Berita Akurat

Mobil Sport Lamborghini Huracan Performante Spyder milik Yuda memasuki area perusahaan.

Mobil ini adalah mobil yang hanya dimiliki oleh dua orang Konglomerat yang ada di Jakarta, salah satunya adalah Yuda Nugraha, pemilik perusahaan Abadi Group Corporation, sebuah perusahaan yang memproduksi beberapa mobil mobil mewah, bahkan perusahaannya sangat terkenal dimana mana.

Woow kereend mobil sport favoritnya Yuda. Siapa yang melihatnya pasti akan terpana, namun tak disangka pemiliknya adalah pria bujang yang sangat dingin.

Satpam yang menjaga saat itu mengetahui direktur perusahaan telah memasuki area parkir.

Seorang lelaki berkacamata hitam memakai jas berjalan memasuki gedung perusahaan di temani oleh seorang asistennya.

Yuda Nugraha Anak dari seorang Bastian. Presiden direktur perusahaan Mobil ternama, perusahaan Abadi Group Corporation.

Saat masuk keruang paling depan perusahaannya, semua karyawan disana menunduk memberi hormat atas kedatangannya.

Yuda terus berjalan tanpa menoleh, dia masuk ke lift khusus miliknya, lift hanya dibolehkan bagi para petinggi petinggi perusahaan seperti dirinya.

"Ronal aku akan keruang kerjaku, kita bertemu nanti diruang rapat. Segera kau bersiap dan umumkan kepada mereka, bahwa 10 menit lagi aku akan mengadakan rapat penting."

Setelah sampai Yuda segera mengambil laptop kerja, kemudian melihat data data rincian perusahaan, kebutuhan beberapa bahan, dari tempat produksinya belum semuanya terpenuhi disebabkan minimnya bahan yang digunakan. sementara untuk permintaan eksport dalam beberapa hari ini semakin meningkat.

Tok.tok.tok.

Cekleeek.... Pintu terbuka, asisten Ronal masuk.

"Tuan, semuanya sedang menunggu anda diruang rapat."

"Ronal setelah rapat usai kau kembali keruanganku ada hal yang ingin aku diskusikan padamu."

"Apa ini menyangkut nona kecil yang ada dirumahmu itu tuan? "

"Diamlah Ronal atau kusumbat mulutmu nanti." Seketika Ronal terdiam mendengar ucapan bosnya Yuda.

Sementara di tempat lain Rosalin sedang menghubungi anak buahnya.

"Maaf nyonya kami kehilangan jejaknya, sesaat setelah mengikutinya, dia berbelok tiba tiba kearah yang lain."

"Siaaal... Kalian terlalu ceroboh, apa mungkin mereka melihat kalian !" gerutu Rosalin pada anak buahnya.

Penelpon dari seberang sana kembali berucap lagi.

"Informasi satu ini mungkin sangat penting bagi anda, kami sempat mengikutinya sampai ke apartemen mewah miliknya, dia bahkan mengganti pakaiannya, dan juga mengganti mobil pajero sport yang dia gunakan.

Anda mungkin tidak akan percaya nyonya orang itu memakai mobil Sport Lamborghini keluaran terbaru yang pemiliknya hanya ada dua orang di kota ini."

"Apa kalian tidak salah melihatnya."

"Kurasa mata kami belum rabun nyonya."

"Cukuup...

"Segera selidiki data data pemilik mobil sport mewah di Kota ini." Rosalin mengakhiri pembicaraannya.

Sambil membuang nafasnya Rosalin kembali berucap.

"Aku tak akan segan menghancurkamu Hana, walau kita saudara. Ini semua karena nenek tua itu. Selalu saja dia memikirkan anak lelakinya om Rafa, sementara aku dan mama Serina, tidak perna mereka fikirkan.

Tiga bulan setelah ayah meninggal, kakek dan nenek tidak perna mengunjungi kami.

Bahkan aku sibuk dengan pekerjaanku sendiri, sebagai anak tertua akulah yang menggantikan posisi ayah diperusahaan.

Sementara ibu sibuk dengan bisnisnya, dan mengelolah beberapa toko. Saat pulang tadi, ibu bahkan sudah pergi ke tokonya untuk mengontrol para karyawan membuka toko.

Di tempat lain Yuda telah kembali dari ruang rapatnya, setelah membahas kekurangan bahannya yang nanti akan di beli dari beberapa perusaan kecil, atau bisa dibilang anak perusahaannya, karena sudah lama mereka bekerja sama.

Para petinggi perusahaannya bahkan membuat beberapa sampel sebagai uji coba bahan material untuk pembutan mobil mobil berkelas nanti yang akan di luncurkan enam bulan kemudian.

Yuda sedang sibuk mengotak atik laptopnya, didalam layar terpampang jelas wajah anak yang masih bayi, sedang di pangku ayahnya, disampingnya ada ibu hamil yang duduk sambil memegangi perutnya.

"Kalau aku tebak ini Hana dan itu Hanum adiknya yang sedang di operasi, adik kecilnya yang di bawah dari desa." Foto yang di pampang disitu adalah foto bayi sedang mengisap compeng.

ha. ha. ha...

Yuda ketawa terbahak bahak, tanpa disadari Ronal sudah berdiri mematung dipintu ruangannya.

"Tuan ada apa, kenapa anda tertawa seperti itu."

Lekas lekas Yuda mengklik close untuk keluar dari halaman itu, dia tidak ingin asistennya Ronal mengetahui apa yang ditertawakannya.

"Ronal aku memintamu datang tolong cari dan periksa data data Hana, apa keistimewaan anak itu, dan juga aku mau data tentang sekolahnya, secepatnya kau kirim padaku." Ucap Yuda.

Kemudian asisten Ronal menjawab, "baiklah tuan, secepat mungkin aku akan mengirimkan filenya ke anda."

"Oh iya Ronal aku berencana pulang ke apartemenku, aku tidak ingin ayah dan ibu selalu mengontrolku."

"Apa anda akan membawa nona kecil itu ke apartemen ?" Tanya Ronal.

"Sepertinya begitu, aku tidak akan membiarkan anak kecil itu terus di awasi ayah dan ibuku.

Aku punya rencana lain untuk gadis itu Ronal. Tetapi sepertinya aku tidak akan membiarkannya, seperti janjiku kepada keluarganya."

Aku harus bicara padanya."

"Tetapi tuan, gadis itu belum mengetahui kebenaran siapa anda."

Aku tidak perlu memperkenalkan siapa aku. Justru aku kasihan padanya. Orang tuaku telah merusak masa depannya."

"Hei lihat ini tuan anak itu adalah salah satu peraih beasiswa dengan nilai terbaik disekolahnya, dari sekian banyak peserta nona Hana ada di barisan paling depan penerima piagam penghargaan itu.

Bahkan bulan depan anak ini akan ke Ibu kota perwakilan Sains terbaik setingkat Nasional yang di ikuti seluruh sekolah dari Luar Negeri.

Astagaaa... Bahkan kelulusan anak ini sudah di jamin dari pusat pendidikan Nasional, baik itu SMP maupun SMU nanti.

Tidak hanya itu tuan, anak ini juga bahkan sudah punya beberapa sertifikat prestasi, dan yang lebih mengejutkan lagi di usianya yang kecil itu, nona sudah punya Jaminan untuk beasiswa keluar Negeri nanti. Benar benar anak jenius. "

"Wooow luar biasa.

Apa berita yang kau dapat ini sudah sangat akurat Ronal." Ucap Yuda.

"Kurasa ini sangat akurat tuan, data data ini berasal dari pusat pendidikan langsung, aku meretas data kesiswaan yang ada di sekolah Hana." Terang Ronal.

"Adalagi...? "

"Sejauh ini hanya itu informasi yang kudapatkan tuan."

Yuda diam dan mulai memikirkan sesuatu.

Bagaimana bisa anak sekecil Hana sudah punya jaminan khusus untuk sekolahnya kedepan.

Apa sebenarnya keistimewaan anak itu ?

Yuda kembali mengingat kejadian pagi tadi, dimana dia sempat mengejek dan membentak Hana.

Memasak saja Hana tak becus.

"Tuan apa masih ada tugas lain yang aku kerjakan." Ronal membuyarkan lamunannya.

"Selidiki terus perkembangan tentang anak itu, aku mau informasi yang lebih detil lagi Ronal."

"Baiklah tuan." Ronal menjawab kemudian berlalu segera keluar dari ruangan tuannya.

Sedang dirumah utama orang tuanya Yuda, disana Hana hanya menghabiskan waktunya menemani ibunya Yuda menyirami bunga bunga kesayangannya sambil bercerita.

Siangnya ibu Yuda membawaku berbelanja pakaian yang nantinya aku pakai dirumah ini.

"Astagaa ini terlalu banyak tante, aku tidak terbiasa menggunakannya, lagian aku juga sudah membawa sekoper pakaianku."

"Tidak Hana kamu harus menerima pemberian ini, dan mulai sekarang kamu harus terbiasa memanggilku dengan sebutan ibu jangan panggil tante lagi ya.

"Anggap saja aku adalah ibumu nak, dan ayahnya Yuda adalah ayahmu juga, kamu tidak perlu menolak, kamu adalah jodoh anakku yang sudah di gariskan tuhan untuk bersama."

Mendengar kata kata ibunya Yuda, dengan sangat terpaksa dan berat hati, Hana menerimanya.

Hana dengan sopannya menunduk sambil menerima barang belanjaan itu.

"Yuda, apa kau sedang sibuk saat ini ?"

"Tidak bu, sebentar lagi pulang, ada apa?"

"Tolong kau jemput aku dan Hana dipusat perbelanjaan."

"Baik bu stengah jam lagi aku datang."

Terlihat ibu sedang menelpon Yuda.

"Halo Ronal... Keruanganku. Kita pulang sekarang."

Dengan tergesa gesa Ronal merapikan berkas yang menumpuk dimejanya. Kemudian berjalan menuju ruangan bosnya.

"Sebentar lagi kita akan menjemput Hana dan Ibu di pusat perbelanjaan, sebelum itu, kita harus kembali ke apartemen mengganti mobilku." Ucap Yuda dengan tegas tanpa mengulangi bahasanya.

bersambung....!!!

Hai kakak dukung author ya...!!!

Jangan lupa beri vote dan likenya 😇

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!