Sanda dan Sena yang tengah sibuk berbicara pun kemudian terhenti kata-kata mereka berdua, Sanda melihat ke arah Farisa, begitu pula dengan Sena.
"Ada apa dia ke sini," ucap batin Sena
Farisa pun berbicara.
"Aku membawakan kalian berdua dua buah cokelat, aku hanya ingin berterima kasih kepada Sanda karena sempat memberitahu ku cara menulis, dan ketika aku memberikan beberapa tulisan sajak kepada Ibu ku, dia cukup menyukai nya," ucap Farisa kepada Sanda, sembari memberikan dua buah cokelat itu kepada Sanda dan Sena
"Terima kasih," ucap Sanda kepada Farisa
"Ya, terima kasih," ucap Sena sembari mengambil cokelat pemberian Farisa
"Aku izin pergi," ucap Farisa kepada mereka berdua
Sanda dan Sena pun tersenyum ke arah Farisa.
Farisa pergi meninggalkan Sanda dan Sena di sana.
*Dari sisi Farisa
"Apa yang terjadi pada ku, perasaan apa ini," ucap batin Farisa
Farisa tak menyadari sesuatu, bahwa ia sekarang tengah jatuh cinta kepada kekasih milik perempuan lain.
"Aku baru mengenal Sanda beberapa bulan yang lalu, kenapa aku merasakan sakit?" tanya batin Farisa
Farisa berjalan menuju ruang kelas nya, sesampainya ia di dalam kelas, tentu saja kelas nya sepi, karena murid-murid lainnya sedang berada di kantin karena jam istirahat.
"Sendirian lagi, seperti biasa," ucap batin Farisa sembari berjalan menuju tempat duduk nya
Farisa melamun di dalam kelas itu, ia tidak membaca buku seperti biasanya, padahal 1 bulan belakangan ia mulai suka membaca buku karena saran dari Sanda, tapi kini ia mulai tidak memiliki hasrat untuk membuka buku yang telah ia beli sendiri.
"Tentu hujan dan malam tau, bagaimana kini perasaan ku, tapi siang pasti akan cemburu," ucap batin Farisa meracau
"Farisa," tiba-tiba ucap teman perempuan Farisa yang baru masuk kelas kemudian memanggil Farisa
"Ada apa Akira?" tanya Farisa kepada teman perempuan nya yang bernama Akira
"Kenapa melamun seperti itu?" ucap Akira kemudian duduk di sebelah Farisa
"Nih, makan," ucap Akira dengan menyodorkan jajanan yang di belinya di kantin
"Aku tidak lapar," ucap Farisa
"Tidak lapar, tapi melamun seperti itu, tumben," ucap Akira
"Tumben bagaimana?" jawab Farisa
"Ya biasanya kan dirimu suka membaca buku, dan sekarang kau hanya diam saja seperti itu, ada apa?" tanya Akira sembari mengunyah jajanan yang tadi ia sodorkan kepada Farisa
"Tidak apa-apa, Ra," ucap Farisa
"Tapi kau tidak seperti biasanya, Farisa," ucap Akira
"Sedang lelah saja mungkin," ucap Farisa
Farisa tidak memiliki begitu banyak teman di sekolahan itu, bahkan di kelas nya sendiri, ia hanya memiliki 1 orang teman yang cukup dekat, yaitu Akira.
"Kau sudah mengerjakan PR kimia?" tanya Akira
"Oh iya, aku lupa, Ra," ucap Farisa
"Tuh kan, tumben sekali orang seperti Farisa lupa mengerjakan PR, pasti ada sesuatu nih," ucap Akira kepada Farisa
"Tidak ada, sudah-sudah, tolong pinjam buku PR mu dulu, aku lupa membuat nya di rumah," ucap Farisa kepada Akira
"Baik lah, tunggu sebentar," ucap Akira kemudian berjalan mengambil buku yang berada di dalam tas nya
*Dari sisi Sanda
"Tidak kau makan?" tanya Sanda kepada Sena
"Tidak, aku kenyang," jawab Sena kepada Sanda, dengan mata yang masih tertuju pada buku
"Kenapa kau jadi berubah?" tanya Sanda lagi
"Berubah apa?" tanya Sena
"Kenapa cuek seperti itu kepada ku?" tanya Sanda
"Tidak cuek, aku lagi membaca," ucap Sena
Sanda pun meletakkan cokelat yang berada di tangannya itu ke atas meja.
"Cemburu lagi?" tanya Sanda
"Cemburu apanya?" tanya Sena kembali
"Tidak ada," jawab Sanda
Lalu Sanda mulai berdiri dan mengambil buku lainnya. Sesudah Sanda mendapatkan buku bacaan lainnya, ia mulai duduk kembali ke dekat Sena.
"Susah nya mencari buku tentang memahami perempuan, bahkan di dalam perpustakaan yang memiliki banyak buku ini saja, aku tidak menemukan apa-apa," ucap Sanda sembari duduk di sebelah Sena
Sena pun diam saja mendengar sindiran dari Sanda.
"Oh ini, ada rumus nya ternyata," ucap Sanda
Sena pun menoleh ke arah buku yang di pegang Sanda itu.
"Aturan pertama, cepat meminta maaf," ucap Sanda menyindir Sena dengan membaca buku itu dengan suara yang sedikit lantang
Sanda pun menolehkan badan nya ke arah Sena, sementara Sena yang mata nya tadi melihat ke arah buku Sanda pun, langsung mengalihkan pandangan nya kembali ke arah buku yang ia baca.
"Maaf ya, Sena," ucap Sanda melihat ke arah Sena
Sena pun menahan tawa nya.
"Sena ku yang manis, sudahi lah cemburu buta mu itu, aku tidak melakukan apapun, lagi pula dia hanya memberikan cokelat, itu pun kepada kita berdua, kan," ucap Sanda kepada Sena
Sena pun tertawa dan melihat ke arah Sanda.
"Tidak ada yang cemburu, Sanda," ucap Sena kepada Sanda
"Lalu kenapa kau menjadi cuek seperti itu?" tanya Sanda kepada Sena
"Lagi membaca buku, kan memang seperti itu rasanya kalau sedang berbicara dengan orang yang membaca buku, baru tau?" tanya Sena menyinggung Sanda
Sanda pun menarik nafas nya dalam-dalam.
"Baik lah, kalau seperti itu aku minta maaf banyak-banyak kepada mu," ucap Sanda kepada Sena
"Kenapa?" tanya Sena kepada Sanda
"Ternyata tidak enak rasanya berbicara dengan orang yang sedang membaca buku," ucap Sanda kepada Sena
"Akhirnya kau tau apa yang ku rasakan selama ini," ucap Sena kepada Sanda
*Beberapa jam berlalu, dari sisi Farisa.
Kini sudah tiba waktu nya pulang sekolah, Farisa pulang sekolah harus naik angkutan umum karena rumah nya cukup jauh dari sekolahan, dan Ayah nya hanya bisa mengantar ia pagi saja karena kebetulan jam kerja Ayah Farisa masuk nya di jam yang sama seperti Farisa masuk sekolah, jadi bisa berangkat bersama. Sementara kalau pulang, Farisa tentu nya pulang sekolah itu siang, sementara Ayah Farisa pulang nya sore terkadang juga malam.
Ia biasa pulang selalu bersama dengan Akira, karena rumah mereka satu arah. Kini, mereka berdua tengah berjalan ke arah jalan raya, untuk mencari angkutan umum.
Farisa hari ini hanya melamun saja sepanjang hari, dan seperti kata Akira tadi, ia tak biasa nya seperti ini.
"Farisa," ucap Akira
Farisa masih diam saja dan terus berjalan dengan tatapan kosong.
"Farisa!" ucap Akira dengan nada sedikit teriak kepada Farisa, sembari menarik bahu Farisa
Farisa pun tersadar dari lamunan nya.
"Ya, kenapa Ra?" tanya Farisa kepada Akira
"Kau ini kenapa sih? Hari ini kau benar-benar berbeda Farisa, kau sedari tadi habis istirahat, kau hanya melamun saja dari kelas sampai sekarang. Kalau di kelas kau melamun tidak apa-apa, Farisa. Tapi kalau di jalan seperti ini, bahaya nya nanti kau bisa saja di tabrak motor ataupun mobil, Farisa," ucap Akira memarahi Farisa yang melamun saja sedari tadi
"Maaf, Akira, aku sedikit ada kepikiran sesuatu saja hari ini, dan pikiran itu cukup mengganggu kepala ku," ucap Farisa kepada Akira
"Tentang apa Farisa?" tanya Akira
Farisa pun bingung harus berkata apa kepada Akira. Ia masih diam saja.
"Farisa, tentang apa? Beritahu aku, aku ini teman mu kan? Kenapa kau menutupi sesuatu dariku? Kalau ada apa-apa kau bisa cerita padaku Farisa, tak perlu kau simpan sendiri seperti ini," ucap Akira lagi kepada Farisa sembari mereka berdua masih saja berjalan
"Apakah aku salah?" tanya Farisa kepada Akira
"Salah? Apa maksud mu?" tanya Akira kepada Farisa
"Apa aku salah mencintai seorang laki-laki yang sudah menjadi kekasih perempuan lain?" tanya Farisa kepada Akira
Sontak, perkataan Farisa itu membuat Akira terkejut dan menghentikan langkahnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments
Elisabeth Ratna Susanti
semangat pagi 😍
2023-03-02
1
pilo
pandai banget akira menghibur temannya yang lagi galau
2023-02-25
1
tina yusuf
pastilah akira kaget klo denger begitu
2023-02-20
1