Danu yang masi tertidur disofa baru saja bangun dari tidurnya, karena sinar matahari pagi yang masuk melalui pentilasi ruangan mengenai wajahnya. Waktu telah menunjukkkan pukul 09.00 pagi. Dia bangun kesiangan karena tubuhnya yang sangat lelah, merawat adiknya. Tengah malam Hana demam tinggi dan banyak menggigau, suhu tubuhnya sangat panas, namun sampai sekarang Hana belum juga menunjukkan tanda akan sadar.
Tok... tok... tok
Suara pintu di ketuk membuatnya kaget.
"Danu, maaf mengganggumu, sebelum ke kantor, aku sengaja datang kesini.
Ini makanan, masih hangat, makanlah, aku tahu kau belum makan. Kulihat tubuhmu sangat lelah.
Aku juga ingin melihat wajah adikmu itu, wajah anak masa depan bangsa yang membuat aku kagum. Selama ini aku hanya bisa mendengar dari ceritamu saja." Ucap sahabatnya Yuda sambil memberikan kantongan kresek yang dibawahnya.
Danu menerima bungkusan makanan itu, lalu segera melahap makanannya, karena memang dia sudah sangat lapar, sambil berbicara lagi.
"Saat ini aku sangat sedih dan bingung, atau aku kabari saja kedua orang tua Hana di kampung ?"
"Tunggulah sebentar lagi Danu, aku rasa Hana akan siuman, kata dokter semalam, dia hanya mengeluarkaan banyak darah, mungkin itu yang membuat Hana belum sadar."
"Hari ini sangat banyak pekerjaan, aku tidak bisa mem bake-up pengiriman barang ke Cina. "
Sudahlah....
Kamu tenang saja Danu, biar aku saja yang membereskan semuanya. kalau begitu, aku pergi dulu." Ucap sahabatnya Danu sambil berjalan keluar dari ruangan.
Ditempat lain, Rosalin dan mamanya Serina sedang asik berpesta dengan anak buah mereka, karena merayakan kemenangan atas hilangnya Hana.
Rosalin berfikir, "sebentar lagi aku akan berusaha mendekati Yuda, aku akan melakukan segala cara untuk mendekatinya." Ucapnya sambil meneguk minuman yang ada di tangannya.
Serina juga melakukan hal yang sama dengan anaknya Roslin, hingga dia lupa kalau hari ini akan berkunjung ke kediaman ibunya Yuda.
Sedang di Kediaman rumah utama, asisten Ronal baru saja masuk, sambil membawa berkas di tangannya.
"Tuan, aku sudah menemukan identitas pemilik mobil yang membawa Hana dan kakaknya.
Mereka adalah pemilik Bar ternama yang ada di kota ini, Bar 203. Aku juga telah melacak beberapa informasi tentang mereka, orang ini punya aset perusahaan diluar negeri tuan, akan tetapi ada orang lain yang melindungi mereka, sejauh ini hanya itu yang bisa kudapatkan.
"Segera atur, aku tidak ingin menunda waktu Ronal, sampai sekarang belum ada kabar tentang Hana. Bagaimana caranya bisa masuk kesana, suruh orangmu agar menyiapkan ruang khusus V VIP untuk kita."
Hari ini aku sengaja tidak pergi bekerja. bagaimana pun caranya Hana harus ditemukan, kalau sampai terjadi sesuatu dengannya aku tidak akan bisa memaafkan diriku Ronal
Segera Ronal menelpon anak buahnya. Dan berangkat dengan bosnya Yuda menuju Bar 203.
Sesampainya disana satpam yang menjaga pintu masuk segera meminta kartu akses untuk masuk, Ronal yang sudah mengetahuinya, langsung saja memperlihatkan kartu mereka.
" Selamat datang di tempat kami. Tamu V VIP khusus, mari saya antar tuan." Ucap salah seseorang wanita yang baru saja datang menghampiri mereka.
Yuda, Ronal, dan beberapa pengawalnya langsung saja mengikuti wanita itu, mereka mengantarkan sampai diruangan yang sudah disiapkan oleh orang suruhan Ronal.
"Tuan disini ada pulus pulus yang sudah disediakan, apa anda berniat mencobanya ?" Ucap wanita mudah itu.
Dengan wajah dinginnya Yuda menjawab.
"Aku tidak ingin bebasa basi denganmu. katakan saja apa itu." Sambil menarik kerah baju wanita itu.
"Tuan, maksud mereka pulus pulus itu, apa anda butuh ditemani wanita."
"Aku tidak berselera dengan kalian, cepat panggilkan bosmu, aku tidak punya banyak waktu saat ini."
Wanita itu gemetaran sambil keluar ruangan, kemudian di menghadap ke atasannya dan menceritakan semuanya.
Setelah lama menunggu akhirnya seseorang datang.
"Hebat... hebat... Yuda....
Akhirnya kau datang juga tanpa ku panggil, tidak sia sia aku menggunakan orangku menculik wanita wanitamu. Ucap pemilik Bar itu, sambil bertepuk tangan."
"Brengseeek...
Ternyata kau Wahyu, cepat katakan dimana dia, atau hidupmu akan berakhir disini."
"Yuda, Yuda kau memang bodoh, sekali kau bergerak maka kau yang akan mati, kau lupa ini tempatku."
Mendengar ucapan pemilik bar, para pengawal Yuda, lansung menodongkan senjata api.
"Kalian ingin main main denganku."
Seketika lampu ruangan berwarna merah, dan senjata api mulai keluar dari berbagai sudut ruangan.
Melihat itu, Yuda sangat marah.
"Aku tidak takut padamu, hanya saja mengingat keluargamu hingga aku tak akan melawanmu.
Katakan apa yang kau inginkan ?"
"Aku ingin kau berikan saham yang kau investasikan diLuar Negeri di bagi denganku."
Aku tidak peduli, ambil saja jika kau menginginkannya, asistenku Ronal akan mengurusnya. katakan, dimana gadis yang kau culik itu ?"
"Semakin hari aku melihatmu semakin bodoh, mana aku tau mereka dimana, bukannya kau telah melumpuhkan seluruh anak buahku... "
"Apa...!!!
Mereka sudah tidak bersamamu, Wahyu jangan bermain main denganku. Jika tidak kau tak akan mendapatkan keinginanmu. Perjanjian dibatalkan, Yuda keluar dari ruang V VIP sambil membanting pintu."
Wahyu adalah anak dari Pamannya Yuda, selama ini mereka memang tidak perna akur, bahkan kebenciannya pada Yuda semakin bertambah, disaat Kakek mewariskan seluruh sahamnya yang ada di luar negeri kepada Yuda, asalkan Yuda mau menerima gadis desa yang usianya masih belia, sesuai perjanjian kakeknya Yuda, dengan nenek Sima, yang saat itu telah banyak berjasa dan menolong kedua orang tuanya Yuda. Hingga timbul kebencian saudara sepupunya wahyu.
Saat mengetahui Yuda telah membawah gadis desa itu kerumah orang tuanya, maka disitulah Wahyu mengincar, dan berniat menculik Hana, hingga akhirnya anak buahnya Wahyu diserang orang lain. Tidak ada yang mengetahui keberadaan Hana saat ini.
"Sial siapa yang berani bermain main denganku." Saat ini Yuda terlihat kesal dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, apa lagi wahyu anak pamannya yang dari dulu sangat berambisi ingin mendapatkan saham sahamnya di Luar Negeri.
Wahyu yang masih berdiri memikirkan sebentar, siapa yang berani menggunakan kesempatan ini untuk menghancurkannya dan mengadu domba dirinya dengan Yuda.
Sementara dirumah sakit akhirnya Hana sudah siuman. Ketika membuka kedua matanya, di depannya sudah ada Danu.
"Aku dimana...
kak Danu, ini benaran kak Danu ?"
Sambil berusaha bangun Hana mengangkat kepalanya tetapi rasanya sakit sekali.
"Hana, kamu dirumah sakit sudah dua Hari kamu baru saja sadar.
Jangan terlalu banyak bergerak kepalamu masih terluka. "
Terpaksa Hana diam, sambil mengingat kejadian dirinya kenapa ada disini, sedang berlari dan ditabrak.
Tiba tiba Hana menangis dan beteriak.
"Kakak aku takut.... Aku takuuuut kakak"
"Hana tenanglah tidak ada apa apa disini sudah ada kakak Danu, kamu kenapa nanti cerita ke kakak lagi ya." Danu berusaha menenangkan Hana.
Hana menangis sambil memohon pada Danu agar jangan meninggalkannya sendirian.
"Kenapa bisa kak Danu ada disini ?
Tanya Hana.
"Ceritanya panjang, aku yang menabrakmu Hana, tetapi aku tidak sengaja, karena kamu tiba tiba ada didepan mobilku, kamu keluar dari area perkebunan sambil berlari.
Aku justru yang ingin bertanya padamu, kenapa kau meninggalkan desa Hana, apa yang terjadi padamu."
Hana mulai mengingat bagaimana dan menceritakn semua pada Danu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
Harniah Harny
aku mampir lagi ya, semangat terus
2022-10-29
0