Yuda segera berdiri meninggalkan Rosalin tanpa menghiraukannya.
"Maaf nona, aku harus segera pergi dari ruang ini."
" Wooy.... anda siapa, ini rumah keluargaku, berani menolak jabatan tanganku, awas saja. Nanti akan ku adukan pada nenek."
Ucap Rosalin sambil berteriak.
"Sial baru kali ini ada yang berani, menolakku, dimana aku berada tak perna aku di tolak oleh lelaki.
Kalau di lihat ganteng juga anak itu dari penampilan sepertinya dia juga bukan orang yang tinggal di desa ini.
Aku akan cari tau, dan coba mendekati nenek, akan aku buat kamu membayar mahal untuk perkenalanku yang kau tolak tadi. Ha. ha. ha...."
Rosalin tertawa sambil berbicara dalam hati.
##
Di luar Yuda terus berjalan di kerumunan banyak orang, sampai dia bertemu kedua orang tua dan nenek juga kakek Hana yang sedang mengobrol.
"Yuda, kesini nak," ucap nenek.
Bagaimana..!
"Apa kalian sudah berkenalan Yuda ? Kemana Hana, dia tidak ada bersamamu...!"
"Oh iya nek..., Yuda saat ini sedang berusaha, maafkan aku nek, saat ini aku mungkin belum bisa membawa Hana ke kota."
Dengan raut wajah sulit di artikan, ayah langsung bicara.
"Yuda, bukannya ayah sudah katakan kau harus membawah jodohmu itu ke Kota."
Nenek langsung memegang tangan Yuda.
"Ada apa nak ?
Kenapa kau tdk ingin membawahnya !
Apa yang sudah Hana katakan padamu."
"Maaf bukannya begitu, Hana tidak mengatakan apa apa. Yuda memang berjanji pada ayah untuk menerimanya, Ya... aku siap ayah.
Hanya saja tidak adakah di antara kalian semua melihat Hana masih bersekolah di SMP kelas 3. Aku tidak bisa memaksanya, aku tidak ingin merenggut masa remajanya, dimana Hana harus bergaul dengan anak anak sebaya dia."
Mendengar penuturan Yuda, seketika semuanya diam.
"Lalu, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya, setelah kamu katakan berjanji pada ayah."
"Tenanglah ayah, aku yang akan selalu datang ke kota ini..."
"Tidak Yuda, tidak bisa.
Kamu tau apa pekerjaanmu, apa tugasmu, ayah tidak akan mengizinkanmu selalu datang ke Desa. Kamu harus membawa Hana ikut ke Kota, tidak ada lagi alasan lagi untuk itu."
Yuda membisu.
##
"Nenek...Kakek....
Aku mencari kalian. Aku sangat merindukan nenek dan kakek.
Aku berkeliling memasuki seluruh ruangan rumah ini hanya untuk mencarimu, eh ternyata nenek dan Kekekku ada disini."
Kata Rosalin sambil memeluk neneknya dari belakang.
Nenek tersenyum dan membalas pelukan Rosalin.
"Kenalkan ini Rosalin cucuku, dia anaknya Serina dan anak pertama saya Romi.
Ibunya tidak sempat hadir disini karena beberapa bulan lalu baru saja kehilangan suaminya."
Ucap kakek sambil menarik cucunya.
Rosalin bersalaman dengan ayah ibunya Yuda.
Tanpa sadar mata Yuda sedang kesana kemari mencari Hana, tetapi orang yang di cari tak kunjung di lihatnya..
"Aduuh...."
Ibu menyenggol bahu Yuda dengan sangat keras, hingga membuatnya hampir terjatuh.
"Eh... eh... iya, maaf....
Apa boleh aku Ke halaman belakang ?
Aku ingin menghirup udara segar di desa ini, kelihatannya masih sangat alami, pohon dan perkebunan disini benar benar masih asrih nek."
Nenek menjawab, "pergilah nak, jangan lupa ajak Hana..."
Deg deg...Haaaaa....
"Kenapa juga nenek menyuruh mengajak Hana, itukan dia masih dibawah umur.
Kenapa bukan aku saja yang disuruh menemani lelaki ganteng itu." Ucap Rosalin dalam hatinya.
Wajah cemberut itu nampak terlihat dari wajahnya dengan menyembunyikan rasa penasarannya.
#
Sementara Yuda pergi begitu saja tanpa memperdulikan Rosalin daan mereka yang berdiri disitu.
"Nak maafkan anak tante yah, sifatnya Yuda memang begitu dia tegas dan tidak perna berdekatan dengan wanita."
"Oh.... Jadi namanya Yuda, terus apa hubungannya dengan Hana ?"
Batin Rosalin.
"Iya, tidak apa apa tante aku maklumi kok. Aku juga senang bisa kenalan dengan tante."
Dari kejauhan terlihat ayah dan ibunya Hana sudah mendekat ke arah mereka, karena nenek memanggil.
Ada juga keluarga lainnya yang disuruh mendekat, termasuk ayah dan ibunya Danu.
"Aku sengaja mengumpulkan kalian semua. Setelah membuat kesepakatan tentang perjodohan Hana dan Yuda, besok pagi Yuda dan keluarganya akan membawa Hana tinggal di kota.
Rafa, tugas kamu dan Saras bujuk Hana agar dia mau ikut kekota bersama Yuda dan orang tuanya."
Kata nenek sambil menunjuk tangan ke orang tua Yuda.
Rosalin mematung mendengar perkataan neneknya itu....
"Apaan sih nenek, masih anak ingusan saja pake acara di Jodohkan segala... Gilaaa... adat istiadat apaan masih bau kencur sudah pake jodoh jodohan segala....Hahaha...."
Sambil menahan amarah Rosalin tertawa dalam hati.
"Kita lihat saja apa si anak ingusan itu bisa bertahan atau tidak, apa lagi kan usianya jauh beda, cocoknya di jadikan ponakan atau anak angkat saja....
Nek, nenek tidak lihat apa, yang cocok sama Yuda itu aku nek, lihat gayaku cantik, tinggi, putih, umurku oke, menurut aku sepadan sama aku kaliiii nek...!
Dasar orang orang desa yang bodoh," makian terus terlontar di dalam hati Rosalin.
"Awas saja kamu Hana, aku akan buat Yuda menyesal memilihmu.
Kebetulan kita satu kota, disana tidak akan ada yang melindungimu. Danu juga berjauhan tempat tinggalnya denganku meski satu kota tetapi dia menetap di Bandung mengurusi usahanya itu. Jadi aku akan bebas mengerjaimu nanti."
#
Yuda sudah berkeliling dua kali di rumah besar ini mencari Hana.
Alasannya ingin menjelaskan janjinya tadi kalau tidak akan membawah Hana.
Namun yang di cari belum juga terlihat batang hidungnya.
Tiba tiba Yuda mendengar suara lelaki sedang berbisik bisik dan tangisan seorang wanita.
Diam diam Yuda mendatangi halaman belakang rumah.
Banyak bunga bunga dan pohon yang bertebaran di sana, angin berhembus sepoi sepoi, membuat siapa yang merasakannya menjadi sejuk.
Yuda mencari sumber suara yang tadi.
Ternyata di bawah pohon besar itu, ada lelaki dan wanita sedang berpelukan, sambil menangis dan duduk di kursi yang panjang itu.
Sepertinya si wanita sedang bercerita sesuatu...
Yuda semakin mendekat, saat melihat pakaian dan rambutnya.
"Itu seperti Hana !" Ucapnya...
Tanpa pikir panjang Yuda semakin mendekat ke arah mereka, tetapi tidak berani menampakkan wajahnya.
Tanpa Hana sadari, disitu sudah ada Yuda.
Orang yang dari tadi diceritakannya sambil menangis tersedu sedu...
"Ternyata anak itu curhat pada orang itu, tapi siapa laki laki itu kelihatan itu ?
Bukan ayahnya, dia masih terlihat bugar dan mudah, bahkan kalau di lihat dari postur tubuhnya atletis.
Kalau aku bisa memperkirakan dia lebih mudah dariku. Mungkinkah itu temannya atau pacarnya."
Sudah, sudah..... aaahhkk !
Kenapa ini, aku kesini bukannya untuk menguping, aku datang kesini mau bertemu Hana untuk menceritakan masalah keberangkannya denganku nanti tetapi mungkin anak kecil itu masih sibuk atau apalah.
Aaahhk sudahlah tak penting." Yuda bicara dalam hati sambil meninggalkan tempat itu.
Bersambung.....!!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
Harniah Harny
kita saling mampir ya, saya sangat senang kalau kita sama2 sukses.. semangat
2022-10-27
1