Buku pemberian

Sampai dikediamannya Serina sangat geram, kebenciannya pada Hana semakin bertambah, Angga bahkan berani menamparnya.

"Rosalin...

Kau dimana, Cepatan kesini, mama perlu bicara denganmu." Serina berteriak, sehingga suaranya menggelegar seisi rumahnya.

Mendengar mamanya yang berteriak teriak, langsung saja Rosalin berdiri dan menghampiri mamanya.

"Iya ma, ada apa ?

Ngomong aja yang pelan, aku kan tidak tuli mama." Jawab Rosalin.

Sambil menarik tangan anaknya, serina kembali berucap.

"Sini duduk disini, ada hal yang ingin mama tanyakan sama kamu."

"Iya iyaa ma, santai aja ngomongnya, serius amat wajahnya, tuh sana lihat tuh muka mama di cermin, kayak orang habis kalah berantem aja."

"Sudah sudah, baweel amat. Oh iya mama mau tanya, apa kamu mengetahui soal kedatangan Hana si gadis kampung itu."

"Iya ma, aku tau kok, datangnya juga kan barengan sama aku ma, tadinya rosalin mau cerita ke mama, tapikan waktu aku datang mama tidak sedang dirumah, pas pulang juga mama keburu pergi lagi sama om Angga. Memang ada apa ma, nanyain anak kampung itu ?"

" Kamu tahu tadi mama tidak sengaja bertemu dengannya,di restoran tempat biasa mama kumpul sam teman teman.

Bahkan karena membela gadis kampung nan kumuh itu, Angga sampai bela belain nampar mama dihadapan orang banyak."

#Rosalin.

Apa, mama di tampar om Angga ? Sambil menunjukkan wajah bengisnya.

Salah mama juga sih kenapa menghinanya di depan orang, hingga om Angga melayangkan tangannya. Aku bicara meluap luap sambil menahan amarah.

Kali ini aku tidak akan melepasmu Hana, karena kau mamaku ini, sampai ditampar kekasihnya.

Mama tenang saja dan ikuti permainanku, sebentar lagi aku akan membuat perhitungan dengannya.

Mama tidak tahu apa, kalau saat ini nenek menjodohkan Hana dengan seorang, dia bahkan sangat kaya raya ma, sembelum tiba dirumah aku singgah dirumah orang tuanya dan menginap disana bersama Hana.

Mama tau waktu dia dan asistennya mengantarku pulang, aku telah memerintahkan anak buahku mengikutinya, mereka tidak sempat melihat kemana tujuan mereka karena kehilangan jejak, tetapi anak buahku sempat mengikutinya, mereka singgah di apartemen paling mewah di kota ini, berganti pakaian dan mobil mewah. Namanya adalah Yuda. Saat ini hanya itu yang aku ketahui.

Ide yang sangat gila menurutku, nenek juga memaksanya ikut kekota, yang lebih parahnya setelah keputusan dibuat semua menyetujuinya, dan gadis kumuh itu ikut dengan jodohnya ke kota ini.

Aku merasa nenek tidak adil, aku juga cucunya, tapi tidak perna di fikirkan.

Kurasa sekarang bukan waktu yang tepat menghina anak itu mama. Rosalin punya rencana lain untuk menghacurkan keluarga papa, Hana, juga nenek.

Bantu Rosalin bagaimna mendapatkan Yuda, mama jangan menghina dia di depan keluarga Yuda, sudah cukup bagiku mama telah dipermalukan, saat ini anak kampung itu dilindungi oleh keluarga barunya.

Kita harus merencanakan lebih baik sebelum melakukannya.

Aku tau mama tidak akan menerima permintaanku ini, tapi ini semua demi masa depan Rosalin ma.

Sambil membuang nafas kesamping,mata Serin terlihat penuh dengan kebencian,mendengar Rosalin bicara dengan menggebu gebu.

Kita dekati gadis kampung itu, lagi pula aku kakak sepupunya, mama juga tantenya kan, apa salahnya kalau kita berpura pura baik dihadapan mereka. Pinta Rosalin pada mamanya.

Sementara di tempat lain Hana baru saja ingin istrahat namun dia teringat dengan kejadian di restoran, saat dia menyapa tantenya. "Maafkan aku tante sudah membuatmu malu, bahkan tante tidak mengakui Hana sebagai ponakan tante." Hana bicara dalam hati sambil menitihkan air matanya.

Tiba tiba hanphonenya berdering, ada panggilan masuk dari ayahnya di kampung.

Sambil mengelap air matanya, Hana langsung menganggat telpon ayahnya.

"Assalamualaikum..

Halo ayah, apa kabar kalian ?"

"Kami baik nak, kamu sendiri bagaimana, sedari kemarin kamu tidak memberi kabar pada kami."

"Maaf ayah, aku kemarin malam baru sampai,hingga aku lupa mengabari kalian. Ibu diamana ayah, kenapa aku tidak mendengar suaranya. Aku rindu kalian semua. Kota ini begitu asing bagiku, dan menurutku desakulah yang paling damai."

"Ibumu sedang mendengarkan percakapan kita nak." Langsung saja ibu mengambil hp dari tangan suaminya.

"Iya Hana, ini ibu nak, apa kau merasa nyaman dengan orang orang itu !" jawab ibu dari seberang sana, sambil mengeluarkan air mata yang tidak mampu dibendungnya lagi sedari tadi ayah menelpon.

Mendengar ibunya menangis, Hana juga ikut menangis. Kemudian dia bertanya lagi.

"Bu bagaimana keadaan Hanum, kapan akan dilakukan operasi bu, aku merindukan adikku, mungkin dia akan berfikir kalau kakaknya adalah orang yang jahat. "

"Tidak tidak nak, jangan bicara seperti itu, kamu jangan berprasangka buruk nak. Demi adikmu bahkan kamu rela meninggalkan segalanya. Kamu dan adikmu adalah anak anak yang baik, demi operasi besar Hanum, kamu rela dijodohkan dengan Yuda.

Dua hari lagi Hanum akan di operasi, ayah dan ibu akan selalu ada disisinya nak, kami juga akan berusaha menjelaskan padanya tentang kepergianmu ini nak, ibu rasa nanti Hanum akan mengerti keadaan ini nak." Ibu coba menjelaskan dan menenangkan Hana.

" Iya bu, bagaimana dengan sekolahku. Apa ayah sudah datang kesana memberi kabar ?"

Kali ini ayah yang menjawab lagi.

" Iya kemarin ayah datang kesekolahmu, ayah bertemu guru dan kepala sekolahmu, karena kamu anak yang berprestasi sekolah memberikan khusus untukmu libur selama sebulan penuh, tetapi dengan catatan kamu harus fokus belajar penuh dirumah dan menggali lebih dalam lagi bakat bakat yang kau miliki, tentang sains, belajar lebih banyak rumus karena olimpiade secara nasional yang akan kamu ikuti bulan depan nanti melibatkan beberapa negara Hana.

Berhubung lomba untuk tahun ini akan dilaksanakan di Jakarta, maka pihak sekolah menyuruhmu untuk menunggu saja karena waktu sudah semakin sempit, fokus belajarmu semakin berkurang. Nanti dalam beberapa hari kedepan pihak sekolah akan menghubungimu nak." Terang ayah, berusaha menjelaskan panjang lebar.

"Baik ayah aku akan fokus dulu pada bahan dan mencari beberapa referensi untuk lombaku nanti."

"Yah sudah kamu baik baik disana. Jaga dirimu, kami akan menutup telponnya karena ayah dan ibu akan pergi menemani Hanum dirumah sakit. "

"Iya ayah, sampaikan salam rinduku pada Hanum ayah."

Sambil mengakhiri telponnya hanum segera mengambil buku tebal miliknya di tas yang dibawahnya dari kampung.

Dia teringat buku pemberian ini, kala itu dia sedang membantu seorang nenek menyebrangi sungai dengan seorang anak kecil.

Hana yang saat itu sedang mandi disungai melihat mereka, dan langsung berlari mengahampirinya.

"Nenek apa yang kau lakukan disini, sangat deras airnya, dan kulihat sepertinya kakimu terluka parah.

Sini kubantu nenek memegang anak ini, dan tas itu kelihatannya sangat berat nek, biar aku yang membawahnya."

Nenek itu tersenyum melihat ke arah Hana sambil menjawab.

"Aku dan cucuku akan kebukit diseberang sana nak. "

Dengan susah payah Hana membantu nenek itu, dan berhasil membawa cucunya menyebrangi sungai.

"Nek kakimu terluka sangat parah dan mengeluarkan banyak darah, sebenarnya mau apa nenek datang kesini, disini hutan, banyak binatang buas disini,menurut cerita disini wilayah angker nenek, kalau tidak keberatan aku akan menemani kalian, mengantar nenek dan mengobati luka nenek dulu." Ucap Hana ragu ragu.

" Nak, kamu anak yang baik, sungguh mulia hatimu,tolong kau ambil beberapa lembar daun yang melingkar dipohon itu setelah itu kau bantu nenek menempelkannya di kaki nenek. "

Langsung saja Hana berlalu mengambil sebagian tanaman itu dan membantu nenek.

Kaget Hana bukan main. melihat apa yang ada di depannya sungguh menakjubkan, Hana tak menyangka apa yang ada di dilihatnya, luka nenek itu sembuh darahnya segera terhenti, cucu nenek itu memijat mijat bagian kaki yang terluka tadi, hingga nenek kembali berdiri dan berjalan normal seperti biasa, tak menunjukkan wajah kesakitan lagi.

"Nak pulanglah, hari sudah sore, lain waktu datanglah, aku dan cucuku sedang berada tidak jauh dari tempat ini. " Nenek menyuruh Hana untuk segera pergi. Kemudian dia mengambil sebuah buku dari dalam tasnya yang tadi dibawakan Hana, lalu berucap lagi.

"Ini untukmu nak, sebagai ucapan terima kasih nenek padamu, ambillah buku ini milikmu, kau sangat beruntung, bahkan seluruh dunia ingin memilikinya. Aku bahkan tidak peduli hidupku demi melindungi buku ini. Hatiku mengatakan kau pantas memilikinya. Cucuku ini masih terlalu kecil untuk mempelajarinya, nenek juga sudah terlalu tua untuk menjaganya."

" Jangan, aku tidak pantas nek, buku ini terlalu penting untuk hidupmu, aku tidak bisa menerimanya. " Tolak Hana

Mungkin sudah takdirmu kita bertemu, kau tidak bisa menolak nak, nenek yakin kau pasti sangat membutuhkannya. Suatu saat kau akan tau segalanya. Pelajari dan bacalah, saat semuanya usai kau akan dapat kebahagiaan.

Dengan sangat terpaksa dan berat hati Hana menerimanya dan berlalu pergi dari sini.

Saat tiba dirumahnya, Hana terus saja mengingat ucapan nenek tua yang dibantunya tadi, kata kata itu terus saja terngiang ditelinganya.

Hingga akhirnya Hana membuka buku itu, betapa kagetnya dia saat melihat buku tebal itu yang berisikan penjelasan dasar dasar tumbuhan, manusia, hewan, didalamnya juga berisikan ribuan rumus rumus seolah olah menghubungkan semua buku, entah apa itu. Bahkan didalam juga berisikan hasil uji coba lab bahan kimia.

Dipertengahan buku ini ada pita emas, dan terlihat rumus rumus matematika, yang ada gambar tabung bergelembung.

Dibagian akhir buku juga terdapat banyak titik merah, sungai yang tadi Hana lewati ada di dalam buku ini, binatang buas, yang ditengahnya bahkan tergambar bangunan besar. " Apa ini, aku tak mengerti. " Hana berguman dalam hati.

Yang membuat Hana begitu kagum buku ini juga memiliki resep obat herbal rahasia yang tidak dimiliki siapapun. semuanya tertulis sangat jelas dibuku itu.

Mengingat itu, tiba tiba Hana kembali teringat adiknya Hanum yang saat ini terbaring dirumah sakit.

"Kenapa aku tidak perna mencobanya pada adikku Hanum, tapi aku takut orang tidak percaya, itu sebabnya soal resep rahasia aku rasa belum waktunya.

Astaga aku punya buku ini, kalau melihat dari prestasiku yang sekarang kurasa apa yang nenek itu ucapkan ada benarnya.

Aku akan berusaha membaca dan memahami semuanya, hingga setelah ini aku akan membuat praktek dalam dunia nyata.

Hana berguman sambil melamun,hingga tidak terasa dia sudah tertidur pulas sambil memegang buku yang dibalikkan ke bagian dadanya.

Terpopuler

Comments

Readers sejatinya Kak Makka

Readers sejatinya Kak Makka

Jan lupa baca yg punya kak Makka chan

2022-08-14

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!