"Berasa selebritis deh gw kayak gini," bathin Meka sambil tersenyum.
"Beib...Meka ku sayang, kenapa Lo lama bingit sih beib..?" tanya Deon penasaran.
"Ah itu si dosga, nyuruh gw bantuin dia filter tugas-tugas masing-masing kelas," jawab Meka bohong dengan wajah yang memerah. Wajah Meka memerah seketika mengingat kejadian memalukan tadi diruangan dosga itu.
Spontan Meka memegang bibirnya, dia pun senyum senyum sendiri.
Huhuhu lalalla apalagi kata mereka lalala huhuhuhigi gw ampun mereka agi kalau setiap hari kelonan sama kamu," bisik dosga itu ketelinga Meka.
Sahabat-sahabat Meka hanya melongo melihat sikap dosganya dan Meka. Mereka tidak menyangka dosga yang terkenal dingin, cuek dan kejam, bisa bertekuk lutut dihadapan Meka sahabat mereka.
"Dasar dosga mesum, nyebelin," gumam Meka pelan namun masih bisa didengar dosgannya.
"Mesum-mesum tapi kamu mau kan, kamu aja menikmati," bisik dosga nya lagi.
"Ih...nyebelin," gerutu Meka dengan wajah merah seperti kepiting rebus.
"Maaf pak, ada perlu apa ya pak dosga kemari?" tanya Isna yang menghentikan acara bisik membisik antara Meka dan dosga.
Keduanya langsung melihat ke arah Isna. Cha menjadi salah tingkah. Sedangkan si dosga malah senyum-senyum.
"Oh.., saya kemari karena tadi di ajak sama Meka. Katanya mau traktir saya makan dikantin," jawab si dosga berbohong.
Meka langsung mencubit pinggang si dosga. Rasanya tidak hanya cubitan, dia pengen banget menjambak rambut dan mencakar wajah ganteng dosganya.
"Pak, kayak nya enak ya kalau saya menjambak rambut bapak, biar botak sekalian," bisik Meka sambil tersenyum melihat sahabatnya.
Si dosga bukannya marah, justru dia malah tertawa terbahak-bahak, hingga membuat para sahabat Meka bengong menganga melihat tawa lepas dari dosganya. Lalu si dosga menjawab.
"Kalau diranjang ya enak, kamu jambak rambut saya, tandanya kamu puas dan menikmatinya," si dosga semakin menggoda Meka.
Meka yang mendengar ucapan si dosga, membuat Meka tidak tahan lagi, akhirnya dia kelepasan mencubit pinggang dosganya tanpa ampun. Membuat si dosga tertawa terbahak-bahak karena geli dan gemes melihat tingkah Meka.
"Awww Meka ampun-ampun, geli tau," protes si dosga sambil tertawa.
"Bapak nyebelin banget sih. Mending sekarang bapak pergi aja balik ke ruangan bapak. Dari pada saya jambak beneran, mau!" seru Meka emosi dengan posisi tangan masih memegang pinggang dosganya.
"Mau kalau dijambak dikamar," jawab sidosga setengah berbisik dan berlalu meninggalkan Meka dan yang lainnya dengan tawa yang terus-terusan.
"Oh my god Meka...!" seru Isna dan Shinta sambil menutup mulut mereka tak percaya dengan apa yang menjadi tontonan mereka.
"Beib, Lo....," ucap Deon terpotong.
"Udah ah gak usah dibahas. Gw mau lanjutin makan," jawab Meka cuek tak memperdulikan pandangan sahabatnya dan mahasiswa lainnya.
Sekilas Meka melihat cowok ganteng itu berdiri tak jauh darinya dengan pandangan tertunduk.
Sahabat Meka saling berpandangan satu sama lain. Mereka takjub dan curiga melihat sikap manis dosganya kepada Meka.
"Jangan-jangan mereka udah jadian beib, uhhhh eike patah hati, hancur hati eike," canda Deon mendramatisir.
"Huhhh, bisa nya Lo aja," sahut Shinta dengan menoyor kepala Deon.
Deon pun cengengesan menanggapi candaan Shinta.
"Udah gak usah pada kepo, tar gw ceritain semuanya dari A sampai Z," ucap Meka sambil mengunyah.
Disudut kantin dekat pintu masuk kantin berdiri seseorang yang menatap ke arah Meka dengan tidak suka. Dia menahan amarahnya.
"Awas Lo, mau coba-coba merebut dia dari gw, jangan harap Lo mendapatkannya. Lihat aja apa yang akan gw lakukan buat orang yang mencoba mendapatkan nya," ucap seseorang dengan wajah menyeringai jahat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 230 Episodes
Comments
Rafa Retha
eng ing eng
2022-11-12
1
Na Gi Rah
hadir lagi, slow Reed
2022-10-03
0