Ikut pergi

"Kau harus pergi Hana, ini sudah menjadi keputusan Kakek dan nenekmu.

Maafkan ayah dan ibumu tak mampu berbuat banyak untukmu.

Nenekmu banyak berhutang budi pada keluarga Yuda, itu sebabnya dia membalas kebaikan orang tua Yuda.

Memintamu untuk menjodohkannya dengan Yuda.

Sementara aku dan ibumu punya hutang yang banyak kepada nenekmu.

Itu semua karena adikmu yang lagi terbaring di rumah sakit, butuh biaya operasi yang sangat besar.

Rumah kita adalah jaminannya."

Sambil meneteskan air mata, ayah berbicara dan ikut ibu berhamburan memeluk Hana.

Tidak rela iya melepaskan putri yang begitu disayanginya ini, selama ini anaknya tidak perna mengeluh dengan semua kekurangannya.

Kini Hanalah yang menanggung semuanya, bahkan tidak ada yang memikirkan masa depannya lagi, Hana adalah anak yang tergolong cerdas disekolahnya, Hana selalu mendapat juara, bahkan sampai saat ini dia sekolah karena beasiswa yang di dapatnya dari sekolah, dan Danu yang selalu menyiapkan segala perlengkapan alat tulisnya, Danu juga sering mengirimkan uang jajan untuk adiknya Hanu.

Bahkan uang itu selalu di pakai mencukupi orang tuanya untuk kebutuhan mereka sehari hari. Mengingat semua itu ayahnya semakin memeluk erat Hana.

"Maafkan Ayah dan ibu nak belum bisa meberikan kamu yang terbaik. Sekarang berbahagialah dengan yuda." Ucap ayah.

"Tap... tapi...tapi ayah ibu,

Bagaimana dengan sekolah ?

Hana tidak mau berhenti sekolah ayah, sebentar lagi akan di adakan ujian akhir. Lagian Hana takut sama om om itu."

Keputusan ini sangat berat bagi Hana, demi kebaikan semuanya dia terpaksa melakukan ini.

"Besok aku akan pergi ke sekolah Hana, kau jangn berhenti dulu dari sekolahan.

aku yang akan bicara dengan gurumu." Jawab ayah lagi.

"Bicaralah dengan Yuda, sesampainya kalian di kota. Ikutlah dengan mereka, kurasa dia orang yang baik.

Katakan soal sekolahmu, mungkin Yuda punya solusinya."

Hana masih merengek memeluk erat ibunya

"Ayo, kita turun kebawah, semua orang telah menunggumu," ucap Ayah.

Hana perlahan meredahkan tangisannya.

Rasanya rapuh, hancur seperti tak ada kehidupan lagi,

"Ya Tuhaaan... Kuatkan Hana menjalaninya.

Kulakukan ini demi adikku yang terbaring lemah di sana, agar ayah dan ibu tidak kehilangan rumah tempat tiggal kita.

Rumah itu adalah hasil jerih payah orang tuanya tak rela jika harus kehilangan semuanya."

Biarlah Hana mencoba dengan mengikuti keputusan Yuda. Aku senang melihat keluarga, dan orangtuaku bahagia.

#

Di ruang tamu sudah banyak keluarga yang duduk menanti kedatangan Hana.

Dipintu utama saat masuk, Yuda dan orang tuanya sedang duduk menunggu Hana, ada nenek dan kakek yang menemani.

Langkah kaki Hana semakin melambat melihat banyak keluaganya dirumah nenek yang masih berkumpul.

Hana dan kedua orang tuanya terpaksa, memenuhi keinginan kakek dan neneknya untuk menginap disini.

"Ayo Hana, siapkan dirimu," kata ibu.

#

Asisten Yuda yang akan menyetir mobil kali ini, langsung merapikan koper milik Hana.

"Bagaimana apakah semuanya sudah kau bereskan Ronal ?"

Tanya Yuda kepada asistennya.

"Sudah tuan, kita tinggal siap untuk berangkat. "

"Baiklah, aku akan berpamitan, kau tunggulah di sini Ronal."

"Iya tuan Yuda, apakah anda akan membawa nona kecil itu ke kota?

Bagaimana anak sekecil itu bisa jadi jodoh anda, yang benar saja." Ledek Ronal.

"Coba ulangi perkataanmu tadi Ronal, akan ku congkel matamu kalau kau terus meledekku".

Ronal berkata, "Tuan segitu saja marah, jangan jangan jatuh cinta pandangan pertama."

Bruaaaaakkk......

Satu tinjuan mendarat di perut Ronal.

"Coba kau ulangi lagi bicaramu, aku benar benar tak segan membunuhmu ."

Sambil memegangi perutnya, memekik kesakitan, Ronal berucap lagi, "maafkan aku tuan."

#

Didalam ruangan Hana menangis memeluk satu persatu orang yang ada disitu.

Tak mampu Hana banyak bicara lagi, hanya air mata yang mampu dia keluarkan, sebagai gambaran dia tak rela pergi dari Desanya ini, tempat dimana Hana di lahirkan.

Orang tua Yuda sudah ada di belakang Hana.

"Tolong jagalah Hana bu, kutitip dia pada kalian, bimbinglah dia, tegur jika melakukan kesalahan, bagiku dia hanya anak kecil yang butuh kasih sayang orang tuanya." Ucap ibu Hana.

"Tenanglah bu, kami akan mengaggap Hana seperti anak kandung kami, karna dia adalah jodoh Yuda, sudah sepantasnya kami menjaganya."

Yuda masuk sambil berucap, "Semuanya sudah siap 15 menit lagi kita akan berangkat, setelah Ronal membereskannya. "

Yuda besalaman sambil berpamitan pada ayah dan ibu Hana, begitu juga pada kakek dan nenek.

Kakek bicara " Yuda, jagalah cucuku dengan baik disana, aku tak mau kau menyakitinya."

" Iya kakek aku berjanji untuk itu ".

Mendengar Yuda bicara, hati kedua orang tua Hana merasa sedikit tenang. Setidaknya Yuda telah meyakinkan mereka.

"Ayo nak kita berangkat, hari sudah semakin siang."

Hana hanya menganggukan kepalanya, keberaniannya untuk berbicara sudah tak ada lagi.

Kakek, nenek dan kedua orang tua Hana berjalan mengikuti langkah orang tua Yuda, akan mengantar mereka di halaman depan rumah.

Tunggu...!!!

Tiba tiba semua mata melihat ke atas lantai dua rumah ini.

Sambil memegang kopernya Rosalin berkata, "Apa aku bisa ikut di mobil kalian, kebetulan kita searah, aku juga tinggal di kota yang sama."

Melihat itu nenek sangat marah. sambil membentak, nenek bicara.

" Rosalin... apa kau tidak melihat adikmu Hana akan pergi, ini bagian dari acara perjodohannya. Kenapa kau mengganggunya."

Ibu Yuda menggenggam tangan nenek, "Biarkanlah, Rosalin ikut bersama kami, kasihan Hana, dia diam terus, Rosalin bisa menghiburnya, sepanjang perjalanan ini.Lagian kami mengendarai 2 mobil"

"Adikku Hana kau tak keberatankan, kalau aku ikut dengan kalian kan," ucap rosalin.

Hana tetap tak bicara, dia hanya menatap Yuda.

"Baiklah,ayo semuanya kita berangkat."

Dalam hati Hana berfikir, kenapa tiba tiba kakak Rosalin baik padanya selama ini yang dia tahu Rosalin sangat membencinya, Apa mungkin karena dia akan di bawah oleh keluarga Yuda...

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Vhyna

Vhyna

thanks kk, siap kak, saling suport kak, semangat ju ya 😘😘

2022-08-08

1

✨🥀Dhe carissa RCA🥀✨

✨🥀Dhe carissa RCA🥀✨

Hai kak ,, aku mampir ya ... dan baca nya aku stengah dulu ,? semangat untuk karya mu🤗🤗💪💪💪💪

2022-08-08

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!