Hana sedang mencari seseorang di rumah neneknya, matanya melirik lirik semua orang yang ada rumah, namun dari banyaknya orang, yang sedang dicarinya tidak menampakkan wajahnya.
"Kak Danu dimana ?
Kenapa dia tidak ada disini disaat aku ingin berpamitan dengannya kak Danu malah tidak ada. apa kak danu sudah berangkat lebih awal ?" Batin Hana.
"Rosalin, kau ikutlah di Mobil Yuda, temani adikmu Hana, mungkin dengan kehadiranmu disana, kau bisa menghiburnya.
Dia tidak akan bersedih lagi.
Aku dan istriku akan menaiki mobil yang di setir oleh sopir pribadi kami."
Ucap ayah Yuda, sambil berjalan kearah mobil yang akan membawanya pulang ke kota, bersama istrinya.
"Baiklah om," sambil tersenyum Rosalin menjawab ayahnya Yuda.
"Woow... inilah kesempatan yang aku tunggu, mendekati Hana dan berpura pura baik padanya, agar aku selalu bisa berdekatan dengan yuda."
Yuda nampaknya tak terlihat bahagia dengan kehadiran Rosalin, lain halnya dengan Hana dia begitu antusias ketika melihat kakanya Rosalin ikut bersamanya karena saat ini Hana sangat butuh seseorang yang akan menemaninya saat di perjalann nanti.
Disana Ronal telah menunggu tuannya.
Sambil berlari kecil, Yuda sudah membukakan pintu mobil untuk Hana.
"Ayo silahkan masuk, kamu duduk di kursi belakang bersama kakakmu itu."
Sementara Rosalin di bukakan pintu oleh asisten Ronal, "Mari silahkan masuk nona," ucapnya.
Rosalin sangat marah, Yuda hanya bersikap sok romantis ke Hana, sementara dirinya tidak perna sedikitpun dilirik oleh Yuda, hingga wajahnya merah padam menahan emosinya.
Ronal yang melihat itu, mengetahui raut wajah Rosalin sangat marah.
"Hei... anda kenapa nona ?
Seperti sedang kebingungan ?
Mau masuk atau tidak ?
Kenapa anda diam di pintu ?
Aku sudah dari tadi membukakan anda pintu."
Ronal memberikan pertanyaan bertubi tubi dan sengaja meninggikan volume suaranya, agar bosnya Yuda tidak melihat raut wajah Rosalin.
"Ba... baiklah tuan maafkan aku." Ucapnya sambil memasuki mobil dan duduk disebelah Hana.
"Uuh sialan siapa lagi laki laki ini, Jahil amat mengagetkan aku saja." Rosalin berbicara dalam hati.
Di perjalanan Hana teringat adik kecilnya yang saat ini sedang di rawat.
"om om, sebelum pergi apa Hana boleh meminta sesuatu," ucap Hana
"Haa... kau memanggilnya om ?" Tanya Rosalin.
"Adikku sayang jangan kau panggil dengan sebutan om, panggillah dengan sebutan kakak, kasihan orang sepertinya baik dan ganteng seperti kak Yuda, kau memanggilnya om...!" ucap Rosalin lagi.
Dalam hati Rosalin berkata, "ini kesempatanku mengambil hatinya Yuda pelan pelan akan kusingkirkan Hana, masa iya, anak ingusan kayak hana harus saingan sama aku, aakh tidak."
Mendengar apa yang di katakan Rosalin tadi, asisten Ronal tidak mampu menahan tawanya, sambil terkekeh kekeh menahan tawa, Ronal melihat ke arah bosnya Yuda.
"Diam kamu Ronal, kalau kau tidak ingin celaka, kalau ingin hidupmu kesulitan setelah ini." Ucap Yuda dengan angkuhnya.
Mendengar Yuda membentak asisten Ronal bulu kuduk Hana semakin merinding.
"Siapa sebenarnya laki laki yang dijodohkan dengannya ini, sampai orang yang sedang menyetir disampingnya itu tunduk dan takut padanya, dan apa hubungannya dengan nenekku. "
lain halnya dengan Rosalin, dia terlihat santai dan enjoi saja. "Apa begini cara orang dewasa berprilaku ?" tanyanya dalam hati.
"Hana katakannlah apa yang ingin kau minta dariku." Ucap Yuda.
"Aku...!
Apa boleh aku bertemu adikku sebelum berangkat ?
Aku hanya ingin menjenguknya, dia sedang berada dirumah sakit, beberapa hari lagi dia akan melakukan operasi. " Jawab Hana.
"Baiklah Hana, kita masih punya waktu 1 jam aku perkirakan, karena jalan pembatas antara desa yang menuju ke kota sedang dalam perabaikan, untuk itu kita tidak bisa belama lama, kita harus ikut mengantri, menyebrangi desa yang lain sebagai penghubung jalan sementara ke kota. Kalau tidak siangnya jalan akan ditutup sampai besok pagi baru akan di buka kembali," ucap Yuda menjelaskan panjang lebar.
"Terimakasih om, adikku sedang dirawat dirumah sakit Nugraha. Om boleh belok kanan di ujung jalan di depan sana," kata Hana.
"Ronal, dengarkan apa yang diucapkan adikku Hana, segera belokkan mobilmu ke kanan jalan itu." Ucap Yuda sambil menunjuk tangan kedepan mobilnya.
Rosalin sedikit kesal melihat Hana dan Yuda, seakan tidak menganggapnya ada disamping mereka, apalagi Yuda begitu baik pada Hana, dari cara berbicaranya saja Rosalin sakit hati mendengarnya.
#Yuda
Saat masuk dipintu utama gerbang rumah sakit, aku kembali mengingat masa lalu, masa dimana aku, ayah dan ibu perna dirawat dirumah sakit ini, saat itu aku terluka parah, ayah dan ibunya juga terluka parah ada adikku Selin juga terkapar disana, Yuda yang saat itu masih sadarkan diri hanya bisa pasrah.
Tolooong...tolooong...toloooong...
Teriak Yuda, setelah berteriak menguras tenaganya, Yuda langsung terjatuh ke tanah,tak sadarkan diri, samar aku melihat ada seorang wanita yang datang membantu kami, kemudian wanita itu memanggil beberapa warga yang dekat dari tempat kejadian itu.
Setelah itu Yuda sudah tidak mengingat apa apa lagi, dan ketika dia terbangun dirinya sudah berada dirumah sakit ini.
Yang membuat Yuda sedih dia harus kehilangan adiknya Selin saat itu usia adiknya masih berumur 5 tahun. Adik kecil yang sangat di sayanginya, kini hanya tinggal nama, dia menjadi korban atas tragedi yang menimpa keluarganya dulu.
Adiknya saat itu tidak bisa tertolong lagi, bahkan sebelum pulang ke kota adiknya terpaksa harus di kebumikan di desa ini.
Aku, ayah, ibu dan juga selin adikku pergi berlibur kedesa ini. Ayahlah yang menyetir mobil, aku duduk di samping ayah yang sedang menyetir, sedang ibu dan Selin duduk dikursi belakang karena ada adik Selin yang selalu memainkan bonekanya ketika didalam mobil.
Tujuan kami, ingin pergi ke air terjun yang terletak di ujung desa ini, untuk itu, harus melewati beberapa jalan terjal dan melewati jalan pendakian yang licin, disebabkan karena semalam curah hujan tinggi di desa ini, mengakibatkan jalanan licin dan banyak longsor dimana mana. Saat ayah menyetir naik ke perbukitan, tiba tiba batu besar dari puncak gunung sebelah jatuh terguling mengenai mobil kami, hingga ayah panik dan hilang fokus untuk menyetir, mobil terhempas dan jatuh kejurang.
Ibu menangis sambil memeluk Selin sekuat tenaga dan berteriak.
"Yuda..., ayah... berpeganglah yang kuat aku akan melindungi selin semampuku."
Bruaaaakkkkkk... Bruaaaaaakk...
tulangku rasanya remuk, aku tidak mampu berbicara, tulangku seakan hilang semuanya.
Aku terhempas di pepohonan sementara aku melihat adikku Selin penuh darah tergeletak ditanah dalam keadaan sudah tidak bernyawa lagi, ayahku masih di dalam mobil tak sadarkan diri, dan ibu ada di samping mobil penuh dengan darah, aku menangis berteriak minta tolong.
Rumah sakit ini juga adalah milik Yuda, Rumah sakit Nugraha, adalah nama akhir dari namanya, Yuda Nugraha. Setelah kejadian itu ayah dan ibu banyak berinvestasi di rumah sakit ini, karena telah banyak berjasa banyak orang baik yang menolong mereka, saat itu juga rumah sakit yayasan ini hampir tutup karena pemilik pertamanya bangkrut, kemudian ayahlah yang membeli rumah sakit ini.
Ayahku, sudah menghabiskan banyak uang disini.
Kemudian ayah menuliskan nama akhir namanya sebagai pemilik rumah sakit besar ini.
"Tuan... tuan..., kita sudah sampai di halaman.
Apakah tuan Yuda ingin ikut berkunjung atau hanya duduk di dalam sambil menunggu nona Hana ?"
Tiba tiba asisten Ronal berbicara, sehingga itu membuyarkan lamunan Yuda.
Saat Yuda menoleh ke bagian belakang mobil, Hana dan kakaknya Rosalin sudah tidak ada disana.
"Maaf tuan mereka sedang menunggu anda diluar."
Sebelum turun Yuda sudah berpesan kepada asistennya,
"Ronal kau pergilah ketoko makanan yang ada di depan sana, belikan beberapa snack, roti dan buah untuk adiknya Hana, setelah itu kau ikut menyusul masuk kedalam, antarkan semua barang yang kupesan itu ke kamar nya."
Asistennya Ronal menjawab lagi, "baiklah tuan aku akan membawanya untuk nona nona kecilmu itu. "
"Ronaaal...!!!" Yuda berteriak, segera dilayangkan tangan ke udara untuk menampar asistennya itu, secepatnya juga Ronal membuka pintu dan berlari keluar.
Braaakkk......
Yuda membanting pintu mobilnya dengan kasar, saat hendak keluar dari dalam mobil.
Hal ini membuat semua orang yang mendengar menatap kearahnya, tanpa memperdulikan siapapun Yuda berjalan dengan angkuhnya.
Sementara Ronal yang mendengarkan itu tidak peduli sama sekali, asisten Ronal tidak menoleh kebelakang sama sekali, karena dia tau bosnya tengah marah padanya.
Oh iya, saat ini Yuda hanya memakai mobil biasa, mobil pajero sport. Yuda sengaja berpenampilan biasa, agar tak banyak orang yang mengetahui siapa Yuda sebenarnya, karena ayahnya juga sempat berpesan agar tidak terlalu menampakkan identitas dirinya.
Yuda secepatnya menghampiri Hana dan kakaknya itu.
"Om apa aku sudah boleh menjenguk adikku, aku akan ditemani kakakku Rosalin," ucap Hana, belum sempat Yuda menjawab, Rosalin langsung memotong.
"Aku akan menemani adikku Hana, aku juga belum perna menjenguknya selama ini."
"Apa aku boleh ikut dengan kalian ?" ucap Yuda lagi.
Hana hanya menganggukan kepalanya tanda setuju. Kemudian melangkahkan kakinya di sepanjang lorong rumah sakit di ikuti oleh Rosalin dan Yuda.
Betapa kagumnya dia, rumah sakit ini adalah rumah sakit satu satunya yang ada di desa, terletak di antara dua desa, bahkan kebersihan rumah sakit ini sangat dijaga.
Kini Yuda sangat bangga melihat rumah sakitnya bersih dan rapi sungguh pemandangan yang sangat menyejukkan hati, tidak sia sia ayah dan ibunya berinvestasi menghabiskan banyak uang disini. Siapa sangka pemilik rumah sakit ini adalah Yuda Nugraha. Bahkan orang orang yang ada disini tidak ada yang mengetahui dirinya adalah pemilik rumah sakit besar ini, yah hanya direktur utama rumah sakit ini yang mengetahui dirinya, setiap bulan Yuda mensuplay obat obatan dan peralatan medis dari kota untuk di bawah kedesa, agar pemenuhan kebutuhan obat obatan pada masyarakat desa ini tetap berjalan dengan baik.
Yuda juga memfasilitasi pengobatan gratis, setiap jum'at untuk masyarakat di desa, sehingga banyak warga yang kurang mampu disini merasa terbantukan dan bersyukur dengan pengobatan gratis itu.
Bersambung.....!!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
Nenieedesu
semakin seru ceritanya jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak dinovel aku kak
2023-12-14
0
The Taste Of Love👩🍳👨🍳
Lanjut😊
2022-07-23
1
Readers sejatinya Kak Makka
next
2022-07-23
0