Setelah Yuda keluar dari kamarnya, dia melihat kamar Hana masih tertutup rapat.
"Jam segini anak itu masih tidur, astaga benar benar pemalas, prestasi apa yang kau dapat dari sekolahmu itu, kalau bangun kesiangan." Gumannya saat turun sarapan bersama keluarga.
" Ibu, besok aku akan pulang ke apartemen, aku juga akan membawa Hana pulang denganku. Dia akan jadi tanggung jawabku, tolong katakan pada ayah." Ucap Yuda.
Hana yang baru saja bangun ketika melihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul 8.00, dia terlambat bangun karena masih membaca bukunya semalaman.
Langsung saja Hana bergegas masuk ke kamar mandi. Setelah membersihkan diri dan memakai pakaian yang di belikan ibunya Yuda kemarin, Hana terlihat sangat grogi, karena ini kali pertama. Tidak biasa dia memakai dres selutut ini, di desa dia hanya memakai kaos oblong dan celana jeans.
Sambil keluar dari kamarnya, Hana coba memperhatikan semua orang tetapi yang ada hanya pelayan yang sibuk merapikan meja makan.
Kemudian salah satu pelayan menghampirinya.
" Nona, nyonya besar menyuruh anda untuk sarapan dulu, setelah itu nyonya besar menitipkan pesan kalau nona tidak perlu melakukan pekerjaan, nona juga disuruh keruang tengah. disana ada nyonya besar menunggu.
Sekarang silahkan nona sarapan."
Sambil duduk,Hana menjawab pelayan itu.
"Aku akan menyusul ibu setelah ini. "
Saat Hana selesai sarapan langsung saja dia pergi ke halaman belakang disana ada Ayah dan ibunya Yuda sedang mengobrol.
" Ibu maaf aku mengganggu kalian, apa kau memanggilku? "
"Kemarilah nak, ada hal yang ingin ibu katakan. Besok Yuda akan pergi dari rumah ibu, dan kau juga akan ikut bersamanya. Kalian akan tinggal di apartemen Yuda."
"apa..?
Maksudnya di apartemen berdua dengan om Yuda bu." Hana mulai merasa tidak tenang memikirkan akan tinggal berdua.
"Untuk itu kami juga sudah mendiskusikannya dengan nenekmu, barusan kami telpon dan dia menyetujui." Sambung ayah.
"Kau tidak bisa membantah Hana, ini adalah keputusan Yuda membawamu, mungkin dia hanya ingin mengenalmu."
Deg... deg... deg...
Jantung Hana mulai bergetar tidak karuan mendengar ucapan kedua orang tuanya Yuda.
"Yuda adalah anak baik baik, kau jangan berburuk sangka padanya, hari ini pergilah berkemas barangmu. Bahkan diusianya yang semakin tua dia tidak perna memikirkan soal wanita, selama ini Yuda hanya sibuk bekerja, itu sebabnya orang orang berfikir dia lelaki dingin yang kejam.
Kami menjodohkanmu dengan anakku karena sudah menjadi perjanjian dengan nenekmu saat beberapa tahun lalu." Jelas Ayah.
"Permisi bu, satpam menelpon ada keluarganya nona Hana datang berkunjung.
Apa pintu gerbangnya harus dibuka ? "
Ucap salah satu pelayan yang datang menghampiri.
Sebelum menjawab ayahnya Yuda sudah membuka layar monitor di handphonenya.
Itu disana terlihat ada Rosalin dan ibunya datang.
Buka gerbangnya dan suruh mereka masuk, ayo kita menyambut kedatangan mereka.Tukas ayah, sambil berjalan menyambut tamunya.
Hana kita temui keluargamu, sambil berucap ibu menarik tangan Hana.
Terlihat Hana kebingungan, kenapa tantenya ikut kak Rosalin datang berkunjung.
" Apa tante akan marah pada Hana seperti kejadian kemarin. "
Hana menunduk ketakutan dihadapan tantenya.
"Hei Hana, ini kak Ros aku dan mama datang mengunjungimu karena aku dan mamalah yang bisa menemanimu disini, semuanya ada di kampung, keluargamu satu satunya hanya kami yang bisa menjagamu, untuk itu mama sampai ikut denganku. Lalu kenapa kau terlihat murung..."
Hana lalu bangkit sambil menyalami tantenya dan kak Rosalin.
"Bu, kenalkan ini mamanya kak Rosalin, tanteku juga"
" Kenalkan aku mamanya Yuda dan ini Ayahnya." Ibu memperkenalkan dirinya.
Tante Serin menanggapi kembali,
"Rosalin telah bercerita banyak tentang kalian, senang bisa bertemu dan akan menjadi bagian dari keluarga ini."
"Ayo masuk kita duduk dan bercerita disana."
"Hana kenapa kau tidak memberi kabar pada tante, tentang ini, untung saja kakakmu Rosalin menemani." Tante Serin bertanya pada Hana.
"Sudahlah, jeng sudah berada disini, mungkin Hana lupa." Ibunya Yuda berusaha mencairkan suasana.
"Bu boleh aku membuat minuman untuk kak ros dan tanteku. "
"Jangan Hana, kau tak perlu repot membuatnya, disini ada pelayan yang menyiapkan segalanya." Ibu langsung memotong mendengar ucapan Hana. Dia takut kejadian Hana memasak seperti kemarin terulang lagi.
"Apa aku bisa mengajak adikku Hana berkeliling disekitar sini tante." Rosalin bertanya pada ibunya Yuda.
"Pergilah nak jangan terlalu lama, aku dan ibumu akan mengobrol disini."
Rosalin merasa ada kesempatan, segera dia mengirimkan tanda posisinya saat ini kepada anak buahnya.
"Ikuti aku sekarang. " perintah Rosalin pada anak buahnya.
Sementara Hana sangat bahagia menghabiskan waktu dengan kakaknya, hingga tidak disadari ada sebuah tangan kokoh menggenggam paksa lengannya.
Hana coba melepaskan diri, tetapi mulutnya keburu ditutup, hingga tidak sadarkan diri, sebelumnya dia juga melihat kakaknya Rosalin sudah di tahan dan di bekap mulutnya.
Karena tidak ada yang mengawasi orang orang itu segera mengambil mobil mereka dan membawa Hana dan Rosalin pergi dari area sekitar rumahnya Yuda.
Sementara anak buahnya Rosalin yang dikirimkan titik lokasi terakhir, tidak mendapat bosnya di tempat.
"Kemana nyonya saat ini, pantas saja titiknya tidak bergerak, telpon genggamnya jatuh tergeletak disini.
Aku merasa ada yang tidak beres, segera selidiki tempat ini secepatnya, kita cari bos kita." Ucap salah satu dari anak buah Rosalin.
"Bos, kami tidak menemukan apapun disini, ayo kita kembali."
"Tunggu...
Sebelum kita masuk ada sebuah mobil yang keluar dari area ini, apa mungkin itu bos kita ?
Sebaiknya kita cari cctv yang ada di area jalanan ini, pasti ada, segera temukan cepaat."
"Apa sebenarnya yang terjadi, apa bos kita dalam bahaya, hingga mengirimkan lokasi titik ini." Ucap salah satu anak buah Rosalin, sambil berfikir.
"Bos, kami sudah menemukan cctv disini." Salah satu dari mereka berteriak lagi.
"Masuk kemobil, kita tidak perlu berlama lama disini, sesuatu telah terjadi, sebelum kita sampai, aku menemukan sendal ukuran kecil tergeletak disana.
Periksa cctvnya di mobil cepat."
Sementara Rosalin dan Hana dibawah ke sebuah bangunan tua. Ketika mereka tersadar, tangan dan kaki mereka sudah terikat.
"Kakak, tempat apa ini aku sangat takut, kenapa orang orang itu menculik kita, apa sebenarnya mau mereka."
Rosalin tak menyangka dia ikut terjebak dengan Hana di ruangan ini.
Sebelumnya dia telah mengabari anak buahnya, tetapi kenapa dirinya juga ikut disekap disini, siapa sebenarnya orang yang berani menculik mereka di area sekitar rumah utama kediaman rumah Yuda, apa motif mereka, Rosalin juga tidak tahu.
Hana semakin takut, tidak terasa air matanya mulai berjatuhan.
"Diamlah Hana, bukan waktunya untuk menangis,kamu berisik bangat sih, lihat disana ada dua penjaga yang sedang mengintai kita.
Sekarang fikirkan caranya kita bisa lolos dari sini, jangan sampai mereka tahu kalau kita sudah sadar.
Awas mereka mendekat cepat tutup matamu kita berpura pura pingsan."
Saat mereka kembali, terdengar dari luar ada letusan senjata api, dua penjaga yang berjaga berlari keluar membantu yang lain menyerang musuh.
Bouggght..... bouggght....
Suara orang sedang menghajar seseorang terdengar jelas.
Cepat kalian masuk, cari nyonya ada dimana, saat ini, mendengar suaranya, Rosalin mengerti kalau itu anak buahnya yang sedang menyelamatkannya, tapi dari mana mereka mengetahui tempat ini.
Merasa keadaan sudah di ambil alih anak buah Rosalin, segara Rosalin berteriak, kemudian anak buahnya membuka semua tali penyekapan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
intan nur aini
ijin promo bisa ?
jdul : you and me
thor ; intan nur A
kiaah cinta ipa dan ips
2022-08-04
1