"Yeeee, eike denger loh beib, nih kuping ane dekat banget kan dengan tuh bibir," ucap Deon sambil menunjuk bibir Mila
"Apaan sih. Gw gak ngerti apa yang Lo bicarakan beib," bohong Mila
"Udah ah, kalau ngomong sama Lo, suka aneh-aneh deh beib. Heran deh eike punya sahabat begini, aneh mulu," ucap Deon yang merasa kesal lihat Mila.
Mila Kunis kita mengatakan harta Duni lalalalals ketika harta mereka lalalalals begitu indah huhuhuhu
Akhirnya mereka sampai di dalam kelas. Setelah mereka masuk, dosga mereka juga masuk.
"Selamat siang semuanya," sapa si dosga dengan senyum menawannya.
"Siang pak......," jawab mereka serentak.
"Meka, tolong kamu bagikan lembaran ini keteman-temanmu," kata dosga itu dengan seenaknya.
"What...gw," tunjuk Meka terhadap dirinya sendiri.
"Ya ampun beib....Lo beruntung banget deh diperhatiin sama tuh dosga. Eike malah dicuekin huhuhu," ucap Deon dengan mimik wajah yang dibuat sedih.
"Cie cieee, disuruh melulu nih dari kemaren," kata Isna yang ikut menimpali ucapan Deon.
"Pepet teruuuuuus," ledek Shinta ikut-ikutan.
"Lebay ih kalian," kesal Meka yang di ledekin sahabatnya. Dia pun berjalan menuju meja dosennya.
"Mana pak yang mau dibagi?" tanya Meka dengan menahan kesalnya.
Si dosga yang melihat rasa kesel Meka, menjadi senyum-senyum sendiri. Namun dia berusaha menahannya agar Meka tidak melihatnya.
"Nih kamu bagikan semua sampai habis," ucap si dosga dengan sikap dinginnya.
"Pak lain kali jangan saya dong yang disuruh, yang lain kan masih ada," protes Meka tanpa melihat ke arah si dosga. Meka tidak takut berhadapan dengan si dosga. Dia kesal karena setiap pertemuan selalu dia yang disuruh.
"Kamu berani membantah perintah dosen, iya," jawab si dosga dengan tatapan tajam.
"Bukan membantah pak, tapi saya kasih saran aja ke bapak. Syukur-syukur bapak terima, ka..," Meka menghentikan ucapannya karena melihat wajah si dosga yang sudah menahan marah.
"Ka..ka apa? Yang ngomong tuh jelas," tanya si dosga ketus.
"Lah bapak main sambar aja omongan saya. Saya kan belom selesai ngomongnya," jawab Meka dengan sengit.
"Lah kamu kan berhenti ngomong. Makanya saya tanya kelanjutannya," balas si dosga tak kalah sengit.
Meka diam sejenak, dia terus memandang wajah si dosga. Hingga membuat dosga itu salah tingkah.
"Kenapa kamu lihatin saya begitu. Udah sana bagikan tuh lembarannya," suruh si dosga yang salah tingkah.
"Bapak salah tingkah ya, saya seneng lihat wajah bapak," goda Meka setengah berbisik. Meka pun membagikan lembaran itu ke semua teman-temannya. Setelah itu dia kembali ke tempat duduknya.
"Beib, Lo ngomongin apa, kok lama banget di depan?" tanya Deon curiga.
"Hussst, kenapa, kok kayak habis berantem?" tanya Isna yang ikut nimbrung.
"Ikutan dong, bahas apa sih...?" tanya Shinta penasaran.
"Kalian mau tau aja, atau mau tau banget sih...?" ucap Meka dengan senyum jahilnya.
"Apaan sih beib. Eike ya mau tau banget dong," celetuk Deon.
"Nanti gw cerita setelah iklan si dosga kita selesai ya," kata Meka dengan mengedipkan sebelah matanya kepada tiga sahabatnya.
Ketiganya menjadi penasaran dan saling memandang.
"Kenapa sih, si Meka seneng buat eike penasaran ya beib," kata Deon sambil menatap Shinta.
"Sabar dong beib. Tar juga kita dapat beritanya, ya gak Na?" tanya Shinta ke Isna.
"Jangan pada berisik deh, tuh dengerin si dosga lagi menjelaskan materinya," protes Isna yang masih mendengarkan penjelasan si dosga.
Selesai sudah dosga nya menjelaskan. Semua mahasiswa diminta membuat kelompok. Setelah selesai mengajar, si dosga meminta Meka keruangannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 230 Episodes
Comments
Rafa Retha
nah lo...
2022-11-12
1