"Enak banget ya soto disini, heum, mama malah betah lama-lama tinggal disini kalau begini," sindir mamanya tanpa melirik ke arah Meka.
Sontak saja ucapan mamanya membuat Meka dan Asih
Mila berjalan menuju kasir untuk membayar makanan mereka. Namun di sebelah kasir, dia berpas-pasan dengan cowok ganteng tersebut.
"Kamu ngapain disini? Kamu ngikutin saya ya, hah," bentak Mila karena merasa diikutin.
Namun yang diajak bicara hanya diam menunduk, tak berani menatap ke arah Mulai dari tempat tidur dengan posisi duduk di samping itu ia juga dengan istilah Seperti anak kecil yang sedang dimarahin.
"Heh, kamu budeg atau nggak. Ditanya malah diam aja," kesal Meka melihat cowok tersebut.
Asih dan mamanya melihat Mila ngomong-ngomong sendiri di dekat kasir. Mereka heran dan bingung, apa yang dilakukan Meka. Kenapa dia marah-marah.
"Cowok mana Mek?" tanya Asih yang bingung dengan sikap Mila
"Ini loh...!" tunjuk Mila dengan membalikkan badannya. Namun dia terkejut ketika tidak menemukan cowok itu lagi.
"Loh kemana dia? Tadi kan dia disini?" tanya Mila yang mulai celingak-celinguk.
"Lo cari siapa Mek? Dari tadi gak ada siapa-siapa loh Mek," tanya Asih.
"Tadi ada kok cowok disini. Masa sih Lo gak ngelihat dari tadi tuh gw marahin tuh cowok," kesal Mila.
"Lo halusinasi kali Mek. Jelas-jelas gak ada orang di depan Lo. Tanya aja sama mbak kasirnya tuh," ucap Asih sambil menunjuk si kasir dengan menggunakan dagunya.
Mila gak terima dibilang berhalusinasi. Karena dia merasa cowok itu nyata, dan bukan halusinasinya. Dia pun bertanya kepada si kasir.
"Maaf mbak, apa mbak tadi lihat saya sedang marah-marah sama cowok di sini?" tanya Meka penasaran.
l sendiri gitu?" tanya Meka gak percaya.
"Iya mbak, saya aja sampai nanya sama si bapak. Tuh mbaknya kenapa, kok ngomel dewe," kata si kasir.
Meka dan Asih saling melihat. Meka terdiam tanpa berkata apapun. Dia bingung, kenapa orang-orang tidak ada yang tau tentang sicowok itu.
"Masa sih, gw berhalusinasi?" gumam Meka dengan tatapan kosong. Asih tiba-tiba membuyarkan lamunan Meka.
"Udah yuk gak usah dipikirkan Mek. Sekarang kita balik ke kost. Kasihan tuh mama Lo," tunjuk Asih kearah mamanya Meka.
Meka melihat mamanya yang masih terus mengawasinya. Terlihat raut wajah kecemasan di wajah mamanya.
Meka dan Asih berjalan menghampiri mamanya Meka.
Alfa Beth hahahha musti pake uang 💸 yang lainnya mereka pulang agar mamanya Meka tidak banyak bertanya.
"Ayo Sih, gw juga mau kuliah nih. Ma, nanti Meka tinggal ya di kost. Mama dikamar aja nonton ya nunggu sampai Meka pulang. Meka gak lama kok kuliahnya," ucap Meka. Kemudian dia mengajak mamanya balik ke kost-kostan.
Mereka bertiga akhirnya menuju ke kost-kostan. Sepanjang jalan, Meka merasa seperti ada yang mengikuti nya. Namun dia melihat ke belakang, tidak ada siapa-siapa.
"Aneh," bathin Meka.
Dia mencoba untuk mengajak Asih ngobrol agar rasa tidak nyamannya hilang.
"Asih nanti Lo pulang jam berapa ya?" tanya Meka basa basi saja.
"Loh bukannya Lo tau hari ini gw pulang jam berapa?" ucap Asih yang heran melihat tingkah Meka.
"Kenapa nih anak, seperti orang ketakutan," bathin Asih yang melihat Meka disampingnya.
Gw lupa, hehehe," jawab Meka cengengesan. Dia bertanya seperti itu hanya untuk menghilangkan rasa takutnya.
"Dari pada gw bengong dan melamun. Mending ngajak Asih ngobrol aja," pikir Meka.
Mereka akhirnya sampai di kost-kostan. Asih dan Meka bersiap-siap untuk kuliah. Setelah mereka mandi dan mempersiapkan segalanya, mereka pamit sama mama Meka untuk berangkat kuliah.
"Ma, Meka berangkat dulu ya," ucap Meka sambil menyalami tangan mamanya.
"Bun, Asih berangkat bareng Meka dulu ya," sambung Asih dan juga ikut menyalami mamanya Meka.
Jangan baca novel ini, karena sudah diberhentikan penulisnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 230 Episodes
Comments