Akhirnya Yuda dan asistennya Ronal segera berangkat ke Bandung. Sesuai petunjuk dan arahan dari neneknya Hana.
Tidak lupa Yuda membeli banyak makanan untuk gadis kecilnya Hana.
"Ronal kita harus membeli banyak makanan, jangan sampai anak itu kekurusan disana."
"Oke,kita akan singgah di supermarket yang ada di Bandung saja tuan."
"Ronal, saat ini aku senang Hana baik baik saja. Tetapi siapa orang yang membawahnya sampai sejauh ini, aku belum sempat bertanya pada neneknya Hana soal kejadiannya.Untuk itu kita harus menyelidiki siapa dalang sebenarnya."
Setelah beberapa perjalanan akhirnya mereka sampai.
"Tuan disini banyak pabrik industri, apa benar alamat yang dikirim neneknya Hana kepadamu itu ?"
"Kita terus jalan saja mungkin di depan sana ada perumahan." Ucap Yuda.
Setelah berputar putar akhirnya mereka sampai di perumahan penduduk.
Hana yang sedang membantu kakaknya Danu merasa heran ada mobil mewah berhenti di depan rumah kakaknya.
"Kak Danu, apa kau kenal siapa pemilik mobil itu... Sana kak..."
"Mobil seperti itu, mana ada disekitaran sini Hana, bahkan mobil itu limit edition, priduksinya sangat terbatas, mobil sport mewah yang sangat langkah, tapi kenapa berhenti disini."
Dari Kejauhan, Hana dan Yuda, melihat ada 2 orang memakai kacamata hitam yang turun dari mobil menghampiri mereka.
"Kak, rasanya aku seperti perna melihatnya." Hana kembali mengingat siapa orang di depannya ini.
"Astagaaaa..." Hana menutup mulutnya yang menganga... matanya membulat sempurna.
"Kak, itu om Yuda yang aku ceritakan padamu, dia bersama asistennya datang kesini. "
Mendengar penjelasan adiknya itu, Danu rasanya tidak percaya apa yang dilihatnya.
Dilihat dari mobil miliknya, pasti dia orang yang sangat kaya raya, Danu yang tadinya tenang menjadi sedih, melihat orang ini saja, Danu berfikir sedikit.
"Orang ini, akan memperlakukan Hana seenaknya. "
"Hai... Aku Yuda. "
"Hai juga senang bertemu anda, ada yang bisa kubantu."
"Aku datang kesini ingin menjemput gadis kecilku pulang. Semuanya sesuai perintah nenekmu. Apa aku bisa membawanya ?"
Ronal kemudian datang sambil menenteng tas besar.
"Ini untukmu nona, tuan membawakanmu oleh oleh , mungkin saja selama seminggu ini kau kelaparan."
Danu yang mendengar ucapan asisten Ronal, langsung berucap karena dia merasa kesal.
"Hei bung selama ini aku merawat adikku dengan baik, aku tidak perna membiarkan dia kelaparan, aku masih sanggup membelinya,tolong jaga ucapanmu ini."
" Hana, apa kau akan pergi hari ini ?"
" Iya kak, aku akan ikut dengan mereka, aku tidak ingin selalu membebanimu kak."
"Kau ini bicara apa Hana, aku ini kakakmu, sudah sepantasnya aku merawatmu."
"Iya kak, maafkan Hana, bukan itu maksudku, hanya saja bila aku disini kakak tidak bisa bekerja, lagi pula orang tuaku menitipkan aku padanya kak."
"Tidak masalah kamu pergi, aku tidak keberatan, hanya saja kamu jaga diri disana."
"Hei, tuan aku titip adikku, dan aku memintamu menjaganya, jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi, aku tidak akan segan segan membunuhmu. "
"Sudahlah kak, kenapa berlebihan seperti itu."
Yuda mengangguk saja mendengar ucapan Danu, kali ini dia tidak ingin berdebat, disisi lain memeng dirinya bersalah tidak menjaga Hana dengan baik. Dia merasa dirinya tidak becus dalam hal ini.
Hingga Danu tidak berani membantahnyanya, apa lagi iparnya yang selama ini menjaga dan menyelamatkannnya, Yuda sangat segan pada iparnya ini. Bahkan saat dia mencari di seluruh pelosok kota, malah tidak menemukan berita tentang Hana.
"Bung aku minta maaf soal kejadian ini, lain kali aku akan menjaganya dengan baik, tidak akan kubirkan seorang pun menyakitinya."
Dengan sangat berat hati Hana terpaksa harus berpisah lagi dengan kakaknya. Hingga Akhirnya dia melepaskan tangisannya, dan berhamburan memeluk Danu."
Adegan ini membuat kesan tersendiri bagi Yuda, entah kenapa melihat kakak beradik itu, Yuda merasa cemburu dan iri pada Danu.
Hemmm....
Yuda berdehem.
"Apa sudah selesai acara peluk peluknya, aku sudah bisa membawanya ?
Belum puas kalian sudah berapa hari bersama? "
"Iya om. "
Hana yang memanggilnya om, Yuda merasa sangat kesal, sementara Danu di panggilnya kakak, kalau dilihat umur mereka tidak jauh beda.
Setelah berpamitan, akhirnya Hana pergi meninggalkan Danu, sekilas dia menatap arah rumah kontrakan kakaknya.
Dirumah inilah tempat Hana belajar pertama meracik obat herbal bersama kakaknya, Danu senantiasa menemani dirinya hingga Hana sembuh seperti ini, dia juga tidak lupa membawa beberapa butir obat kapsul untuknya, sengaja Hana tidak membawa semuanya, siapa tahu saja Danu membutuhkan.
"Kak,kusisahkan sedikit untukmu, hanya beberapa saja yang kubawa." Ucap Hana, dia sengaja tidak menyebutkan apa yang dibawahnya karena ada orang lain disini.
Danu yang mendengarnya pun hanya tersenyum, dia tidak berkomentar,karena sudah paham apa maksud dari Hana.
Danu mengantar mereka sampai di depan mobil. Sambil berucap.
"Hana jika sudah sampai kau kabari kakak. Aku akan datang melihatmu, saat nanti lomba olimpide Nasional di adakan di pusat kota.Fokuslah pada apa yang menjadi impianmu Hana, kau jangn berkecil hati karena perjodohan ini, aku kakakmu akan selalu mendukungmu."
Hana hanya menjawab kakaknya dengan anggukan kepala.
Yuda memotong, dan kemudian pamit pada Danu.
"Bung kami akan berangkat, terimakasih untuk semuanya, berkat dirimu gadis kecilku baik baik saja. Aku tidak akan melupakan jasa jasamu. " Yuda kemudian memberikan 1 kartu namanya.
"Jika kau membutuhkanku, atau jika kau ke Jakarta jangan sungkan menelponku, ini kartu namaku, anggap kita adalah satu keluarga."
"Tentu saja, aku titip adikku. "
Yuda kemudian membukakan pintu untuk Hana, dan berlalu pergi dari tempatnya Danu.
Di tempat lain Serina baru saja pulang dari kediaman orang tua Yuda, dia kemudian menceritakan kalau Hana selamat, dan sedang dijemput oleh Yuda.
Rosalin yang mendengarnya sangat marah, dia kemudian berfikir bagaimana mengatur rencana jika Hana datang lagi.
"Kali ini kau memang bernasib baik Hana, tapi berikutnya aku tidak akan melepasmu, entah siapa yang jadi dewa penolongmu itu.
Bram dan anak buahnya tidak becus bekerja, padahal untuk ini, aku telah membayar mahal jasa mereka.
Aku heran saja kenapa anak itu ada di kediamannya Danu ? atau mungkin tuhan yang mempertemukannya.
Brengseek...
Selalu saja Danu jadi dewa penolong untuknya. "
"Rosalin kau bersiaplah, malam nanti kita ikut menunggu kedatangan Hana, tidak ada cara lain lagi, agar mereka tidak curiga padamu. Kau harus berpura pura terlihat sangat bersedih karena Hana baru saja di temukan, dan cari alasan yang tepat kenapa kalian sampai terpisah."
Di perjalanan, Hana semakin grogi, karena Yuda terus saja memperhatikan dirinya. Membuat Hana jadi salah tingkah.
Tiba tiba Yuda bertanya padanya.
"Hana, kau pasti laparkan ?
Bagaimana kalau kita singgah makan, dulu sebelum melanjutkan perjalanan kita."
"Iya om, terserah om saja." Jawab Hana.
Sambil menunjuk, Ronal sudah mulai menepikan mobilnya.
Yuda turun lebih dulu, dan membukakan pintu untuk Hana.
Setelah itu Mereka menuju rumah makan, tetapi Yuda memegang tangan Hana, dan menariknya masuk.
deg. deg. deg.
Hana mulai berkeringat dingin.
Ya Tuhaaan, kenapa aku seperti ini. Perasaan apa ini, aaahk... aku tidak mengerti, masa bodo.
Dia om itu...!!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments