Bab 16

Zain membelokkan mobilnya sesuai dengan apa yang diarahkan Asih.

"Sih, ayang Lo dah tau kan kita mau ketempat dia?" tanya Meka.

"Tadi sih udah gw kirim pesan ke dia, dan dianya juga udah bales," jawab Asih yang memperhatikan kedepan.

"Itu pak rumahnya yang kanan warna abu-abu," tunjuk Asih memberitahukan.

Zain pun memarkirkan mobilnya di depan rumah abu-abu.

"Mek, Lo mau ikut gw atau mau nunggu disini?" tanya Asih yang hendak keluar dari mobil.

"Meka disini aja," jawab Zain tanpa ekspresi.

"Ok kalau gitu, gw kedalam dulu ya," sahut Asih. Lalu dia keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah pacarnya.

Di dalam mobil, Zain menatap ke arah Meka dengan menyenderkan tubuhnya ke pintu mobil.

"Kenapa pak ngelihatin saya gitu?" tanya Meka yang grogi di lihatin.

"Pengen lihat aja, bolehkan," jawab dosganya cuek.

"Gak boleh, tar cantik saya luntur," balas Meka percaya diri.

"Sepertinya kamu sudah melupakan sesuatu ya," ucap dosganya.

"Apa?" tanya Meka.

Lalu dosganya mendekatkan diri kearah Meka, hingga membuat Meka memundurkan tubuhnya kebelakang.

"Pak Zain mau ngapain?" tanya Meka.

Dosganya tak menjawab. Dia justru tersenyum kearah Meka. Perlahan-lahan tapi pasti dosganya mel**** bibir Meka dengan penuh kelembutan hingga beberapa menit ciuman itu berlangsung, Asih datang mengetuk pintu mobil dari luar. Hingga membuat Meka tersentak dan melepaskan ciuman mereka. Meka membenahi rambutnya dan riasan wajahnya. Sedangkan dosganya terlihat santai.

"Dasar mesum," cibir Meka.

Pintu mobil pun terbuka. Asih masuk kedalam mobil itu bersama pacarnya.

"Mek, Pak, nih kenalin ayang gw," ucap Asih yang memperkenalkan pacarnya.

"Hai..., gw Meka dan ini Pak Zain," sapa Meka sambil menoleh kebelakang dan memperkenalkan dirinya.

"Hai juga, aku Eko pacarnya Asih. Seneng bisa berkenalan dengan mu," sahut lelaki itu sambil mengedipkan matanya tanpa sepengetahuan Asih.

Meka terkejut melihat pacar Asih yang bersikap genit. Begitu juga dengan Zain, dia tak sengaja melihat lelaki itu dari kaca spion, ketika lelaki itu mengedipkan matanya. Zain dan Meka saling berpandangan dengan menautkan alisnya secara bersamaan. Zain mengepalkan tangannya ingin mengajar laki-laki yang mencoba menggoda kekasihnya.

Namun Meka menahannya dengan menggenggam tangan Zain.

"Sayang, kita mau kemana nih?" tanya Meka yang sengaja meredamkan amarah dosganya ini.

Zain hanya diam saja dan tidak merespon pertanyaan Meka.

Meka jadi salah tingkah, bingung mau berbuat apa. Dia pun berinisiatif memeluk lengan kekasihnya agar tidak ngamuk.

"Sayang, jangan marah, tak cepat tua. Kalau udah tua, aku gak mau sama kamu karena udah jelek dan keriput," bisik Meka sambil menggoda Zain.

Zain menatap Meka dengan tajam dan dingin. Lagi-lagi dia tidak menggubris ucapan Meka.

Meka pun putus asa, namun dia mencobanya sekali lagi.

"Bener-bener nih singa kalau udah marah, bawaannya mau nerkam orang aja," bathin Meka.

Akhirnya Meka mencoba ide gilanya untuk meredamkan amarah kekasihnya.

"Sayang, kalau kamu marah gini, aku juga bisa marah. Biar aja, tidak akan aku kasih jatah kamu. Dan aku tidak akan masuk kuliah biar tidak ketemu kamu lagi," bisik Meka pura-pura merajuk.

Zain menatap Meka sekilas, karena dia sedang menyetir. Lalu dia berkata,

"Udah pinter kamu ngancam aku ya," tukas dosganya sambil menyunggingkan senyumannya.

"Habis dari tadi diajak ngobrol, diem aja. Kan bete di cuekin gitu, balas Meka yang masih setia memeluk lengan dosganya tanpa perduli dengan dua mahluk dibelakang mereka. Seolah-olah dunia milik mereka berdua.

"Ekhem ekhem...," Asih sengaja berdehem agar mereka sadar bahwa dibelakang masih ada penumpangnya.

"Enak banget ya di depan, serasa dunia miliknya sendiri dan yang lainnya cuma numpang," sindir Asih sambil cekikikan.

"Santai dong di boncengan," celetuk Meka sambil melihat kearah Asih.

"Oh ya, gimana kalau kita ke Bukit Bintang, tempat asyik banget dan romantis. Bisa makan jagung bakar loh disana," saran Eko sama Asih.

"Ih....mau. Ayo kesana. Aku juga blom pernah kesana," sahut Asih kesenangan.

Meka mendongakkan wajah nya ke arah dosganya.

"Mau ya kesana..., aku pengen makan jagung bakar berdua dengan kamu," rengek Meka dengan wajah memelasnya.

"Boleh, asal besok kamu kasih aku jatah, gimana?" tanya Zain setengah berbisik sambil menaik-naikkan alisnya.

"Bukannya seharusnya kamu yang kasih aku jatah. Kan kamu laki-lakinya. Masa perempuan yang kasih jatah bulanan," ucap Meka yang pura-pura bodoh.

"Kalau jatah bulanan tentu dong sayang, aku yang ngasih. Nih jatah lain," goda dosganya sambari mencium pipi Meka.

"Dasar dosga mesum! Main nyosor ae," celetuk Meka.

"Tapi kamu suka kan sayang, hayo jujur...," ledek dosganya. Membuat wajah Meka merah merona.

Akhirnya mereka memutuskan pergi ke Bukit Bintang, disana mereka menikmati kesejukan dimalam hari sambil makan jagung bakar dan capuccino panas.

Asih duduk bersama Eko di dalam cafe, sedangkan Meka bersama dosganya di dalam mobil sambil menikmati pemandangan lampu-lampu dari Bukit Bintang. Meka menyenderkan kepalanya di dada dosganya sedangkan dosganya memeluk pinggang Meka dari belakang dengan posisi memangku Meka.

"Kamu suka pemandangan nya sayang?" tanya dosganya yang sambil mencium aroma lavender tubuh Meka.

"Suka banget sayang, disini rasanya nyaman dan tentram apalagi kalau sama kamu," ucap Meka sembari menggombal dosganya.

"Kamu sekarang udah pinter ngegombalin aku ya, belajar dari mana kamu, hah?" tanya Zain.

"Kan pinternya karena kamu dosganya," jawab Meka cuek.

"Kapan aku ngajarin kamu buat ngegombal?" tanya Zain lagi.

"Sejak saat kita melakukannya," bisik Meka.

Zain langsung mencubit gemes hidung Meka. Dan memberikan kecupan-kecupan di pipinya Meka.

"Ahhhh, pak jangan ambil kesempatan dalam kesempitan dong! Kalau mau ngambil pas lagi ada kesempatan aja," celetuk Meka sambil memanyunkan bibirnya.

"Akhhhhh pak geli tau

"Jangan di maju-maju kan tuh bibir nya. Mau disosor nih.., mumpung ada kesempatan," sindir dosganya menggelitik pinggang Meka karena gemes.

"Akhhhhh pak geli tau..!" seru Meka kegelian.

"Kamu nih ya suka banget sekarang ngerjain saya," balas dosganya sambil memeluk Meka dari belakang.

"Pak, kalau di kampus kita biasa aja ya. Gak enak sama Bu Arin. Sepertinya dia menyukai kamu deh," ucap Meka.

"Tau dari mana kamu kalau Bu Arin menyukai aku?" tanya Zain cuek.

"Ya dari tatapan matanya, aku bisa lihat tadi pas dicafe, dia tuh pengen banget duduk disamping kamu!" jawab Meka mengingat kejadian tadi siang.

"Aku boleh jujur gak sayang?" tanya Zain cemas.

"Ya boleh lah, masa orang jujur dilarang," celetuk Meka.

"Sebenarnya Bu Arin itu kemaren mencoba menggoda aku ketika kamu tidak datang ke ruanganku. Dia masuk kedalam ruanganku yang aku pikir itu kamu, ternyata dia. Dan dia mencoba melecehkan aku. Aku terkejut dan sangat marah karena bukan kamu yang datang. Dia mencoba mengancam aku dengan mengatakan akan berteriak kalau aku tidak menerima dia," jelas Zain panjang kali lebar.

Meka menutup mulutnya tak percaya dengan penjelasan kekasihnya ini.

"Kamu serius sayang!" seru Meka yang masih tak percaya.

"Serius sayaaaang. Makanya tadi aku kurang suka dia gabung sama kita. Dan aku juga tau dia mengikuti kit sampai di cafe. Dan mengarang cerita agar bisa bareng sama kita," terang Zain lagi.

"Ya ampuuun sayang, jadi aku harus gimana dong?" tanya Meka bingung.

"Kamu biasa aja yanx. Biar itu menjadi urusanku. Kalau bisa kamu jangan dekat-dekat sama dia. Aku takut dia berbuat nekat terhadap kamu yanx," ucap dosganya khawatir.

"Iya, aku akan hati-hati. Kamu juga jangan mudah tergoda sama dia," ketus Meka.

"Ada yang cemburu nih, hehehe," ledek dosganya sambil mencium pipi Meka dengan gemas.

Tiba-tiba Asih dan Eko datang menyamperin mereka ke mobil.

"Mek, udahan yuk. Lihat nih dah malam banget," ucap Asih menunjukkan jam tangannya.

"Oh iya ya, yuk balik," ajak Meka sambil berdiri dari pangkuan dosganya.

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Mereka turun menuju Jogja. Zain mereka mengantar Eko pacar Asih terlebih dahulu. Lalu mereka melanjutkan perjalanan menuju kostan Meka.

Sampai di kostan, ternyata mamanya Meka sudah menunggu di teras.

Episodes
1 Bab 2
2 Bab 3
3 Bab 6
4 Bab 7
5 Bab 8
6 Bab 9
7 Bab 10
8 Bab
9 Bab
10 Bab 15
11 Bab 16
12 Bab 17
13 Bab 18
14 Bab 19
15 Bab 20
16 Bab 21
17 Bab 22
18 Bab 24
19 Bab 25
20 Bab 26
21 Bab 27
22 Bab 28
23 Bab 29
24 Bab 30
25 Bab 32
26 Bab 33
27 Bab 34
28 Bab 35
29 Bab 36
30 Bab 37
31 Bab 38
32 Bab 39
33 Bab 40
34 Bab 41
35 Bab 43
36 Bab 44
37 Bab 45
38 Bab 46
39 Bab 47
40 Bab 48
41 Bab 49
42 Bab 50
43 Bab 51
44 Bab 52
45 Bab 53
46 Bab 54
47 Bab 55
48 Bab 56
49 Bab 57
50 Bab 58
51 Bab 59
52 Bab 60
53 Bab 61
54 Bab 62
55 Bab 63
56 Bab 65
57 Bab 66
58 Bab 67
59 Bab 68
60 Bab 69
61 Bab 70
62 Bab 71
63 Bab 72
64 Bab 73
65 Bab 74
66 Bab 76
67 Bab 77
68 Bab 78
69 Bab 79
70 Bab 80
71 Bab 81
72 Bab 82
73 Bab 83
74 Bab 84
75 Bab 85
76 Bab 86
77 Bab 87
78 Bab 88
79 Bab 89
80 Bab 90
81 Bab 91
82 Bab 92
83 Bab 93
84 Bab 94
85 Bab 95
86 Bab 96
87 Bab 97
88 Bab 98
89 Bab 99
90 Bab 100
91 Bab 101
92 Bab 102
93 Bab
94 Bab 104
95 Bab 105
96 Bab
97 Bab 107
98 Bab 108
99 Bab 109
100 Bab 110
101 Bab 111
102 Bab 112
103 Bab 113
104 Bab 114
105 Bab 115
106 Bab 116
107 Bab 117
108 Bab 118
109 Bab 119
110 Bab 120
111 Bab 121
112 Bab 123
113 Bab 124
114 Bab 125
115 Bab 126
116 Bab 127
117 Bab 128
118 Bab 129
119 Bab 130
120 Bab 131
121 Bab 132
122 Bab 134
123 Bab 136
124 Bab 137
125 Bab 138
126 Bab 140
127 Bab 141
128 Bab 142
129 Bab 144
130 Bab 145
131 Bab 146
132 Bab 149
133 Bab 153
134 Bab 154
135 Bab 155
136 Bab 156
137 Bab 157
138 Bab 158
139 Bab 159
140 Bab 160
141 Bab 161
142 Bab 162
143 Bab 163
144 Bab 164
145 Bab 165
146 Bab 166
147 Bab 167
148 Bab 170
149 Bab 172
150 Bab 173
151 Bab 174
152 Bab 175
153 Bab 177
154 Bab 178
155 Bab 179
156 Bab 182
157 Bab 183
158 Bab 184
159 Bab 185
160 Bab 186
161 Bab 187
162 Bab 188
163 Bab 189
164 Bab 190
165 Bab 193
166 Bab 194
167 Bab 195
168 Bab 196
169 Bab 197
170 Bab 199
171 Bab 200
172 Bab 201
173 Bab 204
174 Bab 205
175 Bab 206
176 Bab 207
177 Bab 208
178 Bab 210
179 Bab 211
180 Bab 213
181 Bab 214
182 Bab 215
183 Bab 217
184 Bab
185 Bab 222
186 Bab 225
187 Bab 226
188 Bab 227
189 Bab 228
190 Bab 229
191 Bab 230
192 Bab 233
193 Bab 234
194 Bab 235
195 Bab 236
196 Bab 238
197 Bab 240
198 Bab 241
199 Bab 245
200 Bab 246
201 Bab 249
202 Bab 252
203 Bab 254
204 Bab 255
205 Bab 256
206 Bab 257
207 Bab 258
208 Bab 259
209 Bab 261
210 Bab 262
211 Bab 263
212 Bab 264
213 Bab 266
214 Bab 267
215 Bab 268
216 Bab 272
217 Bab 275
218 Bab 276
219 Bab 277
220 Bab 278
221 Bab 280
222 Bab 281
223 Bab 282
224 Bab 284
225 Bab 285
226 286
227 Bab 289
228 Bab 290
229 Bab 291
230 Bab 294
Episodes

Updated 230 Episodes

1
Bab 2
2
Bab 3
3
Bab 6
4
Bab 7
5
Bab 8
6
Bab 9
7
Bab 10
8
Bab
9
Bab
10
Bab 15
11
Bab 16
12
Bab 17
13
Bab 18
14
Bab 19
15
Bab 20
16
Bab 21
17
Bab 22
18
Bab 24
19
Bab 25
20
Bab 26
21
Bab 27
22
Bab 28
23
Bab 29
24
Bab 30
25
Bab 32
26
Bab 33
27
Bab 34
28
Bab 35
29
Bab 36
30
Bab 37
31
Bab 38
32
Bab 39
33
Bab 40
34
Bab 41
35
Bab 43
36
Bab 44
37
Bab 45
38
Bab 46
39
Bab 47
40
Bab 48
41
Bab 49
42
Bab 50
43
Bab 51
44
Bab 52
45
Bab 53
46
Bab 54
47
Bab 55
48
Bab 56
49
Bab 57
50
Bab 58
51
Bab 59
52
Bab 60
53
Bab 61
54
Bab 62
55
Bab 63
56
Bab 65
57
Bab 66
58
Bab 67
59
Bab 68
60
Bab 69
61
Bab 70
62
Bab 71
63
Bab 72
64
Bab 73
65
Bab 74
66
Bab 76
67
Bab 77
68
Bab 78
69
Bab 79
70
Bab 80
71
Bab 81
72
Bab 82
73
Bab 83
74
Bab 84
75
Bab 85
76
Bab 86
77
Bab 87
78
Bab 88
79
Bab 89
80
Bab 90
81
Bab 91
82
Bab 92
83
Bab 93
84
Bab 94
85
Bab 95
86
Bab 96
87
Bab 97
88
Bab 98
89
Bab 99
90
Bab 100
91
Bab 101
92
Bab 102
93
Bab
94
Bab 104
95
Bab 105
96
Bab
97
Bab 107
98
Bab 108
99
Bab 109
100
Bab 110
101
Bab 111
102
Bab 112
103
Bab 113
104
Bab 114
105
Bab 115
106
Bab 116
107
Bab 117
108
Bab 118
109
Bab 119
110
Bab 120
111
Bab 121
112
Bab 123
113
Bab 124
114
Bab 125
115
Bab 126
116
Bab 127
117
Bab 128
118
Bab 129
119
Bab 130
120
Bab 131
121
Bab 132
122
Bab 134
123
Bab 136
124
Bab 137
125
Bab 138
126
Bab 140
127
Bab 141
128
Bab 142
129
Bab 144
130
Bab 145
131
Bab 146
132
Bab 149
133
Bab 153
134
Bab 154
135
Bab 155
136
Bab 156
137
Bab 157
138
Bab 158
139
Bab 159
140
Bab 160
141
Bab 161
142
Bab 162
143
Bab 163
144
Bab 164
145
Bab 165
146
Bab 166
147
Bab 167
148
Bab 170
149
Bab 172
150
Bab 173
151
Bab 174
152
Bab 175
153
Bab 177
154
Bab 178
155
Bab 179
156
Bab 182
157
Bab 183
158
Bab 184
159
Bab 185
160
Bab 186
161
Bab 187
162
Bab 188
163
Bab 189
164
Bab 190
165
Bab 193
166
Bab 194
167
Bab 195
168
Bab 196
169
Bab 197
170
Bab 199
171
Bab 200
172
Bab 201
173
Bab 204
174
Bab 205
175
Bab 206
176
Bab 207
177
Bab 208
178
Bab 210
179
Bab 211
180
Bab 213
181
Bab 214
182
Bab 215
183
Bab 217
184
Bab
185
Bab 222
186
Bab 225
187
Bab 226
188
Bab 227
189
Bab 228
190
Bab 229
191
Bab 230
192
Bab 233
193
Bab 234
194
Bab 235
195
Bab 236
196
Bab 238
197
Bab 240
198
Bab 241
199
Bab 245
200
Bab 246
201
Bab 249
202
Bab 252
203
Bab 254
204
Bab 255
205
Bab 256
206
Bab 257
207
Bab 258
208
Bab 259
209
Bab 261
210
Bab 262
211
Bab 263
212
Bab 264
213
Bab 266
214
Bab 267
215
Bab 268
216
Bab 272
217
Bab 275
218
Bab 276
219
Bab 277
220
Bab 278
221
Bab 280
222
Bab 281
223
Bab 282
224
Bab 284
225
Bab 285
226
286
227
Bab 289
228
Bab 290
229
Bab 291
230
Bab 294

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!