Asisten Ronal yang sedang memilih makanan apa saja yang akan dibawah untuk nona kecil tuannya itu sudah selesai dan bersiap ke kasir untuk membawa keranjang belanjaannya.
Tuuuuut... tuuuut...
Hanphone Ronal tiba tiba bergetar tanda ada panggilan masuk, tanpa berlama lama Ronal langsung mengambilnya dari saku celana, setelah di buka ternyata penelpon adalah nyonya besarnya.
"Astagaaa gawat, nyonya besar menelpon padaku, pasti ada hal penting yang akan di bicarakannya"
Secepatnya Ronal menggangkat panggilannya.
"Haloo Ronal, kalian dimana kami sudah ditempat pengantrian, dari tadi mobil kalian tidak kelihatan ada di belakang, aku dan ayahnya Yuda juga sudah berulang ulang menelpon Yuda, tetapi tidak ada satupun yang di angkatnya.
Apa yang terjadi Ronal ?" Ibunya Yuda saat ini sedang menelpon Ronal.
"Apa kalian bai baik saja ?"
"Anu bu... maafkan kami, nona Hana meminta izin kepada tuan Yuda kalau sebelum berangkat nona akan menjenguk adiknya di rumah sakit Nugraha.
Sekarang saya sedang berbelanja makanan, dan tuan Yuda meminta untuk di bawah keruang dimana adiknya Hana dirawat. Mungkin tuan yuda meninggalkan handphonenya di mobil." Jawab Ronal.
Mendengar rumah sakit Nugraha, ibunya Yuda sedikit diam, dan berbicara dalam hati, "akhirnya anak itu bisa datang langsung melihat bagaimana rumah sakitnya yang ada di desa berkembang."
Nyonya apakah anda mendengarkanku.
Mendengar asisten Ronal berbicara dari seberang sana, ibunya Yuda menjawab lagi.
"Baiklah kalau begitu Ronal, kami akan segera berangkat pulang lebih dulu, kalian cepatlah menyusul, jangan terlalu lama disana, atau kalian akan ketinggalan antrian ini, aku akan menunggu kedatangan kalian di rumah nanti."
Siap... nyonya besar, setelah sampai aku akan mengatakannya pada tuan Yuda. Ucap Ronal.
"Ok Ronal sekarang pergilah menyusul bosmu itu, aku akan segera mengakhiri panggilan ini." Jawab ibu lagi.
Sementara dijalan menuju ruang adiknya Hana dirawat, Rosalin sedikit kesal, karena yuda tak sedikitpun melirik dirinya, menatap bodynya yang aduhaaai... bak gitar spanyol itu saja tidak perna, bagaimana Yuda akan melihatku kalau Yuda hanya mementingkan Hana." Ucap Rosalin dalam hatinya.
Tiba tiba Rosalin bertanya pada Hana, "bagaimana Hana apakah orang tuamu sudah mendapatkan pendonor yang cocok dengan organ bagian tubuh adikmu itu ?"
"Sudah kak, neneklah yang mengurus semuanya aku tidak tahu pasti, yang kutahu saat ini, ada orang baik yang keluaganya bersedia menyumbangkan salah satu organnya untuk adikku." Jawab Hana.
Saat ini, adiknya Hana mengalami transplantasi organ, sehingga dia harus dirawat,dan memerlukan tindakan medis yang tepat.
Butuh biaya yang sangat besar karena adiknya harus menjalani operasi untuk mengganti ginjal atau cangkok ginjal yang rusak atau mati kemudian akan diganti dengan ginjal yang masih aktif atau sehat dari pendonor.
Oh iya Author jelaskan sedikit apa itu ginjal.
Nah ginjal ini sangat penting dalam tubuh manusia, karena ginjal itu sendiri berfungsi menyaring zat limbah darah, kemudian pelan pelan dikeluarkan melalui urine, apabila fungsinya itu sendiri sudah terhambat, maka otomatis penyaringannya juga akan terganggu, sehingga itulah yang menyebabkan zat limbah menumpuk di dalam tubuh manusia. Jika ini dibiarkan akan semakin memperburuk keadaan manusia,dan langkah atau jalan satu satunya harus dilakukan operasi.
"Oh jadi karena inikah nenek menjual anak ingusan ini ke laki laki ganteng yang ada di depanku ini. Karena telah menghabiskan uang yang banyak untuk nenek dan keluarga Hana ?
Aku tidak akan tinggal diam dan membiarkan semua drama ini terus berlanjut." Batin Rosalin.
Yudah berfikir sejenak. "Ternyata adiknya Hanalah yang akan di operasi, pantas saja ayah dan ibu telah berkerja keras berusaha mencari pendonor yang cocok hingga 90% kecocokan dengan darah dan organ tubuhnya adiknya Hana, bahkan ayah dan ibu ikut menyaksikan serangkaian tes untuk lebih memastikan apakah ginjal tersebut sudah cocok, beruntung ibu dan ayah telah mendapatkannya, meski pendonor meminta tebusan uang ratusan juta kepada ayah dan ibu, apa karena itu ayah dan ibu menjodohkan aku dengan Hana ?
Lalu apa hubungan neneknya Hana dan orangtuaku sampai mereka rela mengorbankan apa saja termasuk menjodohkanku ?"
Sambil berfikir Yuda berucap dalam hati.
"Hana, adikmu ditempatkan di kamar nomor berapa ?" Yuda bertanya lagi.
Yuda mengangkat tangan dan berjalan menuju kamar dimana adiknya dirawat, Hana menunjuk salah satu kamar vip.
"Disana om, di kamar nomor 04."
Tiba didepan pintu Hana perlahan membuka pintu kamar adiknya.
"Hanuuum...!"
Sambil berteriak dan berjatuhan air matanya Hana berlari kecil menuju ke ranjang dimana adiknya Hanum ditempatkan. Disusul oleh Rosalin dan juga Yuda.
"Kakak, kenapa tidak mengabariku kalau ingin berkunjung, ibu dan ayah juga tidak mengabariku." Ucap Hanum.
Kedua kakak beradik itu berpelukan sambil menangis terisak.
Hana menjawab, "Maafkan kakak soal itu, aku datang bersama kak Rosalin dan juga om Yuda." Rosalin dan juga Yuda mendekati ranjang tempat berbaring Hanum.
Yuda memberikan senyuman terbaiknya ke adiknya Hana.
"Eh ada kak Ros juga ya, hai kak, maafkan aku saat melihatmu dalam keadaan seperti ini. Oh ada juga om ganteng yang menjengukku, pasti temannya kak Ros kan ?" Ucap Hanum lagi kepada semua orang.
Rosalin yang mendapat sambutan seperti itu senangnya bukan main.
"Dek, aku sengaja datang kesini untuk menjengukmu dan berpamitan, karena sebentar lagi aku akan ikut kak Ros kekota, ini karena permintaan nenek kita, ada urusan yang harus aku kerjakan disana, dan juga kamu tidak perlu terlalu memikirkan diriku, ada kak Ros yang nanti akan menjagaku disana.
Maafkan kakakmu ini yang tidak bisa berada disisimu, menyaksikan operasimu nanti."
Sambil menggenggam tangan adiknya, dan kelihatan sangat bersedih Hana menjelaskan ke Hanum panjang lebar, sebenarnya sangat berat rasanya dia harus pergi dan meninggalkan adik satu satunya itu.
Hanum meneteskan airmatanya sambil berucap, "Pergilah kakak, aku tidak mengapa, disini aku akan selalu merindukanmu, doakan agar operasiku nanti berjalan dengan lancar, aku percaya pada padamu dan kak Ros, aku juga senang bisa melihatmu sebelum pergi."
Tok... tok... tok...
Asisten Ronal masuk dengan membawa banyak makanan dan buah segar, sambil berbicara.
"Nona ini aku membawahkan banyak makanan untuk adikmu, tuan Yuda menyuruhku pergi berbelanja makanan untuk adikmu."
Sekilas Hana menatap Yuda sambil tersenyum.
"Judes, kejam, angkuh,itu yang kulihat dari sorot matanya, tapi Yuda punya hati yang baik.
Aaaahh.... tidak."
Fikir Hana dalam hati sambil membuyarkan lamunannya itu.
"Terimakasih Om." Ucap Hanum ke Yuda.
Sebelum masuk tadi, Yuda sudah menuliskan pesan untuk asistennya Ronal, dia ada di ruang vip kamar nomor 04.
Sampai asisten Ronal bingung sendiri, kenapa saat nyonya besarnya menelpon, tuan Yuda tidak mengangkat panggilannya.
"Ronal kau simpanlah barang bawaanmu itu kemeja kosong yang ada disudut sana."
Tanpa bicara Ronal dengan sigap mengarah ke sudut ruangan sambil menenteng tas makanan bawaannya itu.
Sambil menangis Hana bicara ke adiknya. " Hanum, sekali lagi maafkan kakakmu karena tidak bisa berlama lama disini, aku tidak bisa menjagamu setiap saat Hanum, kuharap kau bisa sembuh, kuatkan dirimu, dari sana aku akan selalu mengabarimu, kamu harus sembuh Hanum."
Tangis Hana semakin pecah, melihat adiknya hanya tersenyum dan dan tak ada rasa takut terlihat dari raut wajahnya, Hanum hanya menganggukkan kepalanya tanpa bicara padanya.
Ingin rasanya Hana berlama lama disini, tidak rela melepaskan pelukan adiknya ini.
Rosalin tiba tiba memegang bahu Hana, sambil berkata, "adikku Hana, ayoo... mari kita berangkat, sekarang kita tidak punya banyak waktu lagi, sebentar lagi jalanan yang kita lalui akan ditutup.
Sambil menoleh ke arah kakaknya Rosalin, Hana mencium dan melepaskan pelukannya ke adiknya Hanum.
"Adik kecil kami akan segera pergi. Cepatlah sembuh, jika ada waktu, kami semua akan mengunjungimu lain waktu." Yuda berucap sambil berpamitan pada Hanum.
"Tunggu...."
Hanum berucap lagi, mereka semua menghentikan langkahnya.
"Kak Ros kutitip Kak Hana padamu, aku sangat percaya padamu kak Ros, jaga dirimu disana kak Hana, teruslah memberi kabar kepada ayah dan ibu."
"Baiklah," sambil tersenyum Rosalin menjawab.
Bersambung.........
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
Nenie desu
sudah aq like dan favorit kak 🤗🙏
2022-08-15
1