Bab 18

Setelah selesai sarapan pagi, mereka pergi meninggalkan tempat itu dan pergi menuju kampus.

Kembali di cafe. Eko yang melihat Meka sarapan bareng seorang laki-laki yang tidak diketahuinya karena posisi Zain membelakanginya. Sehingga Eko tidak melihat sosok laki-laki yang bersama Meka.

"Kamu kenapa dek?" tanya kakaknya yang tak? lain adalah Bu Arin. Dosen yang mengajar di kampus Meka.

"Oh itu kak, tadi aku melihat perempuan yang aku ceritain sama kakak barusan," jawab Eko.

"Trus kenapa kamu tidak nyamperin nya?" tanya kakaknya lagi.

"Orangnya keburu pergi. Gak tau sih kenapa. Tadi aku lihat dia baru datang, terus tiba-tiba dia pergi dari sini ketika melihat aku kak," ucap Eko menjelaskan.

"Loh kenapa bisa begitu?" tanya kakaknya.

"Ntahlah kak," jawab Eko sambil menaikkan bahunya.

Namun Eko masih penasaran dengan kepergian Meka. Dan Eko juga penasaran dengan laki-laki yang bersama Meka.

"Udah gak usah dipikirin. Nanti kalau ketemu kan bisa ditanya," ucap kakaknya yang tau dengan pikiran adiknya.

"Hehehe sok tau," hardik adiknya.

Di kampus Meka dan Zain baru saja sampai. Meka menyuruh Zain belakangan keluar dari mobil. Karena dia tidak mau orang-orang dikampus mengetahui kisah cintanya.

"Biarin aja mereka tau, biar gak ada yang deketin kamu," ucap Zain yang tidak suka dengan kemauan Meka.

"Ih...di bilangin, aku gak enak tau sama sahabat-sahabat ku. Nih juga mereka pasti menungguku untuk melakukan konfirmasi," celetuk Meka kesal.

"Sayang, kan kamu bisa bilang kita ketemu di depan gerbang," balas Zain.

Cha pun berpikir sejenak, kemudian dia pun mengiyakan usulan Zain.

"Ok, aku setuju. Cuss kita keluar dari mobil," ajak Meka tersenyum.

Zain juga menyunggingkan senyumannya merasa menang atas keinginannya.

Mereka keluar dari mobil bersamaan. Syukurnya tidak ada yang menyadari kebersamaan mereka. Meka dan Zain masuk ke dalam area kampus. Ternyata di depan kelas sudah ada para sahabatnya.

Sahabat-sahabat Meka melihat kehadiran Meka bersama dosganya.

"Auuuu Meka ku sayangggggg!" teriak Deon melihat ledatangan Meka.

"Kok sama si dosga ya?" tanya Isna yang merasa heran.

"Apa mereka berangkat bareng ya Na?" tanya Shinta yang juga keheranan melihat sahabatnya bisa jalan sama dosganya.

"Apa jangan-jangan merekaaaaa," Isna berhenti berbicara.

"Punya hubungan beib," sambung Deon.

Dari jauh Meka sudah merasa was-was karena melihat tatapan penuh tanda tanya dari ketiga sahabatnya.

"Waduh, alamat bakalan di cecar banyak pertanyaan nih," gumam Meka.

"Udah santai aja sayang. Kalau mereka bertanya, ya kamu tinggal jawab kalau kita punya hubungan, selesai kan," ucap Zain enteng.

Meka diam aja, dia terus berjalan ke arah sahabat-sahabat.

"Pagi pak...!" sapa mereka secara bersamaan.

Zain hanya mengangguk membalasnya.

"Mek, kok bisa bareng pak dosga?" tanya Isna penasaran.

Iya beib, eike kan jadi cembokur sama yei," sambung Deon.

"Sayang, aku keruangan ku dulu ya. Nanti kalau kamu udah selesai kuliah, aku tunggu diruangan ku," bisik Zain, lalu meninggalkan Meka dan yang lainnya.

"Insyaallah ya pak," jawab Meka dengan suara keras," ucap Meka yang sengaja mengeraskan suaranya.

Zain tak menghiraukannya. Dia berjalan terus menuju ruangannya.

Sedangkan ketiga sahabat Meka, terbengong melihat interaksi mereka berdua antara dosen dan mahasiswa.

"Pasti nih ada apa-apa nya nih dengan Meka!" seru Shinta.

"Mek, plis deh jujur sama kita-kita. Lo ada hubungan kan dengan tuh dosga?" tanya Isna yang dari tadi sudah gatal ingin bertanya.

"Hussssst jangan berisik, tar didengar yang lain tau. Banyak kuping nempel didinding," ucap Meka menyuruh mereka diam.

"Cicak kali beib nempel didinding," celetuk Deon.

"Ember," sahut Shinta.

"Kalau gw cerita, kalian janji jangan berteriak, ok," ucap Meka.

"Iya kami janji gak akan teriak," balas Shinta.

"Sebenarnya gw dan pak dosga punya hubungan. Kami sepasang kekasih sekarang," gumam Meka ditengah-tengah sahabatnya.

"What....," Deon jelas terkejut. Tapi dugaannya benar bahwa Meka udah jadian sama dosganya.

Shinta dan Isna bersamaan menutup mulutnya gak percaya.

"OMG Mek...!" seru mereka bersama-sama.

"Udah gak usah kaget begitu. Sekarang kalian sudah tau kan," ucap Meka menyeringai.

"Duh selamat ya beib, eike turut bahagia dengar khabar jadian yei. Walaupun hati eike hancur berkeping-keping, tapi eike rela melepaskan dosga kita untuk yei," ucap Deon lebay.

"Idih lebay banget deh Lo De," celetuk Shinta.

"Udah yuk masuk kelas, ntar lagi dosennya masuk," ajak Meka terhadap ketiga sahabatnya.

"Yuk lah," sambung Deon sambil menggandeng lengan Meka.

Mereka berempat masuk ke dalam kelas dan menunggu kedatangan dosennya.

Didalam ruangan, mereka mendengar bisik-bisik dari beberapa mahasiswi.

"Eh tadi pas gw diparkiran, gw gak sengaja lihat Meka jalan sama dosen populer dikampus kita cuy," ucap mahasiswi itu.

"Masa sih, kapan Lo lihatnya?" tanya temannya.

"Tadi loh barusan gw lihat mereka berangkat bareng ke kampus," jawab mahasiswi itu.

"Wah keduluan deh gw buat deketin tuh dosga," balas temannya.

"Bisa aja tuh si Meka gercep. Kita kalah gercep deh," ucap kedua mahasiswi itu.

Meka dan ketiga sahabatnya mendengar obrolan mereka. Deon ingin menghampiri mereka, namun ditahan oleh Meka.

"Biar aja De, gak usah di tanggepin. Gw aja cuek gak perduli apa kata orang," ucap Meka cuek.

"Ihhhhhhh beib, eike gerem banget dengan mulut combrengnya, pengen tak pites kayak kutu biar pada bungkam," balas Deon yang kesal melihat mahasiswi itu.

"Sabar De, biarin aja tuh Mak lampir mau ngomong apa. Yang penting sahabat kita ini yang jadi penakluk si dosga kutub es, hehehe," piiis ucap Shinta kepada Meka.

Meka merangkul Deon sahabatnya, supaya tidak terpancing dengan ucapan Mak lampir itu.

Tak berapa lama, dosen masuk ke dalam kelas mereka.

"Pagi menjelang siang semuanya!" sapa dosen itu yang tak lain adalah Zain.

"Loh beib, kok dosga yang masuk. Kemana Pak Anton?" tanya Deon yang melihat ke arah sahabat-sahabatnya.

Meka pun kaget melihat kehadiran kekasihnya di dalam kelasnya.

"Pak, kenapa bapak yang masuk. Pak Anton nya kemana Pak?" tanya salah satu mahasiswa.

"Oh.., Pak Anton hari ini berhalangan karena ada urusan keluarga. Jadi saya yang menggantikan beliau mengajar," jelas dosga itu.

"Oh.....!" seru para mahasiswa.

Meka memandang ke depan, tapi dosga nya itu tak memperdulikannya. Bagi Zain, ketika mereka berada dalam ruangan belajar, zain membuat jarak dengan Meka. Namun ketika diluar jam mengajar, Zain memperlihatkan kebucinannya.

"Sekarang catat ini. Nanti setelah kalian mencatatnya, saya akan menerangkannya," ucap si dosga sembari menulis di papan tulis.

Para mahasiswa pun mencatat yang ada di papan tulis. Setelah semuanya mencatat, dosga itu menerangkan apa yang mereka catat. Hingga waktu nya selesai. Jam pelajaran pun selesai. Si dosga menulis pesan kepada Meka.

"Habis ini, datang keruangan saya, gak pake lama," pesan dosga itu.

Meka yang asyik membereskan buku-bukunya, mendengar bunyi pesan masuk diponsel ya. Lalu meka melihat ponselnya, ternyata ada pesan masuk dari dosganya.

"Hmmm, pemaksaan," balas Meka, lalu memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas.

"Kenapa Mek?" tanya Isna yang datang ke bangku Meka.

"Nih si dosga nyuruh gw keruangannya," jawab Meka malas.

"Cie cie...., bucin amat tuh dosga sama Lo," sambung Shinta dari belakang.

"Cembokur eike.....!" seru Deon yang tak mau kalah.

"Gimana dong! Gw pengen gabung sama kalian. Tapi nih dosga main nyuruh-nyuruh aja," ucap Meka kesal.

"Ya udah, Lo kesana aja dulu. Habis tuh baru kumpul bareng kita, kan adil," sambung Shinta.

"Iya bener tuh," celetuk Isna.

"Ya udah deh kalau gitu. Nih gw samperin dulu ya si dosga. Habis tuh gw ke kantin, tungguin gw ya," ucap Meka yang langsung pergi meninggalkan ketiga sahabatnya.

"Ih..gak nyangka ya si dosga kita bisa klepek-klepek sama si Meka," ucap Shinta.

"Iya ih...hebat deh si Meka, menaklukkan siaga kutub es," sambung Isna.

Lalu mereka pergi keluar dari kelas menuju kantin. Ketiga sahabatnya itu menunggu Meka di kantin.

Sedangkan Meka berjalan ke arah ruangan dosganya. Namun sebelum ia sampai di ruangan dosganya, Meka melihat Bu Arin masuk ke dalam ruangan itu.

"Ngapain dia ke ruangan Zain?" tanya Meka dalam hati.

Dia terus memandang kearah ruangan dosganya. Meka duduk di depan kelas yang berdekatan dengan ruangan dosganya. Namun yang masuk kedalam ruangan dosganya blom juga keluar. Meka pun merasa bimbang, meneruskan langkahnya atau tidak.

"Gimana ini, apa aku harus masuk ke dalam? Bagaimana kalau aku melihat hal yang menyakitkan," bathin Meka yang merasa bingung.

Episodes
1 Bab 2
2 Bab 3
3 Bab 6
4 Bab 7
5 Bab 8
6 Bab 9
7 Bab 10
8 Bab
9 Bab
10 Bab 15
11 Bab 16
12 Bab 17
13 Bab 18
14 Bab 19
15 Bab 20
16 Bab 21
17 Bab 22
18 Bab 24
19 Bab 25
20 Bab 26
21 Bab 27
22 Bab 28
23 Bab 29
24 Bab 30
25 Bab 32
26 Bab 33
27 Bab 34
28 Bab 35
29 Bab 36
30 Bab 37
31 Bab 38
32 Bab 39
33 Bab 40
34 Bab 41
35 Bab 43
36 Bab 44
37 Bab 45
38 Bab 46
39 Bab 47
40 Bab 48
41 Bab 49
42 Bab 50
43 Bab 51
44 Bab 52
45 Bab 53
46 Bab 54
47 Bab 55
48 Bab 56
49 Bab 57
50 Bab 58
51 Bab 59
52 Bab 60
53 Bab 61
54 Bab 62
55 Bab 63
56 Bab 65
57 Bab 66
58 Bab 67
59 Bab 68
60 Bab 69
61 Bab 70
62 Bab 71
63 Bab 72
64 Bab 73
65 Bab 74
66 Bab 76
67 Bab 77
68 Bab 78
69 Bab 79
70 Bab 80
71 Bab 81
72 Bab 82
73 Bab 83
74 Bab 84
75 Bab 85
76 Bab 86
77 Bab 87
78 Bab 88
79 Bab 89
80 Bab 90
81 Bab 91
82 Bab 92
83 Bab 93
84 Bab 94
85 Bab 95
86 Bab 96
87 Bab 97
88 Bab 98
89 Bab 99
90 Bab 100
91 Bab 101
92 Bab 102
93 Bab
94 Bab 104
95 Bab 105
96 Bab
97 Bab 107
98 Bab 108
99 Bab 109
100 Bab 110
101 Bab 111
102 Bab 112
103 Bab 113
104 Bab 114
105 Bab 115
106 Bab 116
107 Bab 117
108 Bab 118
109 Bab 119
110 Bab 120
111 Bab 121
112 Bab 123
113 Bab 124
114 Bab 125
115 Bab 126
116 Bab 127
117 Bab 128
118 Bab 129
119 Bab 130
120 Bab 131
121 Bab 132
122 Bab 134
123 Bab 136
124 Bab 137
125 Bab 138
126 Bab 140
127 Bab 141
128 Bab 142
129 Bab 144
130 Bab 145
131 Bab 146
132 Bab 149
133 Bab 153
134 Bab 154
135 Bab 155
136 Bab 156
137 Bab 157
138 Bab 158
139 Bab 159
140 Bab 160
141 Bab 161
142 Bab 162
143 Bab 163
144 Bab 164
145 Bab 165
146 Bab 166
147 Bab 167
148 Bab 170
149 Bab 172
150 Bab 173
151 Bab 174
152 Bab 175
153 Bab 177
154 Bab 178
155 Bab 179
156 Bab 182
157 Bab 183
158 Bab 184
159 Bab 185
160 Bab 186
161 Bab 187
162 Bab 188
163 Bab 189
164 Bab 190
165 Bab 193
166 Bab 194
167 Bab 195
168 Bab 196
169 Bab 197
170 Bab 199
171 Bab 200
172 Bab 201
173 Bab 204
174 Bab 205
175 Bab 206
176 Bab 207
177 Bab 208
178 Bab 210
179 Bab 211
180 Bab 213
181 Bab 214
182 Bab 215
183 Bab 217
184 Bab
185 Bab 222
186 Bab 225
187 Bab 226
188 Bab 227
189 Bab 228
190 Bab 229
191 Bab 230
192 Bab 233
193 Bab 234
194 Bab 235
195 Bab 236
196 Bab 238
197 Bab 240
198 Bab 241
199 Bab 245
200 Bab 246
201 Bab 249
202 Bab 252
203 Bab 254
204 Bab 255
205 Bab 256
206 Bab 257
207 Bab 258
208 Bab 259
209 Bab 261
210 Bab 262
211 Bab 263
212 Bab 264
213 Bab 266
214 Bab 267
215 Bab 268
216 Bab 272
217 Bab 275
218 Bab 276
219 Bab 277
220 Bab 278
221 Bab 280
222 Bab 281
223 Bab 282
224 Bab 284
225 Bab 285
226 286
227 Bab 289
228 Bab 290
229 Bab 291
230 Bab 294
Episodes

Updated 230 Episodes

1
Bab 2
2
Bab 3
3
Bab 6
4
Bab 7
5
Bab 8
6
Bab 9
7
Bab 10
8
Bab
9
Bab
10
Bab 15
11
Bab 16
12
Bab 17
13
Bab 18
14
Bab 19
15
Bab 20
16
Bab 21
17
Bab 22
18
Bab 24
19
Bab 25
20
Bab 26
21
Bab 27
22
Bab 28
23
Bab 29
24
Bab 30
25
Bab 32
26
Bab 33
27
Bab 34
28
Bab 35
29
Bab 36
30
Bab 37
31
Bab 38
32
Bab 39
33
Bab 40
34
Bab 41
35
Bab 43
36
Bab 44
37
Bab 45
38
Bab 46
39
Bab 47
40
Bab 48
41
Bab 49
42
Bab 50
43
Bab 51
44
Bab 52
45
Bab 53
46
Bab 54
47
Bab 55
48
Bab 56
49
Bab 57
50
Bab 58
51
Bab 59
52
Bab 60
53
Bab 61
54
Bab 62
55
Bab 63
56
Bab 65
57
Bab 66
58
Bab 67
59
Bab 68
60
Bab 69
61
Bab 70
62
Bab 71
63
Bab 72
64
Bab 73
65
Bab 74
66
Bab 76
67
Bab 77
68
Bab 78
69
Bab 79
70
Bab 80
71
Bab 81
72
Bab 82
73
Bab 83
74
Bab 84
75
Bab 85
76
Bab 86
77
Bab 87
78
Bab 88
79
Bab 89
80
Bab 90
81
Bab 91
82
Bab 92
83
Bab 93
84
Bab 94
85
Bab 95
86
Bab 96
87
Bab 97
88
Bab 98
89
Bab 99
90
Bab 100
91
Bab 101
92
Bab 102
93
Bab
94
Bab 104
95
Bab 105
96
Bab
97
Bab 107
98
Bab 108
99
Bab 109
100
Bab 110
101
Bab 111
102
Bab 112
103
Bab 113
104
Bab 114
105
Bab 115
106
Bab 116
107
Bab 117
108
Bab 118
109
Bab 119
110
Bab 120
111
Bab 121
112
Bab 123
113
Bab 124
114
Bab 125
115
Bab 126
116
Bab 127
117
Bab 128
118
Bab 129
119
Bab 130
120
Bab 131
121
Bab 132
122
Bab 134
123
Bab 136
124
Bab 137
125
Bab 138
126
Bab 140
127
Bab 141
128
Bab 142
129
Bab 144
130
Bab 145
131
Bab 146
132
Bab 149
133
Bab 153
134
Bab 154
135
Bab 155
136
Bab 156
137
Bab 157
138
Bab 158
139
Bab 159
140
Bab 160
141
Bab 161
142
Bab 162
143
Bab 163
144
Bab 164
145
Bab 165
146
Bab 166
147
Bab 167
148
Bab 170
149
Bab 172
150
Bab 173
151
Bab 174
152
Bab 175
153
Bab 177
154
Bab 178
155
Bab 179
156
Bab 182
157
Bab 183
158
Bab 184
159
Bab 185
160
Bab 186
161
Bab 187
162
Bab 188
163
Bab 189
164
Bab 190
165
Bab 193
166
Bab 194
167
Bab 195
168
Bab 196
169
Bab 197
170
Bab 199
171
Bab 200
172
Bab 201
173
Bab 204
174
Bab 205
175
Bab 206
176
Bab 207
177
Bab 208
178
Bab 210
179
Bab 211
180
Bab 213
181
Bab 214
182
Bab 215
183
Bab 217
184
Bab
185
Bab 222
186
Bab 225
187
Bab 226
188
Bab 227
189
Bab 228
190
Bab 229
191
Bab 230
192
Bab 233
193
Bab 234
194
Bab 235
195
Bab 236
196
Bab 238
197
Bab 240
198
Bab 241
199
Bab 245
200
Bab 246
201
Bab 249
202
Bab 252
203
Bab 254
204
Bab 255
205
Bab 256
206
Bab 257
207
Bab 258
208
Bab 259
209
Bab 261
210
Bab 262
211
Bab 263
212
Bab 264
213
Bab 266
214
Bab 267
215
Bab 268
216
Bab 272
217
Bab 275
218
Bab 276
219
Bab 277
220
Bab 278
221
Bab 280
222
Bab 281
223
Bab 282
224
Bab 284
225
Bab 285
226
286
227
Bab 289
228
Bab 290
229
Bab 291
230
Bab 294

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!