Saat sampai dirumah sakit Hana segera di tangani.
"Dokter tolong selamatkan anak ini, dia pasien kecelakaan."
Danu dan karyawannya, yang saat ini membawah Hana kerumah sakit, tetapi mereka belum sempat melihat wajahnya karena ini sudah jam 12 malam, dan Hana mengeluarkan banyak darah sehingga menutupi wajahnya.
"Saat ini dokter belum berada ditempat tetapi pihak rumah sakit telah menghubunginya, dan akan segera datang.
Apa anda keluarga pasien ?"
Mendengar pertanyaan dari perawat, Danu berfikir sebentar, lalu menjawab.
"Iya saya keluarganya, kumohon tolong kami, agar dokter bisa cepat datang malam ini."
"Tolong selesaikan administrasinya tuan, di depan sana" Ucap salah seorang perawat.
Sementara dirumah utama, Yuda sangat geram begitu mengetahui dari anak buahnya, ada orang yang coba menculik Hana dan Rosalin disekitar rumah orang tuanya.
Pengawal yang sudah di tugaskan dirumah utama begitu lengah hingga tidak memperhatikan ada orang mencurigakan datang ke area mereka. Sampai saat ini belum ada yang menghubunginya, dan entah apa motif mereka.
Anak buahnya menemukan cctv yang sudah dibuang di selokan, sehingga dia melihat langsung tragedi penculikan dan mobil yang membawa mereka.
"Aku tidak akan memberi ampun kalian karena telah menculik gadis kecilku.
Ronal selidiki identitas pemilik mobil, siapa dalang penculikan ini."
Yuda memerintahkan asistennya dan berlalu keluar dari ruang kerjanya.
Saat Yuda ingin memasuki kamarnya, sesaat dia mencoba masuk ke kamar Hana. Disana dia menemukan 1 buah handphone model lama milik Hana, tergeletak begitu saja di atas kasur.
Yuda mengambilnya, ingin membuka tetapi menggunakan sandi, kemudian dia mengembalikannya.
"Setelah sampai dikamarnya, Yuda kembali memikirkan Hana, memikirkan janjinya kepada kelurga Hana, Yuda tidak bisa tidur semalaman."
Danu dan karyawannya, atau bisa dibilang sahabatnya, saat ini sedang mondar mandir di depan ruangan pasien. Melihat dokter keluar dari ruangan, Danu menghampirinya.
"Apa kalian keluarga pasien ?"
"Saya keluarganya dok,
Bagaimana kodisinya, apa lukanya parah ?"
Pasien hanya mengalami benturan dan menyebabkan luka di kepalanya, hanya ada beberapa pendarahan di bagian kepala, dan luka memar di sekitar tubuh pasien, sehingga itu membuat pasien tidak sadarkan diri.
Saat ini pasien mengeluarkan banyak darah, dan membutuhkan beberapa kantong darah .
Pasien mempunyai golongan darah AB, barangkali di antara keluarganya ada yang ingin mendonorkan darahnya berhubung sekarang sudah tengah malam, rumah sakit belum menyiapkannya."
"Apa pasien mebutuhkan darah AB dok ?
Aku sama percis dengan golongan darahnya, ambil saja darahku."
"Danu, apa kau sudah berfikir serius ?" sahabatnya Danu memegang bahunya dan bertanya.
"Brow bantu aku menjaganya saat aku sedang mendonor nanti, aku takut terjadi sesuatu pada anak itu." Danu kembali menjawab.
Sedang dokter bicara lagi. "Baiklah aku menunggumu diruangan pendonor secepatnya, ini darurat sebelum pasien kehabisan darahnya."
"Dokter, apa aku bisa menjenguk pasien sebentar sebelum mendonorkan darahku."
"Silahkan, kau tidak perlu berlama lama didalam."
Setelah di izinkan secepatnya Danu masuk keruangan pasien.
Disana diruangan dingin penuh dengan bau obat obatan Danu melihat, sedang terbaring seorang wanita lemah, wajahnya putih, pucat pasih seperti kertas, bibirnya yang merah sudah agak kehitam hitaman saking banyaknya mengeluarkan darah, sedang kepalanya dililit dengan perban yang sudah memerah. Selang impus juga terpasang ditangannya.
Betapa kagetnya Danu, setelah mendekat yang dilihatnya terbaring disana adalah adik kesayangannya. Hingga tidak terasa Danu mengeluarkan banyak air mata.
"Apa yang kau lakukan disana Hana?
Kenapa kau seperti ini, bahkan aku tidak sengaja menabrakmu.
Kau adikku yang kuat, bertahannlah,aku akan segera mendonorkan darahku." Ucap Yuda.
Mengetahui semuanya segera Danu pergi masuk keruangan pendonor.
Setelah selesai, Danu kemudian keluar dan terlihat lemas.
"Sekarang sudah tengah malam, sebaiknya kau pulang saja, aku tidak mau kau kelelahan menjagaku, karna besok ada produksi kertas yang harus dikirim secepatnya, aku yang akan menemani gadis itu."
"Tapi Dan, apa kau tidak apa apa kutinggal, sebaiknya kau pulang istirahat saja, disini masih ada beberapa perawat yang bisa menjaga gadis itu."
"Tidak brow, aku akan tetap disini dan menjaga gadis itu, kamu tahu ternyata dia adikku yang selalu aku ceritakan padamu itu."
"Adikmu itu bukannya ada di desa, kenapa bisa ada disini, bahkan dia mengarah dari seberang jalan, itukan disana pabrik tua dan perkebunan."
"Aku juga bingung apa sebenarnya yang terjadi padanya, kalau dilihat sepertinya dia berlari sangat ketakutan, atau mungkin ada yang mengejarnya. Entahlah...!!! "
Untung saja takdirnya mempertemukan aku, walaupun aku sempat menabraknya. Meski kubayar dengan nyawaku aku rela brow, demi adik kesayanganku ini.
"Doakan saja brow semoga Hana, akan segera siuman, aku juga sangat khawatir padanya dan penasaran, apa sebenarnya yang terjadi."
Setelah bercakap panjang lebar dengan Danu akhirnya sahabatnya itu meninggalkan mereka.
Di dalam ruangan, ketika melihat wajah pucat Hana, perasaan Danu saat ini menjadi semakin sedih, gara gara adiknya berlari seperti orang ketakutan hingga akhirnya seperti ini, entah bagaimana bisa Hana ada diwilayahnya, bahkan Danu merasa bersalah, waktu pulang dari desa saat itu, dia tidak sempat berpamitan ke Hana. Hingga akhirnya apa yang terjadi dengannya, dia belum mengetahui jelas.
Terakhir berkomunikasi dengan Hana saat dia bercerita sambil menagis, dia hanya mengetahui nenek akan menjodohkannya dengan pemuda berumur.
Ditempat lain, Rosalin sedang bercerita ke mamanya, semua kejadian penculikan, hingga akhirnya mereka lolos, dan Hana di bawah oleh anak buahnya atas perintahnya.
Mendengar cerita anaknya, Serina akhirnya merasa lega.
Mama jangan mengabari keluarga Yuda soal aku, terus saja mainkan akting mama dengan berpura pura.
"Halo nyonya...
Semuanya sudah beres kami telah meninggalkannya di tempat sepi. Aku rasa anak itu sebentar lagi akan mati dimakan binatang buas atau mati terikat karena tidak ada yang menemukannya."
"Bagus Brams, aku menyukai kerjamu, sisa bayarannya aku transfer ke rekeningmu. "
"Baiklah nyonya. Aku tidak bisa datang menemuimu, sudah sangat larut, aku juga masih dijalanan karena tempatnya sangat jauh. Besok saja kita ketemuan, mobilku biar dirumah anda."
"Okey Brams, aku senang mendengarnya. Besok kita ketemuan dirumahku, bawah anak buahmu kita rayakan pesta dirumah karena aku masih harus bersembunyi dan tidak bisa kemana mana saat ini."
Setelah mengakhiri telponnya Rosalin dan mamanya begitu bahagia mendengar anak buahnya berhasil menjalankan misinya.
Akhirnya ma, anak kampung itu pergi juga, besok aku akan memikirkan cara bagaimana menghadapi keluarganya Yuda tanpa Hana.
"Ibunya Yuda sudah mengabari mama barusan, kalau cctv telah ditemukan disana.
Terlihat jelas kau dan Hana diculik, orang orang dirumah Yuda sementara mencari tahu siapa pemilik mobil yang membawa kalian. Namun yang anehnya mereka membuangnya di selokan."
"Ma, aku rasa masalah cctv itu anak buahku yang sengaja membuangnya, karena tepat waktu mereka bisa menemukanku dan Hana, kalau tidak entah apa yang akan dilakukan oleh orang yang menculik kami, saat ini aku sedang menyuruh anak buahku mencari tau dalangnya."
"Mama juga berfikir begitu Rosalin. Besok mama akan kembali ke kediaman Yuda, agar mereka tidak merasa curiga, mama juga ingin melihat bagaimana isi rekaman cctv itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
sunflower
next, semangat kak up selanjutnya,maaf ya kak aku bacanya nyicil.
2022-08-05
2