku ingin secepatnya kamu pulang, aku sudah membutuhkan kamu. Sudah lama aku tak menuntaskan hasrat aku. Oh ya, sekarang aku minta uang dulu sama kamu. Aku tak memiliki uang, karena untuk sementara waktu Anin tak ingin bertemu dengan aku," sahut Arga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
Arga ini tipikal mokondo sejati .... 🤮🤮🤮😏
2023-08-24
0
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
dasar lakik br3ngs3k !! Seli masih di rumah sakit pikirannya udah esek-esek mulu ...
2023-08-24
0
3 semprul
karep mu piye to lee....
2022-09-25
0