Rosalin Terluka

"Berhubung waktu menunjukkan pukul 8 malam, ayo mari kita langsung kemeja makan saja, kalian pasti sudah lapar kan, jangan sungkan anggaplah seperti rumah sendiri." Ibunya Yuda segera mempersilahkan tamunya untuk memasuki ruang makan.

Sedang Yuda, tanpa memperdulikan tamunya Yuda langsung berjalan menaiki tangga ke arah lantai dua kamarnya, dia pergi begitu saja tanpa berbicara pada Hana.

Sampai dikamar Yuda langsung melepas semua pakaiannya, Yuda mengambil baju mandi kemudian melilitkan ditubuhnya, sedikit berbaring di atas tempat tidurnya menghilangkan rasa letih setelah perjalanan.

"Hmmmp....

Saat ini, aku membawa gadis kecil itu dari desa, anak itu bagaimana mereka menjodohkan aku dengannya gadis belia, aku tak mungkin membawahnya ke kantorku, tak mungkin memperkenalkan dia pada teman temanku.

Untuk sekarang aku mungkin akan menyembunyikannya, beruntung dia memanggilku dengan sebutan om, biarkan saja aku akan menganggapnya adikku saja, aku akan sedikit menjahilinya." Yuda sedikit melamun di pembaringannya, saat melihat jam ternyata sudah setengah jam dia ada didalam kamarnya.

"Astaga mereka sedang menungguku."

Dengan cepat Yuda berlari ke kamar mandi membersihkan badannya yang terasa letih.

Dibawah sana orang orang sedang menunggu Yuda datang.

# Rosalin

Rosalin bicara dalam hatinya, sungguh bangga jika aku yang memiliki semua ini bukan Hana.

Aku sangat membencimu nenek kenapa kau menjodohkan Hana dengannya,

Kenapa bukan aku !

Apa kau berutang pada keluarga ini !

Kenapa kau tidak meminta bantuan pada kami keluargamu ada ayah dan ibu masih mampu memberimu uang dan kurasa nenek juga tidak perna kekurangan.

Hana, aku tak akan membiarkanmu hidup bahagia bersama orang orang ini, tidak akan... tidak akaaan...."

Kau tau Hana dari dulu aku tidak suka padamu karena Danu, kakek dan nenek mereka begitu sayang padamu, bahkan mereka memberikan kau pada lelaki kaya raya, sementara aku, mereka melupakan aku.

Aku tidak akan membiarkan semua ini, nenek maafkan aku, ini semua kau yang memulai, kau memberikan cucu kesayanganmu kebahagian, kalian memang tidak perna berbuat keadilan untuk aku.

Nenek terlalu memanjakan anaknya om Rafa, padahal ibunya Hana,tante saras dulunya waktu menikah nenek tidak perna merestui karena tante saras berasal dari keluarga tidak punya, bahkan om Rafa juga nekat keluar dari rumah hanya karena mengikuti istrinya itu.

Awas saja, sampai dirumah nanti aku akan menceritakan semuanya pada mama, dia pasti akan marah besar ke nenek yang selalu pilih kasih.

Bahkan di Rumah sakit Nugraha juga, Hanum adiknya Hana akan di operasi berada di ruang Vip kelas atas, mereka dapatkan uang dari mana kalau bukan nenek yang membiayai, atau jangan jangan Yuda yang membayar semuanya, sehingga Hana harus mereka tukar dengan biaya operasi Hanum.....

aku benciiiiiiiii... benciiii nenek...

Nenek hanya sayang pada Hana.

Owww tidaaak...

Aku masih punya waktu,sekarang inilah saatnya menghancurkan mereka, aku tidak akan tinggal diam.

#

Tidak lama pelayan datang sambil membawa nampan yang berisi minuman di atasnya, Rosalin langsung berdiri hendak mengambil minuman di tangan pelayan.Tiba tiba muncul ide licik di benaknya.

"Biar aku saja yang menuangkan minuman di atas meja kamu pergilah."

"Ja.. jaangan nyonya biar aku saja."

Pelayan menjawab terbata bata, sambil melihat kearah ibunya Yuda. Sedang ibunya Yuda hanya tersenyum saja.

"Biarlah sekali kali aku yang menuangkannya."

Rosalin langsung merebut teko minuman yang ada di tangan pelayan dengan keras...

Praaaaaak...

"Aduuuh sakit, " Rosalin meringis kesakitan.

Minuman itu jatuh tepat mengenai kaki Rosalin, Kakinya terluka hingga mengeluarkan banyak darah.

Pelayan yang masih berdiri disitu dengan gemetaran,segera memunggut dan membersihkan pecahan teko minuman yang berserahkan dilantai.

Ayah, ibunya Yuda dan Hana segera berdiri mendekati Rosalin.

Yuda yang baru saja membuka pintu mendengar keributan di bawah, dengan tergesa gesa turun kebawah.

"Ada apa ini kenapa kalian berkumpul disini ?" Yuda mencoba bertanya.

Ibu langsung menjawab. "Nak cepatan, cepatlah kamu ambil obat obatan dan kain kasa. Rosalin, kakinya terluka karena kejatuhan teko minuman yang dibawah pelayan tadi."

Mendengar Rosalin terluka, Yuda tidak menjawab apa apa, dia langsung berlari mengambil perlengkapan berupa obat obatan, gunting, betadine, kain kasa di kota P3K dirumahnya.

"Ini sudah ada, sini biar aku saja yang membantu mengobati lukanya." sambil mempelihatkan obat yang dibawah, Yuda menawarkan untuk mengobati Rosalin.

Mendengar Yuda yang akan membantu mengobati lukanya, Rosalin begitu bahagia, tidak sia sia dia bekerja keras menjatuhkan minuman dikakinya,meski harus terluka, tapi tak apalah.

Sambil tersenyum Rosalin berucap dalam hati. " Ini baru permulaan, sebentar lagi Yuda akan melupakan keberadaanmu."

"Ros, kamu duduklah dikursi itu, aku akan mengobati lukamu kemudian memberi perban pada lukamu." Yuda berbicara sambil menunjuk salah satu kursi.

"Aawww sakiit Yuda... pelan pelan." Rosalin sengaja merintih agar Hana melihat Yuda mengobati lukanya.

Sementara Hana, biasa saja, dia tak merasa cemburu sedikitpun. Hana hanya khawatir pada kakaknya Rosalin.

"Maaf ya, kamu harus menahannya, tunggu sebentar saja, aku akan membersihkan lukamu dulu, setelah itu aku akan memberinya obat kemudian aku akan beri kain kasa dan di perban setelahnya." Ucap Yuda.

Meski menahan sakit Rosalin tersenyum pada Yuda sambil menganggukan kepalanya.

"Om om, apa kakakku Rosalin boleh menginap untuk malam ini, kasihan dia terluka, aku khawatir padanya jika kak ros pulang malam malam." Hana bicara pada Yuda.

"Ya... aku setuju dengan Hana, untuk malam ini biarkan Rosalin istirahat disini." Ucap ayahnya Yuda.

Mendengar ayahnya sudah membuat keputusan, Yuda terpaksa menyatujuinya.

Setelah selesai mengobati Rosalin, semuanya sudah melanjutkan makan malam yang tadi sempat tertunda.

"Ini semuanya makanan favoritnya Yuda, kalian coba dan nikmatilah." Ibu berucap lagi.

"Enak tante aku suka, bahkan seleraku juga sama, suka makan makanan yang berminyak apa lagi udang kentucky ini aku suka bangeet, uuuum enaaak...!"

Rosalin bicara, sambil berbasa basi.

Hana diam saja sambil melahap beberapa makanan yang ada, tanpa ada malu malunya, Hana sudah menghabiskan makan dua piring makanan yang ada.

Sambil menikmati, bathin Hana berkata, "Aku hobi memasak, meski baru usia anak SMP aku bisa masak, tetapi tidak seenak ini, oooh... ini kali pertama makan makanan selezat ini."

"Pelayan apa kalian sudah membersihkan kamar yang akan di pakai menginap Rosalin dan Hana." Ibunya Yuda coba bertanya pada pelayan.

"Baik nyonya besar, semuanya sudah siap." Jawab pelayan.

"Hana bawah kakakmu kekamar atas disamping kamar Yuda itu, kalian beristrahatlaah. " Ucap ibu.

Hana segera mengajak Rosalin, kesempatan rosalin merintih kesakitan lagi.

"Kalau kalian tidak keberatan, sini biar akulah yang membopong Rosalin keatas. Hana kau masih terlalu kecil untuk membopongnya, biar aku saja." Yuda berucap sambil memberi tawarannya.

Yuda mengantar Rosalin dan Hana sampai dikamar mereka.

Saat sampai di dalam kamar, Yuda ingin beranjak pergi, namun Rosalin menggenggam tangannya. "Yuda terimakasih kamu telah mengobati lukaku dan membopongku sampai dikamar ini."

"Ros sudahlah, aku tidak masalah, asal lukamu cepat sembuh,"

Yuda menjawab sambil melirik lirik Hana, Sengaja Yuda mengikuti permintaan Rosalin karena ingin mengerjai Hana dan melihat reaksinya, Namun Hana diam saja dia bahkan cuek, tak ada reaksi sama sekali, dengan yang orang dewasa lakukan didepan matanya, baginya dia hanyalah anak kecil.

Melihat itu Rosalin semakin bahagia, ternyata segampang itu mendekati Yuda. Bahkan dia rela menginap sekamar dengan Hana, hanya demi Yuda.

"Pelan pelan aku akan mendapatkannya." Ucap Rosalin dalam hati.

"Kalian istirahatlah disini, aku tidak bisa terus menemani kalian dikamar ini, Besok banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan." Yuda berucap lagi.

"Baiklah Yuda, kami tak akan mengganggumu,"Jawab Rosalin.

Setelah berpamitan Yuda berlalu pergi menuju kamarnya yang ada di samping kamar mereka.

Sampai dikamar Yuda kembali menghempaskan tubuhnya di atas kasur.

"Apakah memang kau tidak ada perasaan sedikitpun padaku Hana, salahkah aku berperasaan seperti ini, aku tahu kamu hanya anak kecil yang belum perna merasakan apa itu cinta.

Sebenarnya seberapa istimewa kamu Hana !

Apa yang kamu fikirkan saat ini, aku tahu dari raut wajahmu kau terlihat begitu banyak memikul beban.

Apa karena perjodohan, ataukah karena sekolahmu itu."

Yuda bebicara sambil fikirannya melayang layang entah kemana, memikirkan Hana.

Tidak terasa Yuda sudah tertidur pulas.

Bersambung.....!!!

Dukung author yaa, jangan lupa vote dan like terus kaka.

Terpopuler

Comments

Nenie desu

Nenie desu

jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak kak dinovel aq 😇🤗🙏

2022-08-15

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!